
Othor merasa iri melihat kemesraa neng Senja dan mas Zayn ≧﹏≦≧﹏≦
07.00 malam.
Segala cara Zayn lakukan agar istrinya mau memaafkan dirinya, termasuk memenuhi semua permintaan Senja. Senja memijit pelipisnya, melihat banyak makanan yang di beli oleh sang suami. Ibu pun berdecak melihat sikap diam puterinya, "Ayolah nak jangan kekanakan, apa kamu enggak kasihan sama suamimu itu. " bujuk Ibu.
"Aku melakukan itu supaya mas Zayn tak terus terusan bohong lagi Bu. " kekeh Senja.
Ibupun membuang nafas kasar, dia lelah menasehati puterinya yang keras kepala. Para orang tuapun memilih makan yang telah di beli, sedangkan Zayn nampak memelas di hadapan Senja. Senja pun bangkit dan hendak bangkit, namun dia kembali duduk sambil memegangi perutnya. "Awh. "
Zaynpun panik dan langsung duduk di sebelah istrinya. "Ada apa sayang, apa perutmu sakit. "
"Perutku keram. "
Zaynpun mengusap usap perut rata sang istri. Hal itu tak luput di perhatikan oleh orang tua mereka. Senjapun mengatur nafasnya, mencoba menenangkan dirinya agar tidak stress. Rasa keramnya langsung menghilang, kala tangan sang suami menyentuh perutnya. Dia menatap lekat wajah suaminya dari dekat, kemudian menyandarkan kepalanya di dada bidang sang suami. Zayn merengkuh nya, sesekali mencium pelipis istrinya dengan lembut. "Gimana Yank masih keram tidak!
"Sudah enggak mas! Maafkan aku yang egois dan keras kepala sayang, mungkin calon anak kita tak suka melihat orang tuanya bertengkar. " gumam Senja.
"Ya sudah lebih baik kamu makan setelah itu kita istirahat. " Senja mengangguk, Zayn mengambil sandwich, lalu menyuapkannya pada sang istri. Senja mengunyahnya dengan lahap kemudian habis tak bersisa.
Selesai makan, Zayn berpamitan pada orang tua dan mertuanya, dia membawa Senja pergi dari sana. Keduanya menaiki tangga menuju ke kamar mereka berdua.
Skip Di Kamar
Senja menutup jendela kamarnya, malam hari anginnya cukup kencang menambah suasana kian dingin. Lalu dia hendak berbalik namun dia urungkan kala sepasang tangan kekar memeluknya dari belakang. "Aku memang gak jujur sama kamu, tapi beneran aku enggak sedikitpun suka sama Tya sayang. " jelas Zayn dengan lembut.
Hiks hiks hiks suara isakan kecil lolos dari bibir Senja, Zayn membalik tubuh istrinya. Dia segera menghapus air mata sang istri. "Kenapa kamu malah nangis sayang!
"Entahlah aku sangat sensitif Mas semenjak aku hamil, ada ketakutan dalam diriku jika mas bisa saja berpaling dari aku. " ujarnya.
Zayn tersenyum tipis, perasaan ibu hamil memang sangat sensitif oleh karena itu dia harus bisa menjaga perasaan istrinya. Semenjak hamil mood Senja gampang berubah ubah, jika sudah merajuk akan sulit untuk dibujuk mengingat istrinya itu keras kepala.
Zayn langsung membawa istrinya ke dalam rengkuhan dada bidangnya, "Lagian siapa juga yang mau berpaling dari istri mas yang cantik dan seksi ini, sudah pintar masak, dan ahli dalam memuaskan mas di atas ranjang lagi. " ucap Zayn dengan senyum merekah.
Pipi Senja langsung merona mendengar pujian sang suami. Zayn melepaskan pelukannya, mengiring istrinya duduk di ranjang. "Mas aku pengen kamu. " cicitnya pelan.
__ADS_1
Zayn tergelak mendengar ucapan sang istri, dia segera membuka kaosnya. Senja nampak salah tingkah melihat tubuh kekar suaminya hal itu mengguncang tawa di bibir Zayn. "Sini, saatnya mr bimbim bertemu miss lola, "
"Tapi pelan pelan ya Mas!
"Iya Miss bawel. " ledeknya sambil mengangkat tubuh sang istri, di rebahkan di atas kasur. Tak butuh lama mereka kini dalam keadaan polos.
Dan malam ini menjadi malam panjang bagi Senja dan Zayn, di mana mr bimbim ketemu pasangan sehidup sematinya. AC dalam kamar tak mampu mendinginkan hasrat sepasang suami istri tersebut. Biarlah malam ini menjadi malam mereka bukan malam kita eaaaa.
*jangan dibayangkan othor masih polos
(˵ ͡° ͜ʖ ͡°˵)(❁´◡`❁)
❣️❣️
Sinar mentari bersinar terang, menyilaukan bagi pasangan suami istri. Senja terbangun terlebih dahulu, melirik ke bawah ternyata dirinya sudah memakai piyama. Mengingat kejadian semalam lagi lagi pipinya merona dengan sikapnya kemarin. "Ternyata aku agresif juga ya dan pasti mas Zayn puas sama layanan ku. " gumamnya sambil tersenyum.
Senja menoleh ke samping, dia mengusap rahang suaminya dengan lembut. "Duh makin cinta saja deh sama mas du eh mas suami. " ralatnya sambil terkekeh.
"Pagi sayang. " kedua mata Zayn terbuka, dia tersenyum manis melihat istrinya yang tengah menatapnya.
Zaynpun merangkul pinggang sang istri, lalu mendaratkan ciuman di perut rata istrinya. " Selama pagi juga anak Daddy. "
"Pagi juga Daddy. " Senja menirukan suara anak kecil, Zayn tersenyum mendengarnya. Diapun bangun dan duduk dengan tegap menghadap kearah istrinya.
"Mas mandi dulu saja ya, biar aku nyiapin pakaian kerja untuk mas suami. " Zaynpun mengangguk, dia mengecup bibir istrinya kilat lalu turun dari kasur dan pergi ke kamar mandi.
Sementara Senja bangkit dan menyiapkan pakaian kerja dan dasi milik Zayn kemudian meletakannya di ranjang. Setelah selesai, Zaynpun ke luar dan menghampirinya. Kini giliran Senja yang membersihkan diri di kamar mandi.
Skip
Senja telah selesai memasangkan dasi ke leher suaminya. Merekapun ke luar dari kamar dan menuruni anak tangga. Di meja makan, orang tua mereka telah menunggu keduanya setelah itu sarapan bersama. "Mommy dan Daddy sangat senang kalian sudah baikan, Zayn sebagai suami kamu harus selalu terbuka pada istrimu, apalagi istrimu sangat sensitif saat dia hamil. Untuk kamu Senja, kamu jangan egois nak, kamu harus memahami kenapa suami kamu tidak jujur padamu, nyatanya semua demi kebaikanmu. " ujar Mommy panjang lebar.
"Iya Mommy aku mengerti!
Mereka melanjutkan sarapan hingga selesai. Setelah usai Senja pun bangkit dan mengantarkan suaminya sampai di luar mansion. Zayn seperti biasa mencium kening dan bibir Senja, beralih mencium perut rata sang istri guna menyapa calon buah hati mereka. "Sehat sehat di perut mommy sayang, Daddy berangkat kerja dulu. "
__ADS_1
"Iya Daddy! Zayn lagi lagi memeluk wanitanya, dia sebenarnya sangat malas pergi ke kantor. Ingin sekali menghabiskan waktu bersama sang istri tercinta namun Senja memaksanya untuk berangkat. "Lepas mas, nanti kamu telat lagi ke kantornya. "
Zaynpun terpaksa melepaskan pelukannya, Senja terkekeh melihat wajah masam sang suami. Diapun kembali mengecup bibir seksi suaminya kemudian menyudahinya. "Nah sudah aku kasih penyemangat mas, kamu berangkat gih cari uang banyak buat calon anak kita. " ujar nya.
"Iya sayang Mas berangkat, kalau ingin apa apa hubungin Mas saja ya! Senja mengangguk, Zaynpun berbalik dan berjalan menuju ke mobilnya. Dia langsung masuk dan melaju meninggalkan mansion. Senja menatap kepergian mobil suaminya yang menghilang di balik pagar.
Senja mengusap perut ratanya dengan senyum merekah di bibir. "Kita sangat beruntung sayang, memiliki daddy seperti daddy Zayn. " gumamnya. Diapun berbalik dan hendak masuk ke dalam mansion.
Tin tin tin
Senja menoleh kebelakang senyumnya kian melebar melihat kedatangan keluarga kecil Mentari. Senja segera menghampirinya kemudian mengajaknya ke dalam. "Ayo masuk ke dalam Tari, Rafa. "
"Iya Nja makasih!
Mereka semua masuk ke dalam dan berkumpul di ruang tamu. Senja terlihat antusias, mencoba menggendong baby Ely ke dalam pelukannya. "baby manis ini siapa namanya Tari? "
"Namanya Elysia dan sang kakak namanya Edzard. " balas Mentari sambil tersenyum.
"Wah sepasang ya rupanya, maaf ya waktu kamu lahiran aku enggak datang. "
Mentari tersenyum kearah sahabatnya itu sambil berkata. "Enggak papa, lagian aku juga gak bisa hadir dalam pernikahan kamu dan Zayn. " Senja kembali menggendong baby Ely, sesekali menciumi nya karena gemas.
"Cepat nyusul ya beri Dirga, Edzard dan Ely teman. " seru Mentari.
"Tunggu saja 8 bulan lagi. " sahutnya sambil tersenyum.
"Jadi kamu hamil!
Senja mengangguk, senyumannya kian merekah. Dia semakin tak sabar menanti kelahiran calon buah hatinya dengan Zayn. Mentari dan Rafa ikut bahagia mendengar kabar kehamilan Senja.
"Tokcer juga si unta tua. " celetuk Rafa.
"Hubby. " tegur Mentari pada suaminya itu. Senja hanya menggeleng, melihat kelakuan kedua sahabatnya itu.
TBC
__ADS_1