Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Epson 20 - Saingan Zayn


__ADS_3

Haha lawan Zayn cukup berat wkwk 😆😆


Hari berikutnya


Pagi ini seperti biasa Senja telah rapi dan wangi, dia menyiapkan pakaian kerja untuk Zayn layaknya istri melayani suami eaaa. Senja tersenyum tipis, melihat punggung kekar sang kekasih yang memunggungi dirinya. Kebiasaan Zayn saat tidur adalah tidak memakai kaos, dia membiarkan tubuh atasnya tak terbalut apapun.


Senja langsung duduk di dekatnya, mengusap pipi kekasihnya dengan lembut. "Mas, udah pagi nih ayo bangun. " suara lembut Senja bagaikan alunan melodi yang sangat merdu ditelinga Zayn. Zayn membuka matanya, tersenyum tipis melihat gadisnya yang kini telah tampil cantik dan wangi.


"Pagi sayang! Zayn menggerakan kepalanya, menggesekkannya di perut rata Senja kemudian mengecupnya berulang ulang.


Senja merasa geli dengan apa yang dilakukan Zayn. "Aku sudah enggak sabar sayang, kamu mengandung buah cinta kita berdua. " gumamnya penuh harap.


"Nikah dulu Mas duda. " Zayn bangun dan duduk dengan tegak menghadap Senja. Pipi Senja nampak merona, melihat dada bidang dan perut sixpack calon suaminya itu. Zayn terkekeh, mencium bibir gadisnya sekilas. "Morning Kiss. "


"Ya sudah kamu mandi saja sana. "


"Eh sayang, aku hari ini malas masuk kantor, aku ingin menghabiskan waktu sama kamu. " kata Zayn. Senja menggeleng, sebelum pergi dia membisikan ultimatumnya lalu dia segera ke luar dari kamar Zayn sebelum mimisan liat roti syobek wkwk â•¯īšâ•°


Zayn bangkit dari kasur dan pergi ke kamar mandi.


Srash suara guyuran air dalam kamar mandi. Tak lama kemudian selesai mandi, Zayn memakai setelan jasnya.


Prang suara piring jatuh, Zayn bergegas mendekat kearah suara. Dia terkejut melihat Sekar yang dengan sengaja menaikkan kakinya dihadapan Senja.


Senja menjatuhkan piringnya karena dihadang Sekar dengan sengaja. Dara yang melihatnya merasa tidak terima, Rey segera mengenggam tangannya membuat Dara mengurungkan niatnya, yang ingin melabrak Sekar.


Mak lampir lagi lagi cari gara gara denganku


〒_〒

__ADS_1


Hiks hiks hiks Senja menitikkan air mata buaya betinanya, merasa teraniaya dengan sikap Sekar. Zayn segera menghampiri mereka, dia rangkul kekasihnya lalu menatap tajam kearah Sekar.


"Mulai sekarang kamu saya pecat. Beresi barangmu dan angkat kaki dari sini. " bentak Zayn emosi.


Wajah Sekar langsung pucat mendengarnya. Dia berusaha meminta ampunan pada Zayn namun Zayn tak memperdulikannya. "Maafkan saya Tuan, tolong jangan pecat saya. " sesal Sekar.


"Pergi dari sini! Zayn menaikkan suaranya hingga satu oktaf. Sekar ketakutan, segera pergi ke kamarnya. Tak lama kemudian dia membawa tasnya melewati Zayn dan Senja. Senja tersenyum sinis kearah Sekar, Sekar melengos pergi dengan raut kesal.


Fyuh Senja bernafa lega, menepis tangan kekasihnya dari bahunya. Diapun menoleh kearah Dara dan Rey secara bergantian. "Bagaimana dengan actingku bagus 'kan. " ucapnya dengan raut songongnya.


"Iya sangat bagus, harusnya kamu ikut shooting suara hati istri di televisi itu Nja. "


Senja tertawa kemudian memperagakan sinetron di televisi sambil bernyanyi. "Ku Menangis membayangkan. " Zayn hanya bisa menghela nafas melihat kelakuan kekasihnya, menarik kursi kemudian duduk.


Vania dulu sangat lembut sedangkan Senja sangat bar bar dan berani. Tapi keberaniannya itu mampu melindungi dirinya, sebagai kekasihnya aku belum cukup baik untuk Senja. Dia sudah membuktikan dirinya bukan gadis lemah yang mudah ditindas.


"Eh ya sudah yuk, cabut! Senja langsung menoleh kearah Zayn. Zayn mengangguk, sontak Senja langsung memberikan flying kiss kearah Zayn, love you sekebon mas duda. Setelah itu dia berlari pergi ke kamarnya.


15 menit berlalu


Senja telah siap, mereka semua ke luar dari mansion. Sebelum ke kantor, Zayn mengantar Senja ke apartemen Dara. Sampai di sana, Senja langsung turun dan tak lupa memberikan ciuman di bibir Zayn. "Semangat Mas kerjanya Mas, love you Mas Duda. " ucapnya sambil tersenyum.


"Love you too sayang. " mobil Zayn melesat jauh bersamaan dengan mobil milik Reymond.


Dara mengeluarkan motornya, Senja segera duduk di belakang dan motorpun melaju kencang meninggalkan apartemen.


Tak lama kemudian mereka sampai di toko buku. Keduanya langsung masuk ke dalam setelah motor diparkirkan. Beberapa menit kemudian mereka selesai membeli buku novel, bruk tanpa sengaja Senja menabrak seseorang.


Dia langsung menoleh seorang anak kecil menangis, dia langsung menoleh kearah Dara. Senja menundukkan tubuhnya hingga sejajar dengan anak kecil itu. "Sayang, kamu kenapa kok menangis? "

__ADS_1


"Hiks hiks Luna lagi cari ayah tapi enggak ke temu. " ucap anak bernama Luna.


"Memangnya Ayah Luna ke mana!


Luna menggeleng, Senja menuntun Luna kemudian mereka duduk di tepian jalan bersama Dara. Dia hapus air mata yang terus menetes di pipi gadis cilik itu. "Oh ya kenalkan nama kakak Senja dan ini kak Dara. "


"Iya kakak cantik! Senja menggaruk tengkuknya gatal. Dia sangat bingung, bagaimana cara dia menemukan ayah Luna. Dara mendekat 'kan bibirnya kemudian berbisik di telinga Senja. "Entar kalau Luna kita bawa pulang, di kira kita penculik anak lho Nja. " gumamnya pelan.


Senja memgangguk, membenarkan apa yang dikatakan Dara. "Ya sudah kita temani kamu ya Luna sampai ayahmu datang menjemputmu. " ucap Senja dengan lembut.


"Iya kakak cantik. " jawab Luna dengan lirih. Diusapnya kepala Luna dengan lembut, dia sangat kasihan pada gadis cilik seperti Luna yang kepisah dari ayahnya.


"Luna. " suara teriakan dari kejauhan membuat Senja dan Dara menoleh. Seorang pria tampan berlari menghampiri mereka, Luna tersenyum dan langsung berlari kearah pria itu. Hup pria itu menggendong Luna, mencium putrinya itu dengan lembut.


Senja dan Darapun bangkit, keduanya terlihat syok melihat ayah Luna yang super tampan. "Terimakasih kalian telah menjaga Luna. " ucap pria itu dengan tulus.


"Eh iya sama sama Tuan, kalau begitu kami permisi. " Darapun melajukan motornya setelah Senja naik. Sementara Pria tadi menatap kepergian Senja dengan tatapan sulit diartikan, dia bergegas membawa Luna ke mobilnya.


"Ayah, lain kali undang kak cantik ke rumah kita ya Yah. " pinta Luna.


Pria yang dipanggil Ayahpun hanya diam, fokus menyetir mobilnya. Luna memgerucutkan bibir mungilnya, merasa diabaikan oleh sang Ayah. Dikrapun menghela nafas pelan, melirik puteri kesayangannya yang kini merajuk. "Baiklah Ayah akan undang kakak cantik itu lain kali, puteri ayah yang paling cantik jangan cemberut dong. "


Wajah Luna langsung berubah ceria, dia tampak kegirangan tak sabar bertemu lagi dengan kakak cantiknya itu. Dikra mengulum senyumnya, melihat betapa bahagianya melihat Luna yang kembali ceria.


"Terimakasih Ayah!


"Sama sama sayang. " Dikra mengusap kepala puterinya, setelah itu kembali fokus menyetir.


TBc

__ADS_1


__ADS_2