Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Epson 117 ~ EXTRA PART 1 MELISA STORY Chap 1


__ADS_3

Mungkin benar wanita hina sepertiku tak layak mendapatkan kebahagiaan


^^^~ Melisa cleona ~^^^


Hembusan angin menerpa kulit lembutnya, tatapannya terlihat kosong, tak ada lagi kebahagiaan di kedua binar matanya. Ya Melisa terlihat sendirian di taman kota, dirinya kini mulai terbiasa sendiri. Hampa, satu kata yang mampu mengambarkan keadaan Melisa saat ini.


Di usir dari rumah orang tua, kekasih tak bertanggung jawab, perceraian, keguguran dan putus dari Alex karena hubungan mereka ditentang, menjadi hal pahit yang menjadi mimpi buruk baginya setiap malam. Ya setiap malam Melisa selalu bermimpi mengenai masa kelamnya itu hingga membuatnya insomnia.


"Kenapa, kenapa aku harus mengalami semua hal menyakitkan ini. " gumamnya pilu.


Tak ada tangis dan tawa, hanya tatapan kosong dan datar yang kini menghiasi wajah cantiknya. Melisa telah memantapkan hati untuk menutup hatinya untuk para pria, dia tak ingin tersakiti lagi hanya karena rayuan manis. Satu bulan lalu, kedua orang tuanya kecelakaan dan meninggal, Melisa pun ikut memakamkan mereka meski dalam hatinya masih marah pada keduanya.


Melisa juga telah mengganti namanya, melepas nama Yoana Lee menjadi Melisa Cleona harley, Harley merupakan nama keluarga pamannya. Setelah puas menenangkan dirinya, Melisa bangkit dan pergi dari taman. Dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke penthouse miliknya. Melly atau Melisa telah menjual mansion orang tuanya, banyak kenangan menyakitkan di sana yang ingin dia lupakan dan memilih membeli penthouse.



Setelah memarkirkan mobilnya, Melisa segera turun dan menaiki anak tangga, bergegas masuk ke dalam penthousenya. Para pelayan memyambut kepulangan Melisa, kepala pelayan bergegas menemui majikannya itu.


"Air hangatnya sudah siap nona!


" Terimakasih Bi! Melisa langsung pergi menuju ke kamarnya di lantai atas.



Melisa menaruh tas dan jamnya di meja rias, setelah itu pergi ke kamar mandi. Satu jam berlalu, Melisa segera mengganti pakaiannya dengan pakaian santai setelah itu duduk di sofa sambil memegang ponselnya.


Tring


From Trisna


Nona boss, ada undangan pesta dari salah satu pemilik perusahaan model iklan, karena mereka ingin anda menjadi model perusahaan mereka.

__ADS_1


Melisa menghela nafas panjang, dengan cepat membalas pesan sahabatnya itu.


To Trisna


Aku tidak tertarik!


Melisa memalingkan wajahnya kearah luar jendela. Entah apa yang ada di pikirannya saat ini, yang pasti Melisa tak akan pernah mau menghadiri pesta yang menurutnya membosankan.


Tring


From Trisna


Tapi Nona, aku sudah mengiyakan undangan itu, Maafkan aku!


Melisa mendengus pelan, lagi lagi membuang nafas kasar. Dia segera membalas pesan Trisna lagi setelah itu menaruh ponselnya di atas meja. Diapun bangkit dan bergegas ke luar dari kamar, menuruni tangga dan pergi ke ruang tamu. Dia kembali memasang wajah datarnya kalau melihat sepupu jauhnya datang, Vanilla.


"Hai Melly, gimana kabarmu sekarang? " tanyanya basa basi.


"Seperti yang kamu lihat sekarang Van. " jawabnya santai.


"Aku bakal telat datangnya, kamu duluan saja. " Vanilla mencibir, melihat sikap datar dari sepupunya namun Melisa tak peduli. Vanilla bangkit dan pergi begitu saja tanpa pamit pada Melisa, Melisa hanya bisa menggeleng pelan.


Skip


Malam harinya, Melisa bergegas pergi ke pesta perusahaan Liem Grup. Dia melajukan mobilnya kencang menuju ke acara pesta. Sampai di sana, Melisa berpapasan dengan Vanilla yang juga baru turun dari mobilnya, penampilannya cukup seksi namun Melisa tak peduli akan hal itu.


Tanpa menyapa sang sepupu Vanilla langsung ke dalam di susul oleh Melisa. Melisapun mengedarkan pandangannya, ternyata banyak juga ya tamu yang datang pikirnya.


"Malam ini saya akan mengenalkan putera sulung saya bernama Jericho Adamson Liem, calon presdir dari presdir Liem Grup. " ungkap Daddy Tommy.


Suara tepuk tangan dan para kehebohan wanita yang membicarakan ketampanan seorang Adam Liem. Vanilla ternganga melihat paras tampan pria di depannya, tak lama bibirnya menyunggingkan sebuah senyuman.

__ADS_1


"Adam harus jadi milikku. " batin Vanilla dengan licik.


Adam hanya diam, dirinya sangat enggan memperkenalkan dirinya pada para tamu. Pandangannya mengedar sekeliling ruangan, hingga tatapannya tertuju pada sosok Melisa yang berada di belakang. Melisa tak peduli, dia terpaksa datang karena Trisna menerima undangan pesta ini.


Setelah perkenalan Adam, pestapun berlanjut dan mereka langsung menemui para kolega yang hadir. Vanilla bergegas menghampiri pria pujaannya itu dengan cepat. Sementara seorang wanita paruh baya menghampiri Melisa, kemudian menawarkan minuman pada wanita muda itu. "Kalau haus minumlah nak jangan diam saja. " ujarnya.


"Terimakasih nyonya. " Melisa menerima segelas minuman dari tangan wanita paruh baya tersebut. Wanita itu mommy Alea, mommy kandung dari Adam. Mommy Alea memperhatikan penampilan Melisa kemudian tersenyum. "Bukankah kamu pemilik toko kue Melly Cake nak? "


"Iya Nyonya, saya pemiliknya!


" Lain kali boleh Tante datang ke sana dan membeli kue kuemu. "


"Tentu boleh Nyonya. " Nyonya Alea amit dan berlalu pergi dari sana, Melisa menatap kepergiannya dengan raut bingung.


**


Vanilla diam diam mencuri pandang kearah Adam hal itu disadari pria itu namun Adam tak menggubrisnya. Adam hanya fokus pada orang tua dan koleganya, mengabaikan Vanilla di sampingnya. "Ehem nak, apa kamu menyukai puteraku. " ujar Daddy Tommy tersenyum kearah Vanilla.


Vanilla terlihat salah tingkah mendengar ucapan pria paruh baya, diapun hanya menanggapinya dengan senyuman. Daddy Tommy beralih menatap kearah Adam puteranya dengan senyuman jahil. "Tuh ada gadis cantik menyukaimu, mungkin gadis ini calon istri yang tepat untukmu. "


"Aku belum ingin menikah Daddy! Adam langsung melengos pergi setelah berpamitan pada para calon koleganya. Vanilla langsung mengejarnya, dia tak ingin kehilangan pria pujaannya itu. Sementara Melisa memutuskan ke luar, dari atas balkon Adam kini tengah memperhatikannya diam diam.


Melisa masuk ke dalam mobil dan melaju dengan kencang, Adam menatap kepergiannya penuh tanda tanya. Host hosh hosh Vanilla berhasil menyusul Adam, kini dia berdiri di dekatnya dan memandangnya dengan senyuman manis. " Bukankah angin cukup kencang malam ini Tuan Adam, tapi kenapa anda ke mari? "


"Karena aku ingin!


Vanilla mengumpat dalam hatinya mendengar jawaban singkat dari pria di sebelahnya, hal itu membuatnya semakin penasaran dengan sosok Adam ini. Adam menikmati hembusan angin yang menerpa seluruh tubuhnya, sebenarnya dia sangat tak menyukai pesta seperti ini yang terlalu berlebihan.


"Apakah anda sudah memiliki kekasih tuan!


" Tinggalkan aku sendiri! " Vanilla berusaha menahan kekesalannya karena Adam tak menjawab pertanyaannya.

__ADS_1


"Saya masuk dulu Tuan permisi. " Vania berbalik dan kembali ke dalam, meninggalkan Adam sendiri di balkon. Adam memperhatikan langit yang sangat gelap namun terang karena terkena sinar bulan.


bersambung


__ADS_2