Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Season 3 Part 4


__ADS_3

Beberapa hari ini Sherry sibuk membuat kejutan untuk ulang tahun pernikahan orang tua angkatnya. Dia tak sendiri untuk menyiapkan nya, Adrian membantu mempersiapkan segalanya. Persiapannya telah selesai, pesta anniversary itu akan di ada 'kan di hotel nanti malam. Adrian melepaskan jasnya, melemparnya ke dalam mobil. Pria itu menggulung lengan sikunya kemudian memeluk sang kekasih.


Sherry menoleh dan mengajak kekasihnya duduk, gadis itu justru berada di atas pangkuan Adrian. Keduanya saling berciuman dengan lembut lalu melepaskanya. "Kamu pasti capek nyiapin kejutan untuk mommy dan daddy? "


"Capek sih tapi ada senengnya. " ungkap Sherry sambil tersenyum lebar. Adrian mengusap pipi sang kekasih dengan lembut kemudian menciumnya sekilas.


Adrian mengulum senyumnya, merengkuh tubuh sang kekasih dengan erat. Dia begitu mencintai wanita dalam pelukannya saat ini, dering ponselnya membuat Adrian melepaskan pelukannya. Sherry memilih turun dari pangkuan sang kekasih.


"Ada apa Drew? " tanya Adrian dengan nada datarnya.


"Sini gabung, kami lagi ngadain party!


"Ada siapa saja emangnya? " tanya Adrian penasaran.


"Vega, Daffa dan beberapa teman yang lainnya. " Adrian menutup sambungannya, pria itu menoleh dan membujuk kekasihnya agar ikut. Sherry mengangguk setuju, mereka masuk ke mobil dan melesat jauh menuju ke mansion milik Andrew, sepupunya.


Tiba di mansion mewah sepupunya, keduanya langsung turun dan masuk ke dalam. Suasana tampak ramai, Vega dan lainnya bersorak menyambut kedatangan Adrian di tengah party mereka. Sherry cukup mengenal dengan para sepupu Adrian, diapun mengenalkan diri pada teman teman Adrian yang lain.


"Sini duduknya di dekat aku saja, jangan d dekat mereka yang sesat. " sindir Adrian pada teman temannya itu. Daffa merotasi bola matanya, melihat sikap posesif yang di tunjukkan Adrian.


"Kami belum telat 'kan. " ucap seorang gadis bersama temannya datang. Wajah Adrian berubah kelam, pria itu menatap tajam kearah Andrew yang hanya meliriknya sekilas.


"Em kayaknya aku gabung sama mereka aja deh. " Sherry masih merasa canggung di depan teman teman Adrian. Adrianpun hanya diam tak berkata apapun, sorot matanya terus tertuju pada kekasihnya. Sherry kini tengah mengobrol bersama dua perempuan yang baru datang tadi.


"Aku Tavisha, dan ini Yollanda. " sapa Visha dengan sikap ramahnya.

__ADS_1


"Sherryanne, panggil saja Sherry. " jawab Sherry singkat. Mereka bertiga membahas para lelaki, Sherry hanya menanggapinya dengan santai apalagi terutama tentang Adrian. Gadis itu mulai gugup saat Visha menanyakan hubungannya dengan Adrian, melihat respon Sherry membuat Visha tertawa pelan.


"Santai aja kali Sher, lagian kenapa kamu mesti gugup sih!


"Emangnya kamu gak marah atau cemburu gitu melihat Adrian bersama gadis lain? " tanya Sherry.


"Tentu saja enggak, yang ada aku illfeel sama dia jika mengingat masa lalu kebodohanku, pernah menjadikan dia taruhan. " ungkap Tavisha teringat kejadian beberapa bulan lalu. Dia juga mengatakan apa yang terjadi setelahnya, Sherry hampir menyemburkan tawanya namun dia tahan.


"Lalu sekarang siapa kekasih kamu Visha? " tanya Sherry penasaran.


"Gak ada. " jawabnya singkat.


"Iyalah gak ada, kaunya galak kayak macan betina Vis. " celetuk Yolanda sambil terkikik. Sherry terkejut mendengarnya, Visha mendengus sebal dan mencubit lengan Yolanda.


"Kalau Yola sih, dia suka. " Yolanda segera membungkam bibir sahabatnya itu agar tak keceplosan. Sherry merasa tertarik ingin mendengar kisah cinta dari Yolanda. Tavisha melepas bekapan tangan Yola pada bibirnya, gadis itu mengumpati sahabatnya itu.


Seringai terbit di sudut bibir Andrew, entah kenapa dia tertarik dengan ratu singa yang galak itu. Adrian mengerutkan kening melihat sikap aneh sepupunya itu. Pria itu memilih tak peduli dan kembali meneguk Wine, fokusnya kini tertuju pada sang kekasih yang tengah tertawa bersama Visha dan Yolla.


"Guys, aku ke toilet bentar ya. " Tavisha bangkit, gadis itu menanyakan toiletnya pada sang pemilik mansion. Dia buru buru pergi dengan tergesa gesa, Andrew bangkit dan langsung menyusulnya. Kepergiannya membuat sahabatnya kerasa heran dan penasaran.


"Untuk apa Andrew mengikuti singa betina itu? " tanya Vega.


"Kamu nanyea, kamu bertanya tanya? " Daffa menirukan sesuatu yang viral di sosial media, Vega yang mendengarnya langsung menimpuknya menggunakan bantal.


"Geli sialan. " amuk Vega kesal, pria berambut silver itu mengumpat kelakuan Daffa barusan. Adrian sendiri tampak santai menyaksikan perdebatan konyol kedua sahabatnya.

__ADS_1


"Sakit bego. " balas Daffa sambil mengusap wajahnya yang terkena bantal. Vega mendengus sebal, kembali meneguk wine tanpa mempedulikan umpatan Daffa padanya. Adrian hanya mampu menatap jengah keduanya, bagaimana bisa dia memiliki teman teman konyol seperti Daffa dan Vega.


Tak lama Visha kembali bersamaan dengan Andrew. Daffa menatap keduanya curiga, dia kerasa keduanya telah berbuat sesuatu di toilet pikirnya. "Drew, apa yang kau lakukan pada Visha hingga membuatnya kesal


begitu? "


"Jangan bilang kau memaksanya untuk bercinta. " cetus Vega asal. Andrew menatapnya tajam, membuat Vega hanya tersenyum tanpa merasa bersalah sama sekali.


"Lalu apa, kau hanya diam membuat kami salah paham sama kamu brengshake!


Andrew tak peduli dengan ocehan Daffa, pria itu justru meneguk winenya dengan santai tanpa ada beban. Daffa mengumpat pelan kelakuan menyebalkan Andrew yang mengabaikan pertanyaannya. Tak mendapat jawaban Daffa memilih diam dan tak bertanya lagi pada Andrew.


Sementara Tavisha mengungkapkan kekesalannya tentang Andrew pada kedua temannya. Sherry tersenyum geli mendengar umpatan umpatam Tavisha. "Lupain aja sih Vis, daripada kamu marah marah kayak gini. " ucap Sherry dengan lembut.


"Entahlah kenapa sejak mengenal geng pria kutub itu aku selalu mendapat kesialan. " omel Tavisha jengkel.


"Tapi mereka ganteng ganteng lho Vis. " ledek Yolanda dengan senyum menyebalkannya. Sherry hanya mampu tertawa melihatnya, diapun mencoba menenangkan Tavisha.


Tavisha POV


Andrew sialan, bagaimana bisa dia mencuri ciuman pertamaku. Ingin sekali aku menamparnya berulang kali agar dia sadar. Hari ini benar benar hari yang sial untukku, ini semua gara gara Andrew. Aku benar benar kesal dan malu akan tingkahnya yang tak merasa bersalah sama sekali setelah menciumku tadi. Oh come on Visha, lupakan ciuman tadi dan anggap saja tak terjadi apapun diantara kamu dan pria brengshake itu.


Tavisha menghela nafas dalam dalam, menghembuskan secara perlahan. dia kini tengah berusaha mengontrol emosinya yang tersulut karena ulah Andrew barusan. Dering ponselnya membuat fokusnya tersita, gadis itu berbicara dengan seseorang sebentar lalu menutupnya.


Ketiga gadis itu memutuskan bergabung bersama para pria, menikmati wine dengan santai dan diiringi dengan musik. Sherry bersandar di tubuh kekasihnya, keduanya tampak mesra di depan teman temannya. Adrian sesekali mencium bibirnya, membuat para jomblo di dekatnya mengumpat kelakuan mereka.

__ADS_1


"Dasar sialan lu Adrian. " maki Daffa dalam hati. Jiwa jomblonya meronta ronta, dia jadi ingin mencari perempuan yang bisa di jadikan kekasih.


__ADS_2