
Dua minggu kemudian
Pagi itu Senjapun terbangun dan menoleh ke samping, langsung menggoyangkan tubuh sang suami. "Mas Zayn bangun ish. " pekik Senja dengan kesal.
Zaynpun membuka matanya, kemudian bangun menampilkan tubuh kekarnya yang polos. "Ada apa sayang, pagi pagi sudah bangunin aku. "
"Aku lapar mas, pengen makan sate kambing. " ucap Senja dengan nada manjanya.
Zayn menaikkan sebelah alisnya, mendengar permintaan sang istri. "Sejak kapan kamu suka sate kambing sayang. " cecarnya bingung.
"Jangan bawel deh mas, pokoknya aku pengen sate kambing. " tandas Senja dengan nada galak. Zaynpun mengangguk pasrah, menyibak selimut lalu membawa tubuh istrinya ke kamar mandi.
Satu jam kemudian selesai beraktivitas pagi, mereka segera ke luar dari kamar setelah berpakaian rapi. Mereka membiarkan pelayan yang membereskan kamar mereka berdua, akibat pergulatan mereka semalam.
Brum Mobil melesat meninggalkan mansion, selama perjalanan Zayn tak henti hentinya melirik kearah sang istri kemudian kembali fokus menyetir. Tak lama kemudian mereka akhirnya sampai di tempat penjual sate kambing. "Ayo sayang kita turun. " Zayn melepas sabuknya dan menoleh kearah Senja.
"Enggak jadi makan sate Mas, sekarang aku pengennya nasi rawon. " ujar Senja dengan nada memelas.
Zayn mengerutkan kening melihat sikap aneh istrinya yang berubah ubah. Dia menghela nafas pelan, mencoba bersabar menghadapi wanita kesayangannya itu. "Huft baiklah kita pergi cari nasi rawon. " Zayn menyalakan mobilnya dan melaju kencang.
Sampai di sebuah rumah makan, lagi lagi kesabaran Zayn diuji lagi oleh sikap aneh Senja. "Yank sebenarnya kamu mau makan apa sih hemm. " ucapnya sambil menahan kekesalannya.
Senja bergeming, melihat reaksi sang suami membuat matanya berkaca kaca hal itu sontak Zayn langsung gelagapan. Dia langsung mengusap pipi istrinya itu kemudian mencium keningnya sekilas. "Aku enggak marah, tapi sebenarnya kamu mau makan apa? " ucapnya penuh kelembutan.
"Pengen makan pangsit kuah buatan kamu. " cicit Senja.
Lagi dan lagi Zayn menghela nafas kemudian mengangguk. Dia melakukan mobilnya melesat dengan cepat menuju ke mansionnya. Beberapa menit berlalu mereka telah sampai, keduanya langsung masuk ke dalam. "Sayang kamu tunggu saja ya di meja makan. " ujar Zayn..
"Iya Mas! Senja pun menunggu di meja makan. Zayn langsung ke dapur, di sana mbak Sinta menghampiri majikannya itu. " Permisi tuan ada yang bisa saya bantu. "
"Begini Sinta, istriku itu pengen makan pangsit kuah buatanku. "
Sinta pun mengangguk, menunjukkan bahan bahannya pada sang majikan, Zayn mencuci ayamnya dengan cekatan kemudian memasukkan ke dalam panci yang berisi air dan setelah itu diberi bumbu lalu diaduknya.
Zayn juga mengatakan sikap aneh Senja pada pelayanannya itu. Sinta terkejut kemudian tersenyum lebar kemudian berkata. "Sepertinya nyonya Senja sedang ngidam tuan. " ujar Sinta dengan sopan.
__ADS_1
Zayn menaikkan sebelah alisnya mendengar pernyataan Sinta. "Ngidam!
"Maksud kamu istriku hamil. " tebaknya.
Sinta mengangguk, senyum menghias di bibirnya. Diapun segera menyelesaikan masakannya itu di bantu Sinta yang tengah menyiapkan sarapan.
Kemudian mereka pergi ke meja makan dan menata makanannya, Senja langsung meneteskan air liurnya melihat pangsit yang diinginkan ada di hadapannya. Tanpa ragu Senja langsung menyeduh nya dengan lahap, membuat Zayn tersenyum lebar melihatnya.
Sayang, aku harap kamu memang benar benar hamil saat ini.
Selesai sarapan Senja langsung meneguk segelas air putih. Dia tampak sangat puas, kini perutnya terasa kenyang sekarang.
Zaynpun bangkit, menghampiri sang istri kemudian mengecupnya berulang ulang. Senja mengerutkan dahi melihat suaminya senyum senyum sendiri. "Sepertinya kamu sangat senang Mas memangnya ada apa? "
"Kata Sinta, sepertinya kamu sedang hamil sayang. "
"Benarkah Mas Zayn! Senja pun bangkit dan langsung berhambur ke pelukan suaminya, setelah itu melepaskan dirinya. Zayn menekuk kakinya hingga jongkok di depan perut rata sang istri. Berulang kali dia menciuminya lembut setelah itu mengusapnya.
Senja mengulum senyumnya melihat betapa antusias suaminya itu. " Tapi sebaiknya kita periksa dulu ke dokter Mas, buat mastiin aku hamil apa tidak. " ucap Senja dengan senyum merekahnya. Zayn kembali berdiri merangkul tubuh sang istri dari samping, tangan satunya bertengger manis di perut rata Senja sambil mengusap usapnya.
"Baiklah kita periksa ke dokter sekarang juga!
"Semoga Senja dan Tuan Zayn selalu bahagia. " gumamnya dengan tulus.
Skip Di rumah sakit
Zayn memperhatikan istrinya yang tengah di periksa oleh Dokter. Dokter Lisa menoleh kearahnya kemudian tersenyum.
"Selamat Tuan, istri anda memang tengah hamil ssekarangdan lihat dimonitor itu titik kecil sebesar kacang itu calon anak kalian. "
Zayn dan Senja saling melempar senyum satu sama lain. Senja sangat terharu dalam rahimnya tumbuh calon buah hatinya bersama sangat suami tercinta. Dokter Lisa langsung mengoleskan gelnya di perut Senja. Setelah selesai Senjapun bangun, Dokter langsung mengeprint hasil USG.
"Ini Tuan hasil USG dan vitamin buat nyonya Senja. "
"Terimakasih Dokter. " Zayn menerimanya, lalu mereka berpamitan pada dokter lalu ke luar. Rona kebahagiaan kini tengah dirasakan sangat jelas oleh pasangan suami istri tersebut.
__ADS_1
Sampai di parkiran mobil, Zayn tak henti hentinya memberikan kecupan sayang dan bisikan cinta pada ibu dari calon anaknya itu. "Terimakasih sayang, kamu memberikan kebahagiaan untuk mas, mas janji akan selalu jaga kamu dan calon anak kita dengan baik. "
"Iya Mas sama sama, akhirnya bibit unggulmu ada yang berhasil juga ya Mas. " ucap Senja sambil tertawa.
"Tentu saja sayang, bibit Mas sangat unggul hehe. " ujarnya asal.
Zayn tertawa kecil, mereka masuk ke mobil dan mobil mewah itu melesat meninggalkan rumah sakit. Selama di perjalanan pulang, Senja tak henti hentinya menatap lekat hasil USGnya tadi. dengan senyum mengembang di bibirnya. "Sehat sehat di perut bunda ya sayang, Bunda dan papah kamu menyayangi kamu. " gumam Senja tersenyum manis.
Senja menyimpan hasil USG itu ke dalam tas, Lalu mengusap perut datanya dengan lembut, Zayn sesekali meliriknya dengan senyum di bibir seksinya itu. Dia langsung menoleh kearah suaminya sambil tersenyum. "Mas nanti mampir ke minimarket ya mau beli buah buahan dan susu ibu hamil. "
"Iya itu pasti sayang!
Ya sesuai perintah istrinya, mereka mampir sebentar membeli buah buahan dan juga susu ibu hamil. Setelah itu mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju ke mansion Zayn. Tak lupa Senja menghubungi Mommy dan Daddy agar membawa orang tuanya ke mansion sekarang juga.
30 menit berlalu
mereka turun dari mobil, Senja sangat senang orang tua dan mertuanya telah hadir. Diapun hendak berlari namun Zayn menahan tangannya dengan sigap. Senjapun menoleh dan nyengir kala tatapan sangat suami sangat menusuk. "Sayang perhatikan langkahmu, jangan lari. " tegas Zayn.
"Maafkan aku hehe!
Mereka berdua menghampiri para orang tua lalu masuk ke dalam bersama sama. Di ruang tamu, Senja mengeluarkan hasil USGnya, meyerahkannya pada Mommy Farah. " Lihatlah Mommy, Daddy semuanya. "
Mommy Farah tersenyum lebar melihat hasil USG dari menantunya, hal yang sama dirasakan ibu dan juga ayah. "Selamat ya sayang atas kehamilan kamu, sekarang kamu dan Zayn jadi orang tua. " jelas Mommy.
"Terimakasih Mommy. " Zayn merengkuh tubuh istrinya, mengusap usap perut rata Senja dengan raut wajah bahagia. Senjapun menyandarkan kepalanya di dada sangat suami, Ibu bangkit lalu mendekati puterinya itu. Dia berikan kecupan di kening Senja dengan lembut kemudian mengusap kepalanya.
"Jangan melakukan aktivitas berat sayang, mulai sekarang makan yang banyak agar janin dalam perutmu tumbuh sehat. " ujar Ibu.
"Iya Ibu, mulai sekarang Ibu dan Ayah tinggal di sini ya temani aku dan Mas Zayn. Senja ingin selalu di dekat Ibu dan Ayah. " ucapnya dengan nada manja.
"Tentu saja sayang, apapun yang kamu inginkan Ibu akan turuti demi kamu dan calon cucu Ibu dan Ayah. "
Zayn mengulas senyumnya, melihat betapa manjanya Senja pada kedua orang tuanya. Kehanilan istrinya itu membawa kebahagiaan bagi keluarga besar mereka berdua.
Tbc
__ADS_1
VOTE VOTE VOTE.
HADIAH HADIAH HADIAH