Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Epson 18 - Bukan Gadis Lemah


__ADS_3

JANGAN LUPA KIRIM HADIAH DAN VOTE SERTA KOMEN BIAR RAMAI 😁😁


Sepulang dari Mall Senja meminta di diantarkan pulang ke rumahnya, namun sebelum itu keduanya mampir ke tokoh buah dan camilan. Senjapun turun dari mobil, bergegas memilih buah buahan dan beberapa camilan.


"Eh Mentari kamu di sini. " ucap Senja.


Yang dipanggilpun menoleh, keduanya saling berpelukan sekilas. Tak lupa Senja bertukar nomor dengan sahabatnya itu. "Oh ya kamu juga beli buah dan camilan, jangan lupa hubungi aku ya. " cecar Senja.


"Iya Nona Senja, ngomong ngomong siapa yang nganter kamu sih Nja? "


"Dia kekasihku Mentari, lain kali aku kenalin deh sama kamu. " ungkap Senja dengan senyum manisnya.


Mentari mengangguk, segera membayar belanjaannya setelah itu pamit pada Senja duluan. Setelah mendapat buah dan camilan, Senja segera kembali ke mobil.


Brak Senja menutup pintunya sedikit keras. Zayn melajukan mobilnya menuju ke rumah kekasihnya itu. Senja bahagia bisa bertemu lagi dengan Mentari, kayaknya lusa deh girl time dengan Dara dan Mentari pikirnya.


45 menit berlalu, Zayn memarkirkan mobilnya. Senja menoleh ke samping, dia melihat kekasihnya itu terlihat sangat gugup. "Ayo turun dan kita temui ayah dan ibuku Mas. " ajak Senja dengan senyum manisnya.


Zayn menghembuskan nafas pelan lalu mengangguk. Keduanyapun turun dari mobil, Senja menenteng buah dan camilan sambil mengajak Zayn masuk ke dalam rumahnya. "Ayah, Ibu, Senja pulang. " teriak Senja.


Tak lama kemudian ibu datang sambil melotot dan berkacak pinggang, Sementara Senja yang dipelototi hanya cengengesan. "Eh ternyata ada tamu silakan duduk nak. " sapa ibu pada Zayn.


"Iya Bibi. " Zayn langsung duduk di sofa, Senja langsung menuju ke dapur. Beberapa menit kemudian Senja kembali bersama ayahnya, dia taruh minuman di atas meja. Ayahpun kini memperhatikan penampilan Zayn kemudian berkata. "Apa Tuan majikan Senja nak!


"Panggil saja saya Zayn paman!


"baiklah nak Zayn. " Zayn merasa gugup dan kini mencoba menetralkan debaran jantungnya menghadapi kedua calon mertuanya.


"Ayah Ibu, Mas Zayn adalah kekasihku. " sahut Senja mewakili Zayn yang sejak tadi membuang nafas. Kedua orang tua Senja sangat terkejut mendengar pernyataan puteri mereka itu.


"Apa benar itu nak?

__ADS_1


"Benar bibi! Zayn terlihat rilex sekarang, namun dia harap harap cemas melihat bagaimana pandangan orang tua Senja pada dirinya.


Senjapun menjelaskan juga bagaimana status kekasihnya itu, kedua orang Senja terlihat terkejut kemudian keduanya melihat Senja dan Zayn secara bergantian. "Please Ayah, Ibu restui hubungan kami berdua ya, lagian meski status Mas Zayn duda nyatanya dia bukan suami orang ayah, Ibu. " ungkap Senja.


"Mommy dan Daddy juga ingin segera bertemu dengan paman dan bibi! timpal Zayn.


Ibupun menghela nafas pelan kemudian berkata. "Baiklah biar kami bertemu dulu dengan orang tua nak Zayn bagaimana!


"Iya Bibi! Zayn terlihat lega, dia mendapat sambutan hangat dari orang tua Senja padanya. Senja langsung mengeratkan genggaman tangannya dengan tangan Zayn.


"Lagian aku dan Mas Zayn ingin berpacaran dulu, biar saling mengenal lebih dalam karakter masing masing Bu! Ibupun mengangguk, menyetujui apa yang dikatakan Senja. Zayn merengkuhnya dari samping, butuh perjuangan dirinya untuk segera menikahi gadis nakalnya itu. Tapi tak apa, semuanya butuh proses setelah mereka sama sama sudah sangat yakin, pasti mereka akan segera menikah.


Senja, Mas beruntung mendapatkanmu. Terlepas dari sikap jahil dan menyebalkanmu, nyatanya Mas sudah tergila gila padamu sayang.


"Oh ya Bu, Senja tadi bawakan buah buahan dan camilan untuk Ayah dan Ibu. "


"Iya nak terimakasih. " Senjapun memberikan sebagian gajinya pada orang tuanya. Setelah itu keduanya berpamitan pulang namun Senja tak pupa terimakasih atas nasihat yang diberikan ibunya tadi.


Di Mansion Zayn


Keduanya turun dari mobil, Senja mengambil beberapa paperbagnya. Lalu menutup pintu mobilnya, hendak masuk ke dalam mansion namun dihalangi oleh Tya. Lagi dan lagi dia harus berhadapan dengan kutu loncat.


Sret Tya merebut paperbag Senja kemudian melihat apa yang ada di dalamnya. Dia langsung membuangnya kemudian tersenyum sinis pada Senja. "Dasar wanita murahan, kamu membeli lingerie buat menggoda Zayn 'kan. " teriak Tya dihadapan Senja dan Zayn.


"Memang hubungannya denganmu apa, Zayn calon suamiku tentu saja untuk memuaskan dirinya. " balas Senja sambil memutar bola matanya malas.


Zayn mengulum senyumnya, mendengar dirinya disebut sebagai calon suami Senja.


Plak Tya melayangkan tamparannya di pipi Senja, Senja tidak tinggal diam. Dia langsung menjambak rambut si kutu loncat kemudian merobek gaunnya Tya dan Tya membalasnya dengan menjambak rambut Senja.


"Ah sialan kamu merobek gaunku. " pekik Tya kesal.

__ADS_1


"Bodo amat, kamu juga menjambak rambutku dasar kutu loncat. " desisnya.


Zayn langsung meraih gadisnya ke dalam gendongannya, setelah itu menatap Tya dengan sorot membunuh. "Sebaiknya kamu pergi dari sini sebelum aku memanggil satpam untuk menyeretmu. "


Zayn berbalik dan masuk ke dalam Mansion. Dia menurunkan Senja di ruang tamu, Senja memperbaiki penampilannya yang acak acakan. "Ah kenapa kamu bawa aku ke dalam sih Mas, padahal aku masih ingin merobek gaun Tya hingga dia telanjang kemudian aku videoin deh ckck. "


Tak Zayn menjitak kepala kekasihnya itu. Dia tak menyangka dengan keberanian Senja barusan yang sangat nekat itu. "Kamu jangan ladenin Tya, dia hanya ingin memancing emosimu sayang. " ujar Zayn menasihati kekasihnya itu.


"Dia selalu memancingku, aku tidak akan tinggal diam jika sikutu loncat itu masih terus menghinaku dengan mulut busuknya. "


"Kalau kau peduli dengan adik mendiang istrimu itu, lebih baik kamu nasihati si kutu loncat agar tak mengusik hidup orang lain. " teriaknya.


Senja berbalik dan berlari menuju ke kamarnya di lantai dua. Zayn membuang nafas berat, melihat gadisnya kini tengah marah besar padanya. Dia tak bermaksud membela Tya, hanya saja sebagai pria dewasa, dia hanya tidak ingin Senja terkena masalah.


Skip Di kamar Senja


Senja terasa segar setelah berendam air mendinginkan kepalanya yang panas. Kini dia selesai berpakaian, lalu menghempaskan dirinya di atas kasur.


Cih aku bukan gadis lemah yang akan menangis saat ditindas. Ck lagian Mas Zayn gak asik, padahal aku masih pengen cakar wajah si kutu loncat sampai aku puas (¬_¬)


Senja melirik jam di dinding kamarnya, menunjukkan waktu 04.00 sore. Setelah itu menatap langit langit kamarnya, pikirannya entah melayang ke mana.


Tok tok tok.


"Yank bukain pintunya dong, mas ingin bicara sama kamu. " suara bariton terdengar dari balik luar pintu kamar Senja. Senja tak bergeming, tak berniat untuk membuka pintunya yang dia kunci dari dalam.


"Jangan ganggu aku Mas! teriaknya dari dalam.


Tak lama kemudian tak terdengar suara Zayn lagi dan Senja tak peduli. Dia memilih memutar musik lewat ponselnya dan tak lupa membaca komik kesukaannya yang dia bawa dari rumahnya.


waktunya me time pikirnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2