
Hari ini up satu dulu soalnya othor kerja cari cuan wkwk
insya Allah, hari minggu double up
***
Tepat pukul 07.00 pagi di taman kota, Edzard telah berada di sana, menunggu kedatangan Jingga. Ya hari ini, hari minggu pria bermata sedikit sipit itu memakai kaos polos putih serta jaket dan celana panjang.
Tap tap tap terdengar suara langkah kaki membuat Edzard menoleh, dia tersenyum lebar melihat kedatangan Jingga. Jingga langsung duduk di sebelah Edzard, pria yang dulu dia kejar kejar. "Untuk apa kamu mengajakku ketemuan di sini? "
Edzard terdiam sejenak, dia menoleh ke samping menatap kearah Jingga. "Sejak kapan kamu mengetahui rahasia Melisa? "
"Baru beberapa hari yang lalu!
Drt drt drt
Jingga mengambil ponselnya, dia tersenyum geli membaca pesan dari Mike.
from Mr mesum
Jangan dekat dekat sama Edzard, baby! kalau perlu berjarak 10 meter, serta kamu tidak boleh menatapnya, takut jatuh cinta sama suami orang.
Edzard hanya diam, memperhatikan Jingga yang tengah senyum senyum sendiri. Sedangkan Jingga segera membalas pesan dari sang kekasih, lalu menyimpannya dalam tas. "Sekarang apa yang akan kamu lakukan, melanjutkan pernikahanmu? " Jingga melirik kearah Edzard melalui ekor matanya, tatapan mereka bertemu sebentar namun Jingga memilih menatap lurus ke depan.
"Mungkin ya mungkin tidak!
"Em Ji, maafkan aku yang berkata kasar padamu, mungkin aku sudah sangat menyakitimu dengan kata kataku. " ujar Edzard menatap lekat kearah Jingga.
Jingga membalasnya dengan senyuman, dia menepuk pundak Edzard pelan. "Aku sudah memaafkanmu, lagian sedari dulu bukankah kita teman!
"Teman ya! gumam Edzard sambil tersenyum kecut.
Jingga menaikkan sebelah alisnya, menatap heran kearah Edzard. Edzard bangkit dan berlalu pergi, Jingga menatap kepergian Edzard dengan wajah bingungnya. "Aku harap kelak kamu menemukan wanita yang baik dan pantas untuk menjadi pendampingmu Edzard!
__ADS_1
Setelah kepergian Edzard, Jingga menatap ke atas terlihat langit sangat berwarna biru cerah, sesekali menikmati udara segar di taman. Dari kejauhan Melisa bergegas menghampirinya, namun langkahnya terhenti kala Mike datang dan duduk di sebelah Jingga.
"Lho Mike kenapa kamu ke sini padahal sebentar lagi aku pulang lho!
"Enggak papa baby, aku kangen sama kamu. " Jingga memutar bola matanya malas, Mike terkekeh melihat reaksi dari gadisnya.
Dia langsung memagut bibir gadisnya, mengabaikan keberadaan mereka saat ini. Setelah ciuman berakhir keduanya bangkit dan masuk ke mobil, Mike tancap gas dan melajukan mobilnya kencang.
"Mike kita mau ke mana, ini bukan arah ke rumah aku 'kan!
"Kita akan ke Villa, Baby! Jingga hanya berohria, dia memilih memainkan ponsel.
"Boleh aku ajak Winnie dan Jenny, sayang! Jingga menoleh dan menatap lekat kearah sang kekasih. Mike terlihat berpikir, lalu mengangguk kecil.
Setelah empat puluh lima menit, akhirnya mereka sampai di sebuah Villa White Rose. Keduanya turun dari mobil, Jingga memandang takjub kearah halaman Villa yang luas, di tanami berbagai macam bunga yang tersusun rapi dan terawat baik. Mike sangat puas melihat reaksi yang ditunjukkan gadisnya.
Jingga menoleh ke belakang, tersenyum melihat kedua sahabatnya datang bersama Willy. Mereka semua bergegas masuk ke dalam Villa, Mike merangk pinggul Jingga. " Villa ini akan kita tempati setelah kita menikah baby!
"Sweet banget kamu Mike, terima aja Ji lamaran Mike, sebelum Mike aku embat. " celetuk Winnie setengah bercanda.
"Mau jadi pelakor kamu Win. " gerutu Jingga dengan posesif. Winnie hanya nyengir tanpa dosa, Willy segera memcubit pelan pinggang gadis kesayangannya itu.
Mereka kini menelusuri setiap ruangan, di pasangan kekasih segera berganti pakaian dan kini sibuk berenang. Jenny memasang wajah cemberut, dirinya jomblo tak memiliki pasangan. "Sungguh menyebalkan, mana mau aku lihat kemesraan mereka hiks!
***
Willy berenang menghampiri gadis kesayangannya, ya dia dan Winnie telah resmi berpacaran. Dia tertegun dan berkali kali menelan salivanya kasar melihat penampilan Winnie. "Abang enggak mau peluk aku nih. " goda Winnie dengan jahil.
Willy mengusap wajahnya lalu terkekeh, dia segera mengangkat tubuh gadisnya. Tanpa aba aba dia langsung memagut bibir gadisnya yang nakal dengan liar dan panas. Winnie kini mengalungkan kedua tangannya ke leher Willy, tangan kekar sang kekasih tengah meremas squishy. "Emh emh. "
Setelah ciuman mereka berakhir, Willy membawa gadisnya ke tepi. Keduanya tertawa bersama, tak di sangka mereka bisa menjalin hubungan meski baru saling mengenal. "Sayang bisakah kamu panggil aku mas saja, biar lebih enak di dengarnya!
__ADS_1
"Iya Mas Willy!
Willy mendekatkan wajahnya di telinga sang kekasih kemudian berbisik, kedua pipi Winnie langsung merona mendengarnya. Winniepun mengangguk malu malu di hadapan Willy, sang kekasih. " Tapi mas aku masih kuliah lho, aku takut kamu ninggalin aku!
Willy menangkap kekhawatiran di kedua bola mata sang kekasih, segera saja di tangkupnya wajah Winnie kemudian mengecupnya sekilas. "Aku akan menyiapkan pernikahan kita sayang, mas bukan pria yang suka mengumbar janji. "
"Ya sudah boleh kok Mas! Willy tersenyum lebar, dia membawa gadisnya ke atas, lalu menggendongnya ke dalam Villa. Mike dan Jingga hanya bisa saling melirik satu sama lain, Jingga tertawa melihat wajah sang kekasih yang nampak memelas.
"Kenapa sayang, kok wajahmu melas!
"Kapan kamu bersedia menikah dengan aku baby! Jinggapun terdiam sejenak, dia berenang ke tepi lalu naik ke atas di susul Mike. Setelah menggunakan bathrobenya, keduanya duduk berdampingan. Mike menghela nafas panjang, lalu meraih tangan Jingga lalu digenggamnya dengan erat. " Kalau kamu belum siap, aku enggak papa baby!
"Aku bisa menunggu sampai kapanpun kamu siap. " jelasnya.
"Aku siap sayang, aku siap menikah denganmu kapanpun tapi aku harus kuliah dulu. " Mike tersenyum lebar, dia sangat lega mendengar ucapan gadisnya.
"Eits katanya kamu mau nunggu, gimana kalau 100 tahun baru aku nikah sama kamu sayang! Jingga bangkit dan berlari ke dalam, Mike menggeram dan langsung mengejar gadisnya sambil bertelanjang dada.
"Awas kau gadis nakal. " teriak Mike.
***
Selesai berganti pakaian, Mike dan Jingga menemui Jenny di ruang tamu. Jenny memasang wajah kesalnya di hadapan sang sahabat. "Ji, aku enggak punya pasangan, masa iya disuruh melihat keuwuan kalian ish. " duel Jenny.
Pfft Jingga menahan tawanya, dia berusaha tidak tertawa dihadapan Jenny. Jenny hanya bisa mencibirnya, berani menertawakan nasibnya yang jomblo. "Ya sudah kita cari cogan gimana buat kamu Jen. " tawar Jingga.
"No!
" Dih mr posesif, takut amat ya Mike, takut Jingga berpaling dari kamu ke pria tampan dan seksi lainnya. " sindir Jenny. Mike meliriknya tajam, dia mengeratkan pelukannya di pinggang sang kekasih.
Jingga hanya bisa menghela nafas panjang, tak menyangka Mike sangat posesif tapi dia sangat menyukainya, itu artinya Mike benar benar mencintai dan menyayanginya.
bersambung
__ADS_1