
Note : Semua manusia pasti memiliki kesalahan dan juga berhak diberi kesempatan kedua sama halnya kayak Melisa dan Vanilla dulu. Ambil positifnya ya gaes dan buang negatifnya!
Sementara David kini telah sampai di apartemennya, Vanilla mengerutkan dahi melihat suaminya yang tertawa sendiri. "Apa kamu sudah gila David, tertawa sendiri setelah menikahiku!
David berdecak kesal, dia langsung duduk di sebelah sang istri. Lalu dia bercerita pada Vanilla hingga selesai, Vanilla hanya bisa menghela nafas pelan sambil mengusap perut buncitnya. Dia meraih tangan sang suami lalu mengenggamnya erat. "Vid, apapun yang terjadi kamu harus selalu memberikan cinta dan kasih sayang sama calon baby kita ini ya. " pinta Vanilla sambil tersenyum.
Wajah David langsung berubah dingin, dia menatap istrinya dengan raut menahan amarahnya. "Kenapa kamu bicara seperti itu, apa kamu enggak mau membesarkan calon anak kita hah. " ujarnya dengan nada tinggi.
"Apa kamu enggak ingat sudah tiga kali kamu keguguran dan kita berusaha keras untuk memiliki anak sekarang kamu berbicara seolah olah akan pergi jauh. " geram David.
Vanilla merasa bersalah telah membuat suaminya marah namun sebenarnya dia tak bermaksud untuk itu. Davidpun bangkit dan berlalu pergi dengan menahan emosinya, Vanilla dengan hati hati bangkit dan berjalan pelan menyusul kepergian suaminya.
Vanilla menghampiri David yang kini berdiri di depan Jendela membelakangi dirinya. Kedua tangannya melingkar di pinggang sang suami yang terhalang perut besarnya. "Maaf sayang, bukan maksudku membuatmu marah hanya saja kondisiku yang lemah belum tentu bisa melihat calon baby kita lahir nanti. "
Ya Vanilla mengidap penyakit kista dalam rahimnya, selama ini David telah melarangnya hamil namun Vanilla masih kekeh dengan kehamilannya. David seketika luluh dan lemah mendengar ucapan sang istri, dia menoleh dan memandang sendu wanitanya.
"Kuatlah sayang, demi calon anak kita dan aku. Aku sudah mengikatmu sejauh ini, aku tak akan rela jika kamu pergi. Aku mencintaimu Vanilla, aku mencintaimu. "
"Hei pria galak kenapa kamu cengeng kayak gini sih sayang. " ledek Vanilla. Vanilla juga berusaha menahan tangisnya, merasa tak tega melihat suaminya yang rapuh akan kondisi dirinya. David langsung memeluk istrinya, berkali kali mengecupi wajah Vanilla sambil mengusap perut besar sang istri.
"Aakh. " teriak Vanilla sambil memegangi perutnya.
David melepaskan pelukannya, dia terkejut dan panik melihat cairan di bawah kaki istrinya. Tanpa ragu David segera membopong istrinya ke luar dari apartemen. Dia melajukan mobilnya kencang menuju ke rumah sakit.
Sampai di rumah sakit, dokter dan suster mendorong brankar pasien menuju keruangan persalinan. David menunggu di luar, kini dia menghubungi Melisa agar datang.
"Aku harap kamu kuat dan bertahan sayang, aku mohon!
Tap tap tap
"Bagaimana dengan istrimu Vid? "
David menoleh kearah Melisa dan Adam yang datang, dia hanya menggeleng pelan.
Oek oek oek Mereka bertiga saling melirik satu sama lain, David tersenyum haru mendnegar tangisan bayinya. Satu jam kemudian dokter ke luar, David berjalan menghampirinya.
__ADS_1
"Bagaimana kondisi istri dan anak saya
dokter? "
"Bayi Anda baik baik saja, jenis kelaminnya perempuan tuan tapi istri anda keadaannya tengah kritis namun sudah teratasi. Nyonya Vanilla koma dan saya sudah memindahkannya ke ruangan ICU. " Dokterpun berlalu pergi, tubuh David seketika lemas mendengar keadaan istrinya saat ini. Melisa menitikkan air matanya mendengar keadaan sepupunya. Adam menepuk pundak sahabatnya, memberikan kata kata semangat untuk David.
"Sebaiknya kita lihat keadaan bayimu David. " ajak Adam.
Davipun bangkit di bantu oleh Adam, ketiganya pergi ke ruangan bayi. Sampai di sana mereka melihatnya dari luar, David terus menangis sambil memandang putri kecilnya. "Nak, bantu papa supaya mama kamu cepat bangun sayang!
"Siapa nama bayi cantikmu David? " tanya Melisa penasaran.
"Clara Angelica Simone. "
"Nama yang sangat cantik dan sangat cocok. " David mengangguk, apa yang dikatakan Melisa barusan. David berbalik dan melangkah pergi dari sana menuju ke ruangan sang istri. Adam merangkul wanitanya keduanya merasa sangat kasihan pada David.
"Sebagai sahabatnya kita tak bisa membantu David mas!
"Kita hanya bisa memberi kekuatan untuk David dan masih ada baby Angel yang perlu perhatian dan kasih sayangnya!
drt
drt
Melisa mengeluarkan ponselnya lalu menekan tombol hijau.
"Baiklah terus lapor ke aku ya Trisna. " Melisa menutup sambungannya, menyimpan ponselnya dalam tas.
"Mas, aku pergi dulu ya mau ke toko bentar!
"Biar aku antar sayang. "
"Tapi bagaimana dengan David mas? "
"Kedua mertuanya sudah datang sayang. " Melisa mengangguk, keduanya pergi dari sana. Sampai di parkiran mereka segera masuk dan Adam melajukan mobilnya kencang.
Setibanya di Toko kue Melly Cake, mereka tak lantas ke luar. Hanya mengamati keadaan toko yang cukup ramai pengunjungnya. "Toko kamu sangat ramai ya sayang. " ucap Adam sambil tersenyum.
__ADS_1
"Iya Mas Adam, selama ini aku sibuk bekerja di toko sekaligus membesarkan anak anak!
Adam mendesah pelan, ternyata kehidupan wanitanya cukup berat dan dirinyapun sangat menyayangkan hal itu. Ketidak hadiran dirinya dalam hidup Melisa membuatnya merasa sangat bersalah. Melisa mengulum senyumnya, dia meraih tangan Adam dan mengenggamnya.
"Masa lalu jangan di ingat ingat lagi mas? "
Keduanya akhirnya turun dari mobil dan bersama sama memasuki toko milik Melisa. Rachel dan Trisna memyambut kedatangan mereka, keduanya langsung memeluk boss kesayangannya itu.
Trisna melepaskan pelukannya, mereka kini duduk di sudut ruangan sambil mengobrol. Rachel mendesah lega, dia ikut senang jika Melisa telah menyelesaikan masalahnya dengan Adam.
"Nona, aku mulai lusa mau cuti karena pernikahanku akan di laksanakan. " ujar Trisna tersenyum canggung.
"Wah selamat ya Tris, so kamu mau hadiah apa dari aku? "
"Enggak usah nona, melihat nona Melisa bahagia aku juga ikut bahagia!
"Pokoknya kamu enggak boleh nolak hadiah dariku. " tegas Melisa. Trisna hanya bisa mengangguk pasrah, dia mana berani menolak pernyataan Melisa. Rachel tertawa pelan melihat wajah sahabatnya itu.
##
Kini Triplet A tengah menemani si kakak cantik kesayangan mereka, Valerie di taman rumahnya.
"Berikan ponselnya padaku. " pekik Valerie dengan mimik muka kesalnya.
"Ayo kejar pria yang tampan ini kalau bisa. " goda Axel sambil tersenyum. Dan terjadilah aksi kejar kejaran antara Axel dan Valerie. Aaron hanya menatap jengah kelakuan adik bungsunya itu.
"Tuh si Axel minta di lempar ke planet mars kayaknya! gerutu Aiden. Sedangkan Valerie mencebikkan bibirnya, melengos pergi meninggalkan Axel yang tertawa. Gadis cantik itu memilih bergabung dengan Aaron.
"Harusnya kalian punya adik lagi. " celetuk Valerie.
"Lagi otw Val, " sahut Axel dengan senyuman penuh arti.
"Lahir duluan aku lho, kalian manggil aku kakak dong ck. " dengus Valerie. Triplet A mengabaikan kebawelan Valerie, Valerie hanya bisa mendengus keras.
"Menyebalkan. "
bersambung
__ADS_1