Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Epson 97 ~ MUSIM KEDUA Part 23 - SUKA & DUKA


__ADS_3

Di taman belakang mansion


"Mami, sebentar lagi Mike ulang tahun, aku bingung mau kasih kado apa padanya!


Mami langsung berbisik di telinga Jingga, Jingga menatap sang mertua dengan senyuman di bibirnya. " Oke mami, aku sangat setuju dengan ide Mami barusan!


"Ngobrol apa nih kayaknya seru banget. " Mami dan Jingga menoleh, Mike datang menghampiri keduanya. Jingga menanggapi kedatangan suaminya dengan senyuman.


"Cuma gosip doang hubby. " jawab Jingga sambil nyengir. Mike hanya bisa mendengus pelan, Mami yang melihat kelakuan menantunya hanya bisa tersenyum tipis.


Drt drt


Jingga mengeluarkan ponselnya yang bergetar.


from Winnie


Ji, bisakah kita bertemu. aku pengen curhat ke kamu!


To Winnie


Oke, kita ketemu di danau ya!


Jingga menyimpan ponselnya dalam saku, dia memandangi mertua dan suaminya secara bergantian. "Mami, hubby aku izin ya mau bertemu dengan Winnie, kayaknya dia ada masalah!


"Yank, biar aku anterin kamu!


"Mami, kami pergi dulu. " Mami mengangguk, Jingga dan Mike berlalu pergi dari sana. Mike melajukan mobilnya kencang menuju ke sebuah danau.


Skip


Winnie menangis dalam pelukan Jingga, Jingga mengusap punggung sahabatnya yang bergetar hebat. Winnie melepaskan pelukannya, menatap sahabatnya itu dengan tatapan sendu. "Ji, Willy marah besar sama aku karena aku terus menerus membela Jenny. " ucap Winnie sambil sesegukan.


"Jelaskan semuanya Win!


Winnie menjelaskan permasalahannya dengan Willy pada Jingga. Setelah selesai Jingga menghela nafas panjang, dia merasa kasihan dengan sahabatnya yang satu ini. " Padahal antara Edzard dan Jenny sudah takdirnya tapi Willy masih tidak terima dengan apa yang dialami Jenny adiknya. "


"Aku sangat lelah Ji, terus menerus menghadapi sikap egois dan keras kepala milik Willy. Aku juga bodoh, kenapa mau maunya memberikan kesucianku pada pria egois itu. " ungkap Winnie dalam nada penyesalan.

__ADS_1


Jingga tak bisa berbuat apa apa, semuanya sudah terlanjur terjadi. Dia tak bisa menyalahkan Winnie dan Jenny dalam hal ini. Lagi lagi dia menghela nafas panjang, kembali menatap Winnie dengan tenang.


"Sekarang apa yang akan kamu lakukan


Winnie! "


"Aku sudah memutuskan Willy, meski aku sudah kotor aku rela daripada harus menghadapi sikap egois pria itu setiap hari! ujar Winnie berusaha tegar dan kuat menghadapi masalahnya. Mata Jingga berkaca kaca, dia ikut menitikkan air matanya dan langsung memeluk tubuh Winnie kembali.


Hiks hiks hiks


Mereka berdua menangis bersama, melampiaskan kesedihan mereka. Beberapa saat kemudian, Jingga melepas pelukannya dan menghapus air mata Winnie. " Jingga, kamu enggak kecewa sama aku dan Jenny, karena kami kehilangan hal berharga kami!


"Aku enggak berhak menghakimi kamu dan Jenny, Winnie! Apapun yang terjadi sebagai sahabat, aku akan selalu dukung kalian. Winnie merasa terharu dengan ketulusan dan kesetiaan dari Jingga sahabatnya yang selalu ada dalam suka dan duka.


Jingga mengeluarkan tisu lalu memberikannya pada Winnie sambil tersenyum jahil. " Nih pakai tisu, usap tuh ingus kamu yang keluar. " goda Jingga dengan jahil.


Winnie merebut tisunya dan melotot kearah Jingga, Jingga tertawa kecil melihat reaksi sahabatnya itu. Setelah tenang Winnie kembali melirik Jingga melalui ekor matanya. "Kayaknya aku enggak akan pulang ke apartemen deh Ji, apa sebaiknya aku balik ke Bali saja ya. " gumamnya resah.


"Jangan bilang lu mau kabur Win, ck pengecut banget sih kamu. Lebih baik kamu tinggal di Villa aku dan Mike. " tawar Jingga.


"Ogah, males aku lihat kamu bermesraan dengan suamimu, bisa bisa aku jadi sapi ompong di sana ckck. " desisnya kesal. Jingga tak bisa untuk menahan tawanya, dia tertawa kencang tanpa peduli raut masam Winnie.


**



Hingga menjelang sore, Winnie dan Jingga kini berada di paviliun dekat Villa Mike dan Jingga. Jingga kini tengah berkutat di dapur di bantu bibi Wulan, membuatkan makanan untuk mereka berdua. Setelah selesai mereka segera menyajikannya di atas meja makan.


"Nah sekarang, kamu makan nasi dan ayam goreng serta kangkung ditambah sambal behh mantap Win,aku jamin enak banget masakan bibi Wulan. " cerocos Jingga.


"Neng Jingga bisa aja! Bibi Wulan merasa malu di puji oleh Jingga.


"Ayo Bibi makan bareng dan ajak sekalian mang Ujang. " Bibi mengangguk, dia segera manggil mang ujang kemudian mereka makan bersama. Winnie tertawa mendengar ocehan dari sahabatnya itu.


"Sekarang kamu di sini saja tinggal sama bibi dan mang ujang ya Win!


" Thanks ya Ji, kamu memang sahabat terbaik aku, selalu ada saat suka dan duka. " Jingga menanggapi pernyataan Winnie dengan senyuman manis. Bibi segera membereskan meja makan, setelah itu mereka mengobrol di ruang tamu.

__ADS_1


Winnie memeriksa ponselnya sebentar setelah itu kembali menonaktifkannya. Diapun menyandarkan tubuhnya di sofa, Jingga menepuk pundaknya pelan. "Neng Winnie kenapa atuh, kok kayaknya sedang ada masalah, maaf bibi ikut campur ya!


"Enggak papa kok Bi, lagian biasalah masalah cinta cintaan. " jawab Winnie dengan senyuman ramahnya.


Tring


From Hubby


Yank, si Willy datang dan menanyakan keberadaan Winnie.


Jingga melirik sahabatnya sejenak, lalu dengan cepat membalas pesan Mike.


to Hubby


Jangan katakan apapun sama Willy, aku tidak ingin pria egois itu menyakiti sahabatku lagi. Awas saja jika kamu bilang hubby, maka kamu tidur di luar dan enggak dapet jatah sebulan!


"Siapa yang ngechat kamu Ji? "


"Kata suamiku, Willy datang dan mencari keberadaanmu. " Winnie tersenyum kecut mendengar pernyataan sahabatnya, yang jelas saat ini hatinya masih sangat kecewa dan untuk sementara tak ingin bertemu Willy. Jingga sangat mengerti dengan apa yang dirasakan Winnie saat ini.


Winnie POV


Mungkin benar, sebenarnya kamu memang enggak benar benar cinta sama aku mas! Aku sangat bodoh, menyerahkan segalanya sama kamu mas Willy. Seperti pepatah mengatakan habis manis sepah dibuang, tapi mas Willy aku bukan sampah yang seenaknya dibuang setelah dipakai.


Mungkin lebih baik kita menjauh, tak saling mengenal satu sama lain daripada saling menyakiti antara satu sama lainnya. Hatiku sakit mas, sakit banget saat kamu marah marah dan membentakku!


Winnie kembali menatap kearah Jingga dengan tatapan sendunya. "Rasa rasanya pengen enggak kenal pria lagi deh kayak dulu, sekarang aku mudah banget cengeng setelah mengenal Willy. " keluh Winnie.


"Eh Win lu cantik dan baik, pasti diluar sana masih banyak pria yang menginginkanmu. Jika Willy mengecewakanmu, kamu bisa cari pria lain. " celetuk Jingga asal.


"Tapi sayangnya hati tak mudah pindah ke lain sisi, enggak segampang berbicara Ji. " balas Winnie.


"Jangan galau galau terus neng, lebih baik kita joget saja. " sahut mang ujang.


"Lagi syantik aja mang dan goyang dumang! Mang ujang mengangguk, dia menyetel lagu sibad lagi syantik. Jingga pun bangkit, mengangkat jempolnya ke atas dan mulai joget, Winnie tertawa melihatnya. Dia dan bibi langsung bangkit dan ikut ikutan joget dengan raut wajah bahagia mereka.


bersambung

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE KENCENGIN!


__ADS_2