
Senja tertawa terbahak bahak melihat Zayn kini tengah menyanyikan lagu anak anak. Dia berhasil membalas kekesalannya pada Zayn mengenai ponselnya yang rusak. Zayn menatap gadisnya itu dengan sinis, harga dirinya langsung anjlok apalagi dirinya kini menjadi bahan olokan oleh anggota keluarganya.
"Nyanyi lagu bintang kecil pake huruf vokal O Mas Duda. " ucap Senja dengan senyum manisnya.
"Awas kau Senja, akan kuhabisi kamu di atas ranjang. " gertak Zayn dengan raut kesalnya.
"Jika itu terjadi, aku bakal potong tuh si gagak. " Zayn melotot mendengar ucapan Senja, sedangkan Livia dan Darren tertawa keras mendengarnya.
Haha haha haha
Astaga tawa Livia dan Darren semakin pecah memdengarnya. Namun tawa mereka berhenti kala mereka semua kedatangan seorang gadis cantik dengan penampilan modis dan seksinya. Gadis itu langsung berlari mendekat kearah Zayn kemudian mencium kedua pipinya. Senjapun berdecih, entah kenapa dia merasa kurang suka dengan gadis dihadapannya itu.
"Tya, jaga sikapmu itu. " geram Zayn sambil mendorong tubuh Tya menjauh.
"Aku kangen sama kakak, tak bisakah kakak bersikap lembut padaku. " suara manja yang dibuat buat oleh Tya seketika hampir membuat Senja mual
Hoek
Tya menoleh, pandangannya langsung menajam kearah Senja. Senjapun nampak santai menghadapi alien dari mana itu entahlah. "Eh Nona, kamu enggak pernah diajarin sopan santun ya, datang datang langsung nyosor kayak bebek. " celetuk Senja dengan asalnya.
Pftt Livia menahan tawanya mendengar ucapan Senja. Tya nampak kesal, beralih menatap Zayn dengan raut sedihnya. "Kakak Zayn, kakak dapat ondel ondel itu dari mana sih kenapa dia bisa disini. "
Senja ingin sekali mencekik leher Tya yang telah menyebutnya ondel ondel. Kampret emang, cantik cantik gini dikatain ondel ondel
"Jaga bicara kamu Tya, dia punya nama yaitu Senja selain itu Senja calon istriku. " Tya langsung melotot tak percaya. Sedangkan Senja yang meneguk minumannya langsung menyembur kala mendengar pernyataan Zayn.
Tya mengguncang lengan Zayn dan tatapannya terlihat sangat marah dan kesal. "Aku tidak terima jika kakak bersama dengan gadis itu kak. " protes Tya.
"Aku tidak peduli pendapatmu Moza Tya Anatasya. " tegas Zayn penuh penekanan. Zayn menepis tangan Tya dari tangannya. Setelah itu kembali duduk di sebelah Senja, Sedangkan Senja tersenyum miring kearah Tya. Tya merasa geram dan sangat benci terhadap Senja yang kini tengah mengejeknya.
__ADS_1
Senja dengan sengaja mendusel manja di dada bidang Zayn, ingin memanas manasi si kutu loncat wkwk. Tya mengepalkan tangannya melihat bagaimana Senja bermanja di dekapan Zayn.
Panas panas dah hatimu kutu loncat 😂😂💃
"Eh nona kutu nama kamu siapa tadi t*i eh salah deng Tya. Entah kenapa aku kok mual ya lihat tingkah manjamu itu. " cetus Senja.
Brak Tya menggebrak meja dengan keras. Senja terkekeh melihat kesal di wajah Tya, Sedangkan Tya kini mengontrol emosinya yang meledak. "Kak Zayn antar aku pulang dong. " rengeknya.
"Yuk kita pulang Mas. " ajak Senja.
Zaynpun mengangguk. Dia segera merangkul Senja dan keluar dari mansion Darren disusul Tya. Selama dalam perjalanan pulang, Senja berada di belakang karena didepan direbut si kutu loncat. Zaynpun menyempatkan membeli ponsel baru untuk Senja setelah itu melajukan mobilnya menuju ke rumah Tya.
Sementara Senja tengah sibuk dengan ponsel barunya. Dia kini tengah memainkan game favoritnya mengabaikan Zayn yang ada di depan. Tya mencuri pandang kearah Zayn, pria yang disukainya sejak dulu.
Hingga tiba di depan apartemen Tya, Zayn melirik kearahnya dengan pandangan datar. "Cepat turunlah. " usir Zayn dengan terang terangan.
"Kak Zayn ayo mampir dulu. " rayunya dengan nada manja.
"Malas Mas, lebih baik fokuslah menyetir. " balasnya acuh tak acuh.
Zaynpun terus menggerutu sambil melajukan mobilnya, hingga tak berselang lama mereka tiba di mansion Zayn. Zayn turun terlebih dahulu, dia membuka pintu belakang dan menatap jengah kearah Senja.
"Ayo turun sudah sampai! "
Senja menatap sekelilingnya, segera memasukkan ponselnya dalam tas lalu turun dari mobil. Setelah itu bersama sama masuk ke dalam mansion. Entah kenapa dia sangat kesal karena saingannya bertama si kutu loncat setelah mak lampir. Senja berjalan melewati Zayn yang berada di ruang tamu.
"Semua pakaian sudah ada di ruang ganti dalam kamarmu Senja. "
"Ya. " Senja langsung naik ke lantai dua, bergegas masuk ke dalam kamarnya. Zayn meminta pindah kamar ke atas, lebih tepatnya disebelah kamar Zayn.
__ADS_1
Hanya beberapa menit di kamar mandi, kini Senja tengah memilih dress dalam ruangan ganti. Senja nampak terpesona dengan dress yang ada dalam lemari. "Pasti dress dress ini sangat mahal. " pikirnya.
Pilihan Senja jatuh pada dress berwarna merah muda, tanpa berlama lama segera dipakainya dress itu. Setelah itu mulai menyisir rambut panjangnya kemudian menguncirnya. Lalu menghempaskan tubuhnya di atas kasur, kini tangannya meraih ponsel dalam tasnya.
Hah capek, sebenarnya siapa sih si kutu loncat itu sikapnya sungguh sungguh menggelikan
Senja melirik jam dalam ponselnya yang menunjukkan angka 04.00 sore. Dia kembali bangun, bergegas ke luar dari kamar dan menuruni tangga satu persatu. Dia pergi ke dapur membuat minuman untuk dirinya Zayn. Tanpa disadarinya Zayn sudah ada di belakangnya, langsung mendekapnya dari belakang membuat Senja terkejut.
"Mas ih ngagetin tahu. Eh iya Mas, gadis centil itu siapa kamu sih Mas? pertanyaan itu langsung terlontar begitu saja dari bibir Senja. Sementara Zayn sibuk menciumi leher Senja hingga membuat Senja merasa geli.
"Dia Tya, adik dari mendiang istriku Vania. Sejak dulu Vania selalu memanjakannya hingga dia bersikap seperti itu. "
"Mas lepasin dulu donk, ini mau bawa minumannya ke ruang tamu. " Senja hanya bisa mendesah pelan, dia segera menyesap tehnya hingga tersisa setengah. Lalu dia membalikkan tubuhnya, tanpa ragu Zayn memagut bibir Senja disertai lu****t***n dan dibalas olehnya.
Setelah ciuman mereka terlepas, Senja memukul dada Zayn dengan kesal. Zayn terkekeh lalu mengajaknya ke luar dari dapur. Keduanya berpapasan dengan Sekar yang kini menatap Senja dengan sangat tajam.
"Nja bagaimana perasaanmu padaku! pertanyaan itu kembali terlontar kala mereka sampai di ruang tamu.
"Aku hanya tidak ingin menjadi bayang bayang mbak Vania Mas, maaf kalau aku egois. " Zayn kembali memeluknya dan memberi kecupan di kening Senja sambil berkata. "Aku benar benar cinta sama kamu Senja, bukan sebagai bayang bayang Vania. " tegasnya.
Senyuman manis terukir dibibir Senja, dia tak menyangka benar benar dicintai oleh mas dudanya itu. Senja mengalungkan tangannya ke leher Zayn, melabuhkan kecupan bibir seksi Zayn dan tak menyia nyiakan kesempatan Zayn memperdalam ciuman mereka. Tak lama kemudian Senja membisikkan sesuatu ditelinga Zayn. "Aku juga cinta sama kamu Mas. "
Setelah ciuman berakhir hati Zayn tengah berbunga bunga, ungkapan cinta dari Senja membuatnya melayang tinggi ke angkasa. Zayn benar benar dibuat jatuh cinta sama tingkah polah Senja yang bar bar dan absurd itu.
"Mulai sekarang kamu kekasihku sayang. "
Senja mengangguk dengan pernyataan Zayn barusan. Mereka kembali berpelukan sebentar setelahnya duduk di sofa dengan Senja bersandar di sofa. Senja terkekeh melihat sang kekasih mencium tangannya berulang ulang.
__ADS_1
Yeay Senja akhirnya pacaran sama mas duda. Tapi bagaimana dengan si mak lampir dan kutu loncat itu pasti mereka tidak akan tinggal diam.
Bersambung