Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Epson 134~ Triplet A story - Aaron Chap 1


__ADS_3

Sementara dua orang gadis terlihat kelelahan, Zinnia dan Freya, dua sahabat yang baru saja menyelesaikan pekerjaan mereka di Cafe. Kini keduanya dalam perjalanan pulang menaiki sebuah motor matic milik Zinnia. Sampai di rumah keduanya langsung duduk di sofa, mengistirahatkan tubuh mereka.


"Entar malam, kita pergi ke pesta ulang tahun seseorang ya Zi. "


"Seseorang siapa freya, kalau ngomong yang jelas!


"Em dia pria yang aku kagumi Zi. " gumam Freya dengan malu malu. Zinnia mendengus sebal mendengar pernyataan sahabatnya, dia menghela nafas panjang.


"Oke tapi jangan sampai salah orang ya. " Freyapun tersenyum lebar kemudian mengangguk. Zinnia bangkit dan pergi ke kamarnya, gadis cantik itu segera mandi karena tubuhnya penuh keringat.


Skip Malam harinya, Kini Freya dan Zinnia berada di ballroom hotel bintang lima. Keduanya hadir dalam pesta mewah, dengan penuh semangat Freya mengajak sahabatnya itu menemui Axel. "Kenapa berhenti sekarang Fre, apa yang membuatmu tidak fokus? "


Zinnia mengikuti arah pandang Freya, tertuju pada Axel yang bersama seorang wanita. Dia menghela nafas panjang, menarik tangan sahabatnya itu menjauh kemudian melepasnya.


"Jadi Axel pria yang kamu kagumi Fre, apa tidak ada pria lain selain dia. Kamu tahu bukan, dia adalah casanova bastard kamu paham 'kan Freya. " geram Zinnia merasa gemas dengan sikap keras kepala sahabatnya itu.


Freya menunduk, rasa kecewa menyeruak dalam hatinya dan dia tak bisa berbuat apa apa. Dia mengangkat wajahnya, menatap lekat kearah Zinnia. "Tapi aku menyukainya Zi, sejak kami masih sekolah dan aku akan mengejar cintanya. "


"Apa kamu enggak punya harga diri Freya!


"Cukup Zi, aku enggak mau dengar nasihatmu dan aku tetap pada keputusanku. " Freyapun berbalik dan berjalan pergi meninggalkan Zinnia sendirian di sudut ruangan. Zinnia menghela nafas kasar, melihat kepergian sahabatnya yang mendatangi Axel.


Zinnia berbalik dan tanpa sengaja dia menubruk seseorang. "Em maaf, saya enggak sengaja. " Pandangan keduanya bertemu, Zinnia tanpa sengaja menabrak Aaron. Aaron menatapnya dengan pandangan sulit di artikan.


"Setelah dewasa, kita bertemu lagi nona Zinnia!


"Em maaf kamu siapa tuan? "


"Aaron Benedict, anggota triplet A. " Zinnia sangat terkejut dengan pengakuan Aaron, buru buru dia mengontrol dirinya. Dia memasang wajah datarnya ke arah Aaron, Aaron tersenyum tipis melihat sikap Zinnia padanya.


"Aaron. " teriak Helena dari kejauhan.

__ADS_1


Aaron mengumpat sebentar, dia menarik tangan Zinnia lalu membawanya pergi dari sana. Keduanyapun masuk ke sebuah kamar, Aaron tak lupa menutup pintunya. Zinnia menghempas tangan Aaron, memberinya tatapan tajam. "Untuk apa kamu membawaku ke sini tuan Aaron. " geram Zinnia.



Aaron tersenyum penuh arti, melepas tiga kancing kemejanya kemudian merengkuh pinggang ramping Zinnia. Zinnia menarik dasi dan berniat mencekik Aaron karena kesal.


"Well, wajah kamu sangat cantik dan aku menyukainya Zi. " Aaron menarik dagu Zinnia, lalu pandangan mereka bertemu, saling mengunci satu sama lain.


"Hei lepaskam aku, biarkan aku ke luar dari sini, jangan sampai ada orang yang salah paham. " pandangan Zinnia tertuju kearah pintu dan kembali melirik Aaron.


Aaron mendorong Zinnia hingga terlentang di ranjang, Zinnia semakin panik dan berontak namun usahanya sia sia. Cklek pintu terbuka, Helena melotot melihat sang kekasih berdekatan intim dengan wanita lain.


"Aaron apa yang kamu lakukan sama wanita sialan itu. " bentak Helena.


"Menurutmu. " balas Aaron cuek, mengendus leher Zinnia dengan sengaja, Helena semakin marah dan mengepalkan tangannya. Sementara Zinnia berada dalam suasana berbahaya, dia hanya bisa mengumpati Aaron.


Aaron turun dari ranjang kemudian duduk sambil memangku tubuh Zinnia. Zinnia menyembunyikan wajahnya di dada bidang Aaron. Dia kembali menatap datar kearah kekasihnya itu tanpa merasa bersalah. "Apa kamu masih ingin di situ, kalau aku tidak masalah dan aku harap kamu bisa menahan saat aku dan gadisku ini making love, memadu kasih. " ujarnya vulgar.


Brak


"Hei tuan kutub, dasar player kamu enggak kasihan sama si ratu drama itu, apa apaan kau menyeretku ke dalam sandiwaramu. " omel Zinnia dengan raut jengkelnya.


Cup


Aaron mengecup singkat bibir Zinnia, Zinnia melotot dan memukul mukul dada Aaron.Sudut bibirnya terangkat membentuk seringaian, tangannya mencekal tangan Zinnia. "Aku yakin setelah ini Helena akan membuat laporan ke media mengenai kegiatan kita tadi Zi, skandal kita akan trending topik. "


"Para wartawan akan mengejar ngejar


kamu. "sambungnya dengan senyuman licik. Zinnia semakin ketakutan, dia harus menyelesaikan masalah ini secepatnya dan dia kembali menatap Aaron.


"Apa yang harus aku lakukan Tuan? "

__ADS_1


"Pertama tama jangan panggil aku Tuan, mulai sekarang kamu kekasih sekaligus calon istriku, yang kedua kita menikah!


"Tidak, tidak mau. " Zinnia menggeleng cepat, menolak ide yang di berikan oleh Aaron.


"Bersiap siaplah di kejar wartawan Sweety. " godanya. Zinnia memekik kesal, dia turun dari pangkuan Aaron lalu ke luar dari kamar di ikuti Aaron dari belakang. Gadis itu berulang kali mengumpat, sepertinya memang tak ada pilihan lain lagi. Zinnia melirik jam tangannya, mengedarkan pandangan keseluruh ruangan namun tak menemukan sosok Freya hal itu membuatnya mendengus kesal.


Di sisi lain Aiden dan Axel tertawa, melihat rekaman cctv dimana Aaron menjalankan sandiwaranya. Keduanya bertos ria, bangga pada kakak kutubnya yang cukup jenius. "Sebentar lagi kita akan memiliki kakak ipar, tapi bukan si ratu drama itu hahaha. " seru Axel dengan tawa membahana.


"Tak disangka, pria anti wanita seperti kak Aaron bisa melunakkan macan betinanya dan menyingkirkan si ratu drama, wow sungguh luar biasa. " sahut Aiden.


**


Aaron mengantarkan Zinnia pulang, selama perjalanan Aaron terus membujuknya. Zinniapun melirik Aaron melalui ekor matanya.


"Aku setuju Aaron, asalkan pernikahan kita secara kontrak karena kita hanya partner bukan pasangan. " tegas Zinnia. Seringai Aaron semakin lebar, dia mengangguk dan kembali fokus menyetir. Zinnia bernafas lega, setidaknya dia tak akan dikejar kejar wartawan pikirnya.


Sampai di pelataran rumah Zinnia, Zinnia segera turun dari mobil begitu juga dengan Aaron. Diapun mengetuk pintu rumahnya, berharap Freya membukanya. Beberapa menit kemudian, pintu tak kunjung di buka dan sepertinya Freya marah sama dia. "Mungkin Freya marah sama aku, makanya dia tak mau membuka pintunya. " gumam Zinnia.


"Sebaiknya kamu ikut saja aku sweety!


Zinnia menoleh, akhirnya mengangguk memgingat hari sudah larut malam. Keduanya kembali ke mobil, Aaron tancap gas dan melaju dengan kencang. Zinnia mengeluarkan ponslenya, mencoba menghubungi dan mengirim chat pada Freya.


To Freya


Freya, sorry kalau kamu marah sama aku. Aku bukannya sok menasihati kamu, tapi aku enggak mau nantinya kecewa Freya. Selamat malam Freya, sekali lagi aku minta maaf.


Zinnia menyimpan ponselnya dalam tas, wajahnya terlihat sendu karena sahabatnya marah padanya. Sesekali Aaron meliriknya kemudian menatap lurus ke depan.


bersambung


JANGAN LUPA LEMPAR KOPI DAN BUNGA YA HEHE

__ADS_1


MAAF OTHOR JARANG UP KARENA KAKI SAKIT


__ADS_2