
Hayoloh jodohnya Rega siapa MAYA atau TYA???
Hari berikutnya
Seorang gadis berjalan kaki dengan gontai, dia terlihat bersedih dari pancaran kedua bola matanya. Ya gadis itu adalah Maya Isabella Annora, gadis yang tempo hari hampir di tabrak oleh Rega. "Huft bagaimana ini, minggu depan aku sudah ujian tapi aku belum bisa membayar uang semesteran. " gumamnya lirih.
"Gimana caranya aku dapat uang sebanyak itu, uang tabunganku tidak cukup!
Maya semakin menekuk wajahnya, dia semakin bingung dengan apa yang harus dilakukannya. Diapun terus berjalan tak tentu arah, hingga tanpa sengaja menubruk seseorang.
Bruk
Maya mendongak, dia terkejut ternyata dirinya menabrak tubuh pria yang kemarin hampir menabraknya. Sedangkan Rega selesai berbelanja, dia hendak masuk ke mobil namun malah bertubrukan dengan bocah di hadapannya lagi. " Kamu lagi kamu lagi, ck dunia memang sempit!
"Dasar pembawa sial!
Maya merasa geram, dia langsung menendang kaki Rega dengan keras. Rega meringis kesakitan, langsung menatap tajam kearah Maya. " Hei sakit dasar bocah ingusan. " umpat Rega dengan raut kesalnya.
"Tanggung jawab cepat, atau kamu mau aku laporin ke polisi!
" Ck memangnya aku hamilin Om, pake tanggung jawab segala. " sungut Maya dengan raut jengkel.
Rega semakin kesal dengan bocah di hadapannya ini, dia langsung menarik tangan Maya lalu mendorongnya ke dalam mobil. Rega langsung tancap gas, mengabaikan teriakan bocah disebelahnya. "Eh apa nih apa nih, Om mau culik aku ya. " ujar Maya.
"Tolong, tolong!
"Diamlah bocah, " sahut Rega dengan menaikkan nada suaranya.
Maya langsung diam seketika. Namun dia masih mendumel, mengumpat Rega dalam hatinya. Beberapa saat kemudian, Rega memarkirkan mobilnya di depan penthouse.
Dia langsung turun dari mobil, segera mengeluarkan barang belanjaannya. Ya dia telah meminta cuti pada Zayn, selama lima hari dan disetujui berkat bantuan nyonya bossnya dia mendapatkan cuti wkwk.
asisten kurang ajar memang!
Mayapun terpaksa turun, dia mengekori Rega dari belakang sambil menggerutu, ikut masuk ke dalam penthouse. Sampai di dapur, Rega meletakkan barang belanjaannya. Dia menoleh dan menatap datar kearah Maya. "Siapa nama kamu bocah? "
"Maya. " jawab Maya singkat.
"Sebagai hukuman, kamu masakan aku makanan dan nanti aku bayar kamu. " ujarnya.
__ADS_1
Maya langsung berbinar mendengar kata bayar yang terucap dari Rega. Dia langsung mengangguk, memasak makanan sesuai perintah Rega. Setelah itu dia melenggang pergi dari sana sambil tersenyum miring.
Selesai masak, Maya segera membawanya ke meja makan, menatanya di sana. Rega nampak puas dengan apa yang dilakukan bocah menyebalkan itu.
Setelah menyelesaikan hukumannya, Maya langsung menatap lekat kearah Rega. "Mana uangnya katanya kamu mau bayar tenaga aku. "
"Aku mau cicipi makanannya, siapa tahu kamu taruh racun di dalamnya. "
Maya memutar bola matanya malas, entah kenapa pria tua di depannya sangat menyebalkan. Ingin sekali dia menendang masa depan pria itu agar tak lagi menjahili dirinya. Rega memakan ayam goreng dan sop buntut buatan Maya, diam diam dia tersenyum kemudian kembali memasang wajah datarnya.
"Pergilah tugasmu sudah selesai!
Maya melongo tak percaya mendengar pernyataan Rega. Rega hanya memasang wajah tak berdosanya di hadapan gadis cantik itu. " Woy bayar woy dasar pembohong kamu pria tua. " teriak Maya di depan telinga Rega.
Rega langsung menjauhkan wajahnya, dia melirik sinis kearah Maya. Diapun langsung mengeluarkan dompetnya, Maya dengan cepat merebutnya lalu mengambil 10 lembar.
"Nih dompetmu pria tua, terimakasih! Maya melempar dompet itu kearah pemiliknya dengan kasar.
Mayapun berlalu pergi meninggalkan Rega yang terdiam di tempatnya. Rega berkali kali mengumpati gadis muda itu, lalu membuang nafas kasar. Dia melanjutkan makannya yang tertunda, makanan yang dibuat bocah ingusan itu sangat enak pikirnya. Selesai makan, Rega melirik jam tangannya sekilas kemudian bangkit dan pergi ke luar.
Mobil Lamborghini itu melesat kilat membelah jalanan yang ramai. Entah kenapa dia merasa penasaran dengan gadis ingusan tadi. Rega segera menggeleng cepat, menghapus pikiran konyolnya saat ini. " Lagian buat apa aku penasaran dengan gadis itu, diluar sana masih banyak gadis yang lebih cantik, bodynya bak gitar Spanyol dari Maya, si gadis pendek itu. "
Drt drt drt Rega menepikan mobilnya, dia meraih ponsel dari dalam saku. Diapun mengerutkan dahinya, melihat nama Tya di ponselnya.
"Untuk apa gadis manja ini menghubungiku. " batin Rega.
"Halo Nona ada apa anda menghubungi saya? "
(................)
Rega mengakhiri obrolan mereka, dia langsung menyimpan ponselnya kembali. Dia tancap gas, melaju dengan cepat menuju ke tempat di mana Tya menunggu dirinya.
20 menit berlalu
Rega turun dari mobil, berjalan memasuki Cafe. Dia mengedarkan pandangan keseluruh ruangan Cafe, Rega memasang wajah data kala Tya melambai kearahnya.
Diapun berjalan menghampiri Tya, menarik kursi kemudian duduk. Tya tersenyum manis melihat kehadiran Rega di hadapannya, namun tidak dengan Rega.
"Lama tak berjumpa Rega, bagaimana kabar kamu sekarang? ".
__ADS_1
"Saya baik Nona, Nona Tya ada urusan apa mengajak saya bertemu. "
Tya terkekeh mendengar nada bicara Rega yang begitu formal padanya, "Bersikap biasalah jangan terlalu formal dan kaku seperti itu Ga. " ujar Tya dengan nada elegan.
Rega terkejut melihat perubahan sikap di diri Tya, dia nampak elegan dan sedikit dewasa selama beberapa bulan ini pikirnya. Tya nampak salah tingkah, ditatap intens oleh pria dihadapannya itu. "Apakah Nona tidak menanyakan kabar Tuan Zayn dan Nyonya Senja. " cetus Rega tanpa basa basi.
"Apakah menurutmu aku masih menyukai da berusaha mengejar kak Zayn. " sahut Tya dengan santai.
Rega hanya mengedikkan bahu, tapi sepertinya Tya sudah banyak berubah. Dia bernafas lega jika memang Tya telah menyerah akan obsesinya pada atasannya itu. Tyapun melambaikan tangan pada pelayan, pelayan datang menghampirinya.
"Vanilla latte, kamu pesan apa Rega!
"Secangkir kopi dengan sedikit gula. " Pelayan segera mencatatnya, setelah itu pergi dari sana.
Tya kembali menatap Rega, dengan senyuman di bibirnya. Entah kenapa jantungnya berdebar kencang berada di dekat asisten kepercayaan Zayn itu. Tua menahan nafas dalam dalam, lalu menghembuskannya pelan. "Aku ajak kamu ke sini karena ingin minum kopi bersama sambil mengobrol, aku tidak menganggumu 'kan
Rega. "
"Tentu saja tidak nona, lagian saat ini saya sedang cuti. " balas Rega tersenyum tipis.
Tya hanya menanggapinya dengan senyuman, ternyata mengobrol dengan pria kaku seperti Rega menyenangkan juga pikirnya. Pelayan datang, menyajikan pesanan mereka setelah itu pergi. Tya lansung menyesap Vanilla lattenya. dengan elegan dan hati hati, hal itu tak luput dari pandangan Rega.
"Selama ini Nona ke mana? "
Tya menaruh cangkirnya di meja, lalu melirik Rega melalui ekor matanya. "Aku memutuskan pergi ke London, di sana aku membuka lembaran baru dan lagian aku sudah tak berniat merebut Zayn lagi kok kamu tenang saja Ga. " jawab Tya dengan tegas.
"Saya ikut senang mendengarnya Nona, Nona cantik pasti bisa menemukan pria yang baik untuk Nona. " sambung Rega.
"Apakah termasuk kamu juga Rega!
Rega terdiam tak berkutik, Tya langsung tertawa melihat reaksi yang ditunjukkan oleh Rega. "Aku hanya bercanda Rega. "
Regapun mengangguk, lalu menyesap kopinya perlahan setelah itu mereka kembali berbincang bincang di sana.
Tya Pov
Sebenarnya apa yang kuucapkan adalah benar Ga, aku serius mengatakan hal itu namun sepertinya kamu tidak menyadarinya ataukah hanya berpura pura.
bersambung
__ADS_1