
Author selingin ya ceritanya, biar kalian enggak bosen
Like, vote dan komen thanks u
Di bandara, Aiden tengah menunggu
kepulangan Meira dan Alana. Gadis cilik langsung berlari kearahnya, memeluk sang papi. "Ayo aku antar kalian pulang? "
"Eh Darren bagaimana? "
Aiden mendesis pelan, manik kelamnya melirik sinis kearah Darren. "Dia bisa pesan taksi Mei, kau jangan khawatir. " ketusnya setelah menaruh puteri kecilnya di kursi belakang. Pria itu membiarkan gadisnya masuk setelah itu tancap gas, mengabaikan Darren yang mengumpati kepergiannya.
"Apa tidak apa, kita tinggalin Darren sendiri? " gumam Meira pelan.
"Ck dia bukan bayi Amor. " sahut Aiden dengan sewot. Meira menaikkan sebelah alisnya, memandang heran kearah Aiden. Aidenpun berdecih, lalu kembali fokus menyetir. Selama perjalanan, keduanya hanya diam larut dalam pikiran masing masing. Meira merasa aneh dengan sikap Aiden yang begitu ketus dan dingin pada Darren.
"Kenapa dia, sensi banget sih. " batin Meira bingung dengan sikap Aiden yang tak biasanya. Tak lama mereka akhirnya sampai di kediaman papa Alan, Aiden turun dari mobilnya lalu menggendomg Alana lalu di bawanya bocah itu ke dalam.
Aiden kembali masuk ke mobil, tancap gas meninggalkan kediaman keluarga Rahadian. Meira menghela nafas panjang, melirik kearah Aiden yang fokus menyetir. "Kita mau ke mana Bee? "
"Nanti kau juga akan tahu!
"Ck sok misterius. " cibir gadis itu sambil melipat tangannya di dada.
Sekitar beberapa menit, mobil Aiden berhenti tepat di pantai. Keduanya turun dari mobil, Aiden menarik tangan Meira membaea gadis itu ke tepi pantai. Aiden melepaskan genggaman tangannya, beralih memegang bahu Meira dan menatapnya dengan serius.
"Dengar Amor, aku enggak suka melihatmu perhatian pada si duda kampret itu. " ucapnya terang terangan.
"Kenapa, apa kamu cemburu? " ujarnya asal.
"Iya Mei, aku cemburu. Kamu milikku, tak akan kubiarkan pria lain memilikimu. " Meira merasakan kecewa, apa yang dia harapkan ternyata hanya angan angannya saja.
__ADS_1
Aiden kini berada di belakang Meira, pria itu mengecup bahu terbuka gadisnya. "Kenapa kamu memakai pakaian seksi di depan Darren hah. " protes Aiden.
"Dasar gadis nakal. " Aiden mengecup telinga Meira, lalu turun ke lehernya. Tubuh gadis itu meremang, merasakan geli akibat ulah nakal prianya.
"I Love You Meira. " bisiknya. Meira berbalik, menatap tak percaya kearah Aiden.
"Me too Aiden, aku dan Darren tidak ada hubungan apapun Bee, kamu jangan salah paham lagi. " sambung Meira menjelaskan hal yang memicu kesalahpahaman diantara mereka. Aiden sangat lega sekarang, pria itu langsung memeluk kekasihnya dengan erat.
Cup
Meira meremas rambut Aiden, membalas ciuman kekasihnya dengan tak kalah liarnya. Pria itu menyudahinya, mengusap bibir sang kekasih dengan lembut. Tangannya terangkat, diusapnya rahang sang kekasih kemudian turun di dada bidang Aiden yang terbalut kemeja.
"Kamu janji ya, apapun yang terjadi harus terbuka sama aku ya Bee. Tidak ada rahasia di antara kita berdua. "
"Baiklah asalkan kamu mau menikah denganku, bonusnya kamu bisa merasakan keperkasaan adik kecilku sayang. " celetuknya sambil meringis, merasakan cubitan maut dari Meira. Meira merotasi bola matanya, di balas kekehan oleh sang kekasih.
"Yank, kamu tahu enggak bedanya kamu sama laut? "
"Apa? "
"Kalau air laut rasanya asin, kalau kamu rasanya manis kayak gula. " sahut Aiden. Meira pura pura mual mendengar rayuan sang kekasih, gadis itu mencubit pelan pipi Aiden dengan gemas.
"Sudah pinter ngerayu ya, kamu contek ya Bee dari google? " Meira nampak tersenyum meledek kearah kekasihnya itu.Aiden langsung nyengir, Meira tersenyum geli melihat tingkah sang kekasih.
Cup
Lidah mereka saling membelit satu sama lain, Aiden semakin memperdalam ciumannya hingga Meira menepuk dadanya. Setelah terlepas, pria itu tersenyum lebar pada sang kekasih hati. Mereka berdua saling menggoda satu sama lain, Meira begitu bahagia berada di sisi Aiden begitu sebaliknya.
## Di negara X Aletta, adik bungsu triplet A tengah melamun di ruang tamu, hidupnya telah berubah sekarang semenjak kejadian itu di negara asing. Kini wanita itu telah menikah dengan seorang pria yang merupakan ceo ternama di negara x, Morgan Claire Rogue. Dia juga telah di karuniai seorang putera tampan, bernama Zane Arterio Rogue.
"Aku kangen kakak dan daddy. " gumam Aletta lirih.
__ADS_1
"Sayang. " Aletta menoleh, dia tersenyum melihat kepulangan suaminya. Wanita itu langsung bangkit, berhambur kepelukan lelaki itu. Morgan membalas pelukan istrinya, di kecupnya puncak kepala wanitanya kemudian di giringnya kembali duduk di sofa.
"Ada apa hemm? " Morgan menyelipkan anak rambut istrinya ke belakang telinga, lalu ditatapnya lekat wanita itu.
"Aku kangen keluargaku, hubby!
"Minggu depan, kita akan kembali ke indonesia kamu setuju? " Aletta mengangguk, senyumanya merekah mendengar keputusan sang suami. Pria itu tersenyum, tangannya mengusap perut buncit sang istri. Ya Aletta kembali hamil, padahal putera mereka masih berusia 3 tahun.
"Mimi, mimi. " panggil si kecil Zane yang berlari kearah orang tuanya. Morgan mengangkat tubuh kecil puteranya ke atas pangkuannya. Bibir Letta melengkung, tersenyum mendapati tingkah laku buah hatinya yang lucu.
"Iya sayang, kenapa panggil mimi hemm? " tanya Aletta dengan lembut.
"Adik bayi, kapan lahilnya Mi! wajah polos Zane, membuat Aletta tersenyum tipis. Ada rasa bersalah dalam dirinya, dulu dia sempat tak menginginkan Zane hadir dalam rahimnya.
"Beberapa bulan lagi sayang, Zane sabar ya dan jangan nakal. " Zane mengangguk patuh, Morgan tersenyum tipis menyaksikan interaksi ibu dan anak tersebut. Di usianya yang sekarang, Aletta berusaha menekan egonya dan bersikap lebih dewasa demi Zane, calon anak keduanya serta sang suami.
Pengasuh Zane datang, menemui si kecil dan mengajaknya bermain. Morgan kembali melihat sang istri dengan sedikit senyuman. "Sekali lagi maafkan aku sayang, aku menghancurkan impian kamu karena kejadian itu. " sesal Morgan.
"Sst Aku sudah menerimanya By, Kita memiliki putera yang tampan dan sebentar lagi baby kedua lahir. Kita harus bersyukur atas apa yang kita dapat sayang!
"Tapi sikapku dulu padamu.. " Aletta meletakkan jarinya di depan bibir suaminya, mengisyaratkan Morgan agar diam. Morgan meraih tangan istrinya, berulang kali menciumnya dengan lembut. Aletta begitu bahagia diperlakukan bagai ratu oleh suaminya sendiri.
"I Love You Wife!
"Me too Hubby. " Aletta menautkan bibirnya, Morgan membalas kecupan sang istri kemudian melepasnya. Perjalanan rumah tangga keduanya tak mudah, begitu complicated. Banyak pertentangan baik dari keluarga Morgan maupun Aletta.
Awal pernikahan, Morgan bersedia bertanggung jawab hanya demi bayi dalam kandungan Aletta. Namun lambat laun keduanya semakin dekat, saling membutuhkan satu sama lain hingga cinta itu hadir, meski harus melalui jalan terjal yang begitu berat.
"Aku harap ketiga kakakmu, mau memaafkan aku sayang!
"Iya Hubby. " Aletta juga berharap yang sama, triplet A mau memaafkan kesalahan Morgan di masa lalu. Tidak ada hal lain yang dia inginkan, hanya ingin keluarga kecilnya bahagia begitu juga keluarga besarnya.
tbc
__ADS_1