Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Season 3 part 25


__ADS_3

Binar menghela nafas panjang, mengusap perutnya yang mulai menonjol. Dia sangat merindukan suaminya, Bara saat ini dalam perjalanan pulang setelah beberapa hari berada di negara Y untuk beberapa urusan.


"Mommy. " Adrian datang menghampirinya, bocah itu menunjukkan sesuatu yang dia gambar.


"Bagus sekali sayang, ayo lanjutkan gambarnya biar mommy temani! Binar tersenyum manis pada putera kecilnya itu, setidaknya kehadiran Adrian membuat rasa rindunya pada Bara sedikit berkurang.


"Binar. "


Binar menoleh, bangkit dan memeluk tubuh Delima sahabatnya. Dua bumil itu saling berbagi cerita, Delima dan Galen sengaja datang untuk menghiburnya dan mengajaknya pergi ke mall.


"Ayo berangkat sekarang aja yuk. " ujar Delima dengan antusias. Galenpun menggendong Adrian, keponakannya dan mereka pergi bersama sama.


"Kita memangnya mau beli apaan, beli perlengkapan gak mungkin, kehamilan kita masih dini. " gumam Binar.


"Beli pakaian aja buat selama kehamilan. buat ngilangin stress deh. " jawab Delima sambil merangkul bahu Binar. Binar mengangguk setuju, keduanya sibuk memilih pakaian sedangkan Galen menemani keponakannya.


"Eh Bi, bukankah itu gadis yang merecoki rumah tanggamu dengan Bara. " ujar Delima sambil menunjuk ke arah Rifaya. Binar menatapnya sekilas dan tak berkomentar apa apa melihat Rifaya.


"Sama siapa dia, setelah tal berhasil menggoda Bara, dia mencari pria lain. " celetuk Delima asal.


"Hus kamu bicara apa sih Del, gak boleh gitu lho Delima kamu juga lagi hamil. " tegur Binar dengan tegas. Delima hanya mencibirnya, Binar mengabaikan hal itu dan lanjut memilih pakaian. Selesai belanja, Delima justru menghampiri Rifaya, Binar berdecak pelan dan segera mengejarnya.


"Tanpa sengaja bertemu di sini, setelah usahamu gagal merebut Bara, siapa pria yang kamu goda lagi nona Rifaya. " ujar Delima dengan sinis.


Rifaya tampak menundukkan kepalanya, Binar yang melihatmu segera menegur Delima namun di abaikan Delima.."Tunggu Bi, aku belum puas membalaskan rasa sakit hatimu padanya!


"Udahlah Del, lebih baik kita pulang


sekarang. " ujar Binar dengan tenang.


"Kenapa kamu baik banget sih Binar, dia lho pelakor yang hendak merusak rumah tangga kamu. Kalau aku jadi kamu sudah aku tampar dan cakar dia hingga habis. " ujarnya menggebu gebu. Binar menghela nafas kasar, dia segera memanggil Galen agar menangani Delima. Binar menggendong puteranya lalu di bawa pergi, kesal dengan tingkah Delima yang keras kepala.

__ADS_1


"Mommy turunkan aku. " rengek Adrian.


"Baiklah sayang! "


"Aku sudah besar mommy, jangan gendong Adri lagi nanti calon adik bayi kenapa kenapa." ujar Adrian. Binar mengacak rambut puteranya, mengajaknya masuk ke dalam mobil.


"Hentikan sayang, kamu jangan marah marah terus, kau tengah hamil sekarang. " bentak Galen yang kehilangan kesabarannya menghadapi tingkah istrinya. Delimapun mendadak diam, menatap kesal suaminya lalu masuk ke mobil.


Setelah kepergian Binar dan Delima, Rifaya memilih pergi tanpa berkata apapun pada Karan. Dia menyesali perbuatannya kemarin, sepertinya Binar gak akan memaafkan kesalahan fatal dirinya.


"Rifa tunggu. " Karan mengejarnya namun Rifa nampak tak mempedulikannya. Binar meminta pengasuh untuk membantu Adrian mandi, diapun naik ke lantai atas menuju ke kamarnya.


Binar menghela nafas panjang, mengambil ponsel lalu menghubungi suaminya. Setelah sepuluh menit gadis itu tampak khawatir, suaminya tak menjawab panggilan darinya. Tak mendapat balasan membuat Binar kecewa, di usapnya perutnya yang menonjol.


"Mas Bara ke mana sih. " gumamnya pelan. Merasa kepalanya sedikit pusing dan tubuhnya terasa lelah, diapun memilih berendam sejenak. Setelah rileks, Binarpun memutuskan berbaring di ranjangnya.


Tok


"Sayang, buka pintunya ini mami. " ucap Mami dari balik pintu. Binar bangun, bangkit dan membuka pintu kamarnya. Melihat raut panik sang mertua membuat Binar semakin penasaran.


"Ada apa Mami, kenapa Mami begitu panik? " tanya Binar pelan.


"Bara kecelakaan pesawat nak. " ucap Mami dengan hati hati.


Deg Binar terbelalak, terkejut dengan pernyataan sang mertua. "Gak mungkin mom, mas Bara bukankah masih di negara


Y? "


"Bara kecelakaan saat perjalanan sayang. " Mami menjelaskan detailnya pada Binar. Tubuh Binar terasa lemas mendengarnya, jatuh tak sadarkan diri dalam pelukan sang mertua.


"Papi, papi tolong. " teriaknya. Papi datang, membantu mami membopong Binar ke ranjang dengan hati hati.

__ADS_1


"Bagaimana ini Pi. " Mommy menangis histeris melihat menantunya tak sadarkan diri. Papi memeluknya dengan erat,pasangan itu saling menguatkan satu sama lain.


Binar sadar, kembali histeris mendengar kabar tentang suaminya. Mommy dan Daddy berusaha menenangkan nya, mami telah menghubungi kedua besannya agar segera datang. "Mom, Dad aku gak mau kehilangan suamiku Mom hiks. " pekiknya dengan keras.


"Sayang tenang nak, ingat kamu sedang hamil. " bujuk Mommy dengan sabar. Hati nya pun sangat hancur mendengar kabar mengenai Bara, puteranya.


Hiks hiks Binar menangis dalam dekapan Mommy, hatinya hancur berkeping mendengar kabar tentang Bara. "Mas Bara jangan tinggalin aku dan Adrian


hiks. " racaunya.


mami dan papi datang, mereka sama sama menangkan Binar. Papi Keenan


segera menyuruh anak buahnya untuk mencari Bara, menantunya. Dirinya yakin jika Bara masih hidup seperti harapan Binar.


Mami Meira menangis melihat keadaan puterinya, dia tak ingin puterinya itu mengalami hal yang sama seperti dirinya dulu. Mommy memeluknya erat, keduanya sama sama saling menguatkan satu sama lainnya. Keduanya ke luar dari kamar Binar, membiarkan dia beristirahat setelah lelah menangis.


"Mas Bara hiks, kembalilah mas. Aku gak mau kehilangan kamu, aku, Adrian dan calon baby kita membutuhkan kamu! Binar terus mengusap perutnya, melampiaskan rasa sedihnya sambil mengajak calon bayinya berbicara.


"Sayang mommy harap daddy kamu segera kembali pada kita. " gumamnya. Hati istri mana yang tak hancur mendengar kabar buruk mengenai suaminya, dia berharap keajaiban akan ada dan suaminya selamat dan kembali padanya.


Binar POV


Kembalilah mas Bara, aku yakin kamu masih hidup saat ini. Aku, Adrian dan calon baby masih membutuhkan kamu mas. Aku tak bisa hidup tanpamu, apa jadinya jika kau pergi dari hidupku mas..Adrian pasti akan selalu mencarimu mas begitu juga bayi dalam kandunganku, dia ingin selalu dekat sama Daddynya.


Binar terus menangis sambil melihat cincin dalam jari manisnya. Dia sangat merindukan Bara, tak ingin kehilangan suaminya, cintanya sekaligus hidupnya itu. Binar bangkit, menatap sendu foto pernikahan mereka, mereka saat bahagia saat itu. Dia teringat bagaimana sabarnya Bara menghadapi dirinya, Binar begitu merasakan cinta yang besar dari sang suami.


"Kau jahat jika pergi ninggalin aku dengan seperti ini mas, kamu jahat!


Binar menangis pilu, mengenang kenangan indah dan manis saat bersama Bara. Mereka telah banyak melalui ujian, kali ini dia harus melewati ujian yang lebih besar. Tubuhnya tampak lemas, Binar kembali duduk di ranjang sambil menyentuh pakaian suaminya kemudian di ciumnya berulang ulang.


tbc

__ADS_1


__ADS_2