Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Epson 120 ~ Extra Part 4 Melisa Story Chap 3 - TAK SANGGUP LAGI


__ADS_3

Sabar sabar aja ya kelakuan Vanilla melebihi Anna, sangat sangat membagongkan 😝😝🤣


JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KONE TX



Terik matahari menyengat kulitnya yang putih mulus. Ya siang ini Melisa memutuskan pergi ke pantai, menenangkan diri sekaligus menghirup udara segar.


"Sepertinya kamu memang sangat suka menyendiri ya. " ujar seseorang.


Melisa menoleh dan terlihat Adam berdiri tak jauh darinya, dia menatap datar kearah Adam yang datang menghampirinya. Pria itu terlihat sangat seksi kala membiarkan kemejanya terbuka tanpa terkancing, memperlihatkan bentuk tubuhnya yang sixpack. Dia memilih mengabaikan ucapan Adam dan kembali menatap lurus ke depan.


Adam hanya diam memperhatikan wanita di sebelahnya. "Sepertinya kamu kesepian, perlu ku temani ya seperti one night stand, aku bisa memuaskan kamu. " Adam sengaja memancing amarah wanita di sebelahnya. Melisa menghela nafas panjang, ucapan Adam barusan sudah sering dia dengar hal itu tak membuatnya terkejut.


"Jadi menurutmu aku wanita murahan bukan, Tuan Adam! Jadi tetaplah berfikir seperti itu selamanya karena aku tak ingin mencari empati dan rasa belas kasihan darimu. " pungkas Melisa dengan nada tenang.


Adam kini kembali dibuat terkejut dengan penuturan Melisa barusan, tak ada ekspresi marah ataupun kesal di wajah wanita di sebelahnya ini.


Melisa bangun dan berjalan meninggalkannya, dia menelusuri pantai dengan kaki polosnya. Adampun mengikutinya dari belakang, mengawasi setiap gerak gerik wanita di depannya.


"Tapi aku tak berfikir jika kamu wanita murahan, menurutku setiap orang memiliki masa lalunya masing masing. " ujar Adam.


Melisa hanya diam, dia tetap melanjutkan langkahnya tanpa menggubris ucapan Adam. Adam berlari kearahnya, kala melihat Melisa hampir tersandung batu.


Grep dia langsung menahannya dengan cara memeluk pinggangnya erat. Melisa tersadar dan menatap langsung kearah Adam.


"Lain kali hati hati, perhatikan langkahmu. " ujar Adam dengan lembut.


"Ya Terimakasih tuan. " Melisa melepaskan diri dari pelukan Adam, dia tak ingin terbuai oleh sikap pria yang menolongnya ini. Keduanya berjalan berdampingan tanpa mengatakan apapun, hanya keheningan melanda mereka.


"Sebaiknya kita beristirahat di dekat pohon kelapa itu ayo. " ajak Adam sambil menujuk kearah pohon.

__ADS_1


Melisa menghentikan langkahnya, matanya nampak berkaca kaca mengingat kenangan dirinya bersama Alex tepat di dekat pohon kelapa dulu. Adam menoleh, menaikkan sebelah alisnya heran melihat Melisa yang terdiam dan kini malah menangis.


Melisa berjalan ke tepi pantai sambil menangis sesegukan. "Mas Alex, kenapa kita harus saling mengenal satu sama lain jika akhirnya cinta kita tak bisa bersatu. " teriak Melisa dengan suara serak.


Hiks hiks hiks


Tubuh Melisa merosot ke lantai, cintanya pada Alex masih utuh dalam hatinya. Dia belum bisa melupakan Alex begitu saja setelah apa yang mereka lewati, meski kenangan mereka begitu singkat dan pendek. Rasanya lelah di sakiti terus menerus karena cinta, mungkin wanita hina seperti dirinya tak pantas bahagia pikirnya.


"Sebaiknya kita pergi dari sini, orang orang melihatmu Melisa. " ujar Adam.


Melisa bangkit dan pergi ke pantai, dia ingin mengakhiri semuanya. Adam sangat terkejut dan menarik tangan Melisa menjauh dari tepian pantai. Dia menatap tajam wanita yang ada di depannya saat ini. "Apa kamu sudah gila hah kenapa kamu mau mengakhiri hidupmu. " bentak Adam.


Melisa memalingkan wajahnya kearah lain, Adam meraih dagu Melisa kearah depan. "Jawab, jangan diam saja nona Melisa. " geram Adam penuh penekanan.


"Aku lelah, lelah terus di sakiti dan bayangan masa laluku selalu menghantuiku setiap malam. Wanita penghangat ranjang, di usir dari rumah orang tua, keguguran, perceraian dan putus dari pria yang aku cintai. " pekiknya emosi.


Deg


Tak lupa dia menghubungi orang suruhannya untuk mengambil mobil Melisa. Dia melajukan mobilnya kencang menuju kediamannya.


Skip


Adam merebahkan tubuh Melisa di kamar atas, dia segera menghubungi dokter setelah itu kembali memperhatikan Melisa yang tertidur. Dokter pun datang dan langsung memeriksa keadaan Melisa, setelah selesai dokter mendekati Adam.


"Bagaimana keadaan Melisa sekarang dokter? "


"Nona Melisa dalam keadaan stress, dia terlalu banyak mengalami masalah bertubi tubi hingga membuatnya seperti saat ini. Hanya satu cara yang bisa tuan lakukan yaitu buatlah dia bahagia tuan, nona Melisa harus bisa melupakan masa lalunya. " ungkap Dokter panjang lebar.


"Kalau begitu saya permisi!


Dokterpun ke luar, Adam menghampiri Melisa kemudian duduk di dekatnya. Dia meraih tangan Melisa kemudian mengenggamnya. " Maafkan aku Mel, maaf karena sempat memberikan cacian padamu dan tak kusangka kamu telah melewati ujian berat dalam hidupmu selama ini. "

__ADS_1


"Mas Alex, mas Alex. " racau Melisa dengan mata terpejam. Adam tertegun mendengar racauan Melisa, dia bangkit dan mengecup singkat kening Melisa. Melisapun langsung tenang, Adam hanya bisa menghela nafas panjang melihat keadaan Melisa.


Adam memutuskan menghubungi orang tuanya dan menyuruhnya datang. Setelah itu bangkit dan keluar dari kamar Melisa, menuruni anak tangga dan pergi ke ruang tamu.


"Adam ada apa kenapa kamu menyuruh mommy dan daddy datang ke mari? "


Dan Adam mengatakan keadaan Melisa pada orang tuanya, kedua paruh baya itu nampak terdiam mendengarnya. Mommy Alea terlihat serius memandang putera semata wayangnya itu. "Bantulah Melisa agar dia melupakan masa lalunya, mommy lihat dia telah banyak berubah meski memiliki masa lalu kelam. " pungkas mommy.


"Sangat sulit mommy, mengingat sikap Melisa padaku cukup kurang bersahabat, dia sepertinya membentengi dirinya dari para


pria. " balas Adam.


"Hemm kalau begitu mommy akan membantu kamu sebisa mungkin, lagian mommy lebih suka kamu dengan Melisa daripada sepupunya itu. " cerocos mommy.


Daddy menggelengkan kepalanya mendengar ucapan mommy, Adam hanya menanggapinya dengan wajah datarnya! Mommy Alea bangkit dan pergi ke kamar Melisa, dia ingin tahu keadaan Melisa.


Cklek Mommy Alea membuka pintunya lalu masuk ke dalam, dia mengulas senyum hangatnya melihat Melisa yang telah bangun dari tidurnya. "Nak ternyata kamu sudah bangun, bagaimana keadaan kamu sekarang? "


"Tante, aku ingin pulang!


Mommy Alea merasa bingung sekaligus takut, dia tak ingin terjadi apa apa pada Melisa jika dia mengizinkannya pulang dan sebaiknya dia mencari alasan pikirnya. Wanita paruh baya itu meraih tangan Melisa lalu mengenggamnya. " Nak mulai sekarang kamu akan tinggal sementara di sini sampai kamu merasa tenang dan tidak stress lagi. " ujar mommy dengan lembut.


"Tapi aku hanya ingin di rumahku Tante. " desak Melisa dengan tak sabaran.


"Melisa, yang membawamu ke mari adalah Adam, hanya dia yang bisa mengantarmu pulang tapi saat ini dia tak mengizinkanmu. " jelas mommy. Melisa menghela nafas pelan, tak ada pilihan lain selain menurut.


"Baiklah tante aku akan tinggal di sini. " putusnya.


Mommy tersenyum senang sekaligus lega mendengarnya, dia usap kepala Melisa dengan lembut. Hal itu membuat Melisa teringat dengan mendiang maminya, namun sebisa mungkin dia menutupi kesedihannya.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2