
beberapa hari berlalu, Melisa telah kembali beraktivitas seperti biasa. Kini dia telah bekerja di perusahaan milik Adam.
Tok
tok
tok
"Masuk! "
Melisa menarik handle nya kemudian masuk ke dalam dan tak lupa menutup pintunya. Dia berjalan pelan menghampiri Adam lalu menaruh berkasnya di depan pria itu. "mas Adam bisa memeriksa lagi berkasnya siapa tahu ada yang terlewat olehku. "
"Aku sangat senang Mel, melihat perubahan sikapmu beberapa hari ini. " Adam tersenyum tulus di hadapan Melisa, dan disambut senyuman hangat oleh Melisa.
Adam menarik tangan Melisa, hingga Melisa memekik dan jatuh ke pangkuannya. Melisa berdecak kesal melihat Adam yang kini tersenyum miring padanya. "Kalau ada yang masuk gimana mas, ish dasar mas adam main tarik tarik saja. " omel Melisa.
Adam menanggapi omelan Melisa dengan kekehan, Melisa sangat menggemaskan di matanya jika tengah mengomel seperti ini. Dia raih tangan Melisa kemudian di genggamnya erat. "Besok kita temui orang tua Mas ya Mel, Mas ingin membicarakan pernikahan kita berdua. " ujarnya tiba tiba.
"Mas ingin selalu disisimu, melindungimu dan memberimu kebahagiaan dan tak akan kubiarkan kamu menangis lagi. " tegas Adam.
"Jika kamu menikahiku, aku takutnya citramu sebagai seorang CEO akan tercemar mas. Please pikirkan lagi keputusan mas yang cukup besar ini, aku tak mau Mas Adam menyesal pada akhirnya. "
"Aku tidak peduli dengan hal itu, aku hanya ingin hidup bersama kamu dan calon anak anak kita kelak. "
Melisa merasa terharu, melihat seorang pria yang sangat tulus mencintainya. Dia berikan kecupan di pipi dan bibir Adam sekilas, Adam memberikan sedikit lumaatan kemudian mengakhiri ciuman mereka. Melisa tersenyum manis sambil mengusap wajah tampan prianya itu dengan lembut.
Brak
Keduanya tersentak kaget dan menoleh ke depan, Vanilla datang dengan nafas memburu. Matanya berkilat marah, melihat kedekatan intim antara Adam dan Melisa. "Wanita sialan turun dari pangkuan Adam. " geram Vanilla emosi.
Adam mengeratkan pelukannya dengan posesif, memandang malas kearah Vanilla. Sedangkan Melisa hanya diam dan memasang wajah datarnya, tak terganggu dengan kedatangan sepupunya itu.
"Dasar wanita murahan, berani beraninya kamu menggoda pria pujaanku. " makinya dengan lantang.
Adam membisikkan sesuatu ke telinga sang kekasih, Melisa mengangguk dan turun dari pangkuannya. Dia pergi ke kamar yang ada di ruangan kerja milik Adam.
Tak lama Melisa kembali dengan mengenakan lingerie hitam dengan pose menggoda duduk di sofa. Adam menelan salivanya kasar dan bergegas menghampiri sang kekasih hati. Vanilla merasa panik melihat Adam yang kini merapatkan tubuhnya dengan tubuh Melisa. "Apa yang mau kalian lakukan hah. " pekiknya panik.
__ADS_1
"Menurut kamu apa Vanilla, seorang wanita dan pria saling bermesraan seperti ini. " ujar Melisa dengan senyuman miringnya.
"Dasar wanita jaaalanag kamu Mel. " teriak Vanilla emosi.
Melisa mengabaikan teriakan Vanilla, dia usap dada bidang Adam yang polos karena kemejanya telah di lepaskan tadi, Keduanya kembali berciuman di hadapan Vanilla, Vanilla merasa gerah dan cemburu melihat kedekatan intim Adam dan Melisa. Merasa tak tahan diapun langsung ke luar dan membanting pintunya.
Brak.
Melisa bernafas lega melihat kepergian Vanilla, ternyata rencana mereka berhasil. Diapun hendak bangkit namun Adam memeluk pinggangnya dengan erat. Dia merasa gugup, melihat tatapan Adam yang berbeda kepadanya emm sedikit bergairah...
"Lepasin aku mas, Vanilla sudah pergi!
"I want you honey. " ucapnya dengan nada serak.
Melisa sangat terkejut mendengar keinginan sang kekasih, diapun merasa panik karena telah membangunkan singa yang tidur. Tapi dia teringat jika dirinya tak lagi suci dan akhirnya mengangguk, Adam tersenyum lebar mendapat lampu hijau.
Tanpa banyak bicara Adam membopong tubuh Melisa lalu membawanya ke kamar pribadinya. Di dalam sana mereka saling memberi kenikmatan surgawi, suara ******* dan rintihan terus saling bersahutan satu sama lain
##SENSOR SENSOR WKWKWK
Dua jam berlalu Adam masih memeluk tubuh Melisa di ranjang. Dia sangat puas karena turpedo miliknya berhasil masuk ke istananya. Melisa menyusupkan wajahnya di dada bidang Adam, dia merasa malu karena dengan mudahnya menyerahkan diri pada pria.
Adam menatap wanitanya dengan tatapan tajamnya, dia sangat tak menyukai ucapan Melisa barusan. "Sepertinya bibir nakal mu perlu mas hukum ya sayang, kamu itu wanitanya aku Jericho Adamson Liem sekaligus calon istri dan calon ibu dari anak anakku. "
"Memang faktanya benar 'kan Mas, kenapa kamu yang tersinggung. " godanya.
"Baiklah sepertinya kamu belum puas ya honey, hingga berbicara nakal seperti tadi dan aku pastikan kamu akan segera hamil kembar lima atau tiga kalau perlu. " geramnya dengan nada gemas.
"Astaga memangnya aku kucing mas. " cibir nya.
"Iya Kucing liar. " Adam kembali mengajaknya bergulat sekaligus menghukum Melisa.
Skip
Selesai mandi dan berganti pakaian Adam mengajak Melisa untuk pulang, pria tampan itu terus menunjukkan senyumannya yang manis sedangkan Melisa terus menggerutu. Sampai di kediaman Adam, pria tampan itu tertawa melihat wajah masam wanitanya.
"Itulah hukumanmu Sweety, lain kali jangan mengatakan hal hal yang tidak aku sukai. "
"Iya iya Mr bawel. "
__ADS_1
"Aku pengen kamu hamil kembar tiga sayang, pasti sangat seru. "
"Iya tapi kamu yang hamil ya mas. " Adam langsung terkekeh melihat raut kesal wanitanya. Tiba tiba raut kesal Melisa berubah sendu, rasa kehilangan janinnya itu masih terekam jelas di otaknya.
"Sayang ada apa kenapa kamu sedih. "
"Mas apa kelak aku bisa jadi seorang ibu yang baik sementara dulu aku gagal menjaga janin dalam kandunganku! gumamnya pilu. Adam langsung membawa Melisa ke dekapannya, dia sungguh tak sanggup melihat wanitanya bersedih seperti saat ini.
" Bisa sayang, calon anak anak kita kelak akan mendapat kasih sayang melimpah dari kita, akan kupastikan mereka kelak tak kekurangan kasih sayang. "
Melisa membalas pelukan Adam, dia berusaha menenangkan dirinya dan tak mau membuat Adam cemas. Dirinya sudah berjanji jika dia tak akan mengingat masa lalunya. Betapa beruntungnya dia mendapat pria sebaik Adam, yang menerima dirinya apa adanya.
"Aku sayang sama mas Adam, " gumam Melisa dengan malu malu.
Adam melepas pelukannya, tersenyum menggoda kearah calon istrinya itu. "Lalu kapan kamu mencintaiku sayang? " cecarnya.
"Belum tahu mas, yang pasti aku nyaman dan aman berada di dekatmu dan aku harap kamu tak mengkhianatiku. "
"Aku akan dengan sabar menunggumu!
Senyuman Melisa kian merekah, dia kecup bibir calon suaminya kemudian mendekapnya lagi. Adam mengulum senyumnya, dia sangat menyukai tingkah agresif Melisa. Wanita pertama yang berhasil membuatnya tertarik dan penasaran hingga akhirnya jatuh pada pesona Melisa. Berkali kali Adam mengecup lembut tangan Melisa dan mengungkapkan rasa sayangnya pada wanitanya.
"Are you ready Nyonya Jericho Adam Liem. "
"Yes Mr, aku siap menjadi istri kamu suamiku. " godanya dengan nada sensual.
"Kamu mau membangunkan singa, istriku!
Melisa langsung nyengir kemudian menggeleng, dia masih lelah digempur habis habisan oleh Adam. Tak di sangka Adam, pria yang sangat perkasa dalam urusan ranjang.
" Memangnya mas Adam mau buat aku enggak bisa jalan hah ck, nikahin dulu dong jangan mau enaknya aja. " sungutnya.
"Cie kamu ngode ya sayang. " ledek Adam sambil menciumi wajah wanitanya. Melisa merona mendengar ledekan Adam padanya, tak dipungkiri hatinya menghangat dan bahagia atas kehadiran Adam dalam hidupnya.
"Tentu saja aku akan menikahimu sayang, jika mommy tahu, mommy bakal babat habis turpedoku. " Melisa tertawa kencang mendengar ucapan Adam barusan, dia tak bisa membayangkannya ehe.
bersambung
JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMEN DI KENCENGIN
__ADS_1