Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Season 3 Part 7 Sikap Dingin Sherry


__ADS_3

Hari berikutnya Sherry kini menampakkan sikap dinginnya di depan Adrian. Gadis itu seperti biasa menyapa orang tuanya dengan senyuman manis nya. Adrian mengerutkan kening melihat sikap kekasihnya yang tak biasa.


"Kita sarapan dulu sayang setelah itu fitting baju pengantin. " ujar Mommy dengan senyuman hangatnya.


"Mom, aku ingin pernikahan aku dan Adrian di undur. " ucap Sherry membuat semua orang tercengang mendengarnya. Adrian langsung melirik kearah calon istrinya tersebut.


Sherry tak lagi bicara, gadis itu fokus pada makanannya. Sarapan kali ini terasa hening dan dingin setelah ucapan Sherry barusan. Selesai sarapan gadis itu hendak bangkit namun Adrian mencekal tangannya.


"Kamu kenapa Baby, apa alasanmu mengundurkan pernikahan kita? " tanya Adrian tak mengerti.


"Kau belum menyadari kesalahanmu kak Adrian, kau berbohong kemarin. Katamu kamu pergi ke kantor nyatanya makan siang sama Kate. " teriak Sherry emosi.


Adrian tersentak, dia merasa bersalah pada calon istrinya. Sherry begitu kecewa pada Adrian, Mommy dan Daddy kini paham pokok permasalahan di antara Sherry dengan Adrian.


"Pokoknya aku mau pernikahanku dengan Adrian di batalkan mom,aku enggak sudi menikah dengan pria yang mulai berbohong di belakang aku. " tegas Sherry. Setelah itu dia pamit, meninggalkan kediaman, dia mengabaikan teriakan Adrian.


Adrian mengepalkan tangan, dia tak mungkin menerima keputusan Sherry. Pria itu langsung bangkit, mengejar calon istrinya itu. Mommy Binar mengajak suaminya pergi, dia perlu mendatangi Kate.


Daddy Bara langsung melajukan roda empatnya menuju kediaman Kate dan keluarganya. Tiba di sana keduanya di sambut hangat keluarga Kate.


"Tante Binar ada apa ya? " tanya Kate dengan polos.


"Jangan berpura pura polos pada saya Kate, saya tak akan mempan. Cukup sekali kamu membuat huru hara di hubungan Adrian dan Sherry, jika kamu melakukan hal ini lagi aku pastikan karir kamu dan keluarga kamu akan hancur sehancurnya. " tegas Nyonya Binar dengan sorot mata tajam nya.

__ADS_1


"Tapi tante. "


"Saya tak butuh bualan kamu itu Kate, harusnya kamu sadar diri sebagai perempuan. Kamu itu sudah di tolak oleh Adrian harusnya kamu tak mengejar ngejarnya seperti wanita tak punya harga diri saja. " ketus nyonya Binar.


Ucapan demi ucapan dari Nyonya Binar begitu menampar Kate. Kedua paruh baya itu langsung pulang setelah mereka memberikan ultimatum pada Kate dan keluarganya. Orang tua Kate tentu saja marah pada putri mereka ini, sang mami langsung menamparnya dengan keras. Dia tak ingin kehilangan harta mereka ini, Kate sendiri hanya mampu menangis.


"Tapi Mi, aku mencintai Adrian. Aku tak ingin kehilangan dia makanya aku ngelakuin hal nekat. " teriak Kate.


Plak


"Kamu gila Kate, tindakan bodohmu itu justru mengancam bisnis Papi kamu. " bentak Mami emosi sekaligus kecewa pada putrinya. kate memegangi pipinya yang kembali di tampar, dia langsung bangkit dan pergi ke kamarnya.


Brak


Kate membanting pintu kamarnya, lalu menguncinya dari dalam. dia merasa semua orang tak memikirkan perasaan nya. Gadis cantik itu berteriak lalu melemparkan barang barangnya.


Tubuh gadis itu luruh ke atas lantai. Kate menangis se jadi jadinya, dia benar benar kecewa dengan semua orang terutama orang tuanya. Dia merasakan patah hati, pria yang dia cintai memilih wanita lain daripada dirinya.


"Huhu kau jahat Adrian, kau jahat. " gumam Kate dengan nada pilunya.


Sementara itu Sherry kini berada di butik, salah satu pelayan menghampirinya dan memberitahu kedatangan Alex. gadis itu dengan malas ke luar dari ruangan, menemui Alex yang menunggu di luar.


"Kau ada masalah, wajah kamu terlihat muram? " ujar Alex basa basi.

__ADS_1


"Aku lagi badmood Tuan Alex, tolong jangan mengangguku. " ucap Sherry dengan halus. Alex terdiam sebentar, pria itu menawari Sherry untuk jalan jalan namun Sherry sendiri menolaknya.


Alex memilih mengalah, dia langsung pamit pada Sherry. Setelah kepergian Alex, Sherry kembali ke ruangannya namun sebelumnya dia meminta pelayan mengantarkan kopi untuknya.


Huh


Menyebalkan!


Tring


Sherry mengambil ponselnya yang ada di dalam tas, dia membaca pesan dari mommy Binar.


From Mommy


Mommy mengingatkan, dalam keadaan marah kamu jangan memutuskan sesuatu yang nantinya akan kamu sesali nak!


Untuk urusan Kate, mommy sudah mengurusnya. Sementara kamu tenangkan diri kamu lebih dulu sayang, jika kamu masih marah sama Adrian lebih baik kamu menghindar lebih dulu.


Setelah tenang kamu baru temui Adrian dan meminta penjelasannya!


Sherry menyimpan ponselnya kembali ke dalam tas. Gadis itu mengambil kopinya yang di antarkan pelayan. Dia menyesapnya dengan pelan pelan sambil menjernihkan pikirannya. Lalu menaruh cangkirnya di atas mejanya.


"Apa yang di katakan mommy benar, sepertinya aku perlu menenangkan diri untuk sementara. " gumam Sherry.

__ADS_1


Sherry lekas bangkit, dia meminta asistennya menjaga butik. Gadis itu ke luar dari sana, melajukan roda empatnya meninggalkan area butiknya menuju ke suatu tempat


Sementara mommy Binar juga memberitahu Adrian agar tenang dan membiarkan Sherry menepi lebih dulu. Wanita paruh baya itu tak ingin putranya justru membuat masalah semakin rumit jika memaksa Sherry bertemu dengannya. Adrian tentu saja memilih mengalah, setuju dengan nasehat yang di berikan sang ibu.


__ADS_2