
Empat bulan kemudian
Pagi ini Senja telah melahirkan putera kembarnya bersamaan dengan Puteri pertama pasangan Maya dan Rega di sebuah rumah sakit. Zayn dan Senja sepakat memberi nama putera kembar mereka Jeffran dan Jefferson.
Jeffran Leonardo O'Neil dan Jefferson Orlando O'Neil
Senja menitikkan air matanya, melihat kedua putera kembarnya yang telah lahir ke dunia dengan selamat tanpa kekurangan apapun. Zayn datang dan memeluk istrinya, memberikan kecupan sayang dan berkali kali mengucapkan terimakasih.
"Mas, kapan kedua putera kita bisa di bawa pulang? " tanya Senja setelah pelukan mereka terlepas.
"Kata dokter dua - tiga minggu sayang, sampai kamu dan kedua putera kita benar benar
sehat. " jelas Zayn. Senja menghela nafas panjang, sepertinya dirinya harus bersabar mengingat perutnya masih terasa nyeri pada bekas jahitan di perutnya. Zayn mengulas senyumnya, mengusap pipi sang istri dengan lembut kemudian duduk di sebelah Senja.
***
Cklek lalu masuklah Jingga bersama opa dan omanya. Senja tersenyum manis melihat kedatangan puteri tercintanya. "Mommy, Jie mau lihat dedek bayi. " pinta Jingga.
Zayn langsung menggendong puterinya, membawanya ke tempat si kembar yang berada dalam box bayi. Jingga tersenyum cerah melihat kedua adik laki lakinya tengah terlelap.
"Daddy, dulu apa Jie juga sepelti dedek
kembar. "
"Tentu saja iya sayang, kamu dulu kecil dan mungil. " balas Zayn sambil tersenyum.
Oek oek oek si Jefferson menangis, Mommy segera menggendong cucunya itu lalu membawanya kehadapan Senja. Senja dengan segera menyusui salah satu putera kembarnya.
"Duh Eson sayang kamu haus ya nak, minum yang banyak ya biar cepat gede. " gumam Senja dengan bibir melengkung membentuk senyuman menatap lekat baby Eson dalam gendongannya.
Setelah selesai mommy menimang nimangnya sebentar, lalu mengembalikan Eson dalam box bayi. Jingga yang melihat adiknya menangis hanya bisa tersenyum kecil, Zayn membantu Jingga agar bisa mencium kedua adiknya setelah selesai Zayn menurunkannya. Kini wanita paruh baya itu duduk di sofa dengan raut wajahnya bahagianya. Si kecil Jingga langsung berjalan menghampiri Opa dan omanya, memandang keduanya dengan wajah imut. "Oma, oma kapan si kembal bisa diajak main? "
__ADS_1
Oma tersenyum mendengar ocehan cucu cantiknya, kemudian mengusap lembut kepala Jingga. "Nanti sayang, kalau kembar sudah bisa jalan dan berbicara. "
"Huh lama sekali Oma!
Opa terkekeh mendengar celetukan lucu dari cucunya, pria tua itu segera memangku Jingga kemudian menghadiahi ciuman di kedua pipi chubbynya.
***
Senja beralih memandang sang suami kemudian tersenyum jahil. " Mas tadi kenapa kamu ikut nangis sih mas hemm, padahal aku yang ngerasain sakitnya. " ledek Senja.
"Aku selalu dibayangi rasa takut sayang saat kamu berjuang melahirkan buah hati kita. " balas Zayn dengan jujur, terselip ada ketakutan dalam nada bicara nya. Senja terkesiap mendengar pengakuan suaminya, terlebih tatapan manik Zayn yang telah menjelaskan segalanya. Diapun langsung memeluk tubuh suaminya, berupaya menenangkan Zayn.
"Kedua putera kita telah lahir mas, keluarga kecil kita telah lengkap, aku kamu dan ketiga anak kita. " Zayn bernafas lega, membalas dekapan sang istri dengan hati hati setelah itu melepaskannya, kembali menatap sang istri tercinta.
"Kita sama sama membesarkan Jingga dan si kembar hingga mereka dewasa kelak sayang, berjanjilah kamu selalu menemaniku hingga kita tua nanti!
"Aku janji Mas!
Zayn kembali menghadiahi ciuman di kening Senja, setelah itu kembali memeriksa kedua puteranya dengan senyuman di bibir. " Kelak saat kalian dewasa, hargailah para gadis nak dan jangan pernah sedikitpun menyakiti hati mereka little boy. "
***
Di ruangan rawat Maya
Zayn masuk ke dalam memberikan selamat pada Rega asistennya itu atas kelahiran puteri Rega dan Maya. "Selamat atas kelahiran puteri kecil kalian dan siapa nama si cantik ini Ga? " Zayn mengulum senyumnya, memandang lembut kearah bayi cantik dalam gendongan Rega.
"Terimakasih tuan, puteri kami Rossi, Scarlett Roseanne Adinata. " balas Rega dengan tulus.
"Oh ya Tuan, selamat atas kelahiran putera kembar tuan dan nyonya. "
"Terimakasih Ga, ya sudah aku pergi mau beli makanan untuk istriku. " Rega mengangguk, Zaynpun ke luar dan pergi dari sana. Rega menaruh puteri kecilnya dalam box bayi, kemudian duduk di sebelah sang istri.
__ADS_1
"Yank kamu enggak kapok 'kan melahirkan baby kita? " Rega menatap lekat kearah sang istri yang kini juga memandangnya. Maya tersenyum tipis, dia hampir tertawa mendengar pertanyaan konyol pria tuanya itu.
"Aneh banget kamu mas tanyanya, lagian mengandung dan melahirkan sudah kodratku sebagai wanita. Aku enggak kapok kok Yank, tapi biarkan Rossi besar dulu ya mas!
Rega bernafas lega mendengar jawaban istrinya, dia mengangguk mengiyakan apa yang dikatakan Maya. Dia mencium kening lalu turun ke bibir istrinya dan Mayapun membalasnya dengan lembut.
****
Setelah membeli makanan, Zayn kembali ke ruangan istrinya. Sambil menyuapi makan wanitanya, Zayn mengatakan semuanya mengenai kelahiran puteri Rega dan Maya.
"Huft pengen jenguk ponakan tapi kondisiku belum memungkinkan. " keluh Senja di hadapan suaminya.
"Rossie, Scarlet Roseanne Adinata. " jelas Zayn.
"Nama yang sangat cantik! senyum di bibir Senja kian melebar dan dia kembali menerima suapan dari sang suami. Jingga turun dari pangkuan sang opa dan langsung mendekati orang tuanya.
" Mommy, Jie mau lihat dedek bayi Lossie? " rengek Jingga.
"Ya sudah kamu sama opa dan oma ya ke ruangan sebelah sayang. " Jinggapun mengangguk, Oma dan opa bangkit lalu mengajaknya ke luar dan pergi ke ruangan Maya.
Selesai menyuapi Senja, Zayn melirik jam tangannya menunjukkan waktu 11.00 siang. Sesekali dia menatap lurus kearah baby box, kembali memandang wanitanya lekat. "Berbaringlah sayang jika perutmu kembali nyeri lagi. " pinta Zayn.
"Huum. " Senja kembali berbaring sesuai perintah suaminya. Zayn terus mengenggam tangan sang istri tanpa berniat melepaskannya.
"Kalau mengantuk tidurlah sayang. " Senja mengangguk, dia memejamkan matanya dan tak lama terlelap. Zayn melepaskan genggaman tangannya, dia tersenyum kecil melihat wajah damai istrinya saat tertidur.
Drt drt drt
Zayn beralih, merogoh ponselnya dalam saku.
"Ya istriku melahirkan Ndra, kemarilah! Zayn mengakhiri obrolannya dengan Andra di telepon. Setelah selesai di simpannya ponsel ke dalam saku celana. Dia sangat sangat bahagia, hidupnya telah lengkap sekarang bersama istri tercintanya Senja, puteri manisnya Jingga dan si kembar yang tampan seperti dirinya.
__ADS_1
" Aku janji akan selalu membuat kalian bahagia sayang, kalian berempat adalah belahan jiwaku dan duniaku. Tanpa kalian hidupku tak berarti apa apa, hampa dan kosong. " batin Zayn.
Bersambung