
Tepat pukul 03.00 sore Anna selesai membersihkan paviliun dan juga memasak untuk dirinya sendiri dengan susah payah. Dia kini terlihat sangat fresh setelah mandi dan berganti pakaian, meski tubuhnya masih merasa pegal pegal karena lelah. Dia segera mengambil tasnya, lalu ke luar dari paviliun, Anna telah memesan taksi. Dia langsung masuk ke dalam taksi dan setelah itu melaju kencang.
Dari jauh Jingga melihatnya, dia terlihat mengerutkan kening melihat kepergian dari Anna. Namun dia memilih kembali ke dalam Villa, menuju ke kamarnya bersama sang suami, mengemas pakaian mereka ke dalam koper.
**
Sementara itu di lain tempat, setelah dirinya mengalami keguguran beberapa bulan lalu, Melisa memilih menjauh dan menutup diri dari laki laki. Dia tahu kesalahannya kemarin sangatlah fatal hingga harus kehilangan janinnya. Hingga sekarang dia memilih bersikap dingin pada semua laki laki, termasuk Alex. Kini fokusnya tengah menjalankan toko kuenya yang kini berkembang pesat dan sukses.
Trisna dan Rachel menghampiri bu bossnya itu kemudian saling melirik satu sama lain setelah itu menatap Melisa lagi. Dia juga mendengar kabar perusahaan sang papi telah bangkrut namun Melisa tak peduli. "Nona, teman teman sebaya nona sudah pada menikah, kenapa nona tak mencoba membuka hati untuk lelaki. " ucap Trisna dengan hati hati.
"Enggak dulu deh Tris, lagian aku masih cukup trauma kejadian beberapa bulan lalu. " balas Melisa dengan lembut.
Melisa kembali memantau toko kuenya, menghela nafas pelan mengingat kisah cintanya bersama Alex yang kandas karena hubungan mereka tak direstui orang tua Alex.
"Mas Alex, terimakasih telah singgah sebentar di hidupku dan aku harap mas Alex bisa bahagia dengan kehidupan barumu. " batin Melisa.
Melisa melirik jam tangannya sekilas lalu mengambil tasnya, bergegas menghampiri kedua pegawainya. "Trisna, Rachel aku pulang dulu ya kalau sudah sepi toko di tutup!
" Iya Nona, kamu hati hati! Melisa mengangguk, dia melangkah ke luar dari toko. Dia kini menunggu taksi yang telah dia pesan, tak lama taksi datang dan Melisa masuk. Melisa masuk ke dalam dan taksi melaju kencang, meninggalkan toko.
Setelah turun dari taksi, Melisa memasuki rumah kontrakannya. Ya kini dia memilih hidup sederhana meski toko kuenya sukses. Dia langsung pergi ke kamarnya, membersihkan diri di kamar mandi lalu berganti pakaian.
Drt drt drt
Melisa yang mengeringkan rambutnya seketika menoleh, menyambar ponselnya. Diapun tersenyum senang melihat foto yang dikirim Jenny padanya.
"Keponakan aku cantik banget, seandainya aku tak keguguran pasti anakku sudah lahir. " gumamnya dengan nada rendah.
__ADS_1
to Jenny
Congrats Jenny, buat kelahiran puterinya meski terlahir prematur. Maafkan aku, aku belum bisa menjenguk baby Valerie.
Melisa kembali menghela nafas kasar, dia tak ingin hadir lagi dalam kehidupan Edzard dan Jenny. Dia menaruh ponselnya di atas meja, lalu berbaring di kasur, memeluk guling dengan erat. Keputusannya sudah benar, dia tak ingin mempercayai laki laki lagi dan membuka lembaran baru.
**
Kini Jingga telah selesai melayani sang suami di ranjang, wanita hamil itu terus menggerutu kearah sang suami. Mike terkekeh melihat istrinya yang tampak menggemaskan saat merajuk. Keduanya telah selesai mandi dan beres beres, kini keduanya berada di ranjang
dengan Mike merengkuh istrinya dari belakang
"Katanya mau bantuin berkemas, kamu malah mengajak aku bercocok tanam, menyebalkan sekali kau pria mesum!
"Lagian kamu sangat menggairahkan honey, makanya aku tak tahan. " Jingga menoleh, berdecak kesal memandang kearah suaminya, Mike menanggapinya dengan senyuman.
Mike semakin semangat memainkannya, dia sangat candu akan buah favoritnya ini. Setelah puas dia menjauhkan wajahnya, tangannya menyentuh persik sang istri kemudian meremasnya. "Hubby, pelan pelan akh ini buat calon anak kita!
"Iya sayang aku tahu aku cuma menggodamu, kamu berbaring saja biar aku yang mengemas pakaian kita ke dalam koper. " Jingga mengangguk pelan, Mike menarik tangannya dan lalu mengecup bibir istrinya singkat. Setelah itu turun dari kasur dan mulai berkemas.
Jingga mengulum senyumnya, memperhatikan- suaminya yang tengah sibuk berkemas. Merasa diperhatikan Mike menoleh dan tersenyum jahil kearah istrinya. "Sampai di sana, kamu memakai lingerie ya setiap kita berduaan. " goda Mike.
"Dih mesum, ingatlah mr mesum aku lagi bunting calon anak kita. " ujarnya sambil mengusap perutnya yang buncit. Mike tertawa kecil, melihat raut kesal di wajah wanitanya.
"Ingatkan aku ya honey, kita pergi ke dokter dulu sebelum berangkat ke bandara! Jingga mengangguk, dia langsung merengek manja minta di cium suaminya. Mike segera menyelesaikan tugasnya kemudian kembali ke kasur, berbaring di samping istrinya.
Cup cup cup Mike menciumi seluruh wajah istrinya, terakhir dia mengecup bibir Jingga dengan lembut namun menuntut. Jingga membalas ciuman suaminya dan keduanya larut dalam kegiatan mereka itu. Selesai berciuman, Jingga bersandar di dada suaminya sambil mengusap perutnya yang membuncit.
__ADS_1
"Hanya di depanku kamu menggunakan dress menerawang ini sayang. "
Jingga tersenyum mendengar nada posesif dari ucapan suaminya barusan, lagian siapa juga yang mau berpakaian seksi di hadapan pria lain. Mereka kembali berpagutan namun hanya sebentar, tangan Mike ikut menyentuh perut besar wanitanya.
"Oh ya hubby, aku tadi melihat Anna terburu buru pergi, jangan jangan dia berbuat nekat lagi. "
Mike menaikkan sebelah alisnya mendengar penuturan sang istrinya, dia menghela nafas pelan kemudian tersenyum sambil mengusap pipi Jingga. "Sudahlah sayang jangan pikirkan dia lagian belum tentu dia membalas kebaikan kamu, apa yang kamu lakukan pada Anna sebenarnya untuk kebaikannya bukan!
" Huum. " Jingga membenarkan apa yang di katakan oleh suaminya. Mike melirik jam tangannya setelah itu kembali fokus pada sang istri.
Tok
tok
tok
"Bunda, Papah kalian di panggil oma dan opa. " teriak Daniel dari balik pintu. Mike dan Jingga saling melempar senyum mendengar teriakan putera mereka. Mike bangkit dan segera membuka pintu kamarnya. "Hei jagoan, kamu turunlah dulu Daniel, papah dan bunda akan menyusul. "
"Iya papah tapi jangan lama lama, sebelum makanannya aku habiskan. " Mike terkekeh mendengar nada bicara putera kecilnya, Daniel langsung pergi. Dia segera membantu Jingga lalu mereka ke luar dan menuruni anak tangga.
Skip malam harinya
Di meja makan, mereka semua kini makan malam bersama. Mommy dan Daddy menatap puteri dan menantunya secara bergantian. "Nak, bagaimana dengan perusahaan milikmu jika kita berangkat ke Italia. "
"Aku dan Papi sudah sepakat jika Afran, asisten aku yang akan menggantikanku memimpin perusahaan Daddy. " Daddy mengangguk mendengar keputusan sang menantu, para wanita hanya diam mendengarkan obrolan suami suami mereka.
bersambung
__ADS_1