
at 07.00 malam
Langit kini mulai berubah gelap, Melisa berjalan mondar mandir menunggu kepulangan sang suami. "Edzard sebenarnya ada di mana sih, sampai sekarang belum pulang juga!
Drt drt drt
Melisa merogoh ponselnya, dia berharap suaminya namun Dexterlah yang menghubungi dirinya. Dengan malas malasan, diapun akhirnya menjawab teleponnya. " Ya hallo Dexter ada apa? "
"Aku ingin bertemu dengan kamu sayang!
"Tapi Dexter, suamiku belum pulang, kamu malah mengajakku bertemu. " Melisa merasa jengah, melihat sikap Dexter yang seenaknya.
"Kalau enggak mau, aku akan menemui suami kamu. " ancamnya. Melisa mendengus keras, menyimpan ponselnya dalam tas dan bergegas ke luar. Dia melajukan mobilnya ke tempat di mana Dexter berada saat ini.
***
Sementara Jenny baru pulang dari pusat perbelanjaan, dia membeli beberapa cemilan. Dia memperhatikan sebuah mobil yang berhenti tak jauh dari rumahnya, segera saja dia menghampiri mobil itu.
Tok tok tok
Edzard menurunkan kaca mobilnya, dia tersenyum kearah Jenny. Jenny berdecak kesal, mencium aroma alkohol dari bibir Edzard.
"Astaga kamu mabuk Edzard!
" Sebaiknya kamu pulang saja Ed, ini sudah larut malam. "Edzard menggeleng, diapun turun dari mobilnya, mendekati Jenny. Jenny memilih berbalik dan bergegas masuk ke dalam, diikuti Edzard tentunya.
"Bang Willy, bang Willy! Jenny berteriak manggil abangnya namun tak mendapat balasan. Dia menghela nafas panjang, abangnya itu pasti menginap di apartemen Winnie pikirnya. Jenny segera menarih belanjaannya di dapur, setelah itu menyuruh Edzard istirahat di ruang tamu.
"Masuk dan istirahatlah Edzard! Jenny hendak pergi namun Edzard menahannya. Dia menarik tangan Jenny hingga masuk ke dalam kamar.
**
Esok harinya terdengar suara tangisan di sebelahnya membuat Edzard terpaksa membuka matanya. Diapun langsung menatap penampilan dirinya dan wanita yang ada di lantai.
__ADS_1
Astaga apa yang aku lakukan!
Edzard segera memakai boxer nya, lalu menyibak selimut dan mengangkat tubuh mungil Jenny ke ranjang. Dia merasa sangat bersalah, memperhatikan Jenny yang terus terusan menangis.
Hiks hiks hiks
"Bang Willy pasti marah besar jika dia tahu Edzard, apa yang harus kita lakukan!
" Aku akan menikahimu Jenny! Jenny menelan salivanya kasar mendengar keputusan dari Edzard, dia tak bisa membayangkan bagaimana kecewanya Jingga, Winnie dan abangnya Willy jika tahu akan hal ini. Edzard nampak tak main main dengan ucapannya, dia menunggu harap harap cemas jawaban yang diberikan Jenny padanya.
Jenny menghela nafas panjang, lalu kembali menatap Edzard dengan tatapan serius. "Lebih baik kita lupakan saja semua Edzard, anggap enggak terjadi apapun!
Rahang Edzard mengeras, dia tidak menerima saran yang diberikan Jenny. Dia kembali melepas boxernya, kembali mengulang kejadian semalam dengan Jenny. Jenny berusaha berontak namun tenaga Edzard jauh lebih kuat!
Setelah selesai Edzard menarik selimut, menutupi tubuh mereka. Dia membawa Jenny ke dalam rengkuhan dadanya. " Aku tetap akan menikahimu Jenny, mungkin saat ini salah satu dari benihku tengah berusaha tumbuh di rahimmu, mengingat aku mengeluarkannya di dalam. "
"Lalu bagaimana dengan Melisa, Edzard bisa bisa dia membunuhku, aku enggak mau terlibat dalam rumah tangga kalian! Jenny menatap Edzard dengan sorot mata penuh kekhawatiran.
" Melisa biar jadi urusanku, aku tak akan biarkan dia menyakitimu Jen!
"Jenny, katakan sama abang kenapa dia turun dari kamar kamu, kamu mengundang dia menginap dan tidur sama kamu! geram Willy.
" Bang, aku enggak seperti itu. " ucap Jenny dengan mata berkaca kaca.
"Abang kecewa sama kamu Jen. " Willy beralih menatap kearah Edzard dengan sorot tajamnya. Jenny menunduk, terdengar suara isakan kecil hal itu membuat Edzard semakin bersalah. Dia langsung merengkuh tubuh wanita, kemudian menatap lekat kearah Willy dan mengatakan semuanya pada kakak kandung Jenny itu.
"Sialan, kenapa kamu merusak adikku hah! Willy langsung emosi, Winnie segera menahan tubuh sang kekasih dan menenangkannya. Jenny semakin menangis kencang dalam pelukan Edzard, dia sangat bersalah karena membuat kakaknya kecewa dan marah padanya.
Tak tahan Jenny melepaskan pelukan Edzard, berlalu ke luar dari penthouse. Edzard segera mengejarnya, dia sangat paham dengan perasaan Jenny saat ini. Setelah bisa di kejar, keduanya masuk ke mobil, Edzard melajukan mobilnya meninggalkan kediaman Willy.
***
__ADS_1
"Mulai sekarang kita akan tinggal di sini Jenny! Jenny hanya mengangguk, dia kini menghapus sisa sisa air matanya. Keduanya turun dari mobil, memeluk tubuh Jenny dan bersama sama memasuki Mansion barunya. Entah kenapa Edzard merasa lebih senang dan nyaman bersama Jenny daripada bersama Melisa.
Edzard menghentikan langkahnya, menghadap kearah Jenny. Dia menyelipkan anak rambut Jenny kemudian mengecup singkat bibir dan kening wanitanya. "Berjanjilah apapun yang terjadi kamu enggak boleh ninggalin aku!
"Tapi Edzard..!
Edzard menempelkan jemarinya di bibir Jenny, Jenny hanya bisa mengangguk pasrah. Padahal diantara mereka tidak ada cinta satu sama lain, mungkin Edzard peduli padanya karena tanggung jawab pikirnya.
Edzard mengenggam tangan Jenny, keduanya pergi ke ruang tamu dan bersantai di sana. Jenny menarik tangannya dari genggaman Edzard, dia masih belum menerima apa yang telah terjadi padanya. "Seharusnya aku tidak mengizinkanmu tinggal, agar semua ini tak akan pernah terjadi. "
Edzard memilih diam, dia membiarkan Jenny mengungkapkan isi hatinya. Jenny bersandar di sofa, mengusap wajahnya sekilas. "Aku juga ingin menemukan pria yang tepat seperti halnya Jingga cinta sama Mike atau Winnie yang bersama bang Willy. " Jenny tersenyum getir, impiannya kandas karena kejadian satu malamnya dengan Edzard.
Drt drt drt
Edzard merogoh ponselnya, dia tersenyum sinis mendapat video kiriman dari Mike mengenai hubungan intim Melisa dan Dexter kemarin.
From Mike
Aku dengar lu nodai Jenny, kampret! Sebaiknya kamu beri pelajaran pada istrimu, setelah itu nikahi Jenny secepatnya bro.
Edzard dengan cepat membalas pesan Mike.
to Mike
Tanpa kau minta, aku akan menikahi Jenny! dasar bodoh. Thanks untuk videonya, bisa aku jadikan bukti perselingkuhan wanita murahan itu.
Edzard menyimpan ponselnya dalam saku, dia segera menarik tubuh Jenny ke pelukannya. Berkali kali mengucapkan kata maaf pada wanitanya, Jenny hanya diam tak membalasnya. Dia berkali kali menghela nafas panjang, Edzard sangat menyesal karena merenggut hal berharga milik Jenny.
Jenny menyandarkan dirinya di dada Edzard, mencari kenyamanan di sana. Edzard mengenggam tangan Jenny, mengecupnya penuh kelembutan hal itu tak luput dari pandangan Jenny padanya. "Ed, aku.. aku enggak berani bertatap muka dengan Winnie dan Jingga, aku ngerasa sudah kecewain mereka. "
"Besok temui mereka dan orang tuaku ya Jen, aku ingin bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan padamu. Aku harap kamu segera hamil, mengandung calon anak kita. " ujarnya sambil mengelus perut rata Jenny.
"Huum. " Jenny menaruh tangannya di atas tangan Edzard yang berada di atas perut ratanya. Edzard bernafas sedikit lega dan berharap semuanya besok akan baik baik saja, meski orang tuanya pasti sangat kecewa padanya.
__ADS_1
bersambung