
Dua minggu berlalu
Besok hari H pernikahan Jingga dan Mike, kini dia tengah membuat rileks dirinya agar tak terlalu tegang dan kaku besok. Tiba tiba ponselnya bergetar, Jingga langsung menekan tombol hijau.
"Halo Winnie ada apa? "
"Melisa mengamuk ke Jenny, sepertinya dia tahu hubungan Edzard dan Jenny. " Jingga sangat terkejut mendengar kabar dari Winnie mengenai Jenny.
"Ya sudah kamu tenangkan Jenny ya. " Jingga mengakhiri sambungannya, dia sangat geram dengan sikap Melisa yang tak ada kapoknya.
Jingga segera mengirim videonya kepada media, setelah selesai diapun tak sabar menunggu kehebohan yang sebentar lagi akan terjadi.
Tring
Berita panas : Puteri dari tuan Darko tengah berhubungan dengan pria lain dan bla bla bla. Jingga tersenyum puas membaca berita utama hari ini, dia tersenyum miring membayangkan bagaimana reaksi dari Melisa mengenai hal ini.
"Apa aku sebaiknya temui Jenny ya, tapi mommy memyuruhku diam di rumah. " gumam Jingga dengan raut dilemanya.
Diapun bangkit dan hendak pergi namun mommy malah menghampirinya. Mommy menaikkan sebelah alisnya, dia menatap heran puterinya. "kamu mau ke mana sayang, mommy sudah ingatkan agar jangan kemana mana!
"Mom, Jenny butuh aku, dia baru saja di amuk Melisa. " jelas Jingga dengan lembut.
"Mommy yang antar kamu, ayo nak! Jingga mengangguk, dia mengekori sang mommy hingga keduanya ke luar dari mansion. Mommy Senja tancap gas, melajukan mobilnya kencang menuju ke mansion milik Edzard yang baru.
Dari belakang sebuah mobil mengejar mereka, mommy Senja langsung menambah kecepatannya.
Diapun melaju kencang, meninggalkan mobil dibelakangnya. Jingga merasa deg degan, dia merasa mobil dibelakang itu sengaja mengikuti mereka berdua.
" Cepat kita salip, atau tabrak sekalian mobil nyonya Senja dan Jingga. " seru salah satu diantara dua pria di dalam mobil. Sang sopir melajukan mobilnya kencang dan menabraknya dari belakang.
Brak suara dentuman keras diantara dua mobil itu. Mobil pria asing itu langsung kabur, setelah melihat mobil Senja dan Jingga tertabrak. Jingga menoleh ke samping, berusaha mengapai tubuh mommynya namun kepalanya pusing dan jatuh tak sadarkan diri.
***
__ADS_1
"Mommy. " teriak Jingga, Mike langsung mendekati sang kekasih, dia memeluk Jingga dengan erat kemudian melepaskan pelukannya.
"Sayang akhirnya kamu sadar juga, aku sangat cemas mendapat kabar bahwa kamu kecelakaan!
"Mommy mana Mike, katakan! desak Jingga tak menggubris ucapan sang kekasih. Mike terdiam sorot matanya terlihat sedih hal itu membuat Jingga semakin cemas dan khawatir.
" Tante Senja ada di ruangan UGD sayang, baru saja di operasi tadi, kepala beliau mengalami benturan keras di kepalanya. "
Tubuh Jingga langsung lemas seketika mendengar keadaan Mommy. Jingga bangun, mencabut selang infus nya dan berusaha turun dari brankar pasien. "Tubuh kamu masih lemah sayang, sebaiknya kamu istirahat. "
"Hiks aku pengen lihat mommy, Mike! ini semua gara gara aku, mommy jadi seperti ini sekarang. " gumam Jingga dengan raut menyesalnya. Mike segera menahan tubuh gadisnya, lalu menuntunnya ke luar. Keduanya pergi menemui Daddy Zayn yang kini di luar ruangan Mommy.
"Daddy hiks!
Daddy Zayn menoleh, pria paruh baya itu langsung memeluk puterinya dan Jingga menangis dalam dekapan sang Daddy. " Maafin aku Dad, gara gara aku mommy jadi seperti ini hiks. "
"Sayang bukan salah kamu, paman Rega sudah menyelidiki semuanya, ternyata ada yang sengaja ingin mencelakai kamu dan mommy! Jingga sangat syok mendengarnya, dia segera menatap sang mommy dari luar ruangan.
" Mommy hiks mommy. " Tubuh Jingga hampir limbung melihat tubuh mommy yang ada di brangkar pasien namun Daddy dan Mike dengan sigap menahannya.
"Iya kamu benar Rega! Mama Maya kini memeluk si kembar, mencoba memenangkan kedua ponakannya itu.
**
Jingga terus menangis meraung pilu dalam ruangannya, Mike mengusap punggung calon istrinya yang bergetar hebat. Hati Mike ikut sakit melihat Jingga menangis seperti ini, diam diam dia mengepalkan tangannya dan berjanji akan membalas siapapun yang menjadi dalangnya.
Jingga mendongak, menatap sendu kearah calon suaminya. " Aku pembawa sial Mike, ini semua gara gara aku mommy harus di
operasi. " racau Jingga sambil sesegukan.
"Cukup sayang jangan berbicara seperti itu. " tegas Mike menaikkan nada bicaranya, Jingga terdiam namun masih terdengar suara isakan kecil. Mike menghela nafas panjang, kembali membawa Jingga ke pelukannya.
***
__ADS_1
Daddy masuk ke ruangan mommy, diapun tersenyum getir melihat keadaan wanitanya yang terbarinh lemah di ranjang pasien. Daddy menitikkam air matanya, tak tega melihat keadaan mommy kemudian diraihnya kedua tangan wanita paruh baya itu setelah itu dikecupnya berulang ulang. "Mommy, maafin daddy yang gagal melindungi kamu dan puteri kita Jingga!
Jeffran dan Jefferson ikut menangis melihat keadaan wanita yang melahirkan mereka. " Mommy cepatlah bangun, Efson janji tidak akan nakal lagi mom, maafin kami yang selalu membuat mommy kesal, kami sayang sama mommy!
Beberapa saat kemudian
Mommy membuka kedua matanya, Daddy dan si kembar sangat senang melihat mommy yang sudah sadar. "Kenapa kalian bertiga menangis hemm, mommy baik baik saja kok. "
"Oh ya gimana keadaan Jingga Dad? "
"Jingga baik baik saja mommy, maafkan daddy yang gagal melindungi mommy dan Jingga!
" Jangan merasa bersalah Dad, lagian ini bukan salah Daddy. " Daddy mengangguk, kembali menciumi tangan mommy dengan lembut.
#
Di Apartemen Melisa
Melisa melempar seluruh benda benda di sekitarnya, ternyata kecurigaannya selama ini ternyata benar. "Karena Jenny, sikap Edzard semakin dingin padaku Mami, apa yang harus aku lakukan sekarang!
"Kamu perlu menyingkirkan wanita itu dalam hidup Edzard selamanya sayang, tapi bagaimna dengan video kamu yang tersebar. "
Melisa menggeleng, dia memijat pelipisnya yang terasa pusing. Dia sangat ingin menyingkirkan Jenny dan Jingga, karena keduanya adalah penghalang rencananya. Sementara Mami Tya hanya bisa mengumpati Jingga, puteri dari Senja itu. "Aku harap ibu dan anak itu tidak selamat saja sekalian, mereka memang perusak rencana. "
"Mami benar, ibu dan anak sama sama menyusahkan dan merepotkan! Melisa mengepalkan tangannya, dia mengambil ponsel dan menghubungi seseorang. Setelah selesai, di simpannya ponselnya ke dalam tas.
"Jika aku tak bisa memiliki Edzard maka Jenny juga tak bisa. " maki Melisa dalam hati. Mami Tya bersandar di sofa, kini dia tengah mencari cara untuk menyingkirkan Jingga dan Jenny.
"Melisa sayang, bukankah kamu masih berhubungan dengan Dexter, kenapa kamu tidak minta tolong padanya nak!
Melisapun tersenyum lebar, mengangguk mengiyakan saran yang diberikan oleh papinya. Dia segera menyambar ponselnya, mengirim pesan pada Dexter.
" Aku harap Dexter bisa membantuku!
__ADS_1
bersambung