
Hari berikutnya
Pagi ini Melisa memutuskan pergi jalan jalan, sudah lama dia tak terlihat rileks seperti sekarang. Mengingat sosok Adam, bibirnya tak henti hentinya melengkung membentuk senyuman. Diapun memutuskan pergi ke mall, mencari kemeja untuk sang kekasih tercinta.
Sampai di pusat perbelanjaan, Melisa segera memiliki warna kemeja yang menjadi kesukaan Adam, calon suaminya. "Semoga mas Adam menyukai kemeja yang aku pilihkan ini. " gumamnya sambil tersenyum.
Selain itu Melisa juga membeli beberapa lingerie, dia sengaja membelinya hanya demi Adam, pria yang sangat dia cintai. Beberapa menit berlalu setelah selesai Melisa segera pergi ke kasir dan membayarnya.
"Melisa. "
Melisa menoleh, dia tersenyum canggung melihat Edzard dan Jenny datang menghampirinya. Jenny tersenyum tulus di depan mantan istri dari Edzard tersebut. "Kamu lagi beli apa nih Mel kok kayaknya senang banget? "
"Iya Jen, aku lagi beli kemeja buat mas Adam, calon suamiku. " ujarnya ramah. Melisapun mengatakan siapa Adam pada Edzard dan Jenny. Jenny turut senang melihat Melisa mendapatkan pasangannya yang tepat.
Mereka bertiga ke luar dari mall, menuju ke restauran terdekat dan mengobrol di sana. Edzard hanya diam mendengarkan obrolan Jenny dan Melisa. Melisa mengeluarkan selebar surat undangan dan menyerahkannya pada Jenny. "Kalian harus datang ya ke pasta pernikahanku dengan mas Adam. "
"Tentu saja kami datang Mel, lagian aku penasaran dengan calon suamimu. " Edzard melirik tajam kearah istrinya, Melisa yang melihat kelakuan keduanya hanya bisa tertawa kecil. Jenny kembali menoleh kearah Melisa dengan wajah seriusnya.
"Mel, buat kesalahanku di masa lalu, aku minta maaf. " ucap Jenny dengan tulus.
"Sudahlah Jenny, lupakan semuanya karena kita sudah punya kehidupan masing masing. "
Kedua wanita itu mengobrol dengan asyiknya, melupakan keberadaan Edzard. Selesai mengobrol, Melisa berpamitan lebih dulu pada Jenny dan Edzard. Dia segera menaruh paperbagnya ke dalam mobil setelah itu mobil melesat jauh. Tanpa sepengetahuannya, dari belakang sebuah mobil mengikutinya ke manapun.
Setibanya di mansion, Melisa segera turun dari mobil dan bergegas ke dalam. Dia mencari keberadaan Adam calon suaminya namun tak terlihat. "Mas Adam ke mana, sepertinya dia belum pulang. "
Tin
tin
tin
__ADS_1
Suara klakson mobil membuatnya tersenyum kegirangan, tak lama Adam masuk ke dalam bersamaan dengan Vanilla. Seketika senyuman di wajah Melisa berubah menjadi kesal kalau melihat sepupunya datang bersama Adam. Adam menyentak tangan Vanilla lalu bergegas menghampiri sang kekasih, tak lupa dia mengusir Vanilla dari penthousenya.
"Vanilla, sebaiknya kamu pergi dan kita tak ada urusan lagi. "
"Tapi Adam.. "
"Kamu tuli ya Adam menyuruhmu pergi. " seru Melisa dengan nada tinggi. Vanilla langsung mengumpat, dia berbalik dan menghentakkan kakinya kesal dan pergi dari sana.
Melisa menatap kesal kearah calon suaminya, dia berbalik dan melangkah pergi, Adam merasa panik dan segera mengejarnya ke kamar mereka berdua.
Skip Di Kamar
Mereka berdua kini tengah menyatu, peluh keringat membasahi tubuh mereka berdua. Melisa mengusap pipi Adam lalu turun ke dadanya yang bidang. Dia mengulas senyumnya, tak dipungkiri prianya semakin seksi saat berkeringat seperti saat ini.
Setelah hampir dua jam, Adam menyudahinya kala keduanya sama sama mendapatkan puncaknya. Melisa memeluk leher Adam, menatapnya lembut penuh cinta. "Mas, enggak akan ninggalin aku 'kan setelah ini? "
"Tentu saja tidak sayang, aku sudah berjanji pada diriku sendiri, tak akan pernah meninggalkan kamu sendiri yank!
"Haish mas, aku ngobrolnya sama Jenny Mas!
Adam merasakan lega sekarang, kekhawatiran dalam hatinya seketika lenyap. Dia kembali menyusupkan wajahnya keleher wanitanya dan memberikan kecupan kecupan kecil di sana. Melisa mengusap kepala sang kekasih dengan lembut, sesekali mendesah pelan kala Adam menyentuh buahnya yang indah.
Tiba tiba perutnya bergejolak, melisa mendorong tubuh sang kekasih lalu turun dan berlari ke kamar mandi. Adam mengerutkan keningnya, segera mengambil celana pendeknya kemudian dia pakai setelah itu menyusul Melisa sambil membawa bathrobe.
Hoek
hoek
hoek
__ADS_1
Melisa terus mengeluarkan cairan bening, tanpa merasa jijik Adam memijat tengkuknya dari belakang. Beberapa menit berlalu, setelah tidak mual Melisa ke luar dari kamar mandi dengan wajah pucatnya. Adam merasa cemas dengan keadaan sang kekasih. Keduanya segera membersihkan diri lalu berganti pakaian. Lagi lagi Adam melihat Melisa yang bolak balik ke kamar mandi karena mual. Segera saja dia menghubungi dokter agar segera datang.
30 menit berlalu dokter datang, langsung memeriksa keadaan Melisa. Setelah selesai Dokter mengatakan kabar bahagia pada Adam mengenai kondisi Melisa.
"Jadi Melisa hamil dokter. "
"Iya Tuan dan ini vitaminnya. " Dokter memberikan vitamin yang di terima Adam setelah itu pamit pulang. Dengan raut bahagia dia hampiri wanitanya kemudian menciumi nya bertubi tubi.
"Mas Adam kenapa kamu bahagia sekali
Mas? "
"Kata dokter kamu hamil sayang, calon buah hati kita. " Adam menyentuh perut rata wanitanya dengan lembut.
Mata Melisa berkaca kaca mendengar kabar bahagia yang disampaikan Adam, dia langsung memeluk prianya namun tak terlalu erat. Dia sangat bersyukur karena bisa kembali mengandung lagi, kali ini benih dari calon suaminya. Adam kini berada sejajar dengan perut Melisa, berkali kali menciumnya dengan penuh kelembutan.
"daddy sangat senang kalian tumbuh di rahim mommy sayang, sehat sehat ya nak. "
"Honey, feeling aku mengatakan kalau kita akan memiliki anak kembar tiga dalam perutmu. " ujar Adam sambil tersenyum.
"Masa langsung tiga sih mas, kamu nih ada ada saja. " ujar Melisa sambil tertawa. Merekapun berbaring bersama, Melisa bersandar di dada Adam dan Adam mengecup keningnya. Adam sangat bahagia, keinginannya terwujud dan sekarang dirinya menjadi calon daddy. Dia pandangi wanitanya dengan lekat, cup sesekali mengecup bibir Melisa singkat.
"Mas makin cinta sama kamu sayang, terimakasih telah memberi mas kebahagiaan yang luar biasa ini. " Melisa tersenyum manis, mendengar ucapan tulus dari calon suaminya. Dia usap pipi kiri sang kekasih dengan lembut sedangkan Adam mengusap perut ratanya.
"Mommy dan Daddy perlu di kasih tahu Mas, mereka pasti sangat bahagia jika mendengar aku hamil!
" Ya sudah kita ke luar yuk bentar, beli susu hamil untuk kamu mumpung masih sore. " Melisa mengangguk, kedua turun dari ranjang, berganti pakaian dan ke luar dari kamar.
Melisa dan Adam dalam perjalanan menuju ke supermarket. Sampai di sana Adam mengambil troli, mereka membeli beberapa kebutuhan bahan makanan dan juga buah buahan. Adam sengaja membeli susu ibu hamil rasa Vanilla, mengingat Melisa sangat tak menyukai rasa cokelat. Setelah selesai mereka langsung membayarnya dan pulang.
__ADS_1
bersambung