Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Season 3 Terjerat Cinta Sang Duda Part 5 - Bayi Besar


__ADS_3

LIKE, VOTE DAN KOMEN


Tepat pukul tujuh malam, Bara mengajak keluar Binar. Gadis itu tampak mempesona malam ini, mengenakan dress panjang berwarna merah muda sementara Bara begitu gagah dengan setelan jasnya, menambah kandar ketampanan pria itu.



"Mas, kamu..? "


"Aku siapin ini buat kamu binar. " jawab Bara sambil tersenyum. Binar benar benar di buat terkejut oleh Bara, dia merasa heran dengan pria di depannya ini.


"Enggak mungkin 'kan mas Bara suka sama aku. " batin Binar. Binar menepis pemikirannya, dia merasa tak mungkin jika Bara menyukai dirinya, kejutan ini hanya ucapan terimakasih pada dirinya..


Bara dan Binar segera duduk, pria itu dengan lembut mengusap pipi Binar, membuat debaran di jantung gadis itu kian cepat. Dia menatap lekat wajah gadis cantik di depannya, gadis yang diam diam telah memasuki hatinya tersebut.


"Kita makan malam dulu. "


Keduanya makan malam dalam suasana romantis, Binar hanya diam saat Bara mengatakan tentang Adrian dari bayi hingga sekarang. Selesai makan Bara mengajaknya pergi, Binar hanya menurut hingga keduanya duduk di sebuah kasur yang letaknya tak jauh.



"Mas. " panggil Binar dengan raut tak terbaca.


Bara hanya tersenyum, membawa Binar ke pangkuannya. Binar mengalungkan tangannya, merasa gugup dengan keintiman mereka saat ini. "Selama dua tahun ini saat kamu bekerja di perusahaan mas, mas selalu memperhatikan kamu Bi. " ucap Bara dengan tatapan teduhnya.


"Mas sayang sama kamu Binar. " jelasnya. Binar terkejut mendengarnya, jantungnya semakin berdegup kencang. Bara meraih tangannya, menaruhnya di atas dada pria itu.


"Dengarkan suara ini Bi, setiap kali aku berada di dekatmu jantungku selalu berdegup kencang, aku benar benar jatuh cinta padamu Binar Almahyra Liem. "


"Tapi mas aku.. "


"Sst, kamu belum mencintaiku 'kan aku tetap akan menunggumu dengan sabar, apalagi Adrian tak bisa jauh dari kamu Binar. "


Binar terdiam, dirinya juga merasa nyaman berada di sisi Bara namun dia belum paham akan perasaannya pada Bara. Bara lebih dulu menciumnya, awalnya Binar terkejut namun gadis itu turut membalas kecupan manis dari Bara.

__ADS_1


Bara mengeratkan pelukannya, setelah ciuman itu berakhir, Bara mengusap kepala gadis pujaannya. "Terlalu mendadak mas, beri aku waktu ya mas Bara dan lagian kita belum terlalu akrab untuk hubungan sejauh itu. "


"Pulang yuk mas, udah malam dan aku merasa kedinginan. " gumam Binar.


Hup


"Aah mas Bara, mas Bara suka banget sih gendong aku. " ucap Binar. Bara tersenyum, pria itu berkali kali menggodanya, membuat semburat merah terbit di pipi Binar. Pria itu memastikan gadis pujaannya merasa nyaman, lalu melajukan mobilnya cepat.


Hari telah larut malam, keduanya bergegas ke kamar masing masing. Bara menahan tangan Binar, membuat gadis itu menoleh. Pria itu menariknya ke dalam dekapan, Bara kembali menciumnya dengan lembut sekilas.


"Mas Bara ih sukanya cium cium. " protes Binar dengan bibir cemberut.


"Bibir kamu sangat manis sayang, makanya mas suka cium kamu. " Bara tersenyum, melihat rona merah kembali terbit di pipi Binar. Binar memukul dada Bara pelan, wajahnya tampak mengemaskan saat merajuk.


"Gemes banget sih, jadi pengen nikahin kamu Binar. " Bara mengerlingkan matanya, menggoda gadisnya membuat Binar salah tingkah. Binar mendorong tubuh Bara, mengecup singkat bibir pria itu kemudian berlari masuk ke dalam kamarnya.


"****, kamu benar benar menggemaskan sayang. " maki Bara dalam hatinya. Bara benar benar semakin jatuh cinta pada Binar, dia berlalu dari sana sambil senyum senyum sendiri, masuk ke dalam kamarnya.


Binar segera membaringkan tubuhnya, menyentuh bibirnya yang begitu nakal dan terbayang saat bibirnya menyatu dengan bibir Bara. Diapun hanya bisa merutuki keberanian serta kebodohan dirinya tadi mencium Bara. Binar menggelengkan kepalanya, memejamkan keduanya matanya kemudian terlelap.


**


Esok harinya Binar tengah menelisik penampilannya, setelah selesai gadis itu ke luar dan pergi ke kamar Adrian. Diapun tak menemukan bocah itu, memutuskan turun bersamaan dengan Bara.


Binarpun tertegun melihat penampilan Bara yang begitu gagah memakai setelan jasnya. Bara meraih pinggang Binar, bersama sama menuruni tangga dan pergi ke meja makan.


"Pagi mommy, pagi daddy. " sapa Adrian dengan senyuman manisnya.


"Pagi juga sayang. " Binar memberi kecupan di kedua pipi Adrian, Bara yang melihatnya merengut kesal. Nyonya Vina tersenyum geli melihat reaksi dari puteranya itu.


"Binar sayang, apa kau sudah memiliki kekasih nak? " tanya Nyonya Vina pada Binar.


"Tidak ada Tante, kalau teman laki laki tentu saja ada. " jawab Binar sambil tersenyum mengabaikan pelototan Bara padanya. Bara meremat sendok yang dia pegang, hatinya memanas mendengar pengakuan Binar barusan.

__ADS_1


"Sayang ya gadis cantik sepertimu tak memiliki kekasih, pasti salah satu teman laki laki mu menyimpan rasa sama kamu Binar. " ucap Nyonya Vina sambil sesekali melirik kearah Bara, puteranya. Binar menanggapinya dengan senyuman, sedangkan pria disebelahnya tengah menahan api cemburunya yang berkobar.


"Dasar Bara. " gumam Nyonya Vina tersenyum geli.


"Aku selesai mom. " ujar Bara singkat. Pria itu bangkit, mencium pipi puteranya dan beralih pada Binar. Binar hanya diam melihatnya,gadis itu justru fokus pada makanannya, sontak membuat Bara semakin kesal. Bara bangkit, meninggalkan meja makan, setelah kepergian pria itu Nyonya Vina dan Binar langsung tertawa keras.


"Nak susul Bara, sepertinya putera tante tengah merajuk itu. " goda Nyonya Vina. Binar mengangguk pelan, pergi menemui Bara yang berada di luar.


Toel


Binar menoel bahu Bara, membuat pria itu menoleh dan memasang wajah masamnya. Binar tersenyum geli melihat Bara yang tengah merajuk seperti anak anak. "Duh duteng ngambek, kalau Adrian lihat bisa bisa Adrian meledek kamu lho mas. " goda Binar sambil tersenyum


"Duteng? "


"Duda Ganteng. " jawab Binar sambil mengedipkan matanya. Bara langsung tersipu mendengarnya, dia segera berdehem dan bersifat cool didepan gadis pujaannya.


"Cie mas Bara bisa malu juga ya. " lagi lagi Binar meledeknya, Bara merasa gemas dengan tingkahnya. Pris itu segera memeluknya, menggelitik pinggang Binar hingga gadis itu tertawa terpingkal pingkal.


"Ahaaa mas Bara hentikan aha. " ucap Binar.


"Kamu nakal ya godain aku terus hmm. " sahut Bara.


"Iya iya aku minta maaf, hentikan mas geli tahu. " rengek Binar. Bara menghentikannya, mereka kembali berpelukan sebentar kemudian melabuhkan kecupan di kening Binar.


"Sana gih berangkat, nanti telat lho mas. "


"Tapi cium dulu dong sayang. " Bara menyentuh bibirnya, Binar merasa malu dan menatap sekitarnya kemudian mengecup bibir Bara sekilas.


"Sudah sana berangkat. " Binar mendorong tubuh Bara ke dalam mobil. Gadis itu melambaikan tangannya, menatap kepergian Bara. Binar senyum senyum sendiri, mereka terlihat seperti seorang istri yang mengantar suaminya ke depan untuk berangkat kerja. Apalagi melihat sikap merajuk dan manjanya Bara, membuat Binar tak henti hentinya tersenyum.


"Dasar bayi besar. " gumam Binar melangkah masuk ke dalam mansion. Binar segera menemui Adrian, menemani bocah tampan itu bermain setelah itu baru pulang ke rumah maminya.


tbc

__ADS_1


__ADS_2