Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Season 3 part 16 - Wedding Day ( Bara dan Binar )


__ADS_3

Hari yang di tunggu tunggu akhirnya datang juga, pesta pernikahan Bara dan Binar, kedua insan yang saling mencintai sebentar lagi akan bersatu. Saat ini Binar tengah di make up dan bersiap siap, tampak Bara tengah menunggu sang mempelai wanitanya. Meski ini bukan yang pertama kali bagi Bara tapi dia juga tetap merasakan gugup. Berkali kali Bara membuang nafas berat, berusaha menghilangkan kegugupannya. Daniel datang, menemani calon adik iparnya yang gugup itu.


"Rilekslah bukankah ini bukan yang pertama untuk kamu Bara!


"Hm. " gumamnya singkat namun tatapannya lurus kearah Binar yang tengah di antar orang tuanya. Penampilan Binar yang sangat cantik membuat Bara tak berkedip. Daniel terkekeh, segera menyenggol lengan Bara hingga pria itu tersentak.


"Aku serahkan puteri bungsumu padamu Bara, aku harap kau menjaganya dengan baik. " tutur papi Kenan dengan tegas.


"Tentu saja papi. " jawab Bara sambil menggenggam tangan Binar dengan erat. Keduanya berdiri berhadapan di depan pendeta yang akan menikahkan mereka.


"Atas nama Tuhan Yang Maha Kuasa hari ini saya akan menikahkan Tuan Bara dan Nyonya Binar. "


"Saya Bara Yuda Aditama menerima Binar Almahyra Liem sebagai istri saya dalam keadaan apapun baik senang maupun sedih. "


"Saya Binar Almahyra Liem Menerima Bara Yuda Aditama sebagai suami saya dalam keadaan apapun, baik senang atau sedih. "


"Mulai sekarang kalian resmi sebagai suami istri!


Bara menyematkan cincinnya ke jari Binar begitu sebaliknya, lalu keduanya berciuman mesra yang di sambut tepuk tangan oleh para tamu. Bara mengecup keningnya singkat, Binar tampak menitikkan air matanya terharu akan janji yang mereka ucapkan tadi. Kini dia telah resmi menjadi istri dari seorang Bara Yuda Aditama dan mami dari Adrian.



Keduanya saling berpelukan mesra tanpa tahu jika seseorang tengah memperhatikan keduanya dengan tatapan penuh luka. Mahardika datang dan berjalan kearah Bara dan Binar. Bara memasang wajah datarnya, dia tak menyukai kehadiran Dika di pestanya.


"Selamat atas pernikahan kalian berdua. " ucap Dika sambil memaksakan senyumnya.


"Terimakasih Dika. " jawab Binar singkat sebelum gadis itu melirik suaminya yang masih sama dengan raut datarnya. Dia menggeleng pelan melihat tingkah suaminya yang begitu posesif padanya. Dika menatap sendu kearah Binar, Bara yang melihatnya merasa tidak suka.

__ADS_1


"Jaga pandanganmu dari istriku. " geram Bara dengan sinis.


"Mas Bara. " tegur Binar dengan halus pada suaminya.


"Apa, kamu mau belain dia sayang dan kenapa bisa dia hadir di acara pesta kita. " sungut Bara kesal yang sejak tadi terus menggerutu.


"Sekali lagi selamat untuk kalian, dan maaf kehadiran aku yang membuat kalian tidak nyaman, permisi. " Dikapun berlalu pergi dan Binar merasa lega, melirik sang suami dengan tatapan sebalnya.


"Dika cuma datang buat ucapin selamat mas, enggak lebih dan harusnya mas Bara jaga sikap dong mas. " gumam Binar dengan lirih. Bara mendadak diam, keduanya kini fokus menyalami para tamu yang memberikan selamat.


Malam harinya acara pesta berlanjut ke resepsinya, Binar nampak cantik dan anggun mengenakan gaun penggantinnya. Galen dan Delima datang memberikan selamat sekaligus hadiah untuk keduanya.


"Bi, ini hadiah dari aku ya jangan lupa di pakai. " Delima mengerlingkan mata, memberi kode pada sahabatnya itu. Binar hanya menjawabnya dengan seutas senyuman, kakinya kini terasa pegal namun dia tak membicarakannya pada sang suami. Galen dan Delima saling melirik satu sama lain, sepertinya ada yang terjadi di antara Bara dan Binar.


Bara mengusap wajahnya kasar, merangkul istrinya kemudian mengajaknya duduk. Mereka berdua memperhatikan para tamu yang tengah menikmati hidangan yang tersedia. Pria itu menoleh, mendapati wajah lelah sang istri membuat Bara merasa kasihan pada Binar.


"Enggak, cuma kesel aja. Habisnya mas Bara gitu harusnya kita happy happy sayang bukannya malah marah marah hanya karena cemburu. " ujar Binar yang mengeluarkan keluh kesahnya.


"Maafin mas sayang maaf. " ucap Bara menyesal. Binar mengangguk, menggenggam erat tangan sang suami. Nyonya dan Tuan Aditama menghampiri keduanya bersama Adrian. Si kecil itu langsung di pangku Bara, Binar menciumi kedua pipi puteranya dengan gemas.


"Mommy sayang banget sama Adrian. " gumam Binar dengan senyuman manisnya.


"Adli juga mommy, jangan inggalin Adli lagi. " jawab Adrian dengan polos. Mata Binar berkaca kaca, gadis itu memeluk sekilas puteranya kemudian di kecupnya kening Adrian. Tuan dan Nyonya Aditama mengulas senyumnya, melihat kebahagiaan yang dj rasakan cucu mereka saat ini.


Binar dan Bara mendengarkan ocehan putera mereka yang menggemaskan itu. Keduanya juga sempat menari di tengah pesta di temani alunan musik yang indah dan romantis. Rayyan ikut senang akan kebahagiaan sahabatnya yang tak lagi menduda itu.


Hingga larut malam pesta baru selesai, Bara dan Binar pergi ke kamar mereka lebih dulu karena Adrian malam ini akan tidur bersama kakek dan neneknya. Binar terkejut melihat isi dalam kamar mereka yang begitu indah, banyak bunga mawar dan lilin di sekitarnya.

__ADS_1


Grep


"Kau suka kejutannya sayang!


"Sangat suka mas. " jawab Binar pelan. Tanpa banyak bicara, Bara melepaskan resleting gaun sang istri. Binar merasakan gugup, tubuhnya menegang kala tangan suaminya mengusap punggung polosnya. Bara membalikkan tubuhnya, saat ini Binar hanya memakai pakaian dalamnya.


Bara berkali kali menelan salivanya melihat penampilan sang istri. "Bisa kita mulai sekarang sayang. " pinta Bara dengan nada serak.


"Tunggu mas, aku ke kamar mandi dulu. " Binar langsung berlari menuju ke kamar mandi, Bara lagi lagi menghembuskan nafasnya pelan. Sementara di dalam kamar mandi, Binar merasakan kegugupan yang luar biasa setelah itu membuka hadiah yang diberikan Delima.


"Astaga lingerie, jika aku pakai ini sama saja aku tak mengenakan apapun. " gerutunya. Binarpun mau tak mau mencobanya namun dia melihat darah membuatnya kesal.


"Aduh. " Binar buru buru mengenakan rotinya setelah itu ke luar dari kamar menggunakan bathrobenya.


"Sayang kenapa lama sekali, kita mulai sekarang ya? "


"Tunggu mas!


"Apalagi sayang. " Bara begitu frustrasi, dirinya sudah tak tahan ingin mengempur istrinya itu.


"Maaf mas Bara, malam ini dan satu minggu ke depan aku enggak bisa soalnya aku kedatangan bulananku. " Bara sangat terkejut mendengarnya, pria itu segera pergi ke kamar mandi. Binar sebenarnya kasihan namun dia tak bisa apa apa, dia segera memakai piyamanya setelah itu berbaring di atas ranjang.


Satu jam berlalu Bara ke luar hanya mengenakan handuk, pria itu segera memakai celananya kemudian berbaring di samping sang istri. Binar membelai wajah suaminya, merasa bersalah karena tak bisa memberikan haknya sang suami. "Maaf ya mas, aku belum bisa melayani mas Bara. "


"Sudahlah sayang, mas enggak papa kok dan mas akan sabar menunggu!


"Sebaiknya kita istirahat sayang, bukankah kamu lelah hm. " Binar mengangguk, masuk ke dalam dekapan suaminya kemudian kedua matanya terpejam. Bara mengecup kening istrinya dan menyusulnya ke alam mimpi.

__ADS_1


tbc


__ADS_2