Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
JMC BAB 2


__ADS_3

JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMEN


TEAM AIDEN - SARAS ATAU AIDEN - MEIRA???


Sementara Velove Agnetta kini tertawa bahagia, dirinya sangat puas bisa menyingkirkan Saras dan puterinya dari hidup Ryan. Dia merasa kini dialah pemenangnya, Velo memang sangat benci pada Saras sejak mereka masih sekolah. Dulu Saras banyak di sukai oleh para laki laki hingga membuatnya iri termasuk Ryan yang mengejarnya. "Ini belum seberapa Saras, aku pastikan akan menunjukkan penderitaanmu yang sebenarnya, aku tidak akan membiarkan kamu bahagia. "


"Yank. " Velo menoleh ke samping, Ryan bersandar di kepala ranjang dan menatap penuh cinta wanitanya itu. Tanpa menyiakan kesempatan Velo lngsung duduk di paha kekasihnya, hingga media bercocok tanam itu saling bergesekan.


Velo membenamkan milik Ryan ke lembahnya, Ryan bergerak cepat memaju mundur pinggulnya. Ya keduanya kembali bercumbu mesra, Ryan benar benar melupakan Sarah dan Kanaya berkat hasutan Velo dan ibunya.


Setelah sesi bercinta mereka yang penuh gairah, Ryan segera membersihkan dirinya di kamar mandi. Tiba tiba dia teringat dengan Saras, mantan istrinya kemudian dengan cepat menepis perasaannya. Selesai andi pria itu segera ke luar dari mengambil pakaian, lalu di pakainya.


Grep sepasang tangan memeluknya dari belakang. "Sayang, kapan kamu akan menikahiku hemm. Aku tidak mau orang orang menghujatku karena merebutmu dari Saras? " ucap Velo dengan wajah pura pura sedih, seolah dia korban.


Ryan membalik tubuhnya, merangkul pinggang sang kekasih dan menatap Velo dengan lekat. "Secepatnya sayang, kalau perlu satu minggu lagi bagaimana? " tawar Ryan.


Velove tersenyum sumringah mendengar penuturan Ryan, segera saja dia anggukkan kepalanya. Keduanya memutuskan ke luar dari kamar, Ryan segera memesan makanan melalui Go food.


di sisi lain Saras menitipkan si kecil Alana pada sahabatnya, Lita. Wanita itu kini tengah mencari pekerjaan, demi menghidupi dirinya dan sang putri tercinta. Puk seseorang menepuk pundaknya dari belakang, terlihat seorang wanita tersenyum pada Saras.


"Kamu kenapa, kok kayaknya sedang kebingungan? " tanya wanita itu.


"Aku lagi mencari pekerjaan mbak. " ucap Saras dengan pelan.


"Oh ya kenalin aku Meira Inessa, kalau kamu? "


"Sarasvati, mbak. "


"Kamu bisa ke kantor aku besok nih


alamatnya. " Meira memberikan kartu namanya pada Saras, Saraspun menerimanya. Wanita itu mengucapkan terimakasih setelah itu pergi dari sana. Meira segera pergi dari sana, perempuan itu melajukan mobilnya menuju ke restauran.

__ADS_1


Setelah parkir, Meira buru buru ke dalam dan menemui klien papanya. Di sana Aiden dan sang asisten telah menunggu ke datangannya.


"Saya Meira Inessa, puteri dari Tuan Alan. " ucap Meira memperkenalkan dirinya dengan sopan. Aiden menatapnya datar, namun pria itu terus mengintimidasinya namun Meira tak pefuli.


"Kau telat sepuluh menit nona!


"Sorry, tadi ada urusan sebentar. " sesal Meira membalas tatapan Aiden padanya. Dean mengamati bossnya dan Meira secara bergantian kemudian tersenyum penuh arti.


"Wanita ini lawan yang cocok buat Aiden, calon nyonya boss hoho. " batin Dean terkekeh akan pemikiran konyolnya. Meira merasakan tidak nyaman, sedri tadi Aiden memperhatikan dirinya.


Ehem


"Saya tahu saya cantik tuan, tapi jaga mata Anda. Jangan sampai Anda jatuh cinta sama saya. " ucap Meira dengan asal. Dean tertawa mendengar ucapan Meira, Aiden melempar tatapan tajam padanya hingga dia berhenti tertawa.


Meirapun menjelaskan proposalnya pada Aiden, keduanya sangat serius dan professional dalam pekerjaan. Setelah selesai Aiden kembali menatap kearah Meira dengan tatapan datarnya. "Apakah Nona Meira berusaha menggodaku dengan ucapan kamu tadi? "


"Tidak, lagian di luar sana masih banyak pria tampan dari Anda tuan, saya permisi. " Meira hendak bangkit namun tangannya di cekal Aiden. Aiden merebut kunci mobil wanita itu lalu melenparnya ke Dean.


"Aku bawa kucing liar ini, pergilah dulu Dean pakai mobil Meira. " Dean mengangguk, pria itu lebih dulu meninggalkan keduanya. Setelah bayar Aiden dan Meira ke luar dari Restauran, Meira menepis tangan kliennya itu. Aiden mendorongnya ke dalam mobil, lalu pria itu menyuruh sopir melajukan mobilnya.


Meira menyimpan ponselnya, dia masih sangat kesal dengan pria di sebelahnya ini.


Meira Pov


Oh astaga, kenapa aku harus bertemu pria gila ini sih, ck ingin sekali aku tendang tulang keringnya. Ketemu pria tampan seksi atau duda enggak papa daripada si pria memyebalkan ini.


"AIDEN WESTLEY LIEM. "


"hah, apa? " Meira kembali terbengong, namun tak lama diapun mengerti dan mendengus sebal. Aiden benar benar pria yang irit bicara, dingin seperti kutub utara dan datar kayak jalan tol ehe.


"Apa otakmu perlu diupgrade nona. " pungkas Aiden dengan sarkas.

__ADS_1


"Enggak penting tuan aneh. "


Mereka tiba di mansion, Aiden turun lebih dulu dan menunggu Meira. "Turunlah, sebelum aku menggendongmu! Meirapun buru buru ke luar dari mobil, wanita itu dengan berani mengumpatinya. Gadis itu mengikuti Aiden dari belakang sambil menggerutu.


Bruk Meira mengaduh kesakitan, dia menabrak punggung Aiden dari belakang. Aidenpun membalik tubuhnya, menatap datar kearah Meira yang tengah mengusap dahinya. "Kalau berhenti bilang kek, sakit tahu dasar tuan


aneh. " omel Meira.


"Mulai sekarang kamu tinggal di sini, aku perlu pelayan untuk menyiapkan keperluanku!


"What. " pekik Meira dengan suara melengking.


"Enggak mau, enak aja cantik cantik gini di jadiin BABU harusnya 'kan jadi RATU. " geram Meira kesal.


Aiden merasa jengah dengan kelakuan Meira, pria itu melipat tangannya di dada sambil menatap wanita itu. "Setujui atau aku batalkan kerjasama perusahaan papamu dengan perusahaanku!


ah Meira meremas rambutnya frustrasi dengan pilihan yang diberikan Aiden padanya. Kenapa dirinya harus bertemu pria gila seperti Aiden, benar benar sial pikirnya.


"Aku setuju!


Aiden tersenyum tipis sangat tipis hingga Meira tak menyadarinya. Pria itu berhasil mendapat pelayan gratis tanpa harus capek capek mencarinya. Pria itu melenggang pergi meninggalkan Meira sendirian, Meira menjatuhkan dirinya di sofa. Kekesalannya sudah memcapai ubun ubun, ini semua gara gara pria gila bernama AIDEN.


"Ya Tuhan, kurangi dosaku dan kirimkan pangeran tampan untuk menghajar pria gila


itu. " gumam Meira. Meira hanya bisa merutuki nasibnya yang benar benar sial, bertemu dengan Aiden hingga di jadikan pelayan.


"Awas kau pria gila, aku akan membalasmu. " geram Meira kesal.


"Papa hiks, anakmu yang cantik di jadikan babu huwaa. " Meira bagaikan orang gila, berbicara sendiri di ruang tamu. Dari jauh para maid tertawa melihat kelakuan Meira, tak lama salah satu maid datang membawakan makanann dan minuman untuk Meira.


"Nona, minumlah dulu pasti nona lelah. " ucap sang maid.

__ADS_1


"Eh iya terimakasih. " Meira meneguk jus orang dengan sekali teguk hingga habis. Maid itu segera pergi dari sana, Meira mengirim pesan pada sang papa agar tidak khawatir.


tbc


__ADS_2