
maafin othor yang kemarin enggak update karena kelelahan
JANGAN LUPA LIKE ,VOTE DAN KOMENTARNYA YA
Hari yang ditunggu tunggu telah tiba, Adam telah menunggu mempelai wanitanya di altar. Tak lama Melisa datang bersama dengan Daddy mertuanya, Adam tersenyum lebar melihat kehadiran wanitanya. Melisa dan Adam berdiri di hadapan sang pendeta.
"Saudara Adam, bersediakah engkau menerima nona Melisa sebagai istrimu. "
"Ya saya bersedia. "
"Saudari Melisa bersediakah engkau menerima Adam sebagai suamimu!
" Ya saya bersedia. "
Sang pendeta meresmikan hubungan mereka sebagai suami istri, Adam memasangkan cincinnya ke jari manis istrinya begitu juga sebaliknya. Keduanya saling melempar senyuman satu sama lain, Adam meraih tengkuk istrinya kemudian menciumnya di hadapan para tamu.
Prok
prok
prok
Suara tepuk tangan meriahkan acara pesta,
Adam mengakhiri ciumannya dan beralih menyentuh perut rata sang istri. Semua orang sangat bahagia melihat Adam dan Melisa resmi menikah, terutama keluarga besar Adam. Kedua orang tua Adam memberikan ucapan selamat pada kedua mempelai, bergantian dengan keluarga kecil Edzard.
"Selamat atas pernikahan kalian Mel,ngomong ngomong suami kamu ganteng juga ya. " goda Jenny.
"Terimakasih Jenny. " ucapnya dengan tulus
Jenny tersenyum tulus kearah Melisa dan Adam secara bergantian.Adam merangkul bahu sang istri dengan posesif menatap kepergian keluarga Edzard. Melisa menoleh kearah suaminya sambil menaikkan sebelah alisnya. " Kenapa mas Adam diam saja dari tadi?"
__ADS_1
"Ck aku enggak suka melihaut mantan suamimu itu sayang. " ujarnya. Melisapun menghela nafas panjang melihat sikap suaminya yang pencemburu.
"Kenapa mesti cemburu sih mas, Edzard sudah ada Jenny dan puteri mereka begitupun aku sudah ada kamu dan calon janin dalam kandunganku. ". Adam terdiam sejenak,dia satukan kening mereka berdua dan tatapan mereka saling mengunci satu sama lain.
"Ehem. "
Adam dan Melisa langsung menoleh, Melisa terkejut melihat kehadiran Vanilla bersama dengan Dexter. Dexter tampak terkesima dengan penampilan Melisa. "Ternyata kamu sangat cantik ya sayang, aku jadi teringat waktu kamu berada di bawahku. " ujar Dexter sambil menyeringai.
Adam mengepalkan tangannya mendengar penuturan pria di hadapannya, Melisa berusaha menenangkan sang suami. "Jadi sekarang ini Vanilla korban kamu Dexter, setelah di pakai kamu buang seperti sampah." balas Melisa dengan tatapan datarnya.
"Tutup mulutmu wanita murahan. " sahut Vanilla sinis.
"Kamu yang harus tutup mulut nona,jangan mengatakan istriku dengan sebutan itu,atau kamu akan tahu akibatnya! Vanilla mengeram marah,rasa cemburu dan bencinya semakin besar pada Melisa. Dexter benar benar merasa menyesal karena telah membuang Melisa dulu,dia hendak menyentuh tangan Melisa namun di tolak kasar oleh Adam.
"Jangan menyentuh istriku Tuan,sebaiknya kalian pergi dari sebelum aku panggil polisi. " ujar Adam dengan nada tinggi.
"Aku akan merebut Melisa darimu Tuan sombong. " Dexter berbalik dan melangkah pergi dari sana. Setelah kepergian Dexter dan Vanilla, Adam menarik istrinya langsung menuju ke kamar mereka,meninggalkan para tamu. Mommy dan Daddy hanya bisa melirik satu sama lain dan segera mengalihkan perhatian para tamu.
Skip
"Apa dulu kamu menikmati cumbuan Dexter padamu Mel, katakan." bentak Adam.
Cairan bening menetesi kedua pipinya, pria yang kini menjadi suaminya telah meragukan dirinya sendiri,mengenai masalah lalunya. Adam tersadar dari kebodohannya,diapun sangat menyesal membentak istri tercintanya.
"Aku menikmatinya Mas,apa kamu sudah puas mas! Aku tahu aku hanya wanita murahan di masa lalu tapi bisakah mas Adam tak meragukan aku lagi. " gumamnya lirih.
Melisa melepaskan gaun pengantinnya,lalu pergi ke kamar mandi,meninggalkan suaminya sendiri. Satu jam kemudian selesai mandi dan berpakaian,Melisa duduk di dekat meja riasnya, Adam datang dan memeluknya dari belakang.
"Maafkan aku sayang, aku lepas kendali dan menyakiti kamu."
Melisa mengatupkan bibirnya rapat,dia bangkit dan meloloskan dirinya dari dekapam Adam. Saat ini hanya rasa kecewa yang tengah dia rasakan karena suaminya yang lepas kendali. Adam mengusap wajahnya kasar,melihat istrinya yang mendiamkannya.
Malam harinya pesta resepsi semakin meriah, Adam meminta bodyguard untuk berjaga di depan. Adam dan Melisa memotong kue bersama, setelah itu keduanya menyalami para tamu. Melisa memasang senyum palsunya berusaha menyembunyikan kesedihannya.
__ADS_1
Adam berlutut di hadapan istrinya,para tamu mengarahkan pandangannya kearah mereka berdua. "Maafin mas sayang, kamu boleh hukum mas tapi jangan diamkan mas seperti ini. "
"Berdirilah Mas, para tamu memperhatikan kita berdua. " pintanya.
"Aku sudah maafin mas,sekarang berdirilah! Adam langsung berdiri dan memeluk erat wanitanya dan tak lupa menyentuh perut rata sang istri. Diapun melepaskan pelukannya,lalu mengajak istrinya berdansa.
Setelah acara resepsi selesai mereka kembali kekamar, Melisa mengganti pakaiannya dengan lingerie dress dan berdiri di dekat jendela. Adam menghampirinya dengan bertelanjang dada, memeluk pinggang istrinya dari belakang.
"Kita berbaring yuk, ini malam pertama kita! Adam membalik tubuh istrinya, lalu membopongnya dan merebahkan di atas kasur.
Melisa membiarkan suaminya melepas lingerienya setelah itu Adam memainkan buahnya yang segar. Dia mengusap kepala pria yang dicintainya dengan lembut,sedangkan kini Adam bermain di bawah sana membuat Melisa mendesah pelan dengan perlakuan suaminya.
Setelah puas Adam berbaring di samping istrinya. Melisa mengulum senyumnya, sepertinya suaminya sangat suka mengelus perut ratanya. "Sudah malam yank, sebaiknya kita tidur sekarang."
"Iya Mas." Melisa memejamkan kedua matanya, tak lama diapun terlelap dalam mimpi. Melihat istrinya sudah tidur, Adam menepiskan senyumannya. Dia teringat dengan penuturan Dexter yang ingin merebut Melisa darinya. Tidak,dia tak akan membiarkan hal itu terjadi karena sudah cukup istrinya ini menderita di masa lalu.
Cup Adam mencium kening dan bibir istrinya sekilas,dia pandangi wajah wanitanya dengan lembut. "Good Night sayang, aku janji akan melindungi kamu dan calon anak kita."
Setelah itu Adam ikut memejamkan kedua matanya sambil memeluk sang istri tercinta.
***
Sementara Jenny kembali ke kamar setelah memastikan puter kecilnya terlelap. Dia mengeryitkan dahi melihat suaminta yang bertelanjang dada. "Mas,udara sangat dingin lho malam ini, kenapa kamu enggak pakai
baju. ' ujar Jenny heran.
Edzard menaruh ponselnya, dia memberi kode pada istrinya untuk mendekat dan Jennypun menurutinya. Pria tampan itu menarik tangan istrinya, lalu menindihnya di kasur. "Sebelum tidur kamu harus membuatku puas dulu sayang." ujar Edzard dengan sensual.
"Mr mesum. "
Edward terkekeh,dia langsung mengajak istrinya menikmati surga dunia malam itu. Jenny hanya pasrah dan ikut terbuai dengan permainan buas sang suami. Setelah tiga ronde, Edward segera mengakhirinya dan menarik selimut menutupi tubuh mereka. Mereka berdua langsung jatuh tertidur, mengingat mereka sangat liar dalam kegiatan panas tadi. Sebelum tidur Edzard sempaiy mencium kening dan bibir serta memeluk tubuh wanitanya.
__ADS_1
bersambung