
EH JINGGA EDZARD ATAU JINGGA MIKE?? 🤣🤣😳
VOTE VOTE VOTE
Hari berikutnya
Di Penthouse milik Andra
Kirana merasa pusing pagi pagi melihat perdebatan suami dan putera kecilnya yang sama sama posesif pada dirinya. Andra menatap tajam kearah bocah kecil dihadapannya, merupakan duplikat dirinya. "Mike, mommy itu milik Daddy, kamu jangan merebutnya. " ujar Andra pada sang anak.
"Daddy ngalah dong, masa iya enggak mau ngalah dari bocah kayak aku Dad. " balas Mike dengan mencebikkan bibir mungilnya.
Andra merangkul Kirana dari belakang, Mike berdecak kesal dengan tangan kecilnya dia berusaha menjauhkan sang mommy dari daddy. Andra terkekeh melihat bagaimana usaha putera kecilnya, Kirana melepaskan diri dan melirik tajam sang suami. "Sudah jangan jahili putera kita lagi Daddy. " ujar Kirana.
Andra mendengus kesal di tambah Mike yang menjulurkan lidah kearahnya. Mikepun menggandeng tangan mommy nya dan pergi ke ruang tamu disusul Andra. Mike menatap lekat wajah mommy nya sambil tersenyum. "Mom, Mike pengen juga punya calon adek bayi seperti Jingga yang sebentar lagi punya adik kembar!
Wajah kesal Kirana berubah sendu mendengar permintaan puteranya, dia saat menyesal karena tak bisa mengabulkan keinginan Mike. Andra menghela nafas panjang, berbisik di telinga puteranya, Mikepun bangkit dan pergi. Andra kini duduk di sebelah sang istri, mengenggam tangan Kirana dengan erat.
"Mas, aku enggak bisa memberikan adik untuk Mike karena rahimku diangkat! cairan bening meluncur bebas di kedua pipi Kirana, Andra dengan sigap menghapusnya.
" Sst sayang sudahlah jangan terlalu di pikirkan, aku tak mempermasalahkannya, Mike pasti mengerti kok. " ujar Andra. Tangis Kirana malah pecah, Andra mendesah pelan melihat istrinya yang kini tengah kembali terpuruk. Andra langsung memeluknya dengan erat, sambil mengusap punggung sang istri yang bergetar. Setelah merasa tenang Kirana menghapus sisa sisa air matanya, bangkit dan berlalu pergi. Andra membiarkannya, dia sangat tahu bahwa Kirana saat ini ingin sendiri.
Skip
Di teras, Kirana termenung sendiri di sana, terlihat sangat jelas ada kesedihan di kedua matanya. Mengingat kejadian dua tahun lalu di mana rahimnya di angkat karena penyakit kistanya yang cukup besar.
hiks hiks hiks
Tangis Kirana kembali pecah, mengingat kejadian itu hatinya yang telah ia tata kembali hancur.
Drt drt drt
__ADS_1
Kirana merogoh ponselnya, dia tersenyum kecil melihat Senja menghubungi dirinya. Dia menekan tombol hijau setelah itu langsung mengangkatnya. "Hai Nja ada apa nih tumben hubungi aku. " ujar Kirana dengan nada seraknya.
"Hei Ki, kenapa suaramu terdengar serak, kamu habis nangis ya. " tebak Senja dalam telepon.
"Enggak kok Nja. " dustanya.
Terdengar ada decakan di ujung sana hal itu membuat bibir Kirana melengkung membentuk senyuman tipis. "Kamu jangan bohong Ki, katakan saja Ki kenapa kamu menangis!
"Beneran aku enggak papa kok Nja! Ya selama ini Kirana tak mengatakan tentang penyakit dan rahimnya pada Senja, dia tidak ingin membebani si bumil dengan masalahnya. Setelah sambungan berakhir, Kiranapun menyimpan ponselnya dalam saku.
Kirana menghela nafas panjang, sebenarnya dia tak ingin berbohong pada sahabatnya itu namun Kirana juga tak ingin membebani Senja yang tengah hamil besar. " Maafin aku Nja, aku tak bermaksud bohong sama kamu. "
tap tap tap
"Kenapa kamu bohong sama aku Ki, kenapa kamu tak pernah cerita ke aku tentang masalahmu. Apa kamu enggak anggap aku sahabat dan saudari bagimu. " ujar Senja.
Kirana menoleh dan terkejut melihat Senja yang kini berada tak jauh darinya. Senjapun berjalan mendekatinya, terlihat sekali kedua mata Senja menampilkan kekecewaan. "Senja, maaf bukan maksudku.. "
Senja berbalik dan pergi meninggalkan Kirana, Kirana sangat sedih melihat sahabatnya marah dan dia bergegas menyusulnya. "Nja, aku tak berniat menyembunyikannya darimu. " ujar Kirana berusaha menjelaskan.
Senja masih acuh dan tak peduli, namun tiba tiba dia berhenti dan memegangi perutnya. Zayn datang dan mendekati istrinya dengan raut khawatir. "Kenapa sayang, apa perut kamu sakit? "
"Enggak papa mas, sedikit keram karena aku jalan cepat cepat tadi. "
Kirana memandang sendu kearah Senja sambil berkata. "Sekali lagi maafkan aku, kamu tengah hamil makanya aku memilih tidak cerita padamu Nja. " Senja menurunkan egonya, memeluk tubuh Kirana sekilas lalu memegang tangannya. "Kali ini aku maafin tapi tidak untuk lain kali Ki. "
Mereka semua pergi ke ruang tamu, di sana Jingga dan Mike tengah bermain bersama. Senja sangat syok dengan apa yang di lakukan puterinya, sedangkan para pria tertawa terbahak bahak. "Ji sayang apa yang kamu lakukan sama Mike nak!
" Jie cuma olesin pipi Mike dengan lipstik milik mommy. " ucap Jingga dengan polos.
Senja menggeleng, beralih menatap Mike dengan tawa kecil di bibirnya. "Mike sayang, kenapa kamu hanya diam dan tak melarang Jingga hemm? "
__ADS_1
"Jingga sangat cantik Bibi, makanya Mike pasrah diolesi lipstik di pipi Mike. " jawab Mike sambil nyengir. Andra menepuk jidatnya, mendengar jawaban dari puteranya itu.
Kirana tertawa melihat wajah puteranya yang seperti badut karena ulah Jingga. Zayn menoleh dan menyenggol lengan sahabatnya sambil berkata. "Mulut puteramu sangat manis ya Ndra, calon playboy di masa depan, mewarisi sifat playboymu!
" Yes i did! Kirana melirik tajam kearah suaminya, Andra membalasnya dengan kekehan.
"Ayo bahas bisnis biarkan istri istri kita mengobrol bersama, melepas rindu! Andra bangkit dan berlalu pergi di susul Zayn. Senja kembali memandang lekat kearah sahabatnya Kirana.
" Kamu dan Maya adalah saudariku, berbagilah suka dan dukamu pada aku Ki, jangan simpan dan pendam sendiri. " tegas Senja.
Kirana sangat terharu mendengarnya, mengangguk kecil dan tersenyum kearah Senja. Mereka kembali memperhatikan putera puteri mereka berdua. Jingga kini tengah membersihkan pipi Mike dengan tisu karena Senjalah yang menyuruhnya.
Mike tersenyum tipis memperhatikan Senja, cup dia mencuri ciuman di kedua pipi gadis cilik itu. Senja dan Kirana yang melihatnyapun langsung tersenyum geli.
"Eh Mike, kenapa kamu cium pipi Jie!
" Karena kamu lucu dan manis Jie. " puji si bocah tampan itu. Pipi Jingga merona mendengar pujian dari Mike, tiba tiba Jingga teringat dengan pangeran es kutubnya.
"Huh kak Edzald enggak pelnah belsikap manis pada Jie sepelti kayak Mike. " batinnya.
Mike bangkit dan berlalu pergi, tak lama dia kembali membawa buku gambar dan pensil. Jingga menghampirinya dan memandang Mike, sambil tersenyum. "Jie ajalin buat gambal dong Mike. "
"Sini aku ajarin Jie! Jingga bertepuk tangan heboh dan memperhatikan Mike dengan serius. Senja dan Kirana sangat senang melihat kedekatan Mike dan Senja.
" Eh Ki puteramu memang calon casanova, pengganti Andra. " ucapnya sambil terkekeh.
"Dasar mas Andra, pasti dia yang ajarin puteranya gombalin cewek. " dengus Kirana. Senja hanya tersenyum mendengar gerutuan sahabatnya itu.
"Tapi Jingga bucin banget sama Edzard, gimana dong!
" Ehem sepertinya kelak akan ada cinta segitiga. " sahut Kirana dengan nada bercanda.
__ADS_1
bersambung