
Pagi ini Senja terlihat sudah sangat segar, rambutnya yang dikepang ke belakang membuatnya seperti gadis kembang desa. Dengan senyum merekah, diapun ke luar dari kamarnya menuju kamarnya mas duda.
Tok tok tok
Cklek pintu dibuka oleh Zayn, perut kota kotak milik prianya menjadi pemandangan pagi hari yang membuat kedua matanya semakin melek dan segar ditambah Zayn hanya mengenakan handuk dipinggangnya. "Ish cepat pakaian sana Mas sebelum aku remas lagi si gagak. " ancam Senja.
Zayn berdecak, menutup pintunya dan langsung berpakaian. Senja tergelak melihat wajah ketakutan kekasihnya itu, tak lama kemudian Zayn ke luar dengan setelan jasnya sambil membawa dasi yang tersampir di bahunya
"Yank pakaikan dasiku. " pinta Zayn dengan nada manja.
Senja mengambil dasinya kemudian memakaikan di leher Zayn, Zayn merangkul pinggang gadisnya dengan tatapan lekatnya. "Nah selesai, sekarang kita turun Mas. "
Zayn menarik tengkuk Senja kemudian mengecupnya sekilas, lalu mereka menuruni anak tangga dan pergi ke meja makan. Sampai di sana, Zayn menarik kursi untuk Senja kemudian dirinya. Sekar yang melihatnyapun merasa cemburu, dia melirik tajam kearah Senja yang kini menjulurkan lidahnya.
Sialan dia berani beraninya mengejekku.
"Kenapa kamu masih di situ Sekar, lebih baik sana kembali ke dapur. " usir Senja dengan terang terangan.
Sekar mengepalkan tangannya, sikap Senja sangat sombong menurutnya tapi dia sementara memilih diam. "Hm saya permisi. " ketusnya dengan kesal berlalu pergi dari hadapan Zayn dan Senja.
Zayn tak menggubris sikap Sekar, dia melirik gadisnya dengan tatapan penuh arti. "Cepat suapi aku!
Astaga Senja ingin sekali mencakar wajah datar kekasihnya itu ditambah senyumnya yang memyebalkan. "Untuk apa kedua tanganmu itu Mas. " cibirnya.
"Tidak terima penolakan!
Senja mendesah pelan, mulai menyuapi Zayn dan Zayn mengunyahnya dengan lahap bergantian dengan dirinya. Lima brlas menit berlalu, Zayn mencium kening dan bibir gadisnya itu. "Aku berangkat dulu sayang, ingat kamu jangan nakal, akan ada hukuman jika kamu melirik pria lain. " ujar Zayn santai.
"Hem. " Senja menatap kepergian kekasihnya, dia menghela nafas melihat bagaimana posesif dan pencemburunya seorang Zayn Barack O'Neil. Senja menggeleng, mulai membereskan meja makan. Dia membawa dua piring kotornya di dapur, Sekar bergegas menghampirinya kemudian memyenggolnya.
Prang suara piring jatuh ke lantai, Senja sempat terkejut dan menatap tajam kearah Sekar. Dia merasa malas sebenarnya, meladeni mak lampir yang selalu mencari masalah dengannya "Mata kamu buta ya Mak lampir. " desis Senja dengan nada sinisnya.
"Cih dengar ya upik abu, di sini kamu hanya seorang pelayan, jangan pernah bermimpi menjadi nyonya di rumah ini. " ketus Sekar.
Hahaha Senja tertawa keras mendengar ucapan Sekar. Dia langsung menunjukkan sebuah kalung berlian di lehernya membuat Sekar terkejut. "Apa kamu tahu tuan Zayn membelikannya untukku, selain itu Zayn kini resmi menjadi kekasihku. " ungkap Senja dengan sengaja memamerkannya.
__ADS_1
Cih aku yang kau sebut upik abu akan berubah jadi cinderrella, dasar mak lampir.
"Apaa! bagaimana mungkin, kamu pasti merayunya 'kan hingga tuan Zayn menurut. "
Senja mengedikkan bahunya acuh, mengambil pecahan piring kemudian menaruhnya di tong sampah. Selesai mencuci piring, dia menoleh mematap Sekar dengan seringai miringnya. "Buat apa aku bohong, kalau enggak percaya tanya saja sama Mas Zayn. " serunya penuh penekanan.
Senjapun pergi dari sana, meninggalkan Sekar yang terbengong sendiri di dapur. Hadeh siapa tahu entar dia kesambet di sana, atau mungkin saja setannya takut sama Sekar si mak lampir wkwk. Senja kini berjalan santai sambil bersenandung kecil.
Ting Tong
Cklek Senja membuka pintunya, dia sangat terkejut melihat kedatangan kedua calon mertuanya eh. "Selamat pagi nyonya, silakan masuk. " Senja mengaruk pipinya tak gatal, merasa gugup berhadapan dengan orang tua Zayn. Mommy Farah tersenyum tipis, bergegas masuk ke dalam bersama Daddy.
Di ruang tamu
"Ayo kamu juga duduk. " titah Mommy Farah pada Senja.
Senja semakin gugup namun masih menuruti perintahnya dan duduk di sofa berhadapan dengan camernya itu. Mommy Farah menahan senyumnya, melihat raut gugup di wajah Senja.
"Menurutmu bagaimana sosok puteraku? Mommy Farah merasa penasaran dengan pendapat Senja mengenai karakter Zayn. Sementara Senja berusaha rileks sebelum menjawab pertanyaan calon ibu mertuanya itu.
Mommy Farah tergelak mendengar jawaban jujur dari Senja. Dia sangat lega mendengar sikap puteranya telah berubah semenjak hadirnya Senja dalam hidup Zayn. Senja hanya bisa tersenyum cangung, dia merasa tidak enak hati mengatai Zayn di depan orang tuanya.
"Sudahlah enggak papa Senja, Zayn dulu sangat dingin dan tak tersentuh setelah istrinya Vania meninggal. Sekarang dia sudah berubah semenjak ada kamu Senja. " ucap Mommy Farah.
Senja hanya mengangguk kecil bingung harus berbicara apa lagi. "Oh ya Nyonya, maafkan kehadiran saya kemarin dikediaman Nyonya dan Tuan. " cicitnya penuh rasa bersalah.
"Jangan terlalu formal pada kami, Cukup panggil kami Mommy dan Daddy!
"Eh iya Mommy! Senja merasa sangat canggung memanggil orang tua Zayn dengan sebutan Mommy dan Daddy.
Sekarpun datang membawa minuman untuk kedua majikan, dia dengan sengaja tidak membuat minuman untuk Senja. Senja mendengus keras, mengibaskan tangannya menyuruh Sekar pergi.
"Apa kamu sangat betah tinggal di sini Senja? tanya Daddy Arland.
"Em iya Daddy, selain itu Zayn pernah mengajak aku make baby padahal belum nikah. " cetus Senja dengan jujur.
__ADS_1
Kedua paruh baya itu saling melirik satu sama lain. Mommy Farah berdecak kesal, mendengar kelakuan puteranya. "Pokoknya kamu jangan mau diajak *** *** sama Zayn sebelum kalian nikah. " tegas Mommy Farah dengan penuh berapi api.
Rasakan kau Mr mesum, pasti si gagak dipotong oleh Mommy xixixi.
Daddy Arland hanya menggeleng melihat sikap istrinya. Hah Mommy akhirnya menemukan partnernya dalam membully Zayn yaitu Senja. Dia tertawa pelan membayangkan bagaimana reaksi puteranya itu. "Kau memang putera Daddy yang hebat Zayn, sangat mesum pada kekasihnya hal itu mengingatkan dirinya di masa lalu. " batinnya.
Setelah menyesap tehnya, Mommy kembali menatap kearah Senja. "Oh ya Nja, bagaimana kabar kedua orang tuamu, lalu bagaimana tanggapan mereka mengenai hubungan kamu dan Zayn. "
"Ayah dan Ibu baik baik saja Mom, tapi ibu sepertinya enggak akan setuju dengan hubunganku bersama Zayn. " cicitnya.
Mommy Farah manggut manggut mendengarnya, dia tengah merencanakan sesuatu untuk merayu calon besannya itu. Sementara Senja merasa cemas, dia tidak mungkin selamanya menyembunyikan hubungan dirinya dengan Zayn dari orang tuanya. "Baiklah Mommy dan Daddy akan segera mengajak orang tuamu makan siang, lalu membicarakannya secara kekeluargaan. " ucap Mommy tersenyum tipis.
"Iya Mommy aku mengerti! Senja merasa sedikit lega mendengarnya, dia berharap Mommy dan Daddy bisa merayu orang tuanya terutama Ibu.
Drt drt drt
Senja mengambil ponselnya dalam saku, dia menahan senyum melihat nomor sang terkasih yang menghubungi dirinya. "Halo Mas, kenapa baru dua jam mas sudah hubungi aku. Kangen ya sama pacarmu yang cantik ini. " goda Senja sambil terkekeh.
Kini mereka berganti melakukan panggilan video call. Zayn tertawa renyah mendengar ucapan gadisnya, dia memang merindukan pacar nakal dan seksinya itu.
"Oh ya kamu sedang apa sayang!
"Ini aku lagi ngobrol sama Mommy dan Daddy mas. " Zayn terlihat terkejut membuat Senja tertawa melihatnya. Dia segera menjelaskan kedatangan Mommy dan Daddy, Zaynpun bernafas lega mendengar penjelasan Senja.
"Aku ingin bicara sama Mommy. " Senja mengangguk, memberikan ponselnya pada Mommy. Mommy langsung memberikan omelan pada puteranya itu sontak mengundang gela tawa Daddy dan Senja.
"Makanya Zayn tahan jangan mesum terus
nak. " omel Mommy.
"Ayolah Mom, salahkan saja calon mantu mommy yang super nakal itu. Dia itu selalu membuat gagakku bangun setelah itu dia langsung pergi tanpa bertanggung jawab. " dengus Zayn.
Pfft Senja tertawa terbahak bahak mendengarnya. Dia merasa tidak bersalah sama sekali dengan apa yang dilakukannya. Daddy Arland merasa kasihan dengan Zayn yang dijahili Senja ditambah diomeli oleh Mommy.
poor Zayn.
__ADS_1
TBC