Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Epson 110 ~ MUSIM KEDUA Part 37 - TAK LAGI MENOLAK


__ADS_3

Setelah bab ini othor cepetin beberapa bulan 🙂


Please support, like komen dan vote


Hari berikutnya, Anna merasa tenang karena Dexter menepati janjinya, Keenan tak lagi menampakkan dirinya. Lagi lagi dia berusaha menghubungi Mike namun tak bisa, dirinya langsung mengumpat.


Tok


tok


tok


Anna bangkit, dan pergi ke depan, membuka pintunya. Dia tersenyum lebar melihat kedatangan Dexter, dia langsung berhambur ke pelukan prianya. "Terimakasih honey, aku sangat senang karena Keenan tak lagi menggangguku!


Diam diam Dexter tersenyum licik, sepertinya dia tengah merencanakan sesuatu tanpa sepengetahuan Anna. Dia kembali tersenyum, mengusap kepala kekasihnya, ya kedua telah menjalin hubungan.


" Yuk masuk ke dalam honey. " ajak Anna, keduanya masuk ke dalam apartemen dan bersantai di ruang tamu. Dexter mengangkat tubuh sang kekasih ke pangkuannya, dia langsung melahap habis bibir Anna. Anna membalasnya sambil mengusap dada Dexter dengan sensual.


Keduanya pun kembali memadu kasih di ruang tamu, Anna mendesah menyebut nama Dexter membuat Dexter semakin bersemangat. Dia tak melewatkan satupun tempat yang bisa dia jamah dari tubuh gadisnya.


**


Di sisi lain kebahagiaan tengah di rasakan Melisa, kini dia memiliki toko kue yang di beri nama. "Melly Cake. " Kini dia tengah di sibukkan memantau tokonya yang cukup ramai pengunjung.


Hubungannya dengan Alex tetap sama, namun Alex tetap berusaha memperjuangkannya meski telah ditolak berkali kali oleh Melisa. Melisa menghela nafas panjang, Alex datang sambil membawa satu buket bunga.


"Bunga yang cantik untuk wanita yang cantik, terimalah Elly!


Melisa pun menerima buket bunganya, dia memilih diam karena sudah lelah menasehati Alex untuk berhenti namun Alex tak menggubrisnya. " Mas kita harus bicara, tapi tidak di sini!


"Kita ke mobil. " Alex dan Melisa ke luar dari toko dan masuk ke mobil. Alex menunggu apa yang ingin di katakan Melisa padanya. Sebelum berbicara Melisa menghela nafas panjang, memandang Alex dengan lekat.


"Mas lebih baik kamu berhenti daripada terluka lebih dalam, untuk saat ini aku tak ingin berhubungan dengan laki laki. "


"Kamu egois ya Elly, kamu memikirkan dirimu sendiri tanpa memikirkan calon janinmu,yang membutuhkan sosok ayah. " balas Alex dengan nada datarnya. Melisa mengatupkan bibirnya rapat rapat, apa yang dikatakan Alex menyentil hatinya.

__ADS_1


"Aku mencintaimu Elly, biarkan aku berjuang untukmu! mata Melisa berkaca kaca mendengar ucapan Alex, dia tak tahu harus bahagia atau sedih, mendapati seorang pria baik yang mencintai dirinya. Dia mendekatkan wajahnya, memagut bibir Alex dan hal itu membuat Alex terkejut. Di sisi lain Alex sangat senang dan membalas ciuman Melisa.


Setelah ciuman berakhir, Melisa menyandarkan tubuhnya di jok, dia membiarkan Alex menyentuh perutnya. Lalu melajukan mobilnya meninggalkan toko, Melisa juga tak lupa menghubungi Terry, sahabat sekaligus pegawainya.


***



Kini Alex berada di apartemen milik Melisa, Melisa tengah membuatkan minuman untuk mereka berdua. Alex datang setelah di berganti pakaian, dia langsung menciumi leher Melisa hingga membuatnya geli. " Mas ih hentikan, bawa minumannya ke ruang tamu. "


Alex pun langsung terkekeh, membawa minumannya ke ruang tamu. Melisapun menggelengkan kepalanya melihat tingkah prianya itu, kemudian menyusulnya.


"Sayang, kamu sudah mau menerimaku 'kan? " tanya Alex memastikan. Melisa menatap pria di sebelahnya dengan senyuman di bibir lalu mengangguk. Alex bernafas lega, ternyata usahanya selama ini tak sia sia. Melisa mengenggam erat pria yang telah banyak membantunya ini. "Ya mas, aku terima kamu dan terimakasih telah mencintaiku dan calon anak dalam kandunganku!


" Ralat sayang, calon anak kita! lagi lagi Alex menyentuh perut Melisa dengan lembut, Hati Melisa menghangat mendapat perhatian tulus dari Alex. Melisa menaruh tangannya di atas tangan Alex yang berada di perutnya, dia sangat bahagia bisa bertemu laki laki sebaik Alex.


"Ya sudah kamu duduk di paha aku sayang. " Melisa pun menurut, dia duduk di paha kekasihnya dan Alex memeluknya dari belakang.


drt drt drt


Melisa mengambil ponselnya, dia berdecak mendapati foto Dexter bersama dengan Anna hal itu membuatnya heran. "untuk apa dia mengirim foto ini padaku, cih apa peduliku. Dia kira aku akan cemburu melihatnya bersama wanita lain, tidak akan. "


Ada hal penting yang ingin aku katakan padamu Mel, aku tunggu di Apartemen sekarang juga!


Melisa terdiam, dia sangat ragu mengenai ajakan Dexter. Alex mengecup lembut kepala wanitanya dengan lembut, mengerti dengan perasaan Melisa saat ini. "Pergi saja sayang, aku akan menemani kamu menemuinya. "


"Baiklah mas aku akan ke sana! Melisa menyandarkan kepalanya di dada Alex, Alex merengkuhnya dari belakang.


Beberapa menit berlalu


Keduanya ke luar dari apartemen, Alex melajukan mobilnya menuju ke apartemen milik Dexter. Sesampainya di sana Melisa turun dari mobil, Alex memilih memperhatikannya dari jauh.


"Ada apa kamu mengajakku bertemu? "


"Apakah kamu tak merindukanku Mel. " Dexter tersenyum manis, merentangkan kedua tangannya. Melisa tersenyum sinis melihat senyum Dexter yang membuatnya sangat muak.

__ADS_1


"Tidak. "


Tak lama keluarlah Anna, dia menatap penampilan Melisa dari atas sampai bawah kemudian memilih bergelayut di lengan Dexter. "Apakah dia mantan kekasihmu honey!


"Iya namanya Melisa!


"Oh jadi kamu korban selanjutnya dari Dexter, aku ingatkan ya dia hanya menginginkan tubuhmu saat dia senang dan saat bosan dia akan membuangmu. "


"Jangan berbicara sembarangan. " bentak Anna. Melisa terkekeh, melihat wanita di depannya yang sangat bodoh sama seperti dirinya dulu di masa lalu. Dexter menatap tajam kearah Melisa, memberi peringatan pada mantannya itu.


"Kalau kamu enggak percaya terserah, awas saja kalau menyesal, jangan sampai bunuh


diri. " Anna yang sangat kesal, maju ke depan dan mendorong tubuh Melisa.


Bruk Melisa terjatuh ke tanah, dia meringis memegangi perutnya. Dia langsung histeris melihat darah keluar dari sela sela kakinya. Dari kejauhan Alex berlari kearahnya, dia menghajar Dexter yang terlihat puas melihat Melisa menderita. "Sekali lagi kau menganggu kekasihku, akan kupastikan aibmu akan kebongkar semuanya brensek. "


"Dan kamu wanita sialan tunggu saja balasan dariku. " Alex mengangkat tubuh kekasihnya dan membawanya pergi.


Alex melajukan mobilnya kencang, sementara Melisa terus menangis sambil meringis kesakitan. "Mas hiks perutku sangat sakit


mas, "


"Sabar sayang sebentar lagi kita tiba di rumah sakit. "


.


Skip


Alex berteriak memanggil dokter, dokter dan suster datang membawa brankar, dia menaruh tubuh Melisa di atasnya. Dokter dan Suster langsung mendorongnya ke ruangan UGD untuk di tangani. Alex terlihat mondar mandir sambil merutuki kebodohannya yang gagal menjaga kekasihnya.


"Maafkan aku Elly, aku gagal menjaga dan melindungimu. " batin Alex. Dia merasa sangat bersalah dan tak tenang menunggu dokter ke luar.


Beberapa jam kemudian


Dokter ke luar dari ruangan UGD, Alex segera menghampirinya. "Bagaimana dokter, keadaan Melisa dan calon anak kami. "

__ADS_1


"Maafkan saya tuan, janin dalam perut nyonya Melisa tak bisa di selamatkan dan kami akan memindahkan nyonya, saya permisi. " Dokter pun pergi, Alex terdiam kamu mendengar pernyataan dokter barusan. Kedua matanya menitikkan air matanya, dia tak akan sanggup jika Melisa tahu bahwa dirinya kehilangan janinnya.


"Maafkan aku Melisa maaf!


__ADS_2