Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Epson 123 ~ Extra Part 7 Melisa story chap 6


__ADS_3

Di sisi Vanilla, gadis itu tampak mengamuk di rumahnya. Dia melampiaskan emosinya, dengan melempar dia memecahkan barang barang dalam kamarnya. "Sialan kenapa Melisa selalu beruntung daripada aku. " makinya.


Vanilla menyambar ponselnya, lalu menghubungi seseorang. Setelah pembicaraan berakhir, dia kembali duduk di sofa sambil menetralkan dirinya. Vanilla melirik sekilas jam di tangannya, setelah itu bangkit dan ke luar dari apartemen.


**


Sementara Melisa dan Adam tengah mempersiapkan rencana pernikahan mereka, keduanya sempat berdebat mengenai acaranya. "Mas pingin kamu tampil cantik layaknya seorang ratu sayang dan acara kita akan sangat mewah. "


"Apa enggak berlebihan mas!


" Tentu saja tidak sayang, lagian hari istimewa kita tentu juga harus istimewa. " jawab Adam sambil tersenyum.


Drt


drt


drt


Adam menyambar ponselnya dan terlibat pembicaraan setelah itu ditutupnya. Dia menoleh kearah sang kekasih sambil tersenyum. "Mommy meminta kita ke butik sekarang juga ayank. "


"Ayo kita ke sana mas!


Keduanya bangkit dan berlalu pergi ke luar. Selama perjalanan, gelak tawa menghiasi bibir mereka, Melisa tertawa mendengar ucapan konyol calon suaminya.


Skip


Keduanya tiba di butik, mereka kini tengah mencari gaun pernikahan untuk Melisa. Tanpa sengaja mereka berpapasan dengan Nyonya Alya Fernandez, ibunya Alex. Melisa sangat canggung bertemu dengan ibunya Alex yang kini menatapnya penuh kebencian.


" Wanita murahan tetaplah wanita murahan ya kamu, baru putus dari putera saya sekarang kamu sudah mendapat pria lain. " ujar Mama Alya dengan sinis.


Adam hendak menyela namun Melisa menahannya sambil menggeleng. Dia tidak ingin ribut dengan wanita tua di depannya yang kini mencaci makinya. Mommy Alea merasa gerah dengan sikap wanita di hadapannya yang cukup angkuh menurutnya. "Jaga bicara Anda nyonya, jangan menghina calon menantu saya dengan kata kata kasar. "


"Wanita seperti Melisa memang pantas di hina dan apa Anda tidak malu memiliki calon menantu murahan. " seru mama Alya.

__ADS_1


"Tidak ada manusia yang suci dari dosa di masa lalunya Nyonya, sebelum menghakimi orang lain nyonya harusnya sadar diri jika nyonya juga bukan wanita sempurna dan apa perlu saya cari tahu masalalu nyonya Alya Fernandez. " tantang mommy Alea.


Wajah Mama Alya langsung pucat seketika, dia langsung pergi begitu saja dengan raut menahan amarahnya. Mommy Aleapun mendengus keras melihat kepergian wanita angkuh itu.


Melisa menekan dadanya yang terasa sesak, saat Mama Alya mencaci makinya dan menatapnya penuh kebencian. Sehina itukah dirinya hingga di pandang rendah dan keji.


Cairan bening menetes dari kedua matanya dan tangis Melisa langung pecah, Adam yang melihatnya langsung segera memeluk calon istrinya. Mommy Alea merasa sangat kasihan dengan Melisa yang terus terusan mendapat cacian dari orang.


"Melisa akan semakin tertekan jika ini di biarkan, sebaiknya aku percepat pernikahan mereka berdua. " gumam Mommy dengan pelan.


Mommy mengusap punggung calon menantunya dengan lembut. "Lupakan apa yang di katakan wanita tua tadi nak, setiap orang memiliki masa lalu masing masing dan lagian kamu sudah berubah. "


"Kenapa tante Alya masih mengusikku mom, padahal aku tidak menganggu mas Alex lagi, kenapa dia selalu mencaci maki aku. " ujar Melisa dengan nada rendah.


"Sudahlah sayang mungkin dia masih dendam, sebaiknya kamu harus mencoba beberapa gaunnya. " Melisa menghapus air matanya lalu mengangguk, diapun segera mencoba beberapa gaun pernikahan yang ditunjukkan.


Tepat pukul 04.00 sore, merekapun ke luar dari butik dan bergegas pulang. Selama perjalanan, Adam sesekali melirik calon istrinya yang terdiam tanpa mengatakan apapun padanya. Setelah tiga puluh menit mereka akhirnya sampai di penthouse, Adam melepas sabuknya dan menatap kearah Melisa. "Honey, please lupakan saja tadi, aku tidak mau kamu bersedih kayak gini. "


"Tadi mommy pesan, jika mommy pengen cucu kembar tiga itu artinya kita harus.. " Adam menaikturunkan alisnya menggoda wanitanya. Kedua pipi Melisa merona, dia memukul dada Adam dengan manja.


"Lagian memangnya bisa mas, keluarga aku enggak ada keturunan kembar? "


Adam tersenyum sambil mencubit hidung Melisa pelan. "Aku punya adik kembar, tapi dia meninggal saat di lahirkan sayang. " balas Adam.


"Yah sayang sekali, kalau dia hidup dan dewasa, dia pasti sangat tampan melebihi kamu mas. " ejeknya. Seringai terbit di bibir Adam, Melisa merutuki kebodohannya karena berani memancing sang singa. Adam segera membopong ke luar tubuh sang ke kasih lalu membawanya ke dalam. "Mas turunin aku, aku bisa jalan sendiri!


" No, aku mau hukum kamu sepuasnya hingga kamu enggak bisa jalan. "


Melisa menyusupkan wajahnya di leher Adam, Adam membawa wanitanya menuju ke kamar mereka berdua.


**


Di kediaman Fernandez, Mama Alyapun mengatakan semuanya pada suaminya. Alex dan Viona yang kebetulan lewat mendengar semuanya dan bergegas ke ruang tamu. "Mama, mama kenapa masih mengusik Melisa ma lagian Melisa tak menganggu aku. "

__ADS_1


"Cih untuk apa kamu membelanya Alex. " geram mama Alya emosi.


"Aku bukannya mau membelanya Ma, tapi apa yang dilakukan Mama sangatlah salah! Mama Alya semakin kesal, bangkit dan berlalu pergi ke kamarnya. Alex menghela nafas panjang, dan langsung duduk di sofa. Viona tertegun melihat bagaimana suaminya yang ngotot membela Melisa di hadapannya.


" Ternyata hati kamu memang masih milik mbak Melisa ya Mas!


Vionapun memutuskan pergi ke kamar tanpa pamit pada suaminya. Alex yang melihat sikap istrinya merasa aneh, tak biasanya Viona berubah menjadi pendiam seperti ini. "Daddy, aku ke kamar ya mau menyusul Viona. "


"Iya nak. "


Alex bangkit dan berjalan cepat menuju ke kamarnya. Cklek Alex masuk ke kamar, memperhatikan istrinya yang tengah mengambil sesuatu dan diapun memutuskan mendekatinya. "Vio, apa yang sedang kamu lakukan? "


Viona menghela nafas panjang, dia sudah berfikir matang dan mengambil keputusan. Dia kembali memandang suaminya dengan tatapan serius. "Mas Alex, silakan baca dan tandatangani surat ini. " Viona menyerahkan selembar kertas pada suaminya, Alex menerimanya dan membacanya.


Alex sangat terkejut membaca isi perjanjian yang di buat istrinya itu. "Maksud kamu apa melakukan ini semua Viona, apa kamu mau mencari perhatianku!


"Pernikahan kita, pernikahan kontrak mas dan mas ingatkan sejak awal pernikahan ini terjadi karena keterpaksaan dan kesepakatan, pernikahan ini berakhir saat sudah satu bulan jika kita memang tidak cocok dan kamu bisa kembali bersama mbak Melisa. "


"Satu lagi, aku bukan mencari perhatianmu mas tapi membantumu mengakhiri pernikahan konyol ini. " ujarnya dengan nada bercanda.


Alex tertegun melihat sikap tenang Viona, tak biasanya istrinya seperti ini. Dia lebih suka Viona yang bawel daripada pendiam seperti sekarang.


"Ayo cepat tandatangani mas. " Viona merasa tidak sabaran, Alex yang melihatnya merasa geram dan mendadak kesal. Diapun langsung menandatanganinya, Viona sangat senang melihatnya namun senyumnya seketika luntur.


Srakh sret


Alex merobek surat perjanjian itu lalu membuangnya, membuat Viona terkejut melihat tindakan suaminya barusan. "Apa yang mas lakukan, kenapa kamu merobeknya mas Alex. "


"kamu ingin pernikahan ini berakhir karena kamu memiliki pria lain 'kan Viona, " ujar Alex emosi.


"APAA!


bersambung

__ADS_1


__ADS_2