Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
JMC PART 12 - WEDDING DAY (A dan M)


__ADS_3


Hari ini hari yang bersejarah bagi Meira dan Aiden, ya keduanya akan meresmikan hubungan keduanya dalam status yang serius. Aidenlah yang meminta jika pernikahannya dengan Meira dipercepat dan keluarga mereka hanya menurutinya. Pastur membacakan doa doa sebelum acara di mulai.


"Saudara Aiden Westley Liem, bersediakah engkau menerima Meira Inessa sebagai istri Anda? "


"Ya saya bersedia!


"Saudari Meira, bersediakah engkau menerima Aiden sebagai suami Anda. "


Meira tersenyum manis pada calon suaminya sambil berkata. "Ya saya bersedia. Freya datang, membawakan cincin dan Aiden menyematkan cincin ke jari isteinya begitu sebaliknya.


Cup dengan tak sabaran Aiden memagut bibir istrinya, sedikit **********. Para tamu bersorak, keluarga Aiden terutama adik dan kakaknya mencibir kelakuan Aiden. Aiden melepaskan tautan bibirnya dari bibir sang istri, pria itu tampak sangat bahagia hari ini.


Rasanya bagaikan mimpi bagi Meira, di hari yang istimewa ini Meira tak menyangka dirinya akan menikah secepat ini dengan pria yang di cintanya. Aiden meraih pinggang istrinya, merapatkan tubuh mereka sambil menyapami para tamu yang memberi selamat pada keduanya.


Si kecil Alana turun dari gendongan sang opa, berlari kearah orang tua angkatnya. Aiden melepas pelukannya, lalu menggendong puteri kecilnya itu. "Mami, Papi akhirnya kalian bersatu juga. " pekik Alana heboh. Cup Meira mencium gemas puterinya, bergantian dengan Aiden.


"Selamat buat Mami dan Papi, Papi turunin Lana, Lana mau main sana Galen dan Sera. " ucap Alana. Aiden menurunkan puterinya itu, dia menggeleng pelan melihat tingkah lucunya.


Aletta dan suaminya datang memberikan selamat untuk Aiden dan Meira, wanita itu langsung memeluk sang kakak ipar. Meira tersenyum sumringah, mengusap perut buncit Aletta dengan lembut.


"Letta, sudah berapa bulan? "


"Sudah lima bulan kak, bentar lagi lahiran. " jawab Letta dengan senyuman manisnya.


Meira senyum senyum sendiri mendengarnya, Aiden berbisik nakal di telinga sang istri membuat semburat merah terbit di pipi Meira. Aletta tergelak, melihat tingkah malu sang kakak ipar, kemudian dia menyerahkan hadiahnya.


"Jangan lupa dipakai kak. " Aletta mengedipkan mata, Meira hanya tersenyum membalasnya.


Dari kejauhan Valerie mengepalkan tangannya, wanita itu tidak suka dengan pernikahan Aiden dan Meira. Ezra yang melihatnya segera menemuinya, seringainya terbit di sudut bibirnya. "Wah wah tamu agung datang, mau memberikan selamat ya. " celetuk Ezra.


"Diam kau. " ketus Valerie.

__ADS_1


"Masih saja arogan, setidaknya Aiden akan bahagia bersama Meira, kalau sama kamu aku yakin Aiden masa depannya suram. " sambungnya dengan nada sinis.


"Gih sana temui mereka, jangan lupa sumbang lagu Kandas ya haha. " gelaknya. Valerie langsung pergi, dia semakin jengkel dengan sikap Ezra padanya. Ezra tersenyum puas, membuat wanita itu kesal adalah kesenangannya.


Pesta berlanjut hingga malam, Aiden dan Meira bak raja dan ratu sehari. Meira tampil cantik sekaligus seksi dalam balutan gaunnya yang berwarna putih untuk resepsi. Sedangkan Aiden tampil gagah dengan tuxedonya, memancarkan aura ketampannya berkali kali lipat.



Aiden memggandeng tangan istrinya, keduanya berdansa dengan musik romantis yang menyertai gerakan mereka. Pria itu menelan salivanya kala tatapannya jatuh pada dua gundukan sang istri yang menyembul, mengintip dengan malu malu.


"Bee, air liurmu netes. " ucap Meira dengan jahil.


Pria itu menyentuh bibirnya sendiri, dia melirik kearah istrinya yang kini menertawakan dirinya. Dia berdecak sebal, pria itu nampak merajuk membuat Meira tersenyum geli. "Awas ya setelah ini kuhabisi kamu di ranjang. " ancamnya dengan seringai memggodanya.


Glek Meira menelan salivanya, dia tak bisa membayangkannya.


"Meira. " panggil Darren.


Mereka menoleh, raut Aiden berubah dingin dan pria itu tampak posesif memeluk sang istri. Lollita datang memberikan selamat pada keduanya. "Untuk apa kau datang ke mari Darren. " ketus Aiden.


"Selamat atas pernikahan kalian Mei, kalau dia menyakitimu bilang sama aku. " pungkas Darren.


"Tidak akan, lagian kamu kenapa sih masih deketin istriku lebih baik kamu sama Lolli aja. " seru Aiden tersenyum miring. Darren melirik gadis di sebelahnya, Lolli tampak salah tingkah namun berusaha untuk tidak gugup.


"Memangnya kamu mak comblang Kak, panggil aku Lily aja. " cebik Lily. Lolita menganggap Aiden dan Meira seperti kakaknya sendiri. Aiden tergelak, dia menatap Darren dan Lita secara bergantian kemudian tersenyum tipis.


"Aku lihat lihat kalian cocok juga!


Darren memutar bola matanya jengah, pria itu menarik tangan Lily lalu membawanya menjauh dari pasutri baru itu. Lily yang di tarik hanya pasrah, hingga sampai di sudut ruangan.


"Sudah kak, kita tidak lagi mau nyebrang, lepasin tanganku. " celetuk Lily atau Lita.


"Eh maaf. " jawab Darren menyadari kelancangannya. Lita hanya tersenyum tak mempermasalahkannya, keduanya mengobrol ringan membahas Aiden dan Meira.

__ADS_1


Darren memperhatikan Lita yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya. Duda tampan itu memdekati Lily, Lily menoleh dan terkejut melihat mereka berdua begitu dekat jaraknya.


"Jangan bilang kak Darren, mau merebut kak Meira dari Kak Aiden? "


"Cih memang aku pria sepicik itu, merebut istri orang. " dengus Darren.


Darren mengambil minuman untuk dirinya dan Lily, keduanya menikmati pestanya dengan santai. Si kecil Alana berlari kearah mereka, Lily menciumi pipi gadis cilik itu. Darren terkekeh, melihat Alana yang mencolek pipi Lily dengan kue.


"Rasakan ini gadis nakal. " Lily menggelitiki pinggang kecil Alana, gadis cilik itu tertawa. Tanpa sadar Lily hampir terjatuh karna tarikan Alana namun Darren merengkuh pinggangnya hal itu membuatnya gugup.


"Terimakasih kak!


"Hmm. "


Larut malam acara selesai Lily langsung pamit begitu juga Darren dan para tamu lainnya. Pria itu mengantar lily ke rumah kontrakannya, Darren sempat membalut tubuh Lily dengan jasnya. Sampai di depan rumah Lily, keduanya segera turun namun tiba tiba listrik padam.


"Aaa, kenapa listriknya padam sih. " ujar Lily yang kini memeluk tubuh Darren.


Lily menepuk jidatnya, sepertinya dia belum membayar kontrakan dan listrik, hal itu membuatnya frustrasi sekarang. Darren yang peka langsung mengajaknya kembali ke mobil. Pria itu menyalakan mobilnya, meninggalkan pekarangan rumah Lily.


"Mulai sekarang tinggalah di sini Lily, bersamaku. " Setelah memarkirkan mobilnya, Darren turun dan membuka pintu untuk gadis muda itu. Keduanya segera memasuki penthouse mewah milik Darren.



Setelah mengganti pakaiannya, dengan pelan Lily ke luar dari kamarnya. Ya gadis itu hanya menggenakan kemeja yang kebesaran di tubuh mungilnya. Dia pergi ke dapur membuat minuman hangat untuk dirinya, saking fokusnya dia tak menyadari Darren yang kini ada di belakangalnya.


"Ehem. "


Lily terkejut, membalikkan tubuhnya, tubuh mungilnya berada dalam kungkungan tubuh besar Darren. Duda tampan itu memperhatikan penampilan Lily, kemudian menelan salivanya kasar.


"Maaf kak bukan maksudku menggodamu hanya saja di dalam lemari hanya ada pakaian wanita, sepertinya milik mendiang istrimu dan aku tidak mau memakainya karena aku hanya tamu di sini. " jelas Lily dengan polos.


"Baiklah ayo ikut aku, akan kupilihkan dress untukmu Lily. " Darren berusaha menyingkirkan fantasi liar dalam kepalanya. Lily mengangguk, gadis itu mengekorinya dari belakang dan pergi ke kamar.

__ADS_1


tbc


__ADS_2