Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
JMC PART 7 - KEMBALINYA DIA


__ADS_3

LIKE, VOTE DAN KOMEN TERUS YA TIAP BAB HEHE..


"Nak, kenapa Alana menangis? " tanya papa saat Meira dan Aiden kembali ke mansion. Meira melirik Aiden, pria itu mengangguk dan membawa gadis cilik ke kamarnya. Mau tak mau Meira mengatakan semuanya pada sang papa tanpa terlewatkan.


"Benar benar keterlaluan!


"Papa rencananya aku mau mengadopsi Alana, tapi yang masih memgganjal di sini Alana masih memiliki papa kandung. " Meira merasa sedih, inilah hal yang dia pikirkan di dalam perjalanan pulang tadi.


"Bisa nak, asal kamu dan Aiden harus menikah dulu agar kamu dan suami kamu nanti memiliki hak asuh atas Alana. " ujar papa Alan dengan bijak, menatap lekat puterinya. Meira tertegun mendengar saran yang diberikan papanya.


"Bicaralah sama nak Aiden, papa akan menemani cucu papa. " pria paruh baya itu langsung bangkit, berlalu pergi meninggalkan Meira sendirian. Gadis itu berulang kali menghela nafas, dia saat ini tengah dilema.


Menikah? Bagaimana bisa?


Sementara tak ada cinta di antara aku dan Aiden! Sedangkan hati Aiden masih terpatri pada sosok sang mantan.


Ck mana mau dia jadi pelampiasan Aiden.



Meira bangkit, gadis itu memilih pergi ke teras samping dan langsung duduk di sebuah ranjang di sana. Aiden menyusulnya, gadis itu langsung berbaring di atas tubuh pria itu. Meira menyusupkan wajahnya di dada Aiden yang terbalut kemeja. "Em Bee, sepertinya ada yang bangun di bawah sana. " Meira menegapkan kepalanya, tersenyum kikuk pada Aiden.


Aiden tergelak, namun dalam hatinya pria itu mengumpati adik kecilnya. "Amor, adik kecilku terbangun karena kamu dan sepertinya dia tak sabar ingin berkenalan denganmu. " bisik Aiden sambil mengecup telinga Meira.


"Uh. " Meira melotot sebal kearah Aiden yang kini malah tertawa.


"Mesum!


Tangan Aiden menyingkirkan anak rambut Meira, lalu menyelipkannya ke belakang telinga gadis itu. Wajah cantik Meira terus di pandangi olehnya, entahlah dia tak bosan memandang gadis dalam pelukannya.


"Papa bilang jika aku ingin mengadopsi Alana, aku harus menikah denganmu lebih dulu Bee. Bagaimana menurut kamu? "


"Ya kita lakukan saja, supaya aku bisa membuatmu menjerit di bawahku. " Meira langsung memukul dada pria itu, dia berdecak sebal akan pemikiran mesum Aiden. Lagi lagi tawa kecil terdengar dari bibir pria itu, Meira semakin kesal di buatnya.


"Tidak mau, lagian kamu masih belum move on dari mantan. " ejek Meira pada pria yang tengah memeluknya. Aiden memasang wajah dtarnya pada Meira, Meira terkekeh melihatnya. Gadis itu menoel noel dagu Aiden, menggoda pria itu secara terus menerus. Aiden menangkap tangan Meira, tatapan mereka kembali bertemu.

__ADS_1


Dag dig dug


Oh jantungku!


Kenapa jantungku selalu berdebar saat menatap mata Aiden?


Meira lebih dulu memutus pandangan mata mereka, dia merasa tidak tahan menatap Aiden lebih lama. Dia melepas pelukannya, kemudian duduk dengan tegap memandang kearah kolam.


"Pernikahan itu tidak semudah yang kita katakan bee, perlu banyak pertimbangan untuk memutuskan masuk ketahap itu. "


"Kepercayaan, komitmen, cinta dan saling keterbukaan. Pernikahan itu memyatukan dua hati agar saling terikat, sementara kita? " Meira menghela nafas panjang, pelayan datang membawakan minuman untuk mereka setelah itu pergi. Wajah Aiden berubah serius apa yang dikatakan Meira benar adanya.


Drt


drt


Axel calling..


"Ya Ax ada apa? "


##


Aiden turun dari mobilnya, seorang wanita dengan pakaian elegannya telah menunggunya sejak tadi. Wanita itu menoleh, tersenyum manis pada pria yang dulu mengejar dirinya. Jika Aiden yang dulu, mungkin akan terpesona pada senyuman manis Valerie. Tapi sekarang berbeda, raut wajah pria itu tampak datar datar saja. "Hai Den, bagaimana kabarmu sekarang? "


"Baik!


"Ternyata kamu semakin tampan dan


gagah ya. " Valerie mengagumi pria tampan di hadapannya yang kini lebih tinggi, terakhir dia melihatnya sekitar empat tahun lalu. Aiden merasa jengah, dengan sikap Valerie yang penuh basa basi.


"To the poin, kenapa kamu kembali lagi


Valerie? "


"Aku merindukanmu Den, maafkan sikapku dulu padamu. " sesal Valerie sambil mengenggam tangab pria itu. Aiden menepis kasar tangan Valerie, bibirnya melengkung membentuk senyuman mengejek padanya.

__ADS_1


"Maaf, apa dengan kata menjijikkan itu mampu menghapus sakit hatiku!


"Dengarkan aku, kau hanya masa lalu yang aku buang. Jangan harap kamu mendapat kesempatan dariku, karena aku tidak pernah memungut sampah dari tempatnya. " sarkas Aiden. Pria itu berjalan melewati Valerie, lalu masuk ke dalam mansion.


"Aiden, Aiden. " teriak Valerie memanggil nama Aiden namun pria itu mengabaikan panggilannya. Wanita itu langsung mengumpat kesal, terkejut akan perubahan sikap Aiden padanya.


Aiden yang dia kenal, selalu bersikap lembut dan manis padanya tapi sekarang? Valerie menggeleng pelan, dia benar benar merindukan Aiden namun pria itu menolak kehadirannya.


Drt


drt


Valerie merogoh ponselnya, membaca pesan yang masuk. Raut wajahnya berubah panik dan segera saja mematikan ponselnya itu. Wanita itu masuk ke mobil, tancap gas dan meninggalkan rumah Aiden. Dia tak henti hentinya memukul stir, mengumpati orang yang mengirimi pesan.


"Kenapa dia masih menghubungiku sial! setibanya di apartemen, Valerie segera masuk ke dalam. Dia terdiam, melihat sepasang paruh baya yang telah menunggunya.


"Mom, Dad ada apa kalian menyusulku ke indonesia? "


"Kenapa kamu pulang tanpa memberitahu kami Valerie! ujar Daddy Edzard. Pria paruh baya itu sebenarnya tahu alasan pulangnya Valerie ke tanah air. Valerie menghela nafas panjang, kembali melirik daddynya tersebut.


"Tanpa Vale jelaskan, daddy sudah tahu


bukan. " Valerie merasa jengah melihat daddynya begitu bertele tele. Mommy Jenny mengusap lengan suaminya agar tak terbawa emosi, daddy dan Valerie sama sama keras kepala.


"Dengarkan Daddy, kamu sudah memiliki suami dan nak Vale. Jangan lagi buat mommy dan daddy malu, apalagi menyesal membesarkan kamu karena sikapmu itu. " tegas Daddy Edzard.


"Aku dan Dimas sudah bercerai, Rifky hak asuhnya jatuh pada Dimas. Vale bosan mendengar Daddy selalu mengungkit statusku. Setelah mengatakan hal itu wanita itu langsung pergi. Kedua orang tuanya terkejut demean pengakuan puteri mereka barusan.


"Valerie. " bentak Daddy dengan suara menggelegar.


"Daddy tenanglah, kita bicarakan dengan kepala dingin. " tegur mommy dengan bijak. Mommy Jenny merasa dirinya gagal menjadi seorang ibu, tak bisa mendidik puterinya. Pria paruh baya itu memeluk sang istri, berusaha menenangkan mommy.


"Daddy, apa ini karmaku karena dulu aku merebutmu dari Melisa, ibunya triplet A. " gumam mommy dengan raut menyesal.


"Jangan bicara sembarangan mom, tak ada yang merebut. " tegas daddy.

__ADS_1


tbc


__ADS_2