Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Epson 37 - Besarnya Cinta Zayn


__ADS_3

Di kediaman Zayn


Andra dan Kirana datang berkunjung. Senja menyambut kedatangan mereka dengan senyum merekah namun tidak untuk Zayn. Sejak tadi Zayn memasang wajah kesalnya sampai sekarang dihadapan Andra dan Kirana.


"Si Duren sawit kenapa tuh, muka kusut amat kayak setrikaan. " cetus Andra.


"Heh bodoh, Mas Zayn sudah punya bini dan aku bininya bukan lagi duda dasar jomblo pikun. " sembur Senja dengan nada kesalnya.


Kirana langsung menyikut perut Andra, dia mengabaikan ringisan dari bibir kekasih gadungannya itu. "Ya elah Nja, kamu sensi amat kayak wanita pms busyett dah!


"Oh ya siapa gadis cantik disebelah kamu? "


"Hai aku Kirana, kekasih Andra. " sapa Kirana mengulurkan tangannya.


Senja sangat syok mendengarnya, diapun langsung membalas ulurannya kemudian berkata. "Aku Senja, kok kamu mau maunya sama si Andra, padahal dia belum bisa move on dari mantan terindahnya lho dan jangan sampai dia jadiin kamu pelarian. " ujar Senja sesekali melirik Andra.


Andra memutar bola matanya malas, dia saat ini malas menanggapi ucapan Senja. Senja hanya terkekeh melihat wajah pasrah Andra, setelah itu kembali menatap Kirana. "Eh gimana kalian bisa kenal? " cecar Senja penasaran.


"Rahasia. " sahut Andra dengan jahil.


Senjapun berdecak, dia bersandar di dada sang suami dan Zayn memeluknya, mengabaikan kehadiran Andra dan Kirana. "Yank ke kamar yuk lagi pengen nih. " bisik Zayn dengan lembut.


"Ran kita pergi, kayaknya kita datang di waktu yang salah. " Kirana mengangguk, sebelum itu dia pamit pada Senja dan Zayn, lalu pergi diikuti Andra.


Senja kembali mengusap kepala sang suami yang kini berada di dadanya. Dia terkekeh melihat sang suami yang tengah bermanja ria padanya. "Huh gara gara si Andra setan, kita gagal melakukanya Yank. " geram Zayn dengan nada jengkel.


"Sabar Mas, 'kan nanti malam masih bisa. " bujuk Senja dengan lembut.


Zayn menggerakkan kepalanya, sontak Senja merasa geli namun dia biarkan. Dia tangkup wajah suaminya kemudian mengecupnya sekilas. "Kita jalan jalan aja gimana, jangan mikirin ranjang terus, ranjangnya enggak akan pindah kok. " seru Senja asal.


Zayn tertawa kecil mendengar ucapan sang istri, dia mengacak acak rambut istrinya karena gemas. Diapun duduk dengan tegap, melirik jam tangannya menunjukkan angka 10.00 pagi. "Ayo katanya mau jalan jalan. "


Senja pun bangkit dan pergi ke kamar. Lima menit berlalu dia kembali dan menggandeng lengan sang suami bergegas ke luar dari mansion.


Mobil melesat meninggalkan kediaman mereka. Hanya butuh 20 menit mereka akhirnya sampai di sebuah taman, keduanya langsung turun. Zayn merangkul istrinya dan pergi ke taman, di taman nampak ramai ada beberapa pasang suami istri yang berada di sana, tatapan Senja tertuju pada seorang suami yang mengelus perut buncit istrinya.


"Mas lihat deh ke sana, suaminya sweet banget ya, protectif jagain istrinya yang tengah hamil. "

__ADS_1


"Sabar ya sayang kamu juga akan hamil, dan aku juga sudah tak sabar menunggu buah cinta kita hadir dalam perutmu. " Zayn meletakkan satu tangannya di perut rata sang istri kemudian mengusapnya.


"Yuk kita duduk!


Mereka berduapun duduk di bangku taman, menikmati udara segar pada pagi hari. Langit yang cerah, ditambah suasana ramai apalagi ditemani pasangan membuat suasana menjadi romantis. "Kalau aku hamil Mas Zayn pengen anak perempuan atau laki laki. "


"Apapun itu aku terima sayang. " Senja mengangguk, dia sangat beruntung memiliki suami seperti Zayn. Zayn memeluk erat sang istri, tangan mereka saling bertautan satu sama lain.


Drt drt drt


Zayn melepaskan genggaman tangannya, dia mengeluarkan ponselnya.


"Halo Rega ada apa? "


"Pemilik perusahaan Wirawan ingin bertemu dengan Tuan. "


"Huh, memang kapan dia akan mengajak bertemu. "


(..............)


Zayn mematikan sambungan, menyimpan ponselnya kembali dalam saku. Dia membuang nafas berat, kemudian kembali mendekap tubuh sang istri. Senja mengangkat wajahnya, menatap wajah suaminya yang terlihat kesal.


Senja mengelus rahang kokoh Zayn, kemudian memberikan kecupan manis di sana. Zayn langsung memagut bibir manis itu dengan sedikit liar dan dibalas oleh Senja. Keduanya sibuk berciuman mengabaikan di sekeliling mereka.


Seusai ciuman mereka terlepas, Zaynpun mengajak istrinya pergi dari sana. Mereka langsung masuk ke dalam mobil dan melesat meninggalkan taman.


Di Mansion keluarga O'Neil


Keduanya turun dari mobil dan masuk ke dalam. Sampai di ruang tamu, Zayn mencium kening sang istri sekilas kemudian menatapnya dengan lekat. "Sayang, kamu di sini saja ya mas mau menemui klien di Restauran hari ini. "


"Iya Mas kamu hati hati!


Zayn mengangguk, menaiki tangga menuju ke kamar mereka di atas. Tak lama kemudian dia turun ke bawah dan segera menemui orang tuanya. " Mom, Daddy aku pergi dulu dan jaga istriku ya. " ujarnya.


"Pergilah nak. " sahut Mommy Farah.


Zaynpun bergegas meninggalkan keluarganya, Senja menatap kepergian suaminya yang menghilang dibalik pintu. Setelah itu Senja langsung duduk di sofa, Mommy Farah menatap kearah menantunya itu. "Sayang, harusnya kamu larang suamimu nak 'kan kalian masih pengantin baru. " cetus Mommy.

__ADS_1


"Enggak papa kok Mom, lagian klien Mas Zayn sepertinya sangat penting dan mana mungkin aku akan melarangnya. " balas Senja tersenyum tipis.


Mommy Farah mengangguk pasrah, diapun bangkit dan pergi ke dapur. Sepuluh menit kemudian mommy kembali dengan membawa minuman dan kue, ditaruhnya di atas meja. Mertua dan menantu itupun mengobrol banyak hal dan Daddy Arland sesekali menimpalinya.


❣️❣️❣️


Di Restauran Kenanga


Zayn memasang wajah datar, ternyata Klien yang mengajaknya bertemu adalah Dikra. Dikra tersenyum ramah menatap wajah rekan kerjanya itu. "Aku dengar kamu dan Senja telah menikah. " ucap Dikra.


"Iya memang benar!


Dikra menghela nafas kasar, harapan puterinya Luna tidak akan pernah terwujud. Zayn langsung tersenyum miring melihat reaksi di wajah rivalnya itu namun dia memilih diam. "


"Beberapa hari ini Luna ingin bertemu dengan Senja apakah boleh? "


"Kirimkan alamatnya, aku akan datang bersama istriku. Tapi ingat berilah pengertian pada Puteri kecilmu itu agar mengerti, tak semua didunia ini yang dia minta akan dipenuhi dan terwujud. " jelas Zayn dengan ramah.


"Baiklah terimakasih Tuan Zayn, mengenai kerja sama kita bagaimana. " tawar Dikra dengan raut serius.


Zayn terdiam sejenak, kemudian mengangguk. Merekapun saling berjabat tangan, setelah itu menyesap kopi masing masing. "Setelah menikah sepertinya sikap Anda menjadi lebih ramah ya Tuan tidak seperti sebelumnya . " ujar Dikra.


"Ya benar, istriku Senja membawa perubahan positif dalam hidupku. Dia penerang dalam kegelapan yang ada dalam hidup serta cahaya yang melelehkan gunung es dihatiku. "


"She is my sunshine. " ucap Zayn dengan senyum merekah dibibirnya.


Dikra tertegun mendengar untaian kata yang diucapkan Zayn. Tergambar jelas jika rekan kerjanya itu sangat mencintai Senja, istrinya dan dia sangat beruntung pikirnya. Zayn tersenyum kecil jika mengingat wanitanya, kemudian kembali melirik Dikra.


"Maaf kalau aku banyak bicara. " ujarnya.


"Tidak masalah Tuan, saya minta maaf atas sikap saya tempo hari. " sesal Dikra.


"Sudahlah lupakan saja hal itu! Zayn kembali menyesap kopinya sampai habis, begitu juga dengan Dikra. Dikra segera mengirimkan alamat rumahnya pada Zayn. Tring Zayn langsung memeriksa ponselnya setelah itu menyimpannya kembali.


" Ya sudah kita bahas kerja sama kita. "


Dikra mengangguk, mereka berdua pun membahas bisnis dan mengesampingkan masalah pribadi diantara keduanya.

__ADS_1


TBC


__ADS_2