
Dengan mengusung tema Orange and White, pesta pernikahan Jingga dan Mike nampak sangat elegan dan mewah.
Sebelum di mulai acaranya, Mike merengkuh tubuh pengantennya, lalu mendaratkan kecupan di bibir Jingga. Jingga hanya melongo, dan ditanggapi Mike dengan kekehan. Tatapan mereka bertemu, saling mengunci satu sama lain.
"Aku bersedia, menerima Grazella Jingga Kusuma sebagai istriku dalam hal apapun!
"Bagaimana dengan anda nona Jingga!
"Aku juga bersedia. "
"Mulai saat ini kalian resmi menjadi pasangan suami istri. " Mike segera mengambil cincinnya, lalu menyematkan ke jari manis Jingga begitu juga sebaliknya. Bibir Mike terus melengkung membentuk seutas garis senyuman begitu juga dengan Jingga. Jingga menunduk, menatap lekat cincin dalam jari manisnya kemudian mengusapnya lembut.
Mike mengeratkan pelukannya di tubuh sang istri kemudian berbisik. "Nanti malam bersiap siaplah sayang. " bisiknya pelan. Jingga menelan salivanya, dia melirik sang suami dengan kedua pipi memerahnya. Mike tersenyum geli melihat tingkah malu malu istrinya, lagi lagi dia mencuri kecupan di bibir Jingga.
"Kamu manis banget kalau lagi malu malu gini Yank, pengen cepet cepet membawamu ke atas ranjang!
"Ck berhentilah berkata mesum hubby!
pfft Mike menahan tawanya melihat raut kesal sang istri. Jingga merasa jengkel, diapun melenggang pergi, menghampiri Winnie dan Jenny yang telah hadir dalam pestanya.
Edzard datang menghampiri Mike, menyerahkan minuman padanya dan Mike menerimanya. "Istrimu tak akan kabur Mike, berhentilah melototinya. " kata Edzard dengan senyum jahilnya.
Mike hanya bisa mendengus keras, meneguk winenya kemudian melirik Edzard melalui ekor matanya.
"Istriku tak akan kabur, hanya saja di sekeliling banyak buaya jantan yang menatapnya lapar bak predator pada mangsanya. " cetus Mike dengan kesal, melirik setiap pasang mata pria yang tengah memperhatikan istrinya Jingga.
Edzard tertawa kecil mendengar penuturan dari Mike barusan. "Sejak kapan seorang Michael Jordan Malik tidak percaya diri, biasanya sikap narsismu mendominasi. Lagian pria pria di sekelilingmu tak ada apa apa dibandingkan denganmu Mike. "
Mike hanya diam acuh tak acuh, pandangannya beralih kearah wanita wanita mereka. "Sepertinya ada keributan di luar sana, aku tebak pasti istrimu yang datang 'kan Edzard!
Edzard berdecih, dia bergegas menghampiri Jenny calon istrinya. Mike tertawa, diapun menyusul kepergian sahabatnya itu. Mereka kini berada di luar mansion, Jingga melipat tangannya di dada menatap datar kearah Melisa dan kedua orang tuanya.
"Ternyata ada tamu tak diundang datang. " celetuk Jingga asal.
"Diam kamu dasar wanita sialan, ini ulah orang tua kamu yang menghancurkan perusahaan suamiku. " maki Mami Tya emosi.
__ADS_1
"Dasar lampir peyot, pantes saja puterimu murahan, ibunya aja enggak punya sopan santun, bisanya iri dengan milik orang lain. " sindir Jingga. Mami Tya merasa geram, dia hendak maju namun Mike segera menghalangi wanita tua itu.
"Jaga sikap tante. " desis Mike dengan sorot mata tajamnya. Dia segera mengajak Jingga masuk ke dalam, Daddy Zayn dan Papa Rega datang, menemui Darko dan keluarganya.
Edzard segera membawa pergi Jenny dari sana, dia tak ingin Jenny merasa setres karena kehadiran Melisa. Melisa berlari mengejar mereka, Mami Tya sengaja membiarkannya.
"Bagaimana rasanya perusahaan kamu yang kini hancur dalam sekejab. " ucap Daddy dengan seringai jahatnya. Papi Darko merasa geram, dia langsung maju dan bugh memberi pukulan di wajah Daddy.
Bugh
Daddy mendesis sinis, membalas memukul wajah Papi Darko bertubi tubi. "Sebaiknya kalian pergi dari sini sebelum aku hancurkan hidup kalian tanpa sisa. " bentak Daddy emosi.
"Mi, hubungi Melisa dan suruh pulang! Mami Tya mengangguk pasrah, dia segera menghubungi puterinya setelah itu mereka langsung pergi. Daddy dan lainnya segera masuk ke dalam, melanjutkan pesta.
***
" Lihat semua wanita ini pelakor, dia merebut suamiku. " ujar Melisa dengan lantang.
Para tamu berbisik bisik mengenai Jenny, Jingga merasa geram dan menghampiri Melisa. "Apa kalian tidak tahu jika Melisa, istri dari Edzard adalah wanita penghangat ranjang, kalau tidak percaya tonton saja videonya. " balas Jingga dengan senyuman miringnya.
Melisa langsung memgumpati Jingga, Jingga tak peduli. Dia merangkul Jenny, menenangkan sahabatnya yang masih terlihat terkejut itu, Dia segera melirik kearah Edzard. "Ed ajaklah Jenny pulang, biarkan dia istirahat!
"Sebaiknya kamu pergi sebelum aku menyiram kamu nona! Melisa melirik sinis padanya, dia melenggang pergi dari sana. Jingga merasa lega setelah Melisa pergi dari acara pestanya.
Sore harinya pesta berlangsung meriah di hotel, Mike menyambut para kolega bisnisnya sambil berbincang bincang. Jingga memilih duduk, dia merasa bosan, memperhatikan suaminya yang tengah bersama para kliennya. Rossie datang bersama si kembar, mereka langsung duduk di sebelah Jingga. " Jangan manyun terus kak entar jelek lho, bisa bisa kak Mike berpaling lho dari kakak. " sahut Efson dengan jahil.
"Dasar adik laknat. " maki Jingga sebal.
Si kembar tertawa, mereka sangat senang bisa menjahili kakak mereka itu. Rossie hanya terkekeh, mendengar perdebatan Jingga dan si kembar. "Mending kak Jingga, makan saja enggak usah di dengerin ucapan si kembar. " sahut Rossie.
"Thanks baby girl, huh kenapa aku pengennya kamu saja yang jadi adikku Rossie. " celetuk Jingga. Si kembar berdecak dan melotot kearah kakaknya, Jingga tertawa tanpa dosa di hadapan kedua adiknya.
Mike datang menghampiri Jingga, si kembar memilih menyingkir begitu juga dengan Rossie. Jingga bangkit dan langsung memeluk tubuh sang suami. "Kita ke kamar yuk Yank, kamu pasti sangat lelah bukan!
"Bentar deh Yank, masih ada tamu! Mereka berdua menyalami para tamu, setelah itu keduanya meninggalkan aula dan pergi ke kamar mereka.
***
__ADS_1
Jingga sangat terkejut melihat kamarnya yang indah penuh dengan bunga mawar. Mike nampak puas melihat ekspresi yang ditunjukkan sang istri. Dia segera pergi ke kamar mandi sedangkan Mike melepaskan tuxedo dan kemejanya.
Beberapa menit berlalu
Jingga ke luar dengan menggenakan piyama nya, Mike menaikkan sebelah alisnya menatap penampilan sang istri. " Yank kenapa kok enggak pakai lingerie yang waktu itu kita beli? "
"Enggak, sudah sana mandi dulu gih! Mike merasa heran, namun dia mengangguk dan bergegas pergi ke kamar mandi. Sementara Jingga langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur, dia mengusap perutnya yang nyeri.
"Huft kenapa datangnya harus sekarang sih. " gumam Jingga.
Setengah jam kemudian Mike kini hanya memakai celana pendek tanpa atasan, dengan senyuman merekah dia langsung naik ke atas ranjang. "Baby, bisa kita mulai sekarang olahraganya? "
"Em Hubby maaf, si kaktus belum bisa bertemu dengan padang pasirnya!
Mike merasa was was mendengar ucapan istrinya, Jingga menghela nafas panjang dan menatap lekat sang suami.
"Aku lagi haid sayang. " jawab Jingga.
Mike terkejut dan tubuhnya langsung lemas mendengar penjelasan istrinya. Dia segera menarik selimut menutupi wajahnya, Jingga merasa kasihan dengan suaminya ini. Dia langsung menyentuh lengan tangan Mike, lalu menggoyangkannya. "Hubby kamu marah ya sama aku, aku minta maaf ya sayang. " bujuk Jingga.
"Hn!
Mike menurunkan selimutnya, dia bangun dan memelas kearah sang istri. Jingga mengusap kepala suaminya dengan lembut. " Memangnya berapa hari kamu berdarahnya sayang!
"Paling lama sih 7 hari sayang. "
Mike terkejut mendengarnya, dia mengusap wajahnya kasar. "Emangnya enggak bisa di kurangi atau di tunda gitu baby!
Jingga tertawa mendengar ucapan sang suami, dia menggeleng membuat Mike mendengus kesal. Dia hanya bisa menghela nafas panjang, tak bisa berbuat apa apa hanya bisa pasrah.
"Memangnya di pasar pakai ditawar segala dasar mr mesum, lagian kamu masih bisa pakai sabun untuk seminggu ke depan
hahaha. " Jingga tertawa dengan nasib sang suami, Mike hanya bisa menekuk wajahnya.
bersambung
__ADS_1
JANGAN LUPA VOTE VOTE!