Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Epson 62 - PATAH SEBELUM BERKEMBANG


__ADS_3

HARI SENIN WAKTUNYA VOTE VOTE HEHE


Pagi yang cerah ini, Rega mengajak ketemuan Tya di sebuah taman. Di sinilah Tya sekarang, dengan jantung berdebar dia menunggu sang pria pujaan hatinya. Dengan senyum mengembang, Tya merasa bahagia karena pria yang di sukainya mengajaknya bertemu.


"Nona, "


Tya menoleh dan tersenyum manis, terlihat Rega datang menghampirinya lalu duduk di sebelah dirinya. Melihat senyuman Tya, sebenarnya Rega merasa tidak tega, namun dirinya juga tak ingin menyakiti hati Maya, gadis kecilnya.


"Ada yang ingin aku katakan sama Nona! "


Tya tersenyum lebar, jantungnya kian berdegup kencang, menantikan pengakuan dari Rega. Rega menahan nafas dalam dalam, lalu menghembuskannya pelan.


"Aku dan Maya saling mencintai satu sama


lain, sebentar lagi kami berdua akan segera menikah! " ujar Rega dengan jujur.


Deg jantungnya seakan terhenti mendengar pernyataan Rega barusan. Senyuman di wajahnya langsung lenyap begitu saja, Rega merasa tidak enak hati membuat Tya bersedih.


Tes tes tes cairan bening meluncur bebas, membasahi kedua pipi Tya. Lagi lagi cintanya kembali patah sebelum berkembang untuk ke dua kalinya. Rega hendak menghapus air matanya, namun Tya menepis tangannya. Dia menatap pria yang di cintanya dengan sorot penuh luka dan kecewa. "Selamat kalau begitu untuk pernikahan kalian, aku hanya ingin bilang aku mencintaimu Rega!


" Maaf Nona saya enggak bisa membalas perasaan Nona Tya!


Hiks hiks hiks tangis Tya langsung pecah, hatinya kembali hancur untuk ke dua kalinya. Rega merasa bingung, bagaimana dia menenangkan gadis yang ada di sebelahnya.


"Pergilah aku ingin sendiri Ga!


" Maaf! Regapun bangkit dan berlalu dari sana, meninggalkan Tya sendiri. Tya menangis sesegukan, mengingat kisah cintanya yang selalu patah dan tak terbalas. Dia tahu kelakuannya di masa lalu 'lah membuat dirinya mendapatkan karma seperti sekarang. Tya sangat ingin mendapatkan cinta sejatinya, hidup bahagia bersama orang yang mencintai dan dia cintainya, namun semuanya itu hanya akan menjadi angannya saja.


Tya menepuk nepuk dadanya, guna menghilangkan rasa sesak yang kini tengah di rasakannya. Dia kembali menangis meraung raung, mengabaikan tatapan orang orang yang memperhatikannya. Diapun mengusap air matanya dengan keras, bangkit dan pergi dari taman.


Tya tancap gas, melajukan mobilnya dengan cepat, meninggalkan taman. Beberapa menit akhirnya dia sampai di apartemen miliknya, dia segera turun dan bergegas masuk ke dalam apartemennya. Lagi lagi dia menangis, tubuhnya kini luruh ke lantai.

__ADS_1


"Apakah dirinya tak pantas di cintai. "


Setelah puas menangis, diapun bangkit dan pergi ke dapur. Di sana dia meneguk segelas air hingga tandas, berkali kali membuang nafas setelah itu kembali ke ruang tamu.


"Aku harus move on meskipun ini sulit. " batin Tya menguatkan dirinya yang rapuh. Mami Zoya datang berkunjung, Tya bangkit dan langsung berhambur dalam ke pelukannya.


"Ada apa sayang, katakan sama Mami kenapa kamu nangis? " Tya menggeleng, Mami membawa puterinya itu duduk di sofa, Tya memeluk tubuh Maminya dengan erat.


"Mi bagaimana kalau kita berangkat ke Paris besok, namun sebelum itu kita pergi ke makam kak Vania Mi!


Mami Zoya mendorong pelan tubuh Tya, lalu menaikkan sebelah alisnya menatap dalam wajah puterinya itu. " Kenapa kamu memutuskan tiba tiba sayang, katakan apa alasanmu!


"Mi aku patah hati lagi karena cinta, cintaku bertepuk sebelah tangan lagi Mi! Mamipun memeluknya, dia sangat kasihan dengan sang puteri sambil mengusap punggungnya yang bergetar.


" Baiklah Mami setuju kita akan berangkat ke Paris sesuai keinginan kamu sayang. " Tya mengangguk, apa yang di putuskan sudah benar, dia akan pergi meninggalkan kota Jakarta lagi, melupakan kenangan menyakitkan yang dia terima di sini.


❣️❣


"Tapi Om eh Mas aku merasa kasihan dengan Nona Tya, semua orang di masa lalu punya kesalahan dan pantas mendapatkan kesempatan media begitu juga dengan Nona Tya. "


"Lalu apakah aku harus menghiburnya dan menikahinya sayang. " goda Rega.


"Ya enggaklah mau, enak saja siapa juga yang mau di madu. " sahut Maya dengan nada jengkelnya. Rega tertawa kecil melihat raut kesal di wajah sang calon istri. Dia kembali focus menyetir, sedangkan Maya memilih bermain game di ponselnya. Keduanya telah sampai di butik, milik ibunya Zayn. Mereka berdua langsung turun dari mobil dan masukin ke dalam butik.


"Kalian sudah datang rupanya. " ujar Mommy Farah.


"Iya Tante. " jawab Maya sambil tersenyum.


"Ayo ikut tante, kita lihat gaun gaun untuk


Maya. " Mommy Farah langsung bergegas diikuti Rega dan Maya dari belakang. Maya berdecak kagum kala para pelayan menunjukkannya beberapa gaun pernikahan.

__ADS_1


"Nah Maya kamu pilih gaun yang mana? "


"Tunggu tante, bisakah bagian dada jangan terlalu rendah. " sahut Rega menyampaikan pendapatnya. Mommy Farah tertawa kecil melihat sikap posesif Rega pada Maya. Maya hanya bisa menggeleng tak percaya dengan ucapan om tuanya itu.


"Nah kalau begitu ini saja, cobalah dulu Maya sayang, " Maya mengangguk, dia langsung pergi ke ruangan ganti bersama pelayan wanita. Wanita paruh baya itu sudah menganggap Rega seperti puteranya sendiri.


Beberapa menit berlalu


Maya kembali dengan menggunakan gaun pengantinnya, Rega tertegun dan terpesona dengan kecantikan Maya. Maya merasa malu di tatap intens oleh calon suaminya itu, Mommy Farah langsung menyenggol Rega hingga dia tersadar dan langsung nyengir.


"Gimana Rega, cantikkan calon mempelai kamu itu. " goda Mommy Farah.


"Hehe iya tante. " Rega merasa malu, kepergok mengaggumi kecantikan Maya, gadis kecilnya.


"Coba gaun yang satunya Sayang! Maya mengangguk, dia kembali ke ruang ganti. Sementara Mommy dan Rega menunggu sambil duduk di sofa yang di sediakan.


Drt drt drt


Rega merogoh ponselnya, dia langsung membaca chat dari Tya.


From Tya


" Maafkan aku Ga, tadi sikapku kekanakan ya di hadapanmu. Sekali lagi aku ucapkan selamat untuk pernikahan kamu dan Maya nanti karena aku tidak bisa hadir di sana dan sampaikan salamku pada Maya. "


Rega menyimpan ponselnya dalam saku, dia kembali memperhatikan Maya dengan senyuman di bibirnya. "Sayang, kamu sangat cantik memakai gaun apapun! pujinya.


" Iya Mas terimakasih, Tante aku pilih yang tadi sama ini. "


"Iya Nak. " Maya segera mengganti pakaiannya, setelah selesai dia langsung duduk di sebelah Rega.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2