Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
JMC BAB 3


__ADS_3


Setelah mengganti pakaiannya, Meira pergi ke kamar pria gila itu.


Tok


tok


tok


Cklek Meira membuka pintunya perlahan, mencari sosok Aiden di seluruh penjuru kamar pria itu. Dia mengernyitkan dahi, melihat pria itu berbaring membelakanginya. Meira berjalan pelan menghampiri pria itu, dengan berani menoel lengan kekar Aiden.


"Eh tuan Aiden, apa kau sakit? " Meira semakin penasaran, memperhatikan pria itu dari dekat, lalu mendengus pelan. Wanita itu hendak pergi, namun tangannya di tahan dan tubuhnya di tarik hingga terjatuh di ranjang dengan tubuh kekar Aiden mengukungnya dari samping.


"Eh apa yang kau lakukan! Meira merasa panik berusaha mendorongnya namun Aiden mencekal tangannya ke atas. Tatapan mereka bertemu, Aiden menatapnya dengan intens membuat Meira merasa gugup.


Aiden menyusupkan wajahnya ke leher Meira, hembusan nafas pria itu membuat darah Meira berdesir hebat. "Biarkan begini sebentar, jangan banyak bicara!


Meirapun memilih mengalah, membiarkan Aiden memeluk dirinya. Tangan yang tadinya di cekal pria itu kini mengelus kepala si pria gila bagi Meira ehe. Aiden menurunkan wajahnya hingga sejajar dengan belahan dada wanita itu.


Cup


"Astaga, dasar mesum. " pekik Meira dengan wajah memerah. Aiden mendongak, menatap raut wajah gadis yang di peluknya, terlihat jelas jika wanita itu begitu malu dan kesal padanya.


"Lepaskan tanganmu Tuan. " geram Meira dengan menahan kekesalannya. Aiden hanya diam tak bergeming, pria itu justru memeluknya dengan erat.


Bug


"Apa kau gila hah? " Aiden meringis kesakitan, Meira segera bangkit dan tersenyum lega, bisa lepas dari pria gila. Wanita itu segera ke luar dari kamar Aiden, melupakan tujuannya ke sana.


"Dasar gadis bar bar. " geram Aiden kesal.


Drt

__ADS_1


drt


Obrolan via telepon


📱Aiden : Ada apa kak Aaron?


📱Aaron : Malam ini datanglah ke rumahku, kita makan malam bersama.


📱Aiden : Ya aku akan datang


Aiden menyimpan ponselnya kembali, melirik jam di tangannya sekilas lalu menghembuskan nafas berat. Pria tampan itu langsung bangkit setelah menyambar kunci mobil dan dompetnya. Dia menuruni anak tangga, berpapasan dengan Meira yang ke luar dari arah dapur.


"Selama kau jadi pelayan pribadiku, aku harap kamu harus jaga batasanmu. Jangan pernah berfikir untuk menggodaku dengan penampilan kamu, karena aku tidak akan tertarik padamu. " pungkas Aiden berjalan melewati Meira yang kini memasang wajah cengonya kearah pria itu.


Setelah kepergian Aiden, Meira kembali mencibir pria gila itu dan tak henti hentinya mengumpatinya. "Apa otaknya sedang tak berfungsi, sejak kapan aku menggodanya Lagian siapa juga yang tertarik sama pria gila seperti dirinya cih. " dumel Meira dengan wajah kesalnya.


"Sial banget wanita yang menjadi pasangannya kelak. " gumamnya dengan nada mencibir. Meila memilih tak peduli, gadis itu memutuskan menonton drama korea di televisi sambil memakan camilan.


"Ax, aku lagi malas berdebat denganmu. " ujar Aiden dengan datar.


Axelpun hanya mendengus kesal, menatap sebal kearah kakaknya itu dan Freya langsung mengusap lengan sang suami agar bersabar. Aaron menghela nafas berat, melihat sikap adiknya itu diapun tak bisa berbuat apa apa, hanya waktu yang bisa mengubahnya.


"Om Aiden, mana mainan untuk aku. " ucap Galen dengan mimik polosnya.


"Maafin om jagoan, besok kita beli mainan sesuka kamu bagaimana. " tawar Aiden berusaha membujuk keponakannya.


"Oke om. " si kecil Galen berjingkrak kegirangan, mereka semua tergelak melihat tingkah bocah itu.


"Lalu buat Sera mana om ganteng. " sahut bocah cantik dengan muka cemberutnya. Seraphina Gevania Liem, puteri dari Axel dan juga Freya. Freya hanya menggeleng pelan, melihat sikap puteri kecilnya yang menggemaskan.


"Besok Sera juga ikut om dan Galen oke. " jawab Aiden dengan tawa kecilnya. Serapun mengangguk, gadis cilik itu melanjutkan makannya.


Selesai makan malam, Zinnia kembali memperhatikan Aiden, adik iparnya dengan lembut. "Den, sebaiknya kamu menginap di sini, bukankah sudah lama kamu tidak menginap? "

__ADS_1


"Iya kakak ipar, baiklah aku akan tidur bersama Galen dan Sera, dua keponakan tampan dan cantik. "


"Yes, adik Sera otw. " celetuk Axel kegirangan, Freyapun mencubit lengan suaminya. Aaron dan Zinnia tergelak mendengar ucapan Axel barusan. Aiden mengajak kedua keponakannya menuju ke kamar. Dua pasangan itupun meninggalkan meja makan, menuju ke kamar masing masing.


"By, aku harap Aiden kelak menemukan gadis yang tepat untuk menjadi pasangannya. " ucap Freya dengan tulus. Axel setuju dengan apa yang di katakan istrinya, sejak awal dia memang tidak menyukai Valerie, gadis yang di kejar Aiden dulu.


Aiden mengecup pipi istrinya sekilas, diapun mendekapnya dari belakang. Freya mengelus lengan suaminya yang memeluk erat perutnya. "Sudahlah jangan bahas Aiden, lebih baik kita olahraga yuk Yank bikin adiknya Sera. " bisik Axel dengan mesra.


"Haish sayang Serra masih kecil Hubby. " protes Freya pada suaminya. Wanita itu membalik tubuhnya, Axel langsung memagut bibirnya lembut setelah itu melepaskannya. Pria itu langsung tergelak, mereka berbaring di atas kasur dengan Freya memeluk tubuh suaminya.


Cup cup cup


Axel menciumi puncak kepala istrinya dengan lembut, Freya tersenyum tipis dalam dekapan sang suami. Keduanya bercerita mengenang masa lalu mereka sebelum menikah. "Eh hubby, ngomong ngomong gimana kabar Kevin sekarang ya. Apa dia sudah menikah apa belum ya? "


"Kenapa kamu tanyain dia hah. " ketus Axel kesal. Rahang pria itu mengeras, tampaknya pria itu masih cemburu pada istrinya, jika kembali membahas Kevin. Freya mendongak ke atas, terkekeh melihat suami pecemburunya kini kesal padanya.


"Oh ayolah Kevin, temanku sayang dan lagian dia pasti sudah menemukan belahan jiwanya. " sahut Freya dengan lembut.


"Tapi aku enggak suka kamu bahas dia sayang, aku cemburu tahu. " sewot Axel. Freyapun tersenyum geli, melihat tingkah suaminya yang merajuk sama seperti puteri kecil mereka. Wanita itu menciumi seluruh wajah suaminya, agar suaminya itu berhenti merajuk seperti anak kecil yang tidak di beri mainan.


"Sudah ya jangan ngambek, aku cintanya sama kamu hubby dan puteri kecil kita Seraphina! Axel tersenyum lega mendengarnya, pria itu menatap dalam istrinya dengan penuh cinta.


"Awas saja kalau kamu bahas Kevin lagi, aku akan membuatmu hamil tiap tahun. " pungkas Axel. Freyapun melotot, memukul dada sang suami dengan gemas. Dia tak habis pikir dengan pemikiran konyol suaminya ini.


"Bercanda sayang, tapi kalau beneran juga enggak papa, rumah kita akan ramai jika dipenuhi anak anak kita. " sambung Axel. Freyapun tersenyum tipis, terlihat suaminya yang berharap dirinya hamil lagi. Apalagi tiap malam suaminya itu selalu menggempurnya tanpa kenal lelah.


"Bentar bentar, oh ya ampun aku telat! batin Freya, wanita itu teringat dengan jadwal haidnya yang tidak dia dapat selama dua bulan ini.


"Sayang, kenapa kamu melamun? "


"Enggak papa hubby, yuk kita tidur. " Axel mengangguk, merekapun memejamkan mata dan tak lama terlelap pulas.


tbc

__ADS_1


__ADS_2