
...TAHAN EMOSI KALIAN PADA KELAKUAN ANNA 🙃🤣...
Di sisi lain Brianna tampak ketakutan melihat Keenan, tunangannya. Keenan tersenyum miring kearahnya, bermaksud mengapai tangan sang tunangan namun Brianna menepisnya.
"Jangan sentuh aku. " ujar Anna dengan ketus.
"Siapa yang pantas menyentuhmu, apa sahabatmu bernama Mike itu hemm, sayang. " ujar Keenan dengan sinis.
Anna menggeleng, diapun memundurkan langkahnya, menjauhi sosok tunangannya itu. Keenan pun menatap tunangannya dengan senyuman tanpa dosa. "Bersiaplah besok kita akan pergi ke gereja, menikah di sana, ingat jangan pernah kabur!
.
Keenan berbalik dan melangkah ke luar dari rumah Anna. Anna bernafas lega setelah kepergian Keenan, dia berusaha menghubungi Mike namun nomornya tak aktif. Dia berulang kali mengumpat dan menggeruru karena nomor sahabatnya tak aktif.
"Sebaiknya aku datangi saja rumah orang tuanya. " gumam Anna.
Anna pun bangkit, dia mengambil tasnya lalu ke luar dari rumahnya. Gadis itu melajukan mobilnya kencang menuju ke rumah orang tua Mike. Sampai di kediaman Malik, dengan langkah tergesa gesa, Anna segera menekan belnya.
Tok
tok
tok
Cklek pintu di buka oleh pelayan, pelayan pun membiarkan Anna masuk. Anna langsung masuk dan menemui sang pemilik rumah, dia duduk berhadapan dengan orang tua Mike di ruang tamu. "Pagi tante, apakah Mike nya ada, aku perlu bantuan dia menyangkut masalah pribadiku. " ujar Anna dengan lembut.
"Mike bersama istrinya, ceritakan sama tante apa masalahmu siapa tahu kami bisa bantu!
"Aku hanya ingin Mike yang membantuku
tante. " balasnya.
Mami Kirana merasa kesal dengan jawaban Anna, dia menatap sahabat puteranya itu sorot tajamnya. "Kamu cuma orang luar apa kamu tuli Anna, Mike sudah berkeluarga Anna, sebaiknya kamu jaga batasanmu sebagai seorang gadis lajang!
"Enggak ada hak dia ikut campur masalah kamu, atau jangan jangan karena kamu Mike dan menantuku bertengkar. Tante ingatkan sama kamu, jangan pernah bermimpi untuk menjadi istri Mike, karena tante tak akan pernah menyetujuinya. "
__ADS_1
Anna tertohok mendengar ucapan Mami Kirana, terlihat jelas wanita paruh baya di hadapannya itu sangat tidak menyukainya. Papi langsung menenangkan sang istri yang tersulut emosinya. Mami Kirana kembali menatap Anna dengan tatapan datarnya. "Belasan gadis sepertimu tante pernah temui, mereka berdalih sahabat tapi sebenarnya tujuannya adalah merusak rumah tangga orang. "
"Cukup tante, tolong jangan sudutkan saya! aku kesini datang baik baik ingin meminta pertolongan!
" Kalau begitu saya permisi. " Anna bangkit dan melenggang pergi dengan raut kesalnya. Mami Kirana hanya mendengus kesal melihat sikap Anna barusan.
"Calon bibit pelakor!
Anna melajukan mobilnya kencang, diapun semakin bingung bagaimana cara menghentikan pernikahannya dengan Keenan besok.
***
Mike mengelus lengan istrinya dengan lembut, keduanya baru saja melepas kerinduan mereka. Jingga membalik tubuhnya, menatap sendu kearah sang suami. Keduanya hanya terbalut selimut yang menutupi tubuh polos mereka.
"Kamu enggak boleh pergi hubby, aku dan calon baby enggak mau jauh dari kamu. " Mike sangat senang melihat istrinya bergantung dan manja padanya, namun dia merasa bersalah dan sangat menyesal karena menyakiti hati Jingga. Mike membawa tubuh polos istrinya ke dalam dekapannya, tak di pungkiri dirinya juga sangat tersiksa jika berjauhan dari istrinya ini.
"Aku sudah memaafkanmu, jadi jangan lagi menyakiti dan menghancurkan hatiku lagi dan berjanjilah jangan meladeni sahabatmu itu. " sambung Jingga. Mike mencium puncak kepala istrinya berulang ulang, setelah itu kembali menatap istrinya.
"Iya aku janji sayang. "
Skip
Setelah mereka mandi dan berganti pakaian, keduanya ke luar dan menuruni anak tangga menemui keluarganya di ruang tamu. Daniel menatap kedua orang tuanya sambil memantulkan bibirnya. "Bunda dan Papah lama sekali sih di dalam kamar? " ungkapnya.
Eh Jingga tiba tiba merona, sontak membuat Mike tersenyum geli. Mommy dan Daddy turut senang dan bernafas lega melihat puteri dan menantunya telah berbaikan.
"Bunda dan Papah istirahat sayang, maaf ya buat Daniel nunggu lama!
"Huft iya Bunda, Bunda, Papah ayo kita pergi ke taman bermain. " ujar Daniel dengan antusias.
. "Oma dan Opa juga harus ikut. " Mommy Senja tersenyum tipis mendengar ucapan cucunya. Mereka semua bangkit dan pergi ke luar. Mike melajukan mobilnya kencang berada di belakang mobil mertuanya.
"Sebaiknya kamu beli ponsel yang baru hubby!
__ADS_1
" Iya sayang nanti kita mampir saat akan pulang. " Mike tersenyum tipis, kembali fokus mengemudi. Jingga mengusap perutnya dengan lembut, dia sedikit lega karena telah berbaikan dengan suaminya.
.
Di taman bermain
Jingga dan Mike memperhatikan puteranya yang tengah bermain ayunan. Dia merangkul bahu sang istri sambil mengenggam tangan Jingga dengan erat.
"Daniel sangat lucu dan pintar ya sayang!
" Iya hubby kamu benar. " Dia menoleh kearah istrinya, menatap lembut wanitanya kemudian menciumnya sekilas. Jingga nampak salah tingkah, memeluk tubuh prianya namun tak terlalu erat.
***
Sementara Anna kini tengah berada di taman, berkali kali membuang nafas kasar. Saat ini gadis itu tengah gelisah, karena belum bisa mencari orang yang bisa membantunya agar terlepas dari Keenan. Seorang pria datang menghampirinya, lalu duduk di sebelahnya.
"Ehem nona, saya perhatikan sejak tadi nona terlihat gelisah? "
"Iya Tuan, saya bingung harus bagaimana karena saya ingin terlepas dari tunangan saya yang psikopat!
Diam diam Dexter tersenyum penuh arti, dengan sengaja dia menyentuh tangan Anna kemudian mengenggamnya. "Baiklah aku akan membantumu nona, asalkan kamu memberi tahu siapa namamu? "
"Brianna Lyn, panggil saja Anna. "
"Aku Dexter. " Anna menarik tangannya dengan pelan, dia kini bisa bernafas lega karena ada orang yang mau membantunya. Sedangkan Dexter tersenyum licik, sepertinya gadis di sebelahnya ini bisa dia manfaatkan pikirnya. Anna pun menjelaskan siapa Keenan pada Dexter, selesai bercerita Dexter mencuri kesempatan, memeluk bahu Anna.
Anna tertegun, dia terpesona dengan wajah tampan yang di miliki Dexter. "Baiklah sekarang ayo ikut aku biarkan mobilmu di bawa anak buahku Anna! Anna mengangguk, keduanya pergi dari sana dan masuk ke mobil Dexter. Dexter melajukan mobilnya dengan kencang, keduanya mengobrol banyak hal.
Ckckck ini namanya keluar dari kandang buaya masuk ke kandang singa 🤣🤣
Ckiit Dexter menepikan mobilnya di tempat yang sepi, dia melepaskan seatbeltnya setelah itu menoleh kearah Anna. Anna kini juga melepaskan seat beltnya, diapun dengan berani duduk di pangkuan Dexter. Dexter menyeringai, dia usap paha mulus Anna dengan sensual, lalu masuk ke dalam roknya.
" Dex, kamu janji 'kan akan membantuku agar terlepas dari Keenan!
"Tentu saja Anna, asalkan kamu membiarkan aku menyentuhmu. " Anna mengangguk pasrah, diapun mendesah pelan kala tangan nakal Dexter bermain di bawah sana. Dexter juga mencium bibir Anna dengan liar dan buas, Anna membalas ciuman pria yang baru di kenalnya.
__ADS_1
Beberpa menit kemudian, Dexter merapikan pakaian Anna. Anna segera kembali duduk di jok, Dexter melajukan mobilnya dengan raut muka sumringah.
bersambung