
Adam dan Melisa telah kembali menikah di gereja dengan acara sederhana, mengingat acaranya sangat mendadak. Melisa berdecak kesal melihat wajah tenang suaminya saat ini. Saat ini keduanya berada dalam kamar setelah menjelaskan semuanya pada ketiga anak mereka.
"Pokoknya kamu enggak boleh melepaskan cincin pernikahan kita lagi sayang " ujar Adam dengan tegas.
"Iya Mas, lagian kita sudah memiliki tiga anak, seharusnya kita bisa menekan ego masing masing. "
Melisa dengan sengaja melepaskan lingerinya di hadapan sang suami, setelah itu berbaring di atas kasur dengan pose seksinya. Jakun Adam naik turun melihat tingkah menggoda wanitanya. Melepaskan pakaianya dengan buru buru dan kini tanpa sehelai, Adam naik ke ranjang dan mengajak istrinya kembali memadu kasih.
Menjelang malam keduanya baru selesai memberi kehangatan satu sama lain. Melisa tersenyum tipis sekaligus geli berusaha menyingkirkan tangan nakal sang suami. Dia memagut bibir suaminya dengan lembut dan sedikit liar kemudian melepaskannya.
"Aku harap setelah ini kamu hamil lagi
sayang. " Adampun menatap penuh cinta wanitanya dengan tatapan lembut.
"Kita mandi yuk mas setelah itu turun untuk makan malam. " ajak Melisa.
Keduanya turun dan bergegas pergi kekamar mandi. Sementara di meja makan, triplet A tengah menunggu kedua orang tuanya.
"Lama banget mommy dan daddy, enggak tahu apa ya aku lapar. " gerutu Axel
Tak lama kedua orang tua mereka turun dan bergabung bersama triplet A. Aaron hanya diam dan tak berkata apapun atas keterlambatan orang tuanya. Melisa menatap ketiga puteranya dengan senyuman di bibir. "Kalian sudah lama nunggunya sayang? "
"Lama banget mommy hingga cacing cacing di perutku seketika berdemo, minta makan. " ujar Axel dengan lebay.
Adam dan Melisa seketika tertawa mendengar celetukan putera bungsu mereka itu. Aiden mendengus geli mendengar ucapan adiknya, dia langsung mencibir kearah Axel. Axel hanya tersenyum miring sekaligus mengejek kakaknya itu. Melisa hanya menggeleng melihat kelakuan putera puteranya itu.
"Sudah sudah, sebaiknya kita makan sekarang!
Mereka semua makan malam brsama di warnai canda tawa. Selepas makan malam mereka langsung pergi ke kamar masing untuk beristirahat.
##
__ADS_1
Pagi ini Triplet A berpamitan pada orang tua mereka menuju ke sekolah. Ketiganya berada di sekolah yang sama, sekolah elite paling terkenal. Setelah kepergian ketiga puteranya, Melisa membereskan meja makan di bantu para pelayan. "Sayang, pakaikan dasi aku
dong? " ujar Adam.
Melisa menghampiri suaminya, dia meraih dasi kemudian membentuk simpul di leher suaminya. Setelah selesai Dia usap dada suamimya yang terbalut pakaian kerja dengan lembut. "Suami aku sangat tampan dan gagah sekarang, saat kita pisah Dad memangnya enggak ada wanita yang tertarik sama Daddy!
"Enggak sayang, aku melarang para wanita mendekati apalagi menyentuhku karena raga dan jiwaku hanya milikmu kamu!
"Gombal!
"Beneran sayang, hidup tanpamu bagaikan raga tanpa nyawa, aku mohon jangan pergi lagi dari sisiku sayang. Jika aku salah tolong tegur aku karena selama ini belum meniadi suamimu yang baik. "
Melisa langsung memeluk tubuh besar suaminya dengan erat, dia merasa bersalah dan sangat egois kemarin, meninggalkan Adam sendiri beberapa tahun. Adam mengecupi puncak kepala istrinya berulang ulang. Melisa melepaskan pelukan suaminya dan tersenyum manis. "Ayo Daddy berangkat sekarang, daddy harus semangat kerjanya demi aku dan triplet A. "
"Aku akan semangat, ya sudah mommy jaga diri baik baik daddy berangkat!
Melisa mengangguk, Adam mengecup bibirnya singkat setelah itu pergi meninggalkannya.
Sementara di sekolah Triplet A di kerumuni pra siswi. Aiden merasa kesal dan risih dengan sikap para siswi disekolahnya. Marco datang menghampiri triplet A dengan wajah sinisnya.
"Buat apa kagum pada anak yang orang tuanya bercerai, daddy kamu menceraikan mommymu karena mommymu murahan mungkin. " celetuk Marco.
Bug
Axel melayangkan pukulannya ke wajah Marco rahangnya mengeras dan hatinya panas saat Karco menghina orang tuanya terutama Mommy. "Jaga bicaramu sialan. " maki Axel emosi.
"Ax tenanglah dulu. " ucap Aaron.
"Bagaimana bisa tenang kak, si jelek itu menghina mommy kita. " ujar Axel dengan emosi meledak ledak.
Arshaka yang kebetulan lewat langsung bergabung bersama triplet A. Aaron langsung menjelaskan segalanya, Shaka memasang wajah datar dan memukul wajah Marco. "Dasar perusuh, jangan pernah menghina orang tua Axel lagi, atau kamu akan menyesal
Marco. "geram Arshaka.
__ADS_1
Aaron hanya bisa menghela nafas panjang, ternyata kehadiran temannya itu malah menambah rusuh. Marco memegangi wajahnya yang sakit, menatap tajam kearah Arshaka. "Ini bukan urusanmu jadi jangan ikut campur. "
"Aku ikut campur, triplet A sudah aku anggap adikku sendiri. " bentak Arshaka dengan emosi.
Aaron segera menyeret Arshaka sedangkan Aiden membawa pergi Axel dari sana. Kerumunan langsung bubar seketika setelah kepergian ke empat laki laki muda itu.
Kini mereka berada di luar kelas, Axel menenangkan dirinya yang tersulut emosinya. Aaron memperhatikan adiknya dengan tatapan datarnya. "Lain kali tenanglah jangan terpancing dengan apa yang dikatakan Marco, Ax!
"Maaf kak Aaron, tapi aku tak akan tinggal diam saat orang lain menghina mommy. " tegas Axel berjalan masuk ke kelasnya. Aaron dan Aiden hanya bisa saling melirik satu sama lain. Arshaka menepuk pundak keduanya dengan pelan.
"Aku setuju dengan Ax, lagian Marco setiap hari selalu mencari masalah dari kalian sepertinya laki laki jelek itu perlu di beri pelajaran. " ujar Arshaka tersenyum miring.
"Kak udahlah jangan cari gara gara, mau aku aduin kamu ke aunty Jingga. " pungkas Aiden mengancam Arshaka. Arshaka berdecih, diapun pergi ke kelasnya disusul Aaron dan Aiden.
Triplet A kini memperhatikan guru mereka yang menerangkan mata pelajaran. Aaron begitu serius dan fokus pada pelajarannya sedangkan Axel tengah merencanakan sesuatu untuk Marco. Aiden menoleh kearah adiknya kemudian kembali fokus ke depan.
~~
Dua jam berlalu, setelah pelajaran pertama usai mereka pergi ke kantin. Dari kejauhan dua orang gadis muda menatap keduanya dengan jengah, entah apa yang dipikirkan keduanya.
"Aku heran kenapa para gadis muda mengidolakan mereka ya? " tanya Zinnia.
"Ck kamu buta ya Zi, triplet A + kak Arshaka, cowok cowok kece dan keren, kelak pasti mereka menjadi pria tampan. " seru Freya dengan heboh.
Zinnia memutar bola matanya malas, dia langsung melanjutkan makannya, mengabaikan teriakan histeris dari teman teman perempuannya. Freya hanya bisa menghela nafas, sahabatnya ini memang sangat aneh karena tak mengidolakan triplet A.
Selesai makan, Zinnia memilih memasang earphone, mendengarkan musik kesukaan dirinya. Freya kembali menatap triplet A dengan pandangan kagumnya sesekali dia mengomel melihat idolanya dikerumuni para gadis gadis sebayanya.
"Apa aku minta tanda tangan mereka saja ya, tapi gimana kalau para gadis itu menyerangku hih. " Freya bergidik membayangkan dirinya di serang para fans Triplet A.
bersambung
JANGAN LUPA VOTENYA GUYS
__ADS_1