
Di lain sisi Mike menatap jengah kearah Willy yang terlihat frustrasi kayak cacing kepanasan wkwk. Willy berulang kali menghela nafas panjang, kembali melirik kearah Mike. "Cepat katakan di mana Winnie berada, atau jangan jangan Jingga yang bawa Winnie pergi!
"Sorry bro aku enggak bisa katakan di mana Winnie, istriku sudah memberiku ultimatum, dia tidak mau tidur seranjang denganku dan tidak memberiku jatah sebulan jika aku mengatakannya padamu. " jelas Mike.
"Cih dasar suami takut istri. " cibir Willy. Mike hanya acuh, di kembali duduk di sofa sambil melipat tangannya di dada. Willy merogoh ponselnya, mencari kontak Winnie dan berusaha menghubungi sang kekasih.
Tut tut tut
Willy berkali kali mengumpat nomor wanitanya tidak aktif, Mike sedari tadi memperhatikannya namun memilih diam. "Mungkin Winnie sangat kecewa padamu Willy, sebaiknya kamu lupakan Winnie, biarkan dia bahagia!
Willy terdiam mendengar pernyataan Mike, dia menyandarkan tubuhnya di sofa. Tak lama kemudian Jingga pulang, tanpa ragu dia mencium bibir suaminya mengabaikan kehadiran Willy di sana. Jingga melirik kearah Willy dengan sorot mata tajamnya. "Sebaiknya kamu pulang, aku enggak bakal beritahu kamu bang di mana Winnie berada!
" Please Ji kasih tahu di mana Winnie! pinta Willy dengan memelas.
"Maaf bang aku enggak bisa, Winnie sendirilah yang bilang, kalau dia tak ingin ditemukan oleh kamu! Willy menunduk lesu, bangkit dan melangkah gontai meninggalkan Mike dan Jingga.
"Makanya jangan emosian dan egois, di tinggal Winnie biar nyaho dia. " gerutu Jingga.
Cup Mike mencuri ciuman di bibir istrinya, dia abaikan pelototan sang istri. "Kamu kalau marah marah tambah seksi Yank, aku makin cinta sama kamu!
"Gombal. " Jingga bangkit dan melenggang pergi, Mike dengan cepat menyusul sang istri ke kamar mereka.
***
Di Kediaman Edzard
Kini langit sudah mulai gelap, Jenny kini tengah melamun di ruang tamu. Edzard datang sambil membawakan segelas susu untuk istrinya itu. Ya Edzard telah menikahi Jenny di gereja tadi, hanya keluarga yang datang. "Sayang, ayo di minum dulu susu bumilnya!
Jenny tersenyum, langsung meneguk segelas susunya hingga tandas, setelah selesai ditaruh nya di atas meja. Edzard memeluk pinggang wanitanya kemudian mengecup bibirnya singkat. "Maafin aku sayang, sampai hari ini aku belum bisa memberimu kebahagiaan, di tambah kakakmu yang masih memarahi kamu!
"Kalau aku minta dibebasin, apa kamu mau menuruti keinginanku mas. Biarkan aku bahagia tanpa kamu disisiku, hanya aku dan calon baby! Edzard menggeleng keras mendengar penuturan dari istrinya.
__ADS_1
"Aku sudah terlanjur sayang banget sama kamu dan calon baby kita, kalian hidup aku sayang mana mungkin aku melepaskan kalian! Edzard bangkit, membopong tubuh sang istri dengan bridal style, Jenny mengalungkan tangannya ke leher Edzard.
Di kamar mereka, kini keduanya tengah sibuk memadu kasih. suara erangan dan desahan terus bersahutan satu sama lain, ranjang ikut bergoyang akibat kegiatan panas mereka berdua.
"Em mas..uh pelan pelan. " desah Jenny dengan lirih.
Edzard tersenyum tipis, mempercepat gerakan pinggulnya. Jenny mengalungkan tangannya ke leher sang suami dan terus mendesahkan nama Edzard. Hingga dua jam kemudian kegiatan itu berakhir, Edzard menjatuhkan dirinya di samping Jenny, menarik selimut menutupi tubuh mereka berdua.
Jenny mengusap lembut rahang kokoh sang suami sambil berkata. "Apa aku salah mas, jika aku mencintai kamu!
"Benarkah sayang kamu mencintaiku!
" Iya Mas Edzard, aku cinta sama kamu. " Edzard sangat senang mendengarnya, dia bertubi tubi mencium seluruh wajah Jenny. Jenny tertawa kecil melihat tingkah lucu suaminya, hatinya menghangat kala Edzard berbisik sesuatu di telinganya.
Tangan Edzard kini masuk ke dalam selimut, mengusap lembut perut Jenny dan meremas buah persiknya. Jenny kembali mendesah sontak membuat Edzard tersenyum kecil.
"Ternyata pria es kayak kamu bisa romantis juga ya mas, padahal yang aku dengar dari Jingga, katanya kamu enggak romantis sama sekali kecuali bersama Melisa. " sindir Jenny dengan halus.
Raut wajah Edzard langsung berubah, dia langsung melepaskan pelukannya dan bangun, hingga terlihat jelas dada bidangnya yang polos. Jenny segera memakai pakaian dalamnya, lalu menarik selimut menutupi pinggangnya. Dia ikut bangun dan memeluk sang suami dari samping, "Aku banyak salah sama mommy dan juga Jingga, sayang!
Edzard menoleh, dia menatap lembut wanitanya dengan penuh cinta, tak di sangka dia bisa bersama dengan Jenny. "Ternyata benar ya kata Jingga, kamu yang paling muda di antara Winnie dan Jingga tapi kamu sangat dewasa!
"Bisa saja kamu mas, sebaiknya kita mandi dulu Mas!
Edzard mengangguk, dia menyibak selimutnya dan membopong Jenny ke kamar mandi. Selesai dengan kegiatannya, keduanya kembali berbaring di atas kasur. Jenny memyambar ponselnya, dia sangat terkejut mendapati beberapa pesan dari Jingga mengenai Winnie dan Willy.
"Ternyata bang Willy masih marah sama aku, apa sebaiknya besok kita temui dia mas bagaimana!
" Untuk sementara jangan dulu deh sayang, aku enggak mau abangmu itu menghinamu lagi. " desis Edzard sambil mengeraskan rahangnya. Jenny menaruh ponselnya di meja, dia masuk ke dalam dekapan sang suami. Edzard memeluknya, tak terlalu erat agar tak menghimpit calon baby mereka berdua dalam perut Jenny.
"Mungkin bang Willy butuh waktu untuk menerima keadaanku. " batin Jenny.
__ADS_1
Edzard mencium kening wanitanya dengan lembut, dia mengerti apa yang dirasakan istrinya saat ini. "Sudah larut malam sayang, sebaiknya kita tidur. " ujar Edzard.
"Iya Mas!
Jenny mendusel ke dada sang suami, lalu di pejamkannya kedua matanya. Edzard tersenyum kecil kala mendengar dengkuran halus di dadanya. Dia segera menghubungi Alfred pengacaranya, untuk segera mengurus perceraiannya dengan Melisa. Setelah selesai Edzard segera memejamka matanya, diapun terbang ke alam mimpi menyusul Jenny.
***
Sementara itu Mike kini seperti biasa tersiksa, melihat betapa seksinya sang istri yang dengan sengaja memakai lingerie berwarna hitam.
" Shit, apa apaan ini bisa kulihat tapi tak bisa ku sentuh sialan. " makinya dalam hati.
Jingga menoleh ke belakang, menghadap kearah sang suami. Dia menahan tawanya, melihat raut tersiksa di wajah Mike. Mike berkali kali menelan salivanya kasar, menatap belahan dari balik lingerie yang di pakai Jingga.
"Come on hubby, sebaiknya kita tidur hari sudah larut malam ini. " ucapnya pura pura tak tahu.
"Kamu tidurlah dulu baby, aku mau ke kamar mandi!
" Kenapa kamu mandi malam malam? "
Mike berdecak kesal, melihat istrinya yang kini tengah menahan tawanya. "Lihatlah si kaktus tengah menggembung ini. " tunjuk nya sambil menunduk. Jingga mengikuti arah pandang suaminya kemudian pipinya merona merah.
Mike berbalik dan pergi ke kamar mandi, tak lama tawa Jingga seketika pecah melihat betapa tersiksanya sang suami.
"Apa yang aku lihat tadi squishy? " Jingga segera menggeleng, mengenyahkan pikiran kotornya mengenai si kaktus. Dia segera membalik badannya, tersenyum geli mendengar desahan dari balik kamar mandi yang cukup keras.
"Dasar mr mesum!
Dua jam kemudian Mike baru ke luar, dia segera memakai piyama kemudian naik ke atas ranjang. Dia mendengus kesal melihat istrinya yang telah terbang ke alam mimpi.
" Dia sudah tidur nyenyak sedangkan aku tersiksa setengah mati ckckck. "
__ADS_1
poor Mike
bersambung