
"Lepaskan tanganku Ax, lepas! Freya meronta mencoba melepaskan cengkeraman tangan Axel, namun pria itu tak mengindahkannya. Ya Axel menyusul Freya dan Kevin, dengan raut kemarahan dan cemburu di wajahnya. Setelah cukup jauh Axel melepaskan cekalan tangannya, sorot matanya menghunus tajam kearah Freya.
"Apa kamu lupa dengan ucapanku hah, aku tidak suka kau pergi dengan Kevin. " desis Axel.
"Kamu enggak berhak, kamu bukan siapa siapa aku Axel. " balas Freya dengan menaikkan nada suaranya.
"Ck tidak berhak, kau lupa jika aku yang telah merebut kesucianmu Sweety. " Axel tampak menyeringai kearah Freya, Freya menutup telinganya mendengar ucapan pria brensek di depannya.
"Bagaimana reaksi Kevin jika tahu kamu
tidak.. " ucapan Axel terhenti, kala manik kelamnya menatap kedatangan sosok Kevin yang menyusul mereka. Rahangnya mengeras, diapun mencoba tenang setelah itu melirik Freya dengan seringainya.
"Lepasin Freya, dia tidak mau ikut denganmu. " desis Kevin.
"Oh begitukah, apa kamu tahu sahabatmu ini sudah aku renggut kesuciannya. " Mata Kevin membulat sempurna, tatapannya beralih kearah Freya namun Freya menunduk. Sedangkan Axel tersenyum puas melihat reaksi dari Kevin yang terlihat kecewa dan marah.
"Jadi kamu menodai Freya Ax? "
"Iya, aku ingatkan kamu untuk jangan mendekatinya lagi karena Freya milikku. " tegas Axel. Freya tersenyum getir, sahabatnya itu pasti akan sangat jijik padanya. Kevinpun mengusap wajahnya kasar, pria itu menghela nafas panjang kemudian berjalan mendekati Freya.
Grep
Kevin langsung memeluknya, tangis Freya langsung pecah. Axel terkejut dengan tindakan Kevin barusan, tangannya terkepal melihat Freya yang membalas pelukan Kevin. "Vin aku kotor hiks, hidupku telah hancur sekarang. Kamu pasti merasa jijik padaku bukan!
"Sst tenanglah Fre, aku tidak merasa jijik padamu. " Kevin melepaskan pelukannya, dia menatap lembut kearah wanita yang di cintanya.
"Aku ingin jujur padamu, jangan menyelaku
oke!
__ADS_1
"Sebenarnya perempuan yang aku cintai adalah Kamu Freya, ya aku mencintai kamu Freya Callista Arunika. " Freya sangat terkejut dengan kejujuran Kevin, dia melihat tak ada kebohongan di kedua manik kelam Kevin. Axel semakin terbakar amarahnya mendengar ungkapan cinta Kevin pada Freya.
"Aku akan bertanggung jawab padamu, kamu kamu maukan menikah denganku Freya!
Suara Freya tercekat mendengar lamaran dri Kevin, dia tak menyangka akan sikap berani Kevin yang ingin bertanggung jawab. "Tapi Kev, ini semua tidak adil bagimu karena.. " Jari Kevin menempel di bibir Freya, pria itu menggeleng sambil tersenyum.
"Aku sangat yakin dengan keputusanku Freya ijinkan aku menikahimu. "
"Tidak, aku tidak akan membiarkannya. " sahut Axel, Axel berjalan kearahnya lalu menarik tangan Freya namun Kevin mencegahnya. Pria itu menghempaskan kasar tangan Axel, sedangkan Freya berada di belakang tubuh Kevin.
"Freya itu milikku, berani beraninya kamu berniat merebutnya hah. " bentak Axel pada Kevin.
"Aku bukan barang Axel, jadi jangan seenaknya mengklaim diriku. Kau terlalu pemaksa dan kasar, egois karena mementingkan dirimu sendiri tanpa memikirkan perasaan orang lain. " balas Freya dengan sorot mata sendunya. tatapan Axel melemah, dia menatap sendu kearah wanitanya namun Freya memalingkan wajahnya kearah lain.
"Katakan Fre, kalau kamu menolak Kevin. Bukankah kamu mencintaiku sweety, aku janji akan bertanggung jawab padamu tapi aku mohon jangan terima Kevin. "
"Apa jawabanmu Freya? "
"Vin, tapi bagaimana dengan keluargamu. Mereka pasti tak akan setuju jika aku menerima lamaranmu. "
"Aku janji akan berusaha meyakinkan mereka Freya. " Axel sudah tahu jawabannya, sepertinya memang wanitanya itu sangat benci padanya hingga memilih Kevin. Pria itu berbalik dan melangkah gontai meninggalkan keduanya. Freya menatap sendu kepergian pria yang masih bertahta di hatinya, Kevin yang melihatnya merasa cemburu namun dia tahan.
Puk Kevin kemgusap kepala Freya dengan lembut, Freya menoleh kearahnya. "Aku sudah tahu jawabanmu Fre, kejarlah Axel sebelum dia pergi. " jelas Kevin dengan senyuman di bibirnya. Freya jelas tahu sahabatnya tengah menyembunyikan rasa sakit hatinya, wanita itu mengangguk dan berlari mengejar Axel.
Hah Kevin mendesah berat, melepaskan cintanya memang berat namun membiarkan orang dicintai bahagia dengan pilihannya, adalah sesuatu yang tepat. Dia tidak mungkin egois, memaksakan Freya bersamanya hanya akan menyakiti hatinya dan hati Freya. Dia sangat jelas tahu jika Axel 'lah pria yang di cintai Freya sejak dulu.
**
Di sisi lain Axel hendak melajukan mobilnya namun Freya langsung menghadangnya. Pria itu terkejut, diapun turun dari mobilnya mengabaikan penampilannya yang kacau. Freya berlari kearahnya, wanita itu menghambur kepelukannya, Axel hampir terjungkal karena ketidaksiapannya.
__ADS_1
Pria itu merasa bingung namun yang pasti hatinya hancur karena wanita dalam dekapannya saat ini. Freya melepas pelukannya, menatap sendu kearah Axel mmbuat pria itu merasa penasaran. "Sweety ada apa kenapa wajahmu sedih, bukankah kamu sudah menerima lamaran Kevin!
"Kenapa kamu langsung pergi Axel? "
"Hah maksudnya!
Bug Freya memukul mukul dada bidang Axel sambil menangis sesegukan, Axel membiarkan nya karena mungkin saja Freya masih marah padanya pikirnya. "Kamu pria pengecut Axel, kamu menyerah tanpa memperjuangkanku bukankah kamu bilang mencintai aku hah. "
"Aku takut akan penolakanmu Sweety, Kevin lebih pantas bersamamu daripada aku pria brensek yang suka memaksamu ini. " gumam Axel lirih.
"Hiks aku membencimu pria tak peka. "
"Ya bencilah aku sweety, aku pantas. Aku hanya menyakitimu dengan sikap brensekku hingga kamu berada di titik terendah. "
"Aku mencintaimu Axel. " Axel menatap tak percaya atas apa yang di dengarnya, Freya meyakinkannya hingga pria itu tersenyum lebar dan kembali berpelukan. Axel berulang kali menciumi puncak kepala wanitanya, Freya menyusupkan wajahnya di dada Axel. Dari kejauhan Kevin melihat keromantisan Axel dan Freya, dia ikut senang meskipun hatinya terkoyak dan mungkin waktu yang akan menyembuhkannya.
"Jadi kamu menerima lamaranku Sweety! sesaat setelah pelukan terlepas, Axel memandang wanitanya dengan tatapan penuh cinta.
"Iya aku terima. " Freya tersenyum manis pada prianya, Axel memagut bibir kekasihnya tanpa peduli keberadaan mereka berdua. Tangan kekarnya mengukung tubuj mungil Freya, Freya mengalungkan tangannya ke leher Axel.
Usai berciuman, mereka masuk ke mobil. Axel tancap gas, melaju dengan kecepatan sedang. Selama perjalanan pulang, tangan kiri Axel tak melepaskan tautan tangannya dari tangan Freya. "Sayang, kenapa kamu malah memilihku daripada Kevin? "
"Kevin terlalu baik untukku sayang, rasanya tidak adil jika dia bertanggung jawab. Dialah yang memintaku mengejarmu, dia merelakan aku bersama kamu. Saat kita menikah nanti, kata Kevin dia ingin di undang dalam acara
kita. "
"Kevin memang pria yang sangat baik dan gentle, aku harap dia kelak menemukan wanita yang pantas untuknya. "
"Iya kamu benar!
__ADS_1
End
Jangan lupa like, vote dan komentar