Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Epson 141


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, daddy Adam tengah disibukkan membantu Aaron, menyiapkan segala persiapan pernikahan puteranya itu. Pria paruh baya menoleh kesamping, mengangkat alisnya, memperhatikan putera keduanya yang terlihat murung."Aiden ada apa, katakan sama daddy apa kamu punya masalah nak? "


"Di saat seperti ini harusnya ada mommy di antara kita berempat Dad. " gumam Aiden dengan sangat pelan. Daddy Adam tersenyum tipis, apa yang dikatakan Aiden memang benar. Dia menghela nafas panjang, pria paruh baya itu merindukan sosok mendiang istrinya.


"Iya kamu benar son, tapi di atas sana mommy kalian tengah menatap kita dengan senyuman bahagia!


"Sudah nak, oh ya apa kamu sudah menyebar undangan pernikahan kakakmu? " Daddy mengalihkan obrolan mereka agar tidak melow. Aiden mengangguk di hadapan orang tua satu satunya itu.


"Oh ya Dad, keluarga paman Edzard kita undang saja. " serunya dengan nada riang. Daddy Adam melirik Aiden dengan tatapan memicing penuh curiga, sepertinya pria paruh baya itu tahu apa yang diinginkan Aiden. Aiden tersenyum masam, melihat daddynya yang terlihat curiga padanya.


"Ingat Valerie sudah memiliki calon suami, kamu jangan jadi pebinor nak tapi jika bisa kamu rebut, ya rebut saja. " celetuk Daddy Adam dengan asal. Aiden langsung tertawa mendengar penuturan gila dari daddynya itu.


"Thanks Dad buat idenya, aku akan berjuang! Aiden tersenyum sendiri, dia akan memastikan apa yang sudah dia klaim akan menjadi miliknya, apapun yang terjadi. Daddy Adam tersenyum hangat, lalu menepuk pelan pundak putera keduanya.


##


Malam harinya, para tamu telah berdatangan dalam acara ulang tahun Aaron. Aaron dan Zinnia tampil memukau di hadapan para tamu, hingga perhatian tertuju pada keduanya. Daddy Adam mulai mengatakan sepatah dua patah kata mengumumkan acara pertunangan dan rencana pernikahan puteranya itu.


"Ini calon istri Aaron, Aulia gadis yang sangat di cintai Aaron, sebagai orang tua saya sangat merestui hubungan mereka. Acara bisa kita mulai sekarang dan terimakasih atas kehadiran kalian semua di sini. "

__ADS_1


Suara tepuk tangan, meramaikan acara ulang tahun Aaron. Setelah memotong kue, Aaron dan Zinnia saling bertukar cincin, keduanya saling melempar senyuman satu sama lain. Zinnia memeluk tubuh sang kekasih, meluapkan segala kebahagiaan yang tengah dia rasakan.


Dari jauh Freya turut senang sekaligus bahagia, melihat sahabat terbaiknya berbahagia dengan orang di cintainya. Freya dan Kevin memutuskan menghampiri Zinnia dan juga Aaron. Kedua gadis itu saling berpelukan satu sama lain sambil berkata. "Selamat Zi atas pertunangan kamu, beberapa hari lagi acara pernikahan kamu dan Aaron. " ucap Freya dengan tulus.


"Terimakasih Fre, oh ya pria di sampingmu siapa?


"Dia Kevin, teman kita di sekolah yang penampilannya culun dan pendiam. " Freyapun menjelaskan siapa Kevin di hadapan Zinnia dan Aaron. Aaron memeluk pinggang calon istrinya dengan posesif, sikap cemburunya menyeruak ke permukaan.


Zinnia menatap tak percaya kearah sahabatnya, dia melirik Kevin dari atas sampai bawah kemudian terkekeh. "Dulu sangat culun dan sekarang err sangat tampan dan seksi. " puji Zinnia.


"Sayang, kamu di larang memuji pria lain. " geram Aaron dengan nada posesifnya.


Freya dan Kevin tertawa melihat tingkah Aaron, keduanya segera pergi. Zinnia menghela nafas panjang, berbalik lalu melingkarkan tangannya ke leher sang kekasih. Cup gadis itu memberanikan diri mencium kekasihnya di depan umum. "Oh ayolah sayang, jangan cemburu oke! Lagian aku hanya memuji Kevin sesuai faktanya. "


Aaron menerimanya, lalu meneguknya sekali hingga tandas, kemudian menaruh gelas kosongnya di atas meja. Aiden dan Axel datang menghampiri mereka, Aiden memperhatikan wajah kakaknya itu lalu terbahak. "Panas, ada yang panas tapi bukan api, tuh wajah muram amat kak Aaron. " ledek Aiden.


"Diam kau Aiden. " geram Aaron sambil bersungut sungut.


"Aiden, jangan jahil. Kakakmu lagi sensi! Zinnia terkekeh, melihat Aaron yang melototi dirinya namun dia abaikan. Axe tertawa mendengar ucapan Zinnia, pandangannya menyapu ke seluruh ruangan dan kini matanya berkilat, melihat Freya yang tengah bersama Kevin si sudut ruangan. Axel tak lagi fokus pada Aaron dan Zinnia, pria itu berbalik dan melangkah menuju ke tempat Freya.

__ADS_1


"Siapa pria yang bersama gadis polos itu? " batin Axel seakan bertanya tanya. Aaron dan Zinnia kini memperhatikan Axel, kemudian mereka saling melirik satu sama lain. Setelah pesta selesai Aaron dan Zinnia langsung pergi ke kamar masing masing. Sedangkan Axel menyusul Freya yang ke luar duluan bersama dengan Kevin.


"Freya. " panggil Axel.


Freyapun berhenti, menoleh ke belakang dan melihat Axel dengan tatapan datarnya. Axel terengah engah, setelah tenang pria itu menata Freya dan Kevin secara bergantian. "Siapa pria ini Fre, sepertinya kalian sangat akrab. "


Kevin tersenyum, lalu mengulurkan tangan kearah Axel. "Aku Kevin Salvatore Haidar, kekasih Freya. " ujar Kevin. Freya tercengang mendengar pengakuan Kevin, Axel menatap tak percaya atas apa yang dia dengar barusan.


"Apa itu benar Freya? "


Freya menghela nafas lalu mengangguk, dia membenarkan ucapan Kevin. Axel benar benar tak menyangka, gadis yang dia kira polos ternyata tak seperti dia pikirkan. "Maaf kalau begitu, aku telah menganggu waktu kalian. " Axel langsung pergi, pria itu melajukan mobilnya kencang. Freya menatap sendu kepergian Axel, pria yang dia kagumi sejak di bangku sekolah.


Kevin mengusap kepala Freya, Freya menoleh dan tersenyum padanya. "Aku enggak papa kok Vin, kita pulang. " Kevin mengangguk, keduanya masuk ke dalam mobil dan mobil itu melesat jauh. Sementara itu Axel melajukan mobilnya dengan perasaan campur aduk, ada rasa kesal sekaligus marah dalam dirinya namun dengan cepat menepisnya.


"Untuk apa aku memikirkan gadis itu, lagian gadis itu sudah memiliki kekasih!


Axel langsung mengumpat kala bayangan Freya bersama Kevin, berputar di kepalanya. Ini bukan dirinya yang biasanya, Axel tak akan peduli pada gadis gadis yang mengejarnya namun tidak dengan Freya. Entah kenapa ada sesuatu yang membuatnya sedikit tertarik pada gadis itu namun dirinya tidak tahu apa yang di maksud.


Beberapa menit berlalu, mobilnya masuk ke dalam pelataran penthousenya. Axel segera turun dan bergegas masuk ke dalam, pria itu berjalan cepat, memgabaikan pemampilannya yang acak acakan. Cklek Axel membuka pintunya, lalu menguncinya dari dalam. Axel mengguyur tubuhnya di bawah shower dalam kamar mandi. Dia meninju tembok di depannya sambil mengumpat.

__ADS_1


"Kenapa aku harus marah, bukankah aku tak peduli padanya. Gadis polos itu bukan tipemu Xel, come on jangan pikirkan dia karena di luar sana banyak gadis gadis yang sangat seksi. " gumamnya sambil meyakinkan dirinya sendiri.


bersambung


__ADS_2