
Ngomong2 setelah namatin novel ini, othor sudah nyiapin novel baru yang tak kalah hotnya hehe uncle seksi spoiler tapi bukan judul ups 🤗🤗🤣
JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN
***
Tepat pukul 05.00 sore
Melisa tengah berbincang dengan maminya, ya dia merupakan puteri dari Tya dan Darko.
"Bagaimana sayang dengan rencana kamu? "
"Satu minggu lagi aku dan Edzard akan menikah Mami? " Mami Tya mengangguk, dia cukup senang dan puas mendengar pernyataan puterinya.
Ya mengingat masa lalunya membuat dirinya kembali jahat, dia mempengaruhi puterinya untuk mendekati Edzard agar Melisa tak mengalami hal yang sama seperti dirinya dulu. Mami Tya mengusap kepala puterinya dengan lembut, Papi Darko ikut tersenyum miring dan bahagia. "Sayang pokoknya lakukan apapun supaya Edzard tak berpaling darimu!
" Iya Mami, aku pasti akan melakukannya sesuai harapan mami, lagian aku sangat tidak suka dengan gadis bar bar itu. " Terlihat jelas ada nada kebencian terselip dalam kalimat Melisa.
Tok tok tok
Pelayan langsung membukakan pintu, Edzard masuk ke dalam dan menemui keluarga Melisa. Melisa langsung duduk di sebelah sang kekasih, dengan manja bersandar di dada Edzard dan Edzardpun membiarkannya. Mami Tya dan Papi Darko sangat senang melihat kehadiran calon menantu mereka itu, mereka bangkit dan berlalu pergi.
Melisa dengan berani duduk di pangkuan Edzard, Edzard tersenyum kecil melihatnya. Dia mengeratkan pelukannya di pinggang sang kekasih, sesekali mengecup bibir Melisa. "Yank, apa enggak papa kita menikah, memangnya kedua orang tua kamu merestui kamu menikahiku. " ucap Melisa dengan raut wajah dibuat sesedih mungkin.
"Kamu tenang saja, mommy dan daddy pasti setuju kok. " ujar Edzard berusaha menenangkan sang kekasih yang terlihat gelisah. Melisa tersenyum manis, memeluk erat tubuh kekar kekasihnya.
Melisa POV
Sebentar lagi aku akan menjadi nyonya Edzard, keberuntungan tengah menghampiriku karena aku di cintai pria tampan seperti Edzard.
Edzard mengenggam erat tangan gadisnya sesekali mengecupnya lembut. Melisa tersipu malu mendapat perlakuan lembut dari pria yang di cintainya itu. "Ayo ikut aku sayang!
" Kemana memangnya honey!
"Ikut saja pokoknya. " Melisa mengangguk, diapun turun dari pangkuan Edzard dan bergegas menghampiri orang tuanya.
__ADS_1
Tak lama kemudian Melisa kembali dan keduanya langsung ke luar dari apartemen. Edzard melajukan mobilnya kencang menuju ke suatu tempat. Selama perjalanan Melisa merasa penasaran kejutan apa yang ingin di tunjukkan Edzard padanya.
**
Skip akhirnya mobil berhenti di halaman sebuah villa mewah. Mereka berdua turun dari mobil, Melisa mendekat kearah Edzard dengan raut terkejutnya. "Villa siapa sih sayang kok kita ke sini? "
"Villa kita, setelah menikah kita akan tinggal di sini sayang! Edzard merangkul bahu sang kekasih lalu mengajaknya ke dalam. Melisa mengedarkan seluruh pandangannya ke penjuru ruangan hingga sampailah di teras samping, terdapat kolam renang di sana.
" Jadi pengen renang tapi hari sudah hampir gelap. " gumamnya. Dia berbalik, tertegun melihat kekasihnya yang telah bertelanjang dada. Melisa tersenyum menggoda, melangkah pelan mendekati Edzard. Dia langsung meraba dari dada bidang hingga ke perut sixpack nya dengan gerakan sensual. Edzard menahan nafas, terlihat jakunnya naik turun pertanda gairahnya mulai terpancing. Dia menangkap tangan Melisa, kemudian dengan tak sabaran menurunkan resleting dress gadisnya hingga jatuh kebawah.
Melisa mengalungkan kedua tangannya ke leher Edzard, Edzard menggendongnya lalu membawanya menuju ke kamar lantai atas.
Sore itu keduanya menghabiskan waktu berdua dengan kegiatan panas itu hampir berlangsung beberapa jam ke depannya. Setelah keduanya menghabiskan tiga ronde, Edzard mengakhiri kegiatannya dan menjatuhkan dirinya ke samping. Melisa menarik selimut menutupi tubuh mereka berdua, meski lelah namun terlihat jelas wajahnya memancarkan kepuasan begitu juga dengan Edzard. "Kamu sangat hot dan nikmat sayang. " bisik Edzard.
"Aku harap kamu secepatnya hamil agar hubungan kita berdua semakin kuat! Melisa tersenyum sambil mengangguk, tangan lembutnya mengusap rahang kokoh prianya.
Edzard membawa tubuh polos wanita ke dalam dekapannya. Melisa sangat senang, Edzard adalah prianya yang sangat dia cintai dan sepenuhnya miliknya. Melisa mengeliat, kala tangan nakal Edzard menyentuh squishnya.
" Sayang aku lelah! rengek Melisa.
***
Pagi harinya cahaya matahari menyilaukan mata membuat tidur Edzard terganggu di tambah bunyi ponselnya. Dia menoleh ke samping, tersenyum melihat wanita masih tidur dalam pelukannya. Edzard sedikit menyingkir kemudian bersandar di kepala ranjang, menyambar ponselnya yang sejak tadi berbunyi.
"Mommy. "
"Halo Mom ada apa? "
"Kamu di mana kenapa semalam kamu enggak pulang. " cecar Mommy dengan nada khawatir. Edzard melirik kearah Melisa lalu menghela nafas panjang.
"Aku di Villa mom nanti juga akan pulang! Edzard memutus sambungannya, menaruh kembali ponselnya di atas meja. Merasa pergerakan di sampingnya membuat Melisa terbangun dan menatap kearah Edzard.
" Sayang. " gumamnya dengan nada manja, merapat kepelukan Edzard. Edzard terkekeh melihat tingkah manja wanitanya, mengecup kening dan bibir Melisa secara bergantian. Ya selama mereka di Australia, keduanya kerap kali berhubungan intim dan Edzard berharap kekasihnya segera hamil secepatnya.
"Kita mandi dan pulang, soalnya mommy mencari aku! Edzard menyibak selimutnya dan membawa tubuh Melisa ke kamar mandi.
__ADS_1
Selesai mandi dan berpakaian, keduanya ke luar dari kamar dan menuruni tangga. Edzard menggandeng tangan wanitanya lalu ke luar dari Villa. Setelah masuk mobil, Edzard tancap gas melajukan mobilnya kencang.
**
Setibanya di kediaman Romanov, keduanya bergegas masuk ke dalam dan menemui keluarga Edzard di ruang tamu.
Di sana Dirga beserta keluarga kecilnya turut hadir berkumpul bersama. " Pagi semuanya. " sapa Melisa dengan senyuman manisnya.
"Pagi. " balas Mommy dengan singkat.
"Mom ada apa kenapa mommy mencariku? " tanya Edzard to the poin.
"Ini mengenai perjodohanmu dengan Jingga. " Edzard memasang wajahnya datar mendengar pernyataan sang mommy, dia mengeratkan genggaman tangannya.
"Perjodohanku dengan Jingga di batalkan Mom, aku dan Melisa saling mencintai, mungkin saja sebentar lagi dalam perut Melisa mengandung anakku. " Suasana menjadi hening, semua terkejut dengan pengakuan Edzard.
Lila langsung menatap Melisa dengan tatapan penuh selidiknya. "Apakah yang dikatakan Edzard barusan benar Mel? "
"Benar kak!
" Kenapa kamu mau melakukannya, padahal jelas jelas kalian belum menikah. " Melisa menunduk mendengar ucapan Lila yang menyudutkannya. Edzard yang melihatnya merasa tidak terima, dia menatap tajam kearah kkak iparnya itu.
"Cukup kakak ipar jangan menyudutkan wanitaku, apa kak Lila lupa dulu kakak dan kak Dirga bagaimana, " sahut Edzard dengan sinis.
Lila merasa tersentil mendengar ucapan adik iparnya. Dirga merasa tidak terima, namun Lila segera menahan tangan suaminya itu.
Dia kembali tersenyum kearah Edzard dan Lila secara bergantian. "Aku tak bermaksud menyudutkan Melisa, tapi sebelum melakukan hal itu sebaiknya bicarakan pada orang tua karena kalian masih punya mommy dan daddy. Maaf kalau aku ikut campur urusan kamu dan Melisa Ed. "
Dirga langsung mengajak istrinya pergi dari sana, melihat adik keduanya membuatnya tak bisa menahan amarahnya. Setelah kepergian keluarga kecil Dirga, Mommy dan Daddy masih diam belum mengatakan hal apapun pada putera kedua mereka itu. "Mommy enggak mengatakan apapun padaku seperti kecewa padaku begitu. " ujar Edzard.
"Jaga bicara kamu Edzard. " bentak Daddy Rafandra.
Mommy menghela nafas panjang, kembali memandang Edzard dan Melisa secara bergantian. "Pernikahan kalian di percepat, mommy dan daddy yang akan menyiapkan segalanya!
bersambung
__ADS_1