
**Ehem othor akan revisi eps 33 dan 34 supaya bisa diajukan kontrak, supaya bisa lolos review syaratnya enggak boleh vulgar..
maafin othor ya sayang thank yu gaes🤗🤗**
****Othor cayang kalian semua, jangan lupa kasih jajan othor ya yaitu VOTE DAN GIFT laph you sekebon *buat reader othor.
Jangan lupa masukin novel ini kedalam favorit okeyyy
.
❣️❣️
Hari berikutnya
Pagi itu kedua wanita paruh baya tengah sibuk di dapur, menyiapkan segala makanan untuk piknik ke kebun binatang sesuai keinginan Senja. Sementara Zayn memilih tidak ke kantor, demi mewujudkan ngidam istrinya itu. Semua urusan kantor dia serahkan pada Rega, asistennya. Kini Senja masih berada di dalam kamar, mencari pakaian yang sesuai dan tidak ribet.
Seperti biasa selesai berpakaian, Senja kini tengah mengepang rambutnya ke belakang. Setelah selesai dia menyambar tasnya lalu ke luar dari kamar dan menuruni anak tangga.
Dia bergegas menghampiri suaminya, tak lama mommy dan Ibu menyusulnya sambil membawa dua tas piknik. "Kita berangkat sekarang saja Zayn. " ucapnya pada sang Putera.
"Ya Mom. " Zayn merangkul istrinya, melenggang ke luar di susul para orang tua. Kedua mobil itu berjalan beriringan menuju ke kebun binatang.
Perjalanan ke kebun binatang membutuhkan waktu selama satu jam hingga akhirnya mereka sampai. Semua orang segera turun dari mobil, para pria membawa tas keranjang piknik, sisanya membeli tiket masuk.
Senja memperhatikan mommy dan ibu yang tngah menggelar tikar di dekat danau. "Mom, Dad aku dan Mas zayn pergi jalan jalan ya mau lihat binatang. "
"Iya sayang bersenang senanglah!
Senja merangkul lengan sang suami dan berjalan meninggalkan tempat piknik. Keduanya kini mengelilingi kebun binatang, ada gajah, burung merak, dan lainnya. Senja menarik tangan suaminya menuju ke kandang Monyet. " Nah sekarang mas pakai topengnya dan berdiri di sebelah monyet. " pinta Senja.
Zayn pun memakai topengnya, berdiri di sebelah monyet yang berada dalam sangkarnya. Senja segera mengeluarkan ponselnya, langsung memotret suaminya beberapa kali serta dengan pose berbeda beda.
"Mas Zayn lucu juga ya haha. " gumamnya pelan.
Setelah selesai Zayn melepaskan topengnya itu, mendekat kearah sang istri yang tengah menatap foto jepretannya. "Sudah puas foto aku dengan kembaranku hem. " sindir Zayn dengan raut wajah kesalnya.
__ADS_1
Senja pun langsung nyengir, memamerkan deretan giginya yang rapi kearah sang suami. Zayn merasa gemas dan langsung menciumi nya bertubi tubi, Senja terkekeh dan menyimpan ponselnya dalam tas.
"Sudah mas nyiumnya, kita di tempat umum lho. Mas enggak kasihan apa saudara mas itu masih jomblo lho. " tunjuknya kearah monyet yang bergelantungan. Zayn tertawa gemas dengan ucapan sang istri, dia membawa pergi istrinya dari sana.
Setelah beberapa menit mereka berkeliling, Zayn kini pergi membeli minuman untuk dirinya dan juga Senja. Sedangkan Senja menunggu sambil menonton pertunjukkan orang menaiki gajah.
"Senja. "
Senja pun menoleh, dia tersenyum lebar melihat kehadiran Leon. "Leon astaga apa kabar. " diapun berhambur ke pelukan Leon dan Leon membalasnya. Dari kejauhan Zayn mengeraskan rahangnya, melihat istrinya berpelukan dengan Leon. Diapun bergerak cepat menghampiri mereka berdua yang tengah asyik ngobrol.
Ehem
Senjapun menoleh, tersenyum melihat suaminya telah kembali. Zayn segera menyerahkan minuman pada Senja setelah itu merangkulnnya posesif. Setelah meneguk minumannya, Senja kembali menatap Leon sambil berkata. "Oh ya Leon, kamu ke sini sama siapa? "
"Aku datang bersama temanku Nja. " jawab Leon dengan ramah.
"Lalu temanmu itu ke mana Le. " Zayn merenggut tak suka, melihat istrinya terus mencerca Leon dengan pertanyaan pertanyaan.
"Dia pulang duluan, ada hal mendadak katanya!
Leon mengangguk kecil, menatap kepergian Senja dan Zayn. Setelah Leon tak terlihat, Zayn melepaskan rangkulannya, lalu duduk di sebuah kursi di susul Senja. Senja menoleh ke samping, melihat sikap suaminya yang berbeda setelah bertemu Leon.
jangan jangan Mas Zayn cemburu!
"Itu minuman mumpung masih dingin mending di minum mas, siapa tahu bisa mendinginkan hati yang tengah terbakar tapi bukan karena api. " ucap Senja sambi menahan senyumnya, tersenyum geli atas ucapannya sendiri.
Zayn tak bergeming, namun dia meneguk minumannya hingga tandas. Senja menggeleng melihat tingkah suaminya yang sangat lucu saat cemburu. Dia menghela nafas pelan, melihat bayi besarnya merajuk membuatnya gemas dan ingin menyeretnya ke ranjang eh wkwk.
"Lihat deh Mas, gajahnya sedang mandi. Mas Zayn enggak ikut mandi juga, siapa tahu hati mas yang tengah terbakar bisa padam. " sambungnya dengan menyelipkan makna dibalik ucapannya.
Zayn membalikkan badannya, menatap lekat wanitanya yang kini tengah tersenyum kearahnya. Senja menaruh tangan suaminya di atas perutnya yang rata, setelah itu memandangnya dengan lekat dan penuh cinta.
"Aku tahu mas cemburu. Harusnya mas enggak perlu cemburu, lagian yang memiliki aku seutuhnya kamu dan sekarang aku hamil calon anak kita mas. "
"Antara aku dan Leon gak ada apa apa kok. Lagian mana mau pria bujang kayak Leon dengan calon ibu ibu kayak aku. " guraunya.
__ADS_1
Cup Zayn mencium kening istrinya sekilas, beralih mengelus perut rata Senja. "Maafin daddy ya nak, daddy terlalu cemburu sama mommy kamu. "
"Dimaafkan Daddy, kita kembali ke tempat Mommy dan Daddy. "
Zayn mengangguk, tanpa ragu dia langsung menggendong sang istri bridal style. Senja memekik, mengalungkan tangannya dan mengabaikan tatapan para pengunjung lainnya.
"Mas Zayn, malu tahu turunin saja aku!
" Enggak sayang, kamu sudah berjalan terlalu lama nanti takutnya kamu kelelahan dan bisa membuat kamu stres dan berakibat pada janin kamu. " tegas Zayn dengan nada tak terbantah.
Senja mengangguk, dia membenarkan apa yang dikatakan suaminya barusan. Dia harus mengalah, tidak ingin terjadi sesuatu pada calon anaknya itu.
Di tepi danau
Zayn menurunkan istrinya, lalu merekapun duduk bersebelahan di tikar. Zayn langsung mengambilkan salad buah untuk Senja, lalu menyuapinya di hadapan Leon. Senja hanya tersenyum kecil melihat tingkah suaminya yang sangat lucu kalau sudah cemburunya kumat.
"Sudah Mas aku sudah kenyang!
Zayn menanggapinya dengan senyuman, dia mengunyah sisa salad yang ada. Sesekali dia melirik kearah Leon yang sejak tadi sibuk makan tanpa peduli dengan Zayn dan Senja.
" Mas kenapa liatin Leon segitunya, jangan jangan mas suka ya sama dia. " bisik Senja dengan asal asalan.
Zayn menoleh dan melototi istrinya, Senja tertawa melihat reaksi istrinya. orang tua mereka masing masing tentu saja tersenyum melihat kemesraan keduanya.
"Sembarangan saja, kamu pikir mas gay apa ya. Kalau mas gay, mana mungkin mas bisa membuat kecebong di sini. " serunya sambil menyentuh perut Senja.
"Iya iya Mas, Senja cuma bercanda doang. " balasnya sambil tertawa.
"Dasar istri nakal. " Senja terkikik mendengarnya, dia kembali bergantian menyuapi sang suami dan sesekali menjahili Zayn, hal itu membuat Zayn kesal dan mengundang tawa keluarga mereka termasuk Leon.
"Makanya jangan cemburuan terus Mas! "
"Iya iya tapi enggak janji ya. " ledeknya pada sang istri. Senja hanya mencebik, dia tak menyangka suaminya itu bisa jahil juga padahal dulu saat mereka baru saling mengenal, sikap suaminya itu sangat dingin, acuh dan cuek.
Setidaknya sikapmu saat ini lebih baik mas, hangat, ramah, penyayang dan lembut terhadapku daripada dulu saat kita baru mengenal.
__ADS_1
bersambung.