Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Epson 49 - RUMPI


__ADS_3

Cahaya matahari bersinar terang, suara burung berkicau menandakan hari telah pagi. Senja membuka matanya, meregangkan ototnya sejenak. Dia menoleh ke samping, tersenyum tipis melihat wajah damai sang suami saat dia tidur. Senja nampak merona, mengingat semalam suaminya mengajaknya berolahraga.


"Pagi sayangku. " sapa Zayn dengan suara seraknya.


"Eh pagi juga Mas. " Senja mendaratkan kecupan di bibir sang suami sekilas, Zayn mengulum senyumnya dan segera menyibak selimutnya setelah itu menyapa calon buah hati mereka.


Setelah selesai Zayn turun dari ranjang, membopong sang istri menuju ke kamar mandi. Selesai dengan kegiatan pagi mereka, keduanya langsung ke luar dari kamar dan menuju ke meja makan. Kirana dan Andra telah menunggu kedatangan mereka berdua.


"Cie kompak banget nih bangun paginya, jangan jangan kalian satu kamar ya. " ledek Senja dengan senyum menggodanya.


"Enggak 'lah Nja. " elak Kirana dengan wajah cemberut.


Zayn membantu istrinya duduk, hal itu tak luput diperhatikan Kirana dan Andra. Kirana nampak senyum senyum sendiri melihat kemesraan kdua sahabatnya itu.


Andra menepis kan senyumnya, dia langsung mengenggam tangan kekasihnya dengan erat kemudian berbisik. "Apa kamu sedang bayangin kayak Senja, hamil dan diperhatikan oleh aku calon suamimu sayang. "


Kirana menoleh kearah sang kekasih sambil mengangguk kecil. Andra mengecup singkat tangan Kirana, kemudian menatapnya lembut. "Sabar ya sayang, tak lama lagi kita akan menikah!


Ehem


"Sepertinya kami telah melewatkan sesuatu yang penting nih. " sindir Senja.


"Kami berpacaran. " jawab Andra singkat.


Senja terkejut mendengarnya, namun tak lama senyuman terpatri di bibirnya. Sedangkan Zayn hanya memasang wajah datarnya kearah Andra sambil berkata. "Akhirnya si jomblo karatan menemukan pasangannya. " cibirnya.


"Yuk sarapan, jangan dengarkan suamiku!


Zayn mendengus kesal, merekapun sarapan bersama disertai candaan dari Senja yang sibuk menggoda Andra dan Kirana.


15 menit berlalu


" Ki, sebaiknya kamu di sini temani istriku. Aku dan Andra akan pergi ke kantor hari ini. " seru Zayn.


"Iya baiklah aku akan di sini. " jawab Kirana tersenyum tipis.


"Sayang nanti aku jemput, kita akan bersama membeli perlengkapan baby. "

__ADS_1


Senja mengangguk, Zayn dan Andra mencium pasangan masing masing, lalu pergi dari sana meninggalkan para wanita mereka. Sinta datang, membereskan meja makan sedangkan Kirana membawa Senja ke ruang tamu.


Drt drt drt


Kirana membuka chat masuk setelah itu menyimpan ponselnya dalam tas. Senja menaikkan sebelah alisnya, merasa penasaran siapa yang mengirim chat pada Kirana.


"Ki siapa yang kirim chat ke kamu? "


"Erwin Nja, katanya besok lusa dia akan menikah dengan Vanessa. " seru Kirana dengan santai.


Senja hanya beroh ria mendengar penjelasan Kirana, dia sibuk mengusap perut buncitnya dengan lembut. "Kamu datang saja ke sana bersama dengan Andra, buktikan sama si pecundang itu jika kamu sudah mendapatkan penggantinya. " ujar Senja dengan semangat menggebu gebu.


Kirana terkekeh melihat bagaimana sahabatnya itu sangat bersemangat, namun apa yang dikatakan Senja ada benarnya. Dia harus membuktikan pada Erwin jika dia sudah move on, tak berharap lagi pada pria tak berguna seperti Erwin. "Idemu sangat bagus Nja, lagian aku akan memberikan kejutan untuk mantanku itu di pesta bahagianya. " ujar Kirana sambil tersenyum miring.


"Nah gitu dong, kita sebagai wanita gak boleh lemah dan jangan biarkan para pria menindas kita. " ujar Senja merasa puas melihat sikap Kirana.


"Setuju!


Merekapun tertawa bersama, keduanya kini tengah bergosip membahas pria tampan yang ada di televisi. Ya mereka sekarang tengah menonton televisi, aktor favorit mereka berdua.


"Aku laporin sama suamimu lho Nja. " ancam Kirana dengan senyum jahilnya.


Senja mencebikkan bibirnya kearah Kirana, Kirana tergelak melihat raut jengkel di wajah bumil. Dug dug suara tendangan dari dalam perutnya membuatnya meringis, Senjapun mengusap perut buncitnya dengan lembut. "Sayang mommy cuma bercanda, kamu enggak suka ya punya daddy baru makanya menendang perut mommy. " kekehnya.


"Haha Senja kayaknya anak kamu posesif sama seperti bapaknya. " ujar Kirana dengan tawanya yang pecah.


Senja hanya tersenyum kecil, mengusap perut buncitnya dengan lembut. Dia sangat senang melihat perkembangan calon bayinya yang sangat aktif dalam perutnya. Kirana ikut senang melihat sahabatnya bahagia, dia juga tidak sabar bisa segera menikah dan mengandung anak Andra.


🤗🤗


Di Kantor


Andra dan Rega kini berada di dalam ruangan Zayn. Mereka bertiga membahas para wanita mereka, kecuali Rega hanya diam menyimak. Zayn langsung melirik kearah asistennya yang sedari tadi hanya menekuk wajahnya. "Ga, kamu kenapa wajahmu kok ditekuk kayak gak pernah disetrika. " ujar Zayn.


"Aku kemarin baru ditolak Boss!


Zayn dan Andra saling melirik satu sama lain setelah itu tertawa terbahak bahak. Rega hanya berdecih melihat kelakuan atasan kurang ajarnya itu namun dirinya memilih diam.

__ADS_1


"Sabar, mungkin saja takdirmu memang jadi jomblo Ga. " sahut Andra dengan entengnya.


Rega hanya melirik sinis sahabat dari atasannya itu, Zayn hanya tertawa melihat raut sengsara sang asisten.


ck boss laknat memang wkwk


"Ya sudah lebih baik kamu cari gadis yang


lain Rega. " Zayn menghentikan tawanya, melirik Rega dari ekor matanya. Rega menahan nafas dalam dalam, lalu menghembuskannya pelan pelan. Dirinya sangat pusing menghadapi makhluk bernama wanita.


"Boss wanita memang susah di pahami ya!


"Iya apalagi saat hamil, ngidamnya aneh aneh. " sahut Zayn mengingat selama ini istrinya meminta aneh aneh pada dirinya. Rega tergelak mendengar keluhan dari atasannya itu, sedangkan Andra hanya menggeleng pelan.


"Enggak usah ngeluh deh Zayn, lagian lu cinta mati sama bini lu 'kan, ditinggal bini lu sama pria lain entar tau rasa lu dasar mantan duda. " cibir Andra.


Zayn melirik tajam kearah Andra, Andra hanya menanggapinya acuh dan cuek. Diapun langsung mengeluarkan ponselnya dan mengirim chat pada gadisnya. Zaynpun terdiam sejenak, apa yang dikatakan Andra memang benar adanya.


Dia mengambil ponsel, lalu melakukan video call dengan istri kesayangannya itu. "Halo sayang, lagi ngapain kamu honey!


"Ini aku lagi makan buah sama Kirana mas. " jawab Senja sambil tersenyum manis di dalam video.


Senyuman Zayn kian merekah, mendapati istrinya terlihat sangat senang. Dia merutuki kebodohannya tadi, kenapa dia mengeluh saat mengingat dulu istrinya mengidam padahal sekarang Senja sangat menikmati proses proses selama kehamilannya, mengingat kandungan istrinya kian membesar membuat Zayn merasa bersalah.


"Maafin Mas sayang!


"Maaf, maaf buat apa Masku sayang. " Senja terlihat bingung dengan ucapan permintaan maaf dari suaminya.


Zayn menjelaskan semuanya pada sang istri, Senja pun hanya tersenyum kearah suaminya. Dia tahu kalau suaminya itu tak bermaksud menyinggungnya. "Enggak papa Mas, enggak usah merasa bersalah oke dan ya sudah aku tutup ya Mas. "


"Iya sayang. "


Zayn menyimpan ponselnya dalam saku, dia menaikkan sebelah alisnya kala Andra dan Rega memperhatikan dirinya.


"Kamu kira kamu patung Zayn, kamu enggak kasihan sama si jomblo ini. " ujar Andra sambil menunjuk Rega. Rega berdecak malas, menepis telunjuk Andra yang mengarah ke dirinya.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2