Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Season 3 Part 18


__ADS_3

Warning


Yang belum nikah jangan di baca ya 😂😂😂


Hampir lima hari Binar menyembunyikan dirinya di salah satu apartemen keluarganya. Di sana dia terus berdiam diri sambil menenangkan dirinya yang begitu kacau akibat gosip murahan itu.


Ting


tong


Dengan malas Binar bangkit, membukakan pintu. Deg dia terkejut melihat sosok yang sangat dia rindukan. Gadis itu tersenyum miris melihat penampilan suaminya yang tak terurus dan ini lagi lagi karena dirinya. "Kenapa kamu kabur kaburan sayang, apa kamu tak peduli padaku dan putera kita Adrian. " cecar Bara dengan nada kecewanya.


"Aku.. " Binar kembali menitikkan air matanya, Bara langsung memeluknya dengan erat dan melampiaskan rasa rindu mereka yang menggebu. Binar menangis sesegukan dalam pelukan sang suami, gadis itu menyesali keputusan dirinya yang kabur dari rumah sang suami.


Binar melepaskan pelukannya, mengajak suaminya masuk ke dalam. Bara menahan tangannya, pria itu mengangkat tubuhnya kemudian dipangkunya. "Kau tahu setelah kepergianmu, hidupku terasa hampa sayang dan Adrian terus menangis dan mencari kamu beberapa hari ini. "


Deg


"Adrian maafin mommy sayang. " sesal Binar pelan.


"Mas aku ingin pulang dan menemui putera kita. " pinta Binar setengah merengek.


"Besok sayang, sekarang aku ingin berduaan sama kamu. " ujar Bara. Binarpun mengangguk, lalu membisikkan sesuatu di telinga suaminya, membuat seringai terbit di bibir pria itu.


Bara bangkit dan membawa istrinya menuju ke kamar. dia langsung melepaskan pakaian istrinya itu hingga polos begitupun sebaliknya. Bara menelan salivanya kasar melihat pemandangan indah yang begitu menggairahkan di depannya. Binar merasakan malau kala suaminya memperhatikan titik sensitifnya. Bara naik, lalu menindih tubuh sang istri yang kini berada di bawah kuasanya.


Cup


Pria itu menciumnya, ciuman nya turun ke leher dan berhenti di bulatan kenyal yang padat berisi milik Binar. Binar mendesah pelan, meremas rambut suaminya saat sang suami kini menyapa area sensitifnya di bawah sana. Gadis itu mengelinjang geli dan terus mendesah menyebut nama Bara. Bara kembali mencium bibirnya, tangannya terus menjamah lekuk sang istri tanpa terlewatkan.


"Mas akan pelan sayang, kamu bisa mencakar punggung mas jika kamu kesakitan. " ucap Bara dengan lembut.

__ADS_1


"Iya mas Bara. " Binar merasakan nyeri kala benda asing itu berusaha memasuki dirinya.


"Aah sakit mas. " teriaknya kala tongkat sang suami sekali hentak berhasil masuk ke gua hangatnya. Bara mendiamkannya sebentar, dia menunggu istrinya terlebih dahulu agar nyaman. Setelah tenang Bara mengerakkan pinggulnya yang awalnya pelan menjadi cepat. Binar terus menjerit, mendesahkan nama suaminya berulang kali.


Binar memeluk punggung suaminya di saat bersamaan gerakan suaminya yang semakin menghujamnya dalam. Suara erangan dan rintihan terus bersahutan di dalam kamar mereka. Satu jam berlalu Bara mengakhiri sesi babak pertama percintaan panas mereka.


"Terimakasih sayang kamu telah menjaganya hanya untuk mas seorang. "


"Iya mas. "


"Lagi ya sayang. " Binar mengangguk, dan sesi kedua percintaan itu kembali terjadi dan Bara benar benar menggempurnya. Banyak gaya yang mereka lakukan, Binar sempat kewalahan menghadapi buasnya sang suami yang begitu perkasa.


Setelah ronde ke empat mereka barulah mengakhiri kegiatannya, waktu menunjukkan pukul tiga sore.



"Udah hubby, aku capek. " rengek Binar pada suaminya yang masih asyik menjamah tubuhnya. Bara justru menciumnya dengan tangannya yang masih asyik berpetualang, Binarpun membiarkannya. Binar menarik selimut, menutupi tubuh mereka berdua. Dia bersandar di dada suaminya, mengistirahatkan tubuhnya yang terasa lelah sekaligus remuk.


Tepat jam lima sore Binar dan Bara selesai membersihkan diri, mereka telah mengganti pakaian mereka. Bara merasakan kasihan pada istrinya masih merasakan sakit. "Berbaringlah sayang jika kamu masih kesakitan. "


"Iya mas bagian itu nya sepertinya lecet. " ujar Binar dengan pipi memerah. Bara langsung mengambil salep kemudian duduk di sebelah sang istri, kemudian memeriksanya.


"Mas olesi dengan salep ya. " Binar pun mengangguk, Bara menyibak dress istrinya kemudian mengolesi salep di area sensitif sang istri sebelumnya menciumnya singkat membuat tubuh Binar bergetar.


"Mas um udah. " Binar berusaha menjauhkan wajah suaminya dari goa hangatnya namun Bara tak bergeming. Pria itu justru mencumbu di bagian sana dengan lembut dan mengurungkan niatnya memberinya salep. Bara kembali melepaskan dress istrinya hingga sang istri hanya memakai pakaian dalam.



Bara memangkunya, menciumi bagian dada istrinya dengan rakus. Binar mengangkat wajahnya, melihat suaminya yang telah bertelanjang dada, entah kapan pria itu melepas pakaiannya.


__ADS_1


"Memangnya mas Bara enggak lapar hah? "


"Enggak ini hukuman kamu karena kamu ninggalin mas selama lima hari. " ujar Bara sambil menciumi leher istrinya dan kembali turun ke dadanya. Bara melepaskan penghalang terakhir mereka, pria itu langsung melakukan penyatuan dengan posisi duduk.


"Oh umh. "


Binar mendesahkan nama suaminya, tubuhnya mengelinjang menikmati setiap sentuhan Bara yang memabukkan. Binar memperhatikan suaminya yang tengah sibuk dengan kegiatannya. Dia dekap erat tubuh suaminya, hingga keduanya benar benar menempel dan Binar ikut menggerakan yang di bawah sana,membuat Bara menggeram nikmat.


Bara menyudahi kegiatannya, namun keduanya masih dalam keadaan menyatu. mereka kembali berciuman dengan mesra, Binar mengusap pipi suaminya yang di penuhi bulu bulu. "Kalau ada apa apa jangan kabur lagi sayang, ingat kamu bukan gadis lajang yang bisa kabur ke manapun. Masih ada aku dan Adrian yang menjadi prioritas kamu. "


"Maafkan aku mas, aku sungguh kekanakan, tapi mengingat mendiang Daddy selalu membuatku hancur dan sakit secara bersamaan. " adunya. Bara mendekapnya erat, tangannya terulur dan menyentuh perut sang istri tercinta.


"Aku harap setelah ini benih benihku segera tumbuh dalam rahimmu sayang. "


"Iya mas aku juga berharap demikian, hamil calon anakmu sekaligus calon adik dari


Adrian. "


Binar benar benar merasa sangat bersalah pada suami dan anaknya, dia tak sabar ingin meminta maaf pada Adrian anaknya itu. Bara melepas penyatuan mereka, keduanya segera membersihkan diri kemudian ke luar dari kamar. Bara pergi ke dapur, membuat makanan untuk sang istri tercinta. Selesai membuatnya, pria itu membawanya ke ruang tamu. "Ayo sayang makan dulu katanya kamu lapar setelah itu kita kembali ehem ehem sampai pagi. " ujar Bara sambil menggoda sang istri.


Binar mencibirnya, merasa kesal dengan tingkah mesum suaminya. Dia makan dengan lahap, mengabaikan suaminya yang tengah memperhatikan dirinya. Selesai makan dia hendak membawanya ke dapur namun Bara melarangnya. Binar menghela nafas panjang dan membiarkan suaminya mencucinya. Bara kembali dengan membawa sebuah paperbag untuknya. "Apa yang kamu bawa mas? " tanya Binar begitu penasaran.


"Coba kamu lihat sayang. " Bara menyerahkan paperbagnya pada sang istri. Binar mengambil isinya dan terlihat sebuah lingerie dengan warna merah terang berada dalam genggamannya.


"Mas Bara apa apaan sih kamu mas. " sungutnya kesal dengan pipi memerah merona. Bara terkekeh, dia sangat suka membuat istrinya merona seperti sekarang.


"Coba kamu pakai sayang, mas ingin lihat!


"Ish mesum. " Biarpun tak menolaknya, wanita itu bangkit dan berlari ke kamar mandi. Binar kembali, dia melapisi lingerienya dengan bathrobe dan berjalan kearah sang suami.


"Kok pakai bathrobe sih sayang. " protes Bara pada istrinya. Binar menggeleng, Bara justru melepas bathrobenya lalu membawa istrinya menuju ke kamar. Binar hanya pasrah, dia harus kembali melayani suami perkasanya, meski begitu dia sangat menikmatinya.

__ADS_1


tbc


__ADS_2