
"Adrian lepas, tangan aku sakit. " Sherry menepis pelan tangan kekasihnya. Gadis itu hanya diam melihat sorot mata kekasihnya begitu tajam padanya.
"Aku gak suka melihatmu mengobrol dengan pria lain Sherry. " ujarnya penuh penekanan. Sherrypun paham jika kekasihnya tengah cemburu, berjalan mendekati Adrian lalu memeluknya.
"Maafkan aku honey, lagipula aku dan dia hanya berbicara tak lebih. " Sherry memberikan penjelasan untuk sang kekasih agar Adrian tak lagi cemburu. Adrian menghela nafas panjang, membalas pelukan gadisnya.
"Sebaiknya kita kembali ke dalam, sebelum ada yang curiga. " ujar Sherry sesaat setelah melepas pelukannya. Mereka kembali bergabung bersama keluarga besar.
"Sayang, kenalkan dia Alex, putera dari teman Daddy nak. " ujar mommy pada Sherry. Sherry hanya tersenyum tipis menanggapi pernyataan ibunya.
"Kami sudah berkenalan tadi nyonya. " jawab Alex sambil tersenyum. Senyuman yang membuat para wanita jatuh cinta padanya namun tidak dengan Sherryanne.
"Benarkah, bagus dong kalau begitu, Mommy harap kamu dan Alex semakin akrab
sayang. " ujar Mommy dengan senyuman khasnya. Sherry hanya diam, manik matanya melirik kearah Adrian, kekasihnya itu tengah menahan amarahnya.
Manik mata Alex terus tertuju kearah Sherry, Adrian mengepalkan tangannya, ingin sekali dirinya meninju wajah pria yang menatap wajah kekasihnya. Sherry pamit pada orang tuanya, gadis itu merasa lelah dan ingin beristirahat.
Setelah mengganti pakaiannya, Sherry segera berbaring di ranjangnya. Dia tak ingin memikirkan apa apa termasuk soal Adrian dan Alex, yang akan membuatnya pusing.
"Mom, sepertinya Adrian terlihat tidak suka dengan kehadiran Alex yang mendekati Sherry. " ucap Daddy mengatakan apa yang dia pikirkan. Mommy Binar mengernyitkan dahi, mana mungkin putranya cemburu. Mengingat selama ini Adrian terus bersikap dingin pada Sherry.
"Masa sih Dad? " Mommy benar benar tak percaya dengan apa yang di simpulkan suaminya mengenai putra mereka. Daddy hanya mengedikkan bahu, namun apa yang dia pikirkan begitu kuat, melihat bagaimana Adrian menatap Sherry.
"Baiklah kalau begitu kita cari tahu Dad, apa mereka menjalin hubungan apa tidak? " Daddy mengangguk setuju, ikut berbaring di sebelah istrinya.
__ADS_1
"Sekarang kita istirahat mom. " Daddy mencium kening mommy, mommy mengangguk dan masuk ke pelukan sang suami.
###
"Lho sayang, kamu pagi pagi sudah
rapi? " tanya Mommy pada Sherry yang berjalan kearahnya. Sherry mengulum senyumnya, mencium pipi sang mommy sekilas dan menoleh kearah Adrian yang mengerlingkan mata.
"Huh dasar genit. " batinnya.
"Hari ini aku ingin pergi ke panti mom, menghabiskan waktu dengan adik adik
panti. " jawab Sherry dengan senyuman di bibirnya. Mommy Binar mengulas senyum hangatnya, dia cukup senang dengan sikap rendah hati yang Sherry miliki.
"Bagaimana kalau mommy temani kamu nak? " tawar Mommy Binar yang di angguki Sherry. Sementara para pria hanya menyimak obrolan kedua wanita beda usia ini. Reva datang dan bergabung bersama mereka, canda tawa mewarnai suasana pagi ini.
"Mommy paham perasaan kamu nak, kamu sabar ya suatu saat kamu pasti akan bertemu dengan mereka. " ucap Mommy dengan tulus. Sherry mengangguk, merebahkan kepalanya di bahu sang ibu tercinta. Mereka akhirnya sampai di panti, keduanya segera turun dan menyapa anak anak panti. Sang pemilik panti menyambut kehadiran mereka dengan hangat, Sherry juga membelikan hadiah untuk anak anak tadi di jalan.
Setelah memberi hadiah pada anak anak, mereka mengobrol dengan pemilik panti di teras sambil mengamati anak anak yang bermain. "Oh ya nak Sherry, kemarin ada sepasang suami istri datang ke sini kemarin mereka mencari kamu nak!
"Oh ya bu, apa ibu tahu siapa nama mereka dan di mana alamat mereka? " Sherry merasa penasaran, gadis itu mendesah kasar saat sang pemilik panti menggeleng. Dia kira akan mendapat secercah harapan nyatanya semuanya semu, tubuhnya kembali lemas dan lesu. Mommy langsung mengusap punggung putrinya, dia melihat kekecewaan di wajah Sherry.
"Maafin ibu ya nak, ibu lupa menanyakannya soalnya sepasang suami istri itu buru buru ke sininya!
"Iya Bu, gak papa tapi lain kali hubungi aku ya bu jika mereka datang lagi. " ucap Sherry dengan lembut. Sang pemilik panti teringat sesuatu dan langsung mengatakannya pada Sherry, raut wajahnya kembali ceria. Dia berharap sedikit informasi yang dia terima ini bisa membantunya menemukan keluarga kandungnya.
__ADS_1
"Aku gak boleh menyerah begitu saja!
Mommy menyesap teh yang di hidangkan oleh bu Ratih padanya sambil menyimak obrolan Sherry dan Bu Ratih. Setelah cukup lama mereka di sana, keduanya berpamitan pulang dengan di antar sopir lagi. Selama perjalanan Sherry bermanja manja pada mommy kesayangannya, Mommy Binar membiarkannya. "Bagi mommy, kamu anugerah untuk keluarga Aditama sayang. "
Dering ponsel Sherry menyela obrolan mereka, gadis itu segera mengambilnya dan memeriksa. Sherry segera membalas pesan dari Moza sahabatnya yang mencemaskan dirinya. "Mom, aku turun aku di sini saja ya!
"Memangnya kamu mau ke mana nak? "
"Moza mengajakku jalan mom. " jawabnya di angguki Mommy. Sopir berhenti, Sherry segera turun dan melambaikan tangan menatap kepergian mobil yang membawa ibunya. Tak lama sebuah mobil berhenti di depannya, Sherry langsung masuk. Setelah memasang seltbeltnya, Sherry langsung bertanya pada sahabatnya itu.
"Gimana kalau nanti malam kita ke club Sher!
"Apa kau gila Za, ogah ah. Adrian bisa ngamuk kalau sampai tahu, masih jadi kekasih aja udah posesif banget apalagi jadi suami aku. " kekeh Sherry yang di tanggapi tawa oleh Moza. Moza sengaja menggoda sahabatnya, ternyata responnya sama seperti yang dia pikirkan.
"Lagian gak seru sih kamu udah ada calon pawang, enakan jomblo tak ada yang
larang. " ledek Moza. Sherry mendengus sebal, memutar lagu favoritnya saat ini. Diam diam dia mencibir kejahilan sahabatnya, dia teringat dengan Adrian membuat sudut bibirnya terangkat. Moza kembali fokus menyetir, Sherry menikmati pemandangan dengan tenang. Wanita itu sesekali membalas pesan dari kekasih tampannya.
From Adrian : Kamu lagi apa sayang? "
Me : Dalam perjalanan Honey.
Sherry menyimpan ponselnya dalam tas, mereka kembali mengobrol setelah beberapa menit terjeda. Hingga akhirnya mereka sampai di pusat perbelanjaan, keduanya turun dan masuk ke dalam. Dengan berbelanja mungkin sedikit membuatnya melupakan masalah sejenak.
"Jangan rahasiakan apapun dariku Shee, kita sahabat harusnya saling berbagi keluh
__ADS_1
kesah. " gumam Sherry lirih. Sherry mengangguk singkat, setuju dengan apa yang di katakan Moza.