Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Epson 50 - KELAMAAN JOMBLO


__ADS_3

VOTE VOTE VOTE


Senja kini duduk di kursi ruang tunggu di jaga oleh para pelayan, ini perintah Zayn hingga dia tak bisa menolak. Sebenarnya dia keberatan dengan apa yang diperintahkan suaminya, menurutnya Zayn terlalu berlebihan.


Senja hanya diam membiarkan suaminya yang mencari dan memilih perlengkapan baby mereka. Zayn semakin posesif padanya, meski begitu dia tetap menyukai sikap sang suami tersebut.


Dua jam kemudian Zayn kembali, dia bergegas menghampiri istrinya. Dia mengibaskan tangannya, pelayanpun langsung pergi. Zayn kini membantu istrinya berdiri, Senja mengulas senyumnya melihat suaminya berkeringat.


"Mana perlengkapannya Mas? "


"Sudah di masukkan dalam mobil, ayo kita pergi. " Zayn merangkul bahu istrinya dan berjalan bersama lurus ke depan. Sampai di kasir, Zayn segera membayar semuanya setelah itu mereka ke luar dari mall.


Keduanya langsung masuk ke dalam mobil. Zayn langsung tancap gas, mengemudi mobilnya dengan kecepatan sedang. Dia tidak ingin ngebut dan membahayakan calon anak mereka dalam perut sang istri. "Mas, cepetan dikit dong mobilnya, masa iya jalan lelet kayak keong. " gerutu Senja.


"Enggak sayang, kamu hamil besar dan aku tidak mau membahayakan keselamatan kamu dan calon anak kita. " tolak Zayn dengan tegas


Senja memilih mengalah, dia lagi malas berdebat dengan suaminya itu. Beberapa menit berlalu, mereka telah sampai di kediaman mereka. Zayn turun dari mobil, lalu membantu istrinya dengan hati hati. "Reno. " panggil Zayn.


Seorang pria datang menghampiri mereka, Zayn menyuruhnya mengeluarkan barang barangnya. Lalu dia membawa istrinya ke dalam mansion. Reno segera membawa perlengkapan bayi dan masuk ke dalam mansion.


"Taruh saja barang barangnya ke kamar atas Reno. " pinta Zayn.


"Baik Tuan!


Reno langsung pergi ke kamar atas, Zayn dan Senja kini duduk di sofa. Senja mengusap perut buncit nya, lalu menoleh kearah sang suami sambil berkata. " Memangnya kamar baby J warna apa Mas? " tanya Senja.


"Di sesuai 'kan namanya dan warna putih sayang. " jawab Zayn sambil tersenyum.


"Aku setuju Mas, lagian aku sangat suka warna terang dan lagian Baby J ini penerang dalam hidup kita. " tambahnya tersenyum, membelai perut buncitnya dengan penuh kasih sayang.


Zayn tersenyum tipis, dirinya memberikan ciuman singkat di kening istrinya. Rasa hangat menjalar di hatinya, Senja sangat beruntung mendapat cinta yang besar dari suaminya itu. Tangan kekar Zayn bertengger manis di perut buncit Senja, mengusap lembut penuh kasih calon buah hati mereka.


"Urusan kamar baby, nanti aku suruh orang untuk mendekor ulang kamarnya oke. " ungkap Zayn.

__ADS_1


"Iya terserah kamu Mas. "


❣️❣️❣️


"Bos bos. " teriak Rega dengan nafas tersengal, datang mengejutkan Zayn dan Senja. Zayn mengusap perut sang istri, lalu menatap tajam kearah asisten kurang ajarnya itu.


"Dasar asisten kurang ajar, kau mengagetkan kami bodoh. " sembur Zayn.


Regapun langsung duduk, menatap atasannya sambil mengatur nafasnya yang memburu. Dia abaikan tatapan tajam milik Zayn yang mengarah ke dirinya. Zayn merasa kesal dengan kelakuan asistennya itu. "Cepat katakan, kenapa kamu datang sambil berteriak hah. " desak Zayn.


"Huft sabar boss, begitu trik yang kemarin boss kasih tak berhasil sama sekali, malahan gadis yang aku rayu malah sudah bersuami. " gerutu Rega.


Nafas Zayn naik turun mendengar pernyataan sang asisten, ternyata kabar yang dibawa Rega hanyalah kekonyolannya.


"Rega, kau mau kukirim ke afrika hah. " teriak Zayn kesal.


Regapun hanya nyengir ditatap tajam oleh bossnya itu, Senja tertawa terbahak bahak melihat kelakuan asisten dari suaminya itu. "Sudahlah Mas, kamu enggak kasihan sama si Rega yang kena sial ini. "


"Bener tuh kata Nyonya Boss, Tuan!


"Sst Mas udahlah kenapa sih marahin Rega terus, lagian dia enggak pernah dekat dengan perempuan wajar sih. " sahut Senja sambil mengomel.


Zayn mendelik kearah Rega, Rega tertawa melihat atasannya itu di omeli sang istri. Hah memang benar sangat sulit merayu dan memperlihatkan sikap romantis pada wanita. Dia menangis dalam hati, sampai kapan kejombloannya ini akan bertahan wkwk.


Terimakasih Nyonya boss, anda telah menyelamatkan saya dari amukan raja singa hehehehe


Rega bernafas lega, dirinya selamat dari amukan singa jantan. Entahlah kenapa dirinya selalu sial dan tak pernah beruntung dalam urusan cinta, apa sebaiknya dia menyerah dan fokus pada pekerjaannya saja pikirnya.


"Maaf Tuan, Nyonya saya pamit pulang dan maafkan saya yang menganggu kalian. " Regapun bangkit, membungkuk dan berlalu pergi dari sana. Dia ke luar dari mansion milik atasannya itu, Rega langsung tancap gas meninggalkan kediaman Zayn.


💕💕


Selama perjalanan pulang, wajah Rega nampak masam karena mengalami kesialan dua lagi, pertama di tolak dan kedua salah sasaran. "Wanita memang merepotkan dan sangat ribet ck. " umpat nya kesal.

__ADS_1


Halah kamunya aja yang enggak bisa bersikap manis dan romantis pada wanita, dasar Rega jomblo tua wkwk.


Tiba tiba


Ckiit Rega menekan remnya mendadak, kala melihat seseorang berlari tanpa melihat jalan. Diapun segera ke luar dari mobil dengan raut kesal, menghampiri seorang gadis yang tengah jongkok.


"Hei kalau mau lari lari jangan di tengah jalan, mau mati ya kamu. " ketus Rega.


Seorang gadis berdiri, terlihat gadis itu membersihkan seragam sekolahnya. Setelah itu menoleh kearah Rega dengan raut


kesalnya.


"Om saja yang nyetir sambil melamun makanya enggak lihat orang nyebrang. " balas gadis itu dengan raut kesalnya.


"Ck om om kepalamu, kapan aku nikah sama tantemu hah. " sahut Rega.


"Minggu depan kali. " Gadis itu melengos pergi meninggalkan Rega yang melongo di tempatnya. Rega berdecak kesal melihat kelakuan gadis sma itu. "Dasar enggak punya sopan santun. " Dia kembali masuk ke dalam mobil, melesat dengan cepat dengan raut muramnya.


.


45 menit kemudian


Rega sampai di penthousenya, dia turun dari mobil dan berjalan gontai memasuki rumahnya itu. Dia melepaskan jasnya, bergegas menuju ke kamarnya di lantai atas.


Skip Selesai mandi dan berganti pakaian, Rega kini berada di dapur membuat minuman untuk dirinya. Di penthousenya, dia memang tinggal sendiri tanpa mempekerjakan pembantu. Selesai membuatnya, Rega segera membawanya ke ruang tamu. Berulang kali membuang nafas kasar, mengingat hari ini dia sudah mendapatkan kesialan untuk ketiga kalinya.


"Benar benar hari yang sial, " Rega menyesap kopinya dengan pelan, setelah itu menaruhnya di atas meja. Dia menyandarkan tubuhnya di sofa, Rega merasa kesepian di penthousenya dan dia sangat membutuhkan istri untuk menemani dan memberinya kebahagiaan sama seperti Zayn dan Senja.


"Tapi sayangnya mencari pasangan tak semudah membalikkan telapak tangan. " gumamnya pelan.


Rega menahan nafas dalam dalam, lalu menghembuskannya dengan kasar. Dia merasa iri dengan kebahagiaan boss dan nyonya boss nya itu yang sangat romantis dan harmonis di tambah calon anak mereka.


"Sudahlah!

__ADS_1


bersambung


__ADS_2