Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Season 3 Terjerat Cinta Sang Duda Part 10 - Fitting Gaun Pernikahan


__ADS_3

"Galen, katanya mau mengantar kartu undangan ke Binar. " ucap Delima sambil melepaskan diri dari dekapan Galen. Galen justru mengeratkan pelukannya, ******* bibir calon istrinya itu. Pria itu melepas tautan bibirnya, menatap lekat wajah Delima sambil tersenyum.


"Nanti saja, Aku masih ingin berduaan denganmu!


Delima menghela nafas panjang kala Galen membaringkan tubuhnya dan meremas dua bulatan kenyalnya. Ya saat ini dirinya hanya memakai pakaian dalam, Galen begitu cepat melepaskan pakaiannya.


Delima terdiam, mengingat besok hari pernikahannya sekaligus kepulangan Ricko. Dia tak bisa membayangkan, bagaimana reaksi Ricko jika mengetahui dirinya akan menikah dengan Galen. Galen bangun, segera membawanya ke kamar mandi dan melakukan ritual mereka.


Selesai berpakaian, keduanya ke luar kamar. Delima mengambil beberapa kartu undangan, di masukannya kedalam tas. Galen melajukan roda empatnya dengan kencang menuju ke tempat Binar berada, Delima kemarin mengirim pesan Binar.


"Silakan masuk Tuan, Nona. " ucap salah satu maid.


Galen mengandeng tangan Delima memasuki mansion mewah itu, mereka bergegas ke ruang tamu. Binar memekik kesenangan melihat kedatangan sahabat dan kaka sepupunya itu. "Bi, kami ke sini ingin memberikan ini pada kamu. " Delima menyerahkan kartu undangan itu pada Binar.



"Kalian akan menikah? " Binar begitu terkejut mendengarnya, Delima membalasnya dengan anggukan. Binar menatap sahabatnya itu tak percaya, gadis itu bangkit dan mengajaknya ke teras.


"Bagaimana bisa Del, bukankah kamu mencintai Ricko? " Binar tak habis pikir, bagaimana Delima dan Galen besok akan menikah. Delima terdiam, wajahnya terlihat sendu tanpa berkata apapun. Binar menghela nafas panjang, mengusap bahu sahabatnya itu.


"Yang aku takutkan jika Ricko tahu, dia pasti akan kecewa dan marah sama aku Bi!


"Sebagai sahabat kamu, aku hanya mendukung keputusan kamu Del, soal Ricko kamu temui dia dan bicarakan baik baik dengan Dia. "tegur Binar. Delima meresponnya dengan anggukan, Binar mengalihkan pembicaraan mereka meski dia penasaran alasan apa yang membuat Delima setuju menikah dengan Galen.


Drt


Delima mengeluarkan ponselnya,nafasnya tercekat ternyata Rickolah yang menghubungi dirinya. Melihat diamnya Delima, Binarpun langsung paham siapa yang menghubungi sahabatnya ini. Delima memilih menolaknya, dia belum siap berbicara dengan Ricko.


Setelah urusannya bertemu Binar selesai, Delima dan Galen kembali ke mansion mereka. Galen membopongnya menuju kamar, Delima hanya menatapnya malas. Setelah melepaskan pakaiannya mereka, keduanya tengah bercumbu mesra.


__ADS_1


"Uh Galen. " gumam Delima setelah tautan bibir mereka terlepas. Galen menjamah lekuk tubuh wanitanya dengan intens, tatapannya begitu mendamba pada Delima. Tangan Delima terulur, menyentuh wajah calon suaminya itu. Delima mengakui jika Galen pria tampan yang nyaris sempurna, mengingat betapa perkasanya dia saat di atas ranjang.


"Kenapa kamu memilih aku Ga, padahal di luar sana banyak wanita cantik dan seksi yang mau sama kamu!


"Hanya kamu yang aku inginkan Del, menjadi istri sekaligus ibu dari anak anakku. " jawab Galen dengan serius. Entah kenapa hati Delima menghangat mendengar jawaban Galen.


"Aku punya alasan kenapa aku merebutmu dari mantan tunanganmu itu baby!


"Katakan sayang, aku ingin dengar. " desak Delima begitu penasaran.


"Belum saatnya, please percaya aku ya dan sekali lagi maafkan aku baby!


Delima menghela nafas pelan, mengecup singkat bibir Galen sebagai jawabannya. Gadis itu telah menerima kenyataan secara perlahan dan telah menerima Galen. Galen memeluknya dengan erat, pria itu menyatukan tubuh mereka kemudian menggerakan pinggulnya pelan.


"Ah Galen. " teriak Delima kala pria itu menghujamnya dengan cepat dan dalam. Delima memeluk tubuh kekar Galen, Galen semakin cepat bergerak di atas tubuh Delima. Disela kegiatan mereka, Galen mengulum senyumnya mendengar ******* Delima yang begitu merdu.


Galen kembali menciumnya dengan liar,tangannya tak dibiarkan untuk diam. Meremas dua bulatan milik Delima yang sangat disukainya itu, Delima semakin mendesah kala Galen menyentuh titik sensitifnya.



Galen membalik posisinya, wajahnya tampak menunjukkan kepuasan. Delima merasakan lelah yang luar biasa, dia tak habis pikir dengan Galen yang sepertinya memiliki stamina yang tak habis habis. "Sayang, aku lapar. " rengek Delima.


"Mandi dulu setelah itu kita makan. " bujuk Galen dengan senyuman penuh arti. Delima mengangguk, Galen segera bangun dan membopongnya ke kamar mandi. Tak lama Delima menjerit kala Galen kembali menerjangnya di dalam sana.


Setelah mengenakan dress, wajah Delima nampak di tekuk, wanita itu masih kesal pada Galendra. Galendra terkekeh, tangannya dengan sigap membuat sandwich untuk sang kekasih hati. Selesai membuatnya, Galen segera membawanya ke meja makan. "Makanlah Baby, aku tahu kamu lapar!


"Iya dan kau tahu ini ulah siapa. " ketus Delima sebal yang dibalas kekehan oleh Galen. Wanita itu menyantap sandwichnya dengan lahap, sesekali dia menyuapi Galen. Merasa kenyang, Delima segera mencuci piring kotornya setelah itu pergi ke ruang tamu.


Delima bersandar di dada Galen, Galenpun memeluknya dari belakang. "Honey, aku takut semua orang mencibirmu karena menikahi aku. "


"Aku akan membungkam mulut mereka baby, kamu jangan pikirkan itu okey!

__ADS_1


Drt


"Ya halo mom? "


"Mommy dalam perjalanan ke mansion kamu nak, mommy akan mengajak Delima ke butik hari ini. "


"Ya mommy. " sambungan terputus, disimpannya ponsel miliknya ke dalam saku.


"Mommy mau jemput kamu,katakan ya mau fiting gaun pengantin. " ujar Galen. Delima mengangguk, dan tak lama mommy Zinnia datang menjemputnya. Delima ikut pergi bersama calon mertuanya itu, Galen mau tak mau membiarkan Delima pergi.


Drt ponselnya kembali berdering


"Ya ada apa?


"Tuan Ricko sudah sampai di jakarta Tuan, sepertinya Tuan Ricko memajukan jadwal kepulangannya ke negara ini. "


"Apa? " Galen berteriak cukup keras, terkejut mendengar laporan dari salah satu anak buahnya.


"Terus ikuti dia diam diam. " Galen mematikan sambungannya, pria itu bangkit dan bergegas menyusul Mommy dan calon istrinya. Dia akan menjaga posesif calon istrinya, mengingat Delima belum mencintainya. Jika Delima bertemu Ricko, dirinya yakin pria brengsek itu akan mempengaruhi Ricko. Dia melakukan roda empatnya dengan kencang menuju ke butik milik sang mommy.


"Sialan. " maki Galen kesal.


Tiba di Butik, pria itu lekas turun dan masuk ke dalam, kedatangannya di sambut oleh para pelayan. Galen bergegas menghampiri mommy dan Delima yang tengah mencoba berbagai gaun pengantin. Mommy Zi mengernyit heran melihat kedatangan puternya.


"Galen, kenapa kamu menyusul mommy dan Delima? " tanya Mommy Zi.


"Tak apa mom, aku ingin gaun yang di pakai Delima harus tertutup, karena Delima hanya milikku! Galen menunjukkan keposesifannya, Mommy langsung tersenyum geli melihatnya.


"Baiklah nak sesuai keinginanmu, meski mommy ingin Delima memakai gaun dengan potongan dada rendah. " goda mommy yang dibalas pelototan oleh Galen. Mommy langsung tergelak, sementara Delima tersenyum tipis mendengarnya. Keduanya kembali memilih gaun lagi, Galen diam mengamati keduanya yang tengah sibuk.


tbc

__ADS_1


__ADS_2