
*DI BAWAH UMUR JANGAN BACA 🔞
***
Langit berubah jadi gelap, di tambah derasnya hujan menambah suasana kian dingin. Zayn dan Senja kini tengah minum bersama di ruang tamu sambil menonton TV. Senja mengusap perut buncit nya dengan lembut, kala dirinya merasakan tendangan kecil dari dalam sana.
Zayn merapatkan tubuh mereka, dia memeluk pinggul sang istri lalu berbisik di telinga sang suami. "Yank, mr bimbim kangen banget sama miss lola nih. " bisik Zayn sambil meniup telinga Senja.
"Hm. " Kedua pipi Senja merona, diapun mengangguk membuat senyuman Zayn kian melebar. Zayn bangkit, lalu membopong tubuh sang istri ala bridal style menuju ke kamar mereka.
***
Di dalam kamar Zayn menghentak pinggulnya dengan hati hati mengingat perut istrinya yang membesar. Senja meremas rambut sang suami sambil terus mendesahkan namanya. Malam ini keduanya menyalurkan gairah mereka yang membara, membuat suasana dingin menjadi panas.
Setelah tiga ronde telah selesai, Zayn menarik selimut menutupi tubuh mereka berdua. Dia memandang istrinya yang kini tengah mengatur nafasnya. Zayn mensejajarkan kepalanya di depan perut besar Senja kemudian menciumnya berulang ulang. "Istirahat ya dua jagoan daddy dan maaf membuat kalian terguncang karena Daddy menjenguk kalian berdua baby J. "
Zayn kembali berbaring dan menatap istrinya penuh cinta. "Mas aku capek banget, gendong aku!
Zayn menyibak selimutnya dan membopong istrinya ke kamar mandi. Skip selesai mandi dan beberes, keduanya kembali berbaring di atas ranjang. "Mas kamu usap usap punggungku ya atau perutku, entah kenapa aku tidak bisa tidur beberapa malam kemarin. " rengek Senja.
Ya Senja sering mengeluh sakit punggung, mungkin hamil anak kembar dia mudah sekali kelelahan. Zayn merasa bersalah, dirinya barusan sudah membuat rasa lelah bertambah di tubuh istrinya karena dirinya meminta jatah.
"Maafkan aku sayang, kamu pasti sangat lelah setelah kegiatan kita tadi!
"Enggak papa kok Mas, usap perut aku ya. " Zayn mengangguk, diapun mengusap perut buncit wanitanya. Lambat laun kedua mata Senja tertutup dan terdengar dengkuran halus, Zayn tersenyum kecil melihatnya. Dia segera berbaring di sebelah istrinya dan matanya langsung terpejam, terbang ke alam mimpi.
***
Esok harinya Senja sudah rapi dengan dress bumilnya. Dia pun ke luar dari kamar setelah menyiapkan pakaian kerja untuk sang suami.
"Mommy. " teriak Jingga berlari menuju ke meja makan.
__ADS_1
Haish Senja menggeleng, dia menghampiri puteri kecilnya dan mereka duduk di meja makan. Jingga mencium pipi dan perut besar milik mommynya dengan lembut hal itu membuat senyuman Senja kian merekah.
"Selama di rumah paman Andra, apa yang kamu lakukan sayang hemm? "
"Aku main sama Mike mom, dia baik sama Jie tidak sepelti kak Edzald yang kasal. " cerocos Jingga. Tak lama Zayn menyusul dan bergabung bersama mereka, dia menciumi istri dan puterinya secara bergantian.
"Ish daddy, kenapa mata Jie ditutup, apa Daddy gigit bibil mommy lagi. " seru Jingga dengan wajah imutnya.
Zayn tergelak mendengar ucapan puterinya, sedangkan Senja hanya bisa mendesah panjang, ternyata puterinya sangat penasaran dengan kegiatannya dengan Zayn. "Pagi puteri cantik daddy!
"Pagi Daddy!
Zayn beralih mencium perut besar Senja dan menyapa kedua jagoannya. Setelah itu mereka sarapan bersama sama disertai celotehan Jingga. "Daddy kemalin paman Andla tanya siapa yang paling tampan diantala paman dan daddy, Jie jawab Daddy. " jelas Jingga dengan jujur.
Zayn mengusap kepala puterinya dengan lembut sambil berkata. "Good job sayang, itu baru namanya puteri daddy yang pintar. " ujar Zayn sambil tersenyum.
"Of coulse daddy! Zayn dan puterinya itu langsung bertos ria, Senja mendengus keras melihat kekompakan suami dan puterinya namun meskipun begitu dia sangat sayang dan cinta pada keduanya. Zayn langsung menyeringai kearah sang istri namun Senja hanya menatapnya malas.
tuanya. " Jie mau ikut pelgi ke kantor boleh 'kan Daddy. " pinta Jingga.
"Kalau Mommy boleh ikut ke kantor enggak? " timpal Senja. Zayn dan Jingga saling melirik satu sama lain kemudian kembali memandang kearah Senja.
"Enggak boleh! jawabnya bersamaan.
" Mommy di lumah saja, kasihan mommy kalau halus ke kantor kalena mommy lagi hamil adik bayi, Jie endak mau mommy kecapekan. " ujar Jingga. Senja mengulas senyumnya, dua orang tersayangnya sangat posesif kepadanya hal itu membuatnya sangat terharu.
"Benar yang dikatakan puteri kita sayang, kamu di mansion saja oke, ya sudah kami berangkat! Zayn mencium kening istrinya sekilas, lalu menggendong Senja dan membawanya pergi.
***
Zayn melajukan mobilnya kencang menuju ke kantor, dia tertawa mendengar celotehan lucu puterinya. Setibanya di kantor Zayn segera turun dari mobil dan menggendong puteri kesayangannya. Lalu keduanya langsung masuk ke dalam kantor, Zayn bergegas pergi ke ruangannya.
__ADS_1
Skip
Rega datang dan menemani Jingga bermain di sofa. Sedangkan Zayn sibuk menandatangi berkas berkas yang di bawa sekertarisnya.
Tok tok tok
Seorang wanita masuk ke dalam dan memberikan minuman untuk Zayn dan Jingga. Jingga memicingkan kedua mata bulatnya, menatap wanita di hadapannya itu. " Tante siapa, kenapa tante dekat dekat dengan
daddyku. " ujar Jingga dengan raut kesalnya.
"Aduh gimana nih, puteri pak boss berubah posesif. " batin Anita.
"Halo nona kecil saya Anita, sekertaris di kantor ini. " jawab Anita dengan sopan. Jingga menoleh dengan cepat kearah Zayn, Zayn bangkit dan mendekati puterinya namun sebelum itu menyuruh Anita ke luar. Anitapun menurut karena tak ingin membuat salah paham diantara bossnya dan anaknya itu.
"Daddy nakal ya, Jie lapolin ke mommy kalau daddy punya teman wanita tantik. " ancam Jingga. Zayn gelagapan, dia memangku puterinya setelah itu memberi pengertian pada Jingga. Rega terbahak melihat raut panik di wajah bossnya itu, dia tak menyangka keponakan cantiknya itu sangat posesif sama seperti Senja si nyonya boss.
"Sayang, tadi cuma sekertaris daddy bukan kekasih atau siapapun, daddy hanya sayang sama mommy, Jingga dan si kembar. " jelas Zayn pada puteri kecilnya.
Jingga bernafas lega sambil mengusap dadanya layaknya orang dewasa, dia turun dari pangkuan sang daddy dan kembali duduk di sebelah paman Rega. "Kalau daddy nakal, Jie malah sama Daddy dan tak mau bicala sama daddy. "
"Iya sayang Daddy janji tak akan nakal. " Jingga mengangguk, tersenyum lebar kearah daddy nya hal itu membuat senyuman di bibir Zayn kian merekah.
Jingga kamu sangat mirip sekalii sama Senja, mommy kamu pikirnya.
Zayn melirik Rega, memberi kode padanya setelah itu bangkit dan kembali ke kursi kerjanya. Rega mengulas senyumnya, memperhatikan si kecil Jingga.
"Aku sudah enggak sabar menanti calon anak pertamaku dengan maya. " batin Rega.
bersambung
Note : JANGAN LUPA BERI VOTE DAN GIFT YA HITUNG2 SEBAGAI SUPPORT KALIAN PADA NOVEL OTHOR INI
__ADS_1