
KALIAN PILIH KISAH JINGGA APA SI KEMBAR J???
**
Zayn dan Senja memilih pulang, puteri kecilnya ingin menginap di kediaman Andra, bermain dengan Mike. Kini mereka telah sampai di Mansion Zayn, Zayn turun dari mobil dan membantu istrinya, mereka langsung masuk ke dalam mansion.
Di ruang tamu
"Aku harap Jingga enggak berbuat ulah di penthouse Andra. " ucap Senja sambil terkekeh.
"Jadi kita bisa bermesraan tanpa di ganggu si setan kecil. " ujar Zayn. Senja melotot dan plak dia menampar paha sang suami, Zayn meringis kesakitan.
"Setan setan, dia anak kita sayang hasil kecebongmu mas. " geram Senja dengan nada jengkelnya. Zayn hanya nyengir, memasang wajah tanpa dosanya di hadapan sang istri. Senja mendengus kasar, mengusap perut buncitnya dengan lembut.
"Dua jagoan mommy, kelak kalau dewasa jangan menyebalkan kayak daddy kalian. " gumam Senja mengajak bicara putera kembarnya dalam perut. Zayn tersenyum geli melihat istrinya yang tengah mengadu pada calon anak kembar mereka dalam perut Senja.
Zayn ikut mengusap perut besar sang istri dengan lembut kemudian menciumnya sekilas. Dia kembali melirik istrinya melalui ekor matanya, Senja masih memanyunkan bibirnya kesal dengan ucapan sang suami.
"Aku harap kelak jika twin J dewasa, keduanya tak menyukai gadis yang sama dan jika itu terjadi pasti mereka akan bertengkar. " gumam Senja. Zayn mengenggam tangan sang istri, dia mengerti dengan kekhawatiran yang di rasakan istrinya itu.
"Sudahlah sayang, jangan di pikirkan lagian twins J belum lahir. " ujar Zayn. Senja mengangguk, dia bersandar di bahu suaminya dan Zayn membiarkannya.
***
Di Penthouse Andra
Kirana mengajak Jingga dan Mike pergi ke taman belakang mansion, taman yang di buatkan Andra untuknya. Di sana mereka menggelar karpet dan menata makanannya.
"Bibi, Jie mau buah stlobelly!
" Ini sayang. " Kirana memberikan satu strawberry dan memberikannya pada Jingga, Jingga menerimanya dan langsung mengunyah nya. Sedangkan Mike, bocah tampan itu hanya menggeleng melihat Jingga makan dengan lahap. Jingga melirik Mike dengan wajah imutnya tersenyum sambil berkata. "Mike, kamu mau, enak lho buahnya!
__ADS_1
Mike menggeleng, bocah tampan itu tersenyum memperhatikan Jingga. Kirana tersenyum hangat memperhatikan puteranya yang tengah serius menatap Jingga. " Mike sayang, kamu mau makan apa biar mommy ambilkan? "
"Aku makan buah jeruk aja Mommy! Kirana mengangguk, dia segera mengupas buahnya setelah itu memberikannya pada puteranya itu.
Mike menerimanya dan memakannya sambil mengoceh dengan Jingga. Kirana mengusap kepala keponakannya dengan lembut, seandainya rahimnya tak diangkat mungkin dirinya sudah melahirkan puteri cantik seperti Jingga pikirnya.
"Mike, enak buah stlobelly meski lasanya asam kalau lihat senyum Jie jadi manis. " celoteh Jingga. Kirana tergelak mendengar ucapan Jingga yang berisi gombalan.
"Benar benar duplikat Senja. " batin Kirana.
Bocah tampan itu tersenyum kecil, mencubit pelan pipi chubby milik Jingga karena gemas setelah itu kembali memakan buah jeruk. Selesai makan buah, Jingga berbaring di atas paha kecil Mike dan tak lama Andra menyusul keluarga kecilnya.
"Mike, kepala Jie belat tidak? "
"Tidak kok Jingga, tidur saja enggak papa di paha aku. " Andra hanya menggeleng melihat kelakuan puteranya dengan Puteri Zayn itu. Kini dia duduk lesehan di samping Kirana, istrinya sambil memperhatikan kedua bocah di hadapan mereka.
"Mike, kenapa kak Edzald selalu kasal sama Jie, emangnya Jie salah apa. " cetus Jingga. Mike terdiam, membuat Jingga bangkit dan duduk dengan tegap. Dia menaikkan sebelah alisnya, melihat sikap Mike yang murung.
"Kak Edzard mungkin malu sama kamu Jie, makanya dia kasar dan ketus kepadamu. " dusta si kecil Mike. Jingga manggut manggut, kedua tangan kecilnya langsung memeluk tubuh Mike dan Mike membalasnya. Setelah berpelukan, Jingga meminum jusnya begitu juga dengan Mike.
Andra melirik istrinya dengan tatapan sulit diartikan setelah memerhatikan putera mereka berdua dan juga Jingga. "Jangan bilang putera kita Mike, cemburu melihat Jingga memikirkan Edzard? "
"Enggak mungkinlah Mas, mereka masih kecil kecil. " balas Kirana sambil tersenyum geli.
Andra menghela nafas panjang, apa yang dipikirkannya barusan hanyalah kekonyolan semata namun jika kelak terjadi ya lumayan besanan sama si kutu kupret Zayn. fufufu kelak dia bisa mengerjai sahabat laknatnya itu sesuai keinginannya hohoho.
Jingga melirik kearah Andra dengan raut herannya. "Eh paman Andra kenapa kok senyum senyum cendili, jangan jangan paman mikilin tante tante tantik ya! " oceh Jingga dengan asal asalan. Andra mendengus kesal, meraih tubuh Jingga ke atas pangkuannya, dia sangat gemas dengan puterinya Zayn.
"Jie jahil ya sama paman, sini paman cium pipi baksomu itu. " Andra langsung menciumi pipi Jingga, Jingga tertawa begitu juga dengan Kirana dan Mike.
"Hahahaha ampun paman, hentikan geli! Andra menghentikan aksinya, menatap Jingga sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
" Paman mau tanya, di antara paman dan daddymu lebih tampanan siapa Jie!
Jingga pura pura berfikir mendengar pertanyaan Andra kemudian tersenyum lebar dan kembali menatap pamannya itu. "Paman Andla tampan, tapi lebih tampan daddy Zayn kemana mana hehe. " jawab Jingga dengan jujur.
"Jie pasti bohong 'kan? "
"Endak paman, kata mommy kalau kita bohong, hidung Jie akan panjang kayak pinoko eh pinokio. " cetus Jingga. Kirana tertawa kencang mendengar ucapan Jingga barusan, Andra lagi lagi mendengus, dirinya kembali kalah dibandingkan Zayn dan dia kalah telak di hadapan Mike, puteranya dan Jingga.
Zayn kampret, lu sogok puterimu pakai apa sih sialan batin Andra
***
Hatchi hatchi
"Sialan siapa sih yang mengumpatiku dari belakang. " gumam Zayn kesal sambil menggosok hidungnya.
"Mas ih jangan mengumpat. " omel Senja. Zayn hanya nyengir, merangkul istrinya dari samping. Keduanya kini menonton TV berdua sambil akan camilan dan minuman yang dibuat oleh pelayan.
"Enak ya sayang, gak ada gangguan kita bisa bermesraan kayak gini, malahan yang diganggu Andra dan Kirana karena kejahilan puteri kita. " ucap Zayn dengan senyuman di bibirnya.
"Tapi kalau ada Jingga, mansion ini ramai
mas. " protes Senja. Zayn berdecak, mencium pelipis istrinya dengan lembut.
"Ayolah sayang, biasanya Jingga nempel ke kamu setelah itu si kembar saat mereka lahir terus waktu sama akunya berkurang dong. " Senja tersenyum geli, ternyata suaminya merajuk saat ini. Cup cup dia mencium kedua pipi dan bibir Zayn bergantian kemudian mencubitnya pelan. "Merajuk eh, mas enggak malu sama dua jagoan kita dalam perut aku hehe. " ledek Senja pada suaminya.
Zayn tersipu.mendengar ledekan istrinya, dia menyembunyikan wajahnya di leher sang istri lalu mengigitnya pelan. Senja mendesah pelan kemudian menoleh kearah sang suami. "Jangan usil deh mas atau kamu mau enggak aku beri jatah nanti malam. " ancam Senja.
"Iya iya bumilku yang galak. " goda Zayn. Senja menanggapinya dengan senyuman, dia kembali memakan buah anggurnya di suapin Zayn. Ya mereka kini tengah menghabiskan waktu berdua karena setiap kali mereka ingin bermsraan, Jingga selalu menganggu keduanya.
bersambung
__ADS_1